Claim Missing Document
Check
Articles

BIODEGUMMING RAMI MENGGUNAKAN ENZIM AMOBIL DARI CAIRAN RUMEN SAPI Nur Aniq; Hamid Aqil; Ismi Yatun; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat rami adalah serat yang didapat dari tanaman rami. Proses pengolahan rami terdiri atas beberapa tahap, salah satunya adalah proses degumming. Proses degumming merupakan proses penghilangan gum pada helaian serat rami kasar. Proses degumming umumnya dilakukan menggunakan bahan kimia. Proses degumming kimiawi memiliki beberapa kelemahan, diantaranya menghasilkan limbah yang tidak ramah lingkungan. Guna mengatasi kelemahan degumming kimiawi, maka salah satu alternatif proses yang digunakan adalah proses degumming secara enzimatis (biodegumming). Dalam penelitian ini dilakukan isolasi enzim pektinase dan protease dari cairan rumen sapi dilanjutkan dengan proses imobilisasinya serta aplikasinya pada proses degumming rami. Tujuan penelitian ini adalah menentukan variabel paling berpengaruh, mengkaji pengaruh variabel proses yang meliputi, waktu inkubasi, rasio enzim substrat dan temperature, serta menentukan kondisi optimum proses. Degumming enzimatik dilakukan dengan merendam dan menginkubasi 10 gram serat rami kasar pada suhu 400C atau 700C selama 4 atau 8 jam sesuai dengan variabel (sesuaikan pH 9 dengan larutan bufer). Ukuran plot 1:10 (perbandingan antara bahan yang akan didegum dengan bahan pendegum). Setelah masa inkubasi selesai serat dicuci sampai bersih dan dikeringkan kemudian di timbang. Variabel proses yang sangat berpengaruh adalah suhu dimana efek variabelnya sebesar 0,8. Kondisi operasi proses degumming enzimatis yang optimum adalah suhu 700C dengan waktu 8 jam dan rasio enzim-subtrat 1:10 dimana persentase gum yang hilang adalah sebesar 8,7%. Kata kunci : amobilisasi, degumming, enzimatis, rami, rumen
ENZYMATIC EXTRACTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS A POTENTIAL ANTI CANCER AGENT FROM GREEN CINCAU (Premna Oblongifolia Merr.) Indah Hartati; Laeli Kurniasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pectin is used in a number of foods as gelling agent, thickener, texturizer, emulsifier and stabilizer. It is also used in pharmaceutical, dental and cosmetic industries for its jellifying properties. Commercial pectin is divided into high and low methoxy pectin. Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. One of our local resources, green cincau (Premna oblongifolia Merr.) is one of source of LMP. Due to its wide spectrum of functional properties and its potency as anti cancer compound, hence it is urge to develop a production process of LMP from green cincau. The current technology of pectin extraction is acidic hydrolysis. It has at leat two demerits: it does not allows pectin to be extracted fully with no damage to its structure and it does not meet the environmental safety. An enzyme-hydrolytic technology seems environmentally safe and more effective in terms of pectin yield. But nowadays the main demerits of the enzymatic extraction is the high price of commercial enzyme. In order to overcome all the demerits of pectin extraction, it is proposed to enzymatically extract the pectin of green cincau by using enzyme isolated from the local resources such as cellulase which can be isolated from hepatopancrease of snail and protease isolated from Calotropis gigantea. Key Words: enzyme, extraction, low methoxyl pectin, anti cancer, green cincau
PENGEMBANGAN BIOEKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE UNTUK PRODUKSI GAULTHERIN DARI GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) Mohammad Endy Yulianto; Indah Hartati; Endah Lestari; Tandang Patria Tama; Devita Hardianti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandapura terkenal sebagai penghasil minyak atsiri. Komponen Gandapura yang bernilai ekonomis tinggi adalah salisilatnya. Sebagian besar dari salisilat total bersifat aktif dan biasa disebut gaultherin. Gaultherin merupakan konjugasi dari metil salisilat dan disakarida. Gaultherin memiliki banyak kegunaan di bidang farmasi yaitu dapat mencegah kanker, inflammatory, cardiopulmonary dan sebagai natural aspirin yang baik.Akan tetapi untuk memproduksi gaultherin dari gandapura tidaklah mudah. Produksi gaultherin dapat dilakukan dengan proses ekstraksi. Namun, selama proses ekstraksi jaringan tanaman gandapura akan rusak dan menyebabakan reaksi hidrolisa yang dikatalisis oleh enzim gaultherase yang terdapat pada tanaman itu sendiri. Reaksi ini akan menyebabakan komponen dari gaultherin yaitu metil salisilat terlepas. Cara untuk mengekstrak gaultherin pada kondisi yang relatif baik adalah  dengan  menggunakan pelarut alcohol (alcoholic solvent extraction). Oleh karenanya,  pada penelitian ini digunakan alat bioekstraktor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi etanol terhadap produksi gaultherin dari gandapura dengan proses inaktivasi enzim gaultherase melalui ekstraksi dengan pelarut alkohol. Variabel tetap yang digunakan meliputi: rasio pelarut-umpan, pH, kecepatan putar pengaduk, kecepatan putar pisau pencacah, waktu ekstraksi  dan suhu peengering. Sedangkan variable berubah yang digunakan adalah jenis drying agent berupa kalsium klorida dan konsentrasi etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan gaultherin untuk kondisi yang relatif baik tercapai pada konsentrasi etanol sebesar 90%. Kata kunci: Gaultherin, Gaulterase, Alkohol, Bioekstraktor
PENGARUH PROSES PENGGARAMAN TRADISIONAL TERHADAP RASIO KEKERASAN DAN KEMASIRAN TELUR ASIN Azzahra Aulia Hanifah; Hardiyanti Amalia; Mira Nurhayani; Indah Hartati; Bella Paramaeshela
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.649 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh konsentrasi garam terhadap rasio kekerasan dan kemasiran kuning telur pada proses pembuatan telur asin. Proses pengasinan dilakukan dengan variasi kadar garam yakni 20%, 40%, dan 60%. Pengasinan dilakukan selama 10-17 hari. Sampel hasil pengasinan dianalisa rasio kekerasan dan kemasiran. Hasil penelitian menunjukkan rasio kekerasan berkisar dari 81%-95% sedangkan persentase kemasiran berkisar dari 51%-90% sampai akhir proses pengasinan. Rasio kekerasan untuk ketiga konsentrasi garam meningkat dengan signifikan. Persentase kemasiran pada telur yang diasinkan dengan konsentrasi garam 60% muncul lebih cepat dibanding konsentrasi 40% dan 20%.Kata kunci: kemasiran, rasio kekerasan, telur asin
POTENTIAL PRODUCTION OF FOOD COLORANT FROM COFFEE PULP Indah Hartati*); Indah Riwayati,; Laeli Kurniasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee pulp is the waste produced during the pulping operation of the coffee berries. Coffee pulp is reported as a good candidate of material for food colorant production. The food pigment found in coffee pulp is anthocyanin. The anthocyanin content in coffee pulp is reported up to 25 mg of monomeric anthocyanins/100 g of fresh pulp on a dry weight basis. As the fourth largest coffee producer in the world, Indonesia has the potency to produce food colorant from coffee pulp. There are several methods that can be applied in the separation of anthocyanins from coffee pulp. The methods are include solvent extraction, microwave assisted extraction, ultrasound assisted extraction, supercritical fluid extraction and enzymatics extraction. Further researchs are needed in order to find the suitable method for anthocyanins production from coffee pulp.Keywords: coffee pulp, food colorant, anthocyanin
OPTIMASI EKSTRAKSI DAUN SURIAN (Toonana Sureni Merr) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAE (Microwave Assisted Extraction) Safa’ah Nurfa’izin; Titis Puspitasari; Sury Widiyanti; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara agraris yang didunkung dengan kondisi alama yang subur. Upaya petani dalam meningkatkan hasil penen adalah dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia secara berlebih untuk menyuburkan dan mengatasi hama tanaman. Akibatnya berdampak negative pada manusia dan lingkungan. Untuk menguranginya dapat menggunakan Bio-insektisida yang merupakan obat pengendali hama atau penyakit dengan bahan dasar tanaman/tumbuhan yang memiliki bahan aktif sebagai pertahanan alami. Tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku bio-insektisida adalah tanaman surian (Toona sureni merr). Kandungan ekstrak senyawa triterpenoid tersebut berfungsi untuk Refelen, Antifidan,  Mencegah serangga, Racun syaraf, Attraktan. Guna menghindari terjadinya degradasi termal senyawa aktif dari daun surian, maka alternative metode ekstraksi adalah melalui ekstraksi berbantu gelombang mikro. Ekstraksi dilakukan untuk mengkaji pengaruh variable proses dan menentukan kondisi optimum proses ekstraksi gelombang mikro. Penelitian dilakukan dengan 4 variabel bebas yaitu daya 10, 30, 50, 70, 100 watt, rasio 1:6, 1:8, 1:10, 1:12, 1:14, waktu 1, 2, 3, 4 menit, konsentrasi pelarut 46%, 56%, 66%, 76%, 86%, 96% ethanol. Hasil optimum percobaan pada daya 100 watt, rasio 1:12, waktu 3 menit, konsentrasi 56% dengan hasil 7,01 gram ekstrak daun surian. Kata Kunci: Ekstraksi, Daun surian, Variabel, Optimasi
FORTIFIKASI TEPUNG TERIGU OLEH TEPUNG CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PADA PEMBUATAN MIE BASAH Sufrotun Khasanah; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie basah merupakan salah satu produk olahan terigu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Dewasa ini, produsen mie basah seringkali menggunakan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet mie. Proses pembuatan mie basah sering kali menggunakan boraks atau formalin untuk mengawetkannya. Menimbang bahwa formalin dan boraks tergolong dalam pengawet yang tidak diijinkan untuk digunakan sebagai pengawet produk pangan, maka perlu dicari alternatif pengawet mie basah yang aman dikonsumsi. Dalam penelitian ini tepung cangkang rajungan digunakan sebagai pengawet mie basah karenakandungan kitosannya. Tepung cangkang rajungan  juga berfungsi meningkatkan protein pada mie basah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi optimum penggunaan tepung rajungan dalam mie basah,. Uji yang dilakukan meliputi uji orgnoleptik dan proksimat. Berdasarkan penilaian panelis fortifikasi tepung terigu oleh tepung cangkang rajungan ini dapat diterima pada  panelis dengan perbandingan (90:10)% karena  warna, rasa, aroma, dan tekstur dapat menarik konsumen. Sedangkan kandungan proximat pada perbandingan tersebut adalah kadar air  0.51%, kadar abu 0.44%, protein 6.60%, lemak 2.7%, dan karbohidrat 89.75%. Kata kunci : cangkang rajungan, fortifikasi, mie
Eco Friendly-Microwave Assisted Extraction of Cellulose from Sugarcane Bagasse Indah Hartati; Ismiyatul Kholisoh; Suwardiyono Suwardiyono; Laeli Kurniasari; Indah Riwayati
Proceeding Of The International Seminar and Conference on Global Issues 2016: The 2nd Annual International Seminar and Conference on Global Issues 2016 (ISCoGI 2016)
Publisher : Proceeding Of The International Seminar and Conference on Global Issues

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cellulose is widely present in various forms of biomasses. Cellulose and its derivatives have many advantages and have been used for years in a wide variety of applications. Obtaining pure cellulose from lignocellulosic materials is essential due to its potential advantages and applications. Sugarcane bagasse is one of very promising raw materials for cellulose production due to its high cellulose content. The objective of this research was to investigate the microwave assisted extraction of cellulose from sugarcane bagasse by using an eco-friendly solvent, i.e. acetic acid. The microwave assisted extraction of sugarcane bagasse cellulose were conducted in varied extraction time (30-70 minutes) and solid liquid ratio of 1:12-1:20, while the acetic acid concentration was fixed at 5% and the power level of the microwave was set at 39.9 W. The product was analyzed for its alpha, beta and gamma cellulose content. The research showed that 67.56% was the highest alpha cellulose content of the sugarcane bagasse pulp obtained from the eco- friendly microwave assisted extraction conducted at 60 minutes of extraction, solid liquid ratio of 1:12, acetic acid concentration of 5% and microwave power level of 39.9 W. Keywords: sugarcane bagasse, extraction, cellulose
POTENSI XANTHATE PULPA KOPI SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMISAHAN ION TIMBAL DARI LIMBAH INDUSTRI BATIK Indah Hartati; Indah Riwayati; Laeli kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.102

Abstract

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya industri batik, semakin besar pula volume limbah cair yang dihasilkannya. Limbah cair industri batik dilaporkan mengandung logam berat. Keberadaan logam berat khususnya timbal dalam limbah cair industri batik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses  pemisahan logam berat dari suatu larutan dapat dilakukan melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben yang berbasis biomassa. Namun demikian, adsorben tersebut memerlukan proses modifikasi guna meningkatkan kapasitas adsorpsi dan performa adsorpsi. Proses modifikasi adsorben melalui pengikatan gugus pembawa sulfur, khususnya xanthate merupakan proses yang paling menonjol karena adsorben terxantasi merupakan: senyawa yang sangat tidak larut, mudah dibuat dengan reagen yang relatif tidak mahal, serta memiliki  kestabilan yang tinggi saat membentuk kompleks dengan logam. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari adsorben yang kaya akan gugus hidroksil, seperti pulpa kopi. Pulpa kopi merupakan limbah proses pengolahan kopi secara basah. Pemanfaatan pulpa kopi sebagai adsorben terxanthasi sebagai adsorben logam berat dapat menyelesaikan setidaknya dua permasalahan sekaligus yakni pemisahan logam berat dari limbah cair serta mengurangi dampak pencemaran industri pengolahan kopi. Guna proses desain sistem adsorpsi timbal dari limbah cair menggunakan senyawa xanthate pulpa kopi, data-data fundamental yang perlu dikaji dan ditentukan antara lain: kajian kesetimbangan adsorpsi isoterm, kinetika adsorpsi, dan termodinamika adsorpsi. Kata Kunci: pulpa kopi, adsorpsi, timbal, xanthate, batik
EKSTRAKSI ANDROGRAPHOLID SAMBILOTO MENGGUNAKAN LARUTAN HIDROTROP NATRIUM ASETAT DAN ETHANOL DENGAN PROSES GELOMBANG MIKRO Chandra Pribadi; Indah Hartati; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.963

Abstract

Metode  ekstraksi  baru  menggunakan  ekstraksi  gelombang mikro  dengan  larutan  hidrotropi digunakan  untuk  ekstraksi Andrografolide  dari  Andrographis  Paniculata  yang  juga  dikenal sebagai “King of Bitter”. Metode ini diharapkan mampu menjadi alternatif ekstraksi zat aktif. Konsentrasi  hidrotrop  minimum perlu  dikaji  untuk  melihat  pada  konsentrasi  berapa  larutan hidrotrop  mulai  dapat  melarutkan  Andrografolid  dengan  air.  Konstanta  setchenow  adalah konstanta yang menunjukkan keefektifan larutan hidrotrop dan perlu dikaji untuk melihat pada konsentrasi  berapa  larutan  hidrotrop  bekerja  optimum.  Variabel  tetap  pada  penelitian  ini adalah:  serbuk  sambiloto  20  gram,  waktu  ekstraksi  15  menit  dan  volume  larutan  1:10. Sedangkan  variabel  berubah  adalah  konsentrasi  larutan  0M-4M,  daya  microwave  10%  dan 30%.  Hasil  terbesar  dari ekstraksi  ini  didapatkan  pada  larutan  hidrotrop  inatrium  asetat dengan menggunakan daya 30% menghasilkan andrografolid sebesar 7,5%Kata Kunci: Sambiloto, Andrograpolide, Hidrotrop, MAE
Co-Authors . Widayat Achmad Wildan Aditya Alfan Marzuki Aisyah Hana Rifiani Aji, Bayu Prasetyo Anggun Titi Nurcahyati Aniq, Nur Anita Dwi Puspitasari Annisa Risdiany Aprilia Putri Sulistianingrum Aqnes Budiarti Ardi, Pradipta Risma Rukma Ari Yuniastuti Arie Setya Putra Arief Hidayat Arifah, Difa Al Ariyani, Sinta Aryanti, Desi Rahma Asari, Yunita Dwi Auviatita, Faeza Azzahra Aulia Hanifa Azzahra Aulia Hanifah Bella Paramaeshela Broto, R. T. D. Wisnu Buclatin, Willie C Chandra Pribadi Chasani, Failasufia Maulida Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dea Ayu Ade Arisma Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Prihadi Devi Endah P. Devi Nisa Hidayati Devina Ingrid A. Devita Hardianti Dewi Susanti Dewi Susanti Dewi, Cindy Aurellia Ratna Dian Risdianto Dita Desti D_Khilyati Diyono Ikhsan Dwi Handayani Dwi Kurnia Indar Dyah Puspa Arum Dyah Yuliana Zulfa Efa Firmania Eflita Yohana Endah Lestari Endah Subekti Ernawati Budi Astuti Fachry Abda El Rahman Fahmi Arifan Faizin, Safaah Nur Farikha Maharani Faris Hermawan, Faris Farizki, Bangkit Fatnawati Nur Hidayah Februana Hutavia Purba Caraka Fifi Kurniasari Fitriani, Dea Syifa fitriyani, Ulfa Fuji Utami Gothicardo, Devano Habib Abdun Nafik Hamid Aqil Hamid Aqil Hani Haswati Hardiyanti Amalia Harianingsih, Harianingsih Hary Sulistyo Hary Sulistyo Hary Sulistyo Hasan, Hasan Haswati, Hani Helmy Purwanto Hendriyanto Hendriyanto Hidayatun Natijah Imam Syafaat Indro Sumantri Irawan, Bei Harira Ismi Yatun Ismiyatul Kholisoh Ismiyatul Kholisoh Ismiyatul Kholisoh Julianto, Mohamad Endy Khanifah Khanifah Khasanah, Vina Nafidzatul Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Lailatul Fitriyah Latif, Abdullah Maharani Kusumaningrum Malikah, Anna Irdatul Maria Ulfah Marlina, Lala Adetia Mauluddin, M. Subchan Mauludin, Mochamad Subchan Mega Kasmiyatun Milzam, Muhammad Mira Nurhayani Mochamad Arif Budihardjo Moh Fahrurrozi Moh Fahrurrozi Mohamad Endy Y Yulianto Mohammad Endi Yulianto Mr. Darmanto Muhammad Dzulfikar Muhammad Mufti Azis Munifilia Ekasari Mustagfirin Mustagfirin Mustaghfirin Mustaghfirin Nafik, Habib Abdun Nazaruddin Sinaga Novika Aszyiamilatul Utami Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nur Aniq Penaflorida, Veronica P Pratama, Fandy Indra Prihastuti, Putri Putry, Cindyana Renan Subantoro Renan Subantoro Reviana Inda Dwi Suyatno Rita Ade Lasria Pardede Rita Dwi Ratnani Safaah Nurfaizin Salsa Erna Setiawati Sari, Ratmi Rahma Sarmi Sarmi Sekar Apriana Sinta Ariyani Siti Faizatul Mutiqoh Siti Soimah Siti Sudarmiseh Sofa Rohmania Sufrotun Khasanah Supriyadi Supriyadi Sury Widiyanti Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwarno Suwarno Tabah Priangkoso Tandang Patria Tama Tisa Lazuardy Titis Puspitasari Titis Puspitasari Udin Bahrudin, Udin vifta, rissa laila Vita Paramita Vita Paramita Vita Paramita Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wibisono, Enggar Sulistyo Widarti Widarti Wulan Budi Astuti Yance Anas Yapan, Ulfa Fitriyani Zahroh El Baidho Zakiyyatut Darojah Zakka Athoo’ Illah Zulfa, Dyah Yuliana