Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES EKSTRAKSI MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET BERBANTU GELOMBANG MIKRO Achmad Wildan; Indah Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.954

Abstract

Karet  (Hevea  brasiliensis  Muell.  Arg)  merupakan  salah  satu  hasil  pertanian yang  banyak menunjang  perekonomian  Negara.  Selain  menghasilkan  lateks, perkebunan  karet  juga menghasilkan biji karet. Biji karet mempunyai kandungan minyak yang sangat tinggi.  Minyak biji karet mengandung asam asam lemak yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi seperti stearat,  oleat,  linoleat  dan  linolenat.  Pada  metode  mekanik  atau  pengepresan,  diperoleh rendemen  minyak  biji  karet  sekitar  20  hingga  30%.  Padahal  kandungan  minyak  dalam  biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dapat   dilakukan  dengan  metode  ekstraksi  berbantu  gelombang  mikro.  Tujuan  penelitian  ini adalah  penggunaan  beberapa  variabel  proses  untuk  mendapatkan  jumlah  rendeman  minyak limbah  padat  biji  karet  yang  optimum  dengan  beberapa  pelarut  menggunakan  metode ekstraksi berbantu gelombang mikro   serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji  karet  tersebut.  Penelitian ini  menggunakan  pelarut  n-heksana,  etil  asetat  dan  etanol. Variabel  yang  digunakan  adalah  jumlah  sirkulasi   serta  perbandingan  bahan  dan  pelarut. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh 38, 98 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali dan perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia  untuk  minyak dengan  kondisi  optimum  tersebut  diperoleh  antara  lain  viskositas   56,4261  cp,  bobot  jenis 0,9298, indeks bias  1,468  , bilangan iod  148,5670    mg/g, bilangan penyabunan  178,0487  mg KOH/g, bilangan asam 38,6246 mg/g.Keyword : ekstraksi, biji karet, gelombang mikro, limbah padat
ISOLASI SENYAWA GALAKTOMANNAN BUAH AREN (ARENGA PINNATA) MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS ABU Sarmi Sarmi; Rita Dwi Ratnani; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1453

Abstract

Pemanfaatan buah aren saat ini masih sangat terbatas dan tingkat konsumsi masyarakat juga masih rendah, untuk meningkatkan nilai ekonomis buah aren, maka dilakukan isolasi senyawa galaktomannan pada buah aren.Galaktomannan bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar edible film, pengental, stabilizer emulsi, dan bahan aditif baik pada industri pangan maupun industri obat-obatan. Percobaan dilakukan dengan proses ekstraksi dengan menggunakan variabel tetap buah aren 170 gr di tambah pelarut hingga 1000 ml, pengadukan menggunakan magnetik stirrer skala 8 dan sentrifugasi pada 4500 rpm selama 15 menit, pelarut yang digunakan antala lain air abu kayu, air abu sekam padi dan air. Variabel bebas lainnya adalah temperatur pada 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50 0C, variabel waktu ekstraksi pada 9, 12, 15, 18, 21, dan 24 jam. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi optimum ekstraksi menggunakan larutan abu kayu pada suhu 30 0C dengan proses ekstraksi selama 21 jam , perolehan hasil ekstrak sebanyak 9.4134 gr dari bahan awal buah aren 170.6 gr sehingga rendemen didapat 5.52 %. Kata kunci: air abu, buah aren, galaktomannan, isolasi
EKSTRAKSI HIDROTROPI ANDROGRAPHOLIDE DARI TUMBUHAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS) MENGGUNAKAN LARUTAN UREA Lailatul Fitriyah; Rita Dwi Ratnani; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i1.1081

Abstract

Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat herbal yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Andrographolide, merupakan senyawa yang paling banyak terdapat pada daun sambiloto dan biasanya banyak dimanfaatkan sebagai obat beberapa penyakit. Pemisahan senyawa aktif andrographolide dari sambiloto dapat dilakukan dengan ekstraksi menggunakan senyawa hidrotrop. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan MHC (minimum hydrotop Concentration), menentukan konstanta setschenow, menentukan pengaruh suhu dan konsentrasi larutan hidrotop (urea) pada proses ekstraksi hidrotropi andrographolide dari sambiloto. Penelitian dilakukan dengan tetapan massa serbuk 20 gram, volume larutan  200 ml larutan hidrotrop, pengadukan 100 rpm dan waktu ekstraksi 2 jam. Adapun variable penelitian adalah konsentrasi larutan hidrotrop 0,2-3,5M dan suhu ekstraksi 30-450C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua suhu didapat nilai MHC pada konsentrasi 1M. Pada suhu 300C didapatkan persen ekstrak 0,873, dan pada suhu 350C didapatkan persen ekstrak 0,847, sedangkan pada suhu 400C didapatkan persen ekstrak 1,846 dan pada suhu 450C didapatkan persen ekstrak 0,9025. Nilai konstanta setschenow terbesar didapatkan pada suhu 400C dengan nilai konstanta setschenow adalah 0,1427. Kata kunci : sambiloto, andrographolide, ekstraksi hidrotropi, konstanta setschenow.
PROSES PENGAMBILAN MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET DENGAN METODE EKSTRAKSI BERPENGADUK Achmad Wildan; Devina Ingrid A.; Indah Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.841

Abstract

Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting untuk Indonesia dan lingkup Internasional.  Indonesia adalah negara produsen karet alam terbesar ke dua di dunia setelah Thailand,  karet merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak menunjang perekonomian Negara. Selain menghasilkan lateks, perkebunan karet juga menghasilkan biji karet. Biji karet mempunyai kandungan minyak yang sangat tinggi. Pada metode mekanik atau pengepresan, diperoleh rendemen minyak biji karet  sekitar  20 hingga 30%. Padahal kandungan minyak dalam biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat  biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dapat  dilakukan dengan metode ekstraksi berpengaduk. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa variabel proses untuk mendapatkan jumlah rendeman minyak limbah padat  biji karet yang optimum  dengan beberapa pelarut menggunakan metode ekstraksi berpengaduk serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji karet tersebut dan komposisi asam lemak bebas dalam minyak tersebut. Penelitian ini menggunakan pelarut n-heksana, dietil eter dan etanol. Variabel yang digunakan adalah jumlah sirkulasi  serta perbandingan  bahan dan pelarut. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh  27, 94 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali dan  perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia untuk minyak dengan kondisi optimum tersebut diperoleh  antara lain viskositas   43,4480  cp, bobot jenis 0,9325, indeks bias 1,469  , bilangan iod 145,6379   mg/g, bilangan penyabunan 189,7314 mg KOH/g, bilangan asam 40,0097  mg/g.  Komposisi kandungan asam lemak bebas yang dianalisa menggunakan alat  GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectroscopy) antara lain Asam linoleat, Asam Oleat, Asam Palmitat dan Asam Stearat. Katakunci  :  ekstraksi, limbah padat biji karet, minyak biji karet ,ekstraksi berpengaduk, tanaman karet
PROSES PEMBUATAN GULA INVERT DARI SUKROSA DENGAN KATALIS ASAM SITRAT, ASAM TARTRAT DAN ASAM KLORIDA Suwarno Suwarno; Rita Dwi Ratnani; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i2.1382

Abstract

Abstrak Gula invert merupakan produk hasil pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa dengan perbandingan 1:1. Produksi gula inversi secara industri biasanya berdasarkan pada hidrolisa asam atau ensim. Pada proses hidrolisa asam tergantung dari jenis asam, yaitu asam anorganik yang berupa asam kuat atau organik yang berupa asam lemah. Gula invert merupakan komponen makanan yang bermanfaat, terutama sifatnya yang yang lebih manis dan lebih cepat larut apabila dibandingkan dengan butiran sukrosa. Sifat lain yang menguntungkan dari gula invert adalah dapat berfungsi sebagai humectant (mempertahankan kadar air), penstabil emulsi, pengawet, dan memiliki rasa yang lebih halus sehingga tidak menimbulkan iritasi. Penelitian dilakukan dengan cara hidrolisis larutan gula pasir (± 70 %) menggunakan katalis asam sitrat, asam tartrat, asam klorida pada berbagai pH, suhu 70º C, dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah membuat gula invert dari sukrosa dengan katalis asam anorganik (asam klorida), dan asam organik (asam tartrat, dan asam citrat). Mengamati pengaruh pH dan jenis katalis terhadap konstanta   kecepatan reaksi. Mencari optimasi terhadap proses hidrolisa, sehingga desain sistem yang optimal dapat tercapai. Dari hasil percobaan dan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa, gula inversi tidak hanya dapat dibuat dengan asam anorganik (HCl), tetapi dapat juga digunakan asam organik (asam tartrat dan citrat) Semakin tinggi pH maka laju reaksi hidrolisis gula semakin lambat.Pada pH yang sama, jenis asam tidak berpengaruh signifikan terhadap laju reaksi hidroisis.Model kecepatan reaksi orde 1 pseudo hanya dapat diterapkan terhadap jenis katalis asam sitrat dan tartrat pada pH 2,5 Kondisi optimum untuk proses hidrolisis gula adalah pada temperatur 70 0C dan pH = 2,0 selama 80 menit. Kata kunci: gula invert, asam sitrat, asam tartrat, asam klorida.
PENGUATAN USAHA PENGOLAH KOLANG KALING DI DESA NGESREPBALONG KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Indah Hartati; Nugroho Widiasmadi; Renan Subantoro; Laeli Kurniasari; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1629

Abstract

Salah satu usaha yang berkembang di Desa Ngesrepbalong, Limbangan, Kendal adalah usaha pengolaha kolang kaling. Beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku usaha pengolah  kolang kaling adalah diperlukannya alat TTG guna proses pemecahan kulit biji kolang kaling, belum adanya wawasan dan usaha ke arah diversifikasi produk serta diperlukannya pelatihan-pelatihan penguatan usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra pengolah kolang kaling yakni: (i) memperbaiki proses produksi berupa aplikasi alat pemipih kolang kaling dan pemecah kulit buah kolang kaling, (ii) memberikan pelatihan produksi diversifikasi produk kolang kaling yakni berupa manisan kolang kaling dan permen jely kolang kaling serta alat sealer, (iii) memberikan pelatihan penguatan usaha berupa pelatihan desain kemasan, pelatihan cara produksi pangan yang baik dan pelatihan perijinan PIRT, dan (iv) memberikan pelatihan manajemen usaha kecil. Adapun target kegiatan adalah perbaikan proses produksi melalui aplikasi mesin pemecah kulit buah kolang kaling dan pemipih kolang kaling, pelatihan proses produksi manisan dan permen jelly kolang kaling, pelatihan desain kemasan manisan dan permen jelly kolang kaling, pelatihan CPPB, pelatihan perijinan dan  pelatihan manajemen usaha. Perbaikan proses produksi telah dilakukan melalui perancangan, pabrikasi dan penggunaan alat pemecah dan pemipih kolang kaling. Diversifikasi produk kolang kaling telah diberikan sehingga mitra memiliki wawasan dan ketrampilan mengenai proses pembuatan permen  jelly kolang kaling dan manisan kolang kaling. Pelatihan CPPB  telah memberikan wawasan mengenai cara produksi pangan yang baik. Pelatihan pengemasan  telah berhasil memberikan wawan mitra mengenai pengemasan produk pangan dan pelabelan. Pelatihan perijinan memberikan wawasan mitra mengenai prosedur perijinan yang harus ditempuh bila mitra mengajukan permohonan pengajuan perijinan bagi usaha mereka. Pelatihan manajemen  usaha telah dapat memberikan wawasan mitra mengenai pengelolaan usaha kecil. Kata kunci: kolang kaling, manisan, pemecah, pemipih, permen jelly
PENGARUH DOSIS KLORIN PADA PERTUMBUHAN BAKTERI COLIFORM TOTAL DAN ESCHERICHIA COLI PADA SUNGAI KREO, SUNGAI GARANG DAN SUNGAI TUGU SUHARTO Supriyadi Supriyadi; Indro Sumantri; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1455

Abstract

Polutan yang sering ditemui pada air sungai adalah bakteri Coliform Total dan Escherichia coli. Keberadaan Coliform Total dan Escherichia coli disistem penyediaan air minum telah menjadi masalah yang serius.Umumnya, keberadaanbakteritersebutdi air permukaan melebihi ambang batas. Kandungan Coliform Total dan Escherichia coli dalam air menimbulkan berbagaigangguan kesehatan.Berdasarkan Permenkes RI No. 492 Tahun 2010, ambang batas kandunganColiform Total dan  Eschericia coli dalam air minum adalah 0 koloni/100 ml. Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 82 tahun 2001 untuk kualitas air baku kelas I koloni,ColiformTotal maksimum 1000 koloni/100 ml sampel, Escherichia coli 100 koloni/100 ml sampel.  Oleh karenanya diperlukan pengolahan air agar menjadi layak untuk dikonsumsi.Penelitian ini bertujuan menentukan dosis optimum klorin untuk menurunkan kandungan bakteri Coliform Total dan Escherichia colidalam air permukaan di Sungai Garang, Sungai Kreo dan Sungai di Tugu Suharto. Penelitian ini dilakukan dengan menambah klorin kedalam masing sapel air ketiga sungai tersebut dengan dosis antara 2 mg/L – 4,5 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bakteriColiform Total dan Escherichia coli air ketiga sungai terset melebihi ambang batas berdasarkan PP no. 81 tahun 2001 kriteria air kelas I dan dosis optimum klorin untuk air ketiga sungai tersebut 3,5 mg/L. Kata Kunci :coliform total, escherichia coli, klorin
ISOLASI DAN PENGAYAAN BAKTERI LACTOBACILLUS DARI RUMEN SAPI Hamid Aqil; Dian Risdianto; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i2.1383

Abstract

Abstrak Probiotik dikonsumsi dengan tujuan memberi banyak manfaat untuk kesehatan makhluk hidup.Bakteri probiotik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia diantaranya dalam sistem imunitas, sistem intestinal, sistem urogenital, memperlancar sistem kecernaan, dan menurunkan efek alergi.Probiotik umumnya berasal dari golongan bakteri asam laktat (BAL).Bakteri asam laktat yang digunakan untuk fermentasi keju adalah dari genus Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc dan Streptococcus.Lactobacillus telah banyak digunakan secara ekstensif untuk menghasilkan produk-produk fermentasi yang dibutuhkan untuk konsumsi hewan maupun manusia.Bakteri lactobasillus banyak ditemukan dalam sistem pencernaan hewan, salah satunya adalah dalam rumen sapi.Isolasi bakteri bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang terkandung dalam rumen sapi.Isolasi dilakukan menggunakan media Glucose Yeast Peptone (GYP).Selanjutunya isolat bakteri disimpan pada media MRS (De Man Rogosa Sharpe) cair dan selanjutnya dikayakan mengunakan media MRS (De Man Rogosa Sharpe) broth.Pengayaan dilakukan untuk mengetahui waktu inkubasi serta pH optimum untuk perkembangbiakan bakteri.Selain itu dilakukan juga perbandingan antara Glukosa dan Molase sebagai nutrisi pada media pengayaan tersebut. Pengayaan dilakukan dengan proses duplo dan dilakukan pada variabel pH pengayaan dengan nilai 3, 4, 5 dan 6. Dilakukan juga pada waktu inkubasi 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Isolasi didapatkan dalam rumen sapi terdapat 12 jenis bakteri asam laktat dan 4 diantaranya adalah Lactobacillus. Pengayaan media yang diformulasi dengan glukosa didapatkan pada pH 6 dan waktu inkubasi 72 jam menghasilkan biakan yang paling tinggi yaitu 4,1 x 106col/ml. Sedangkan pada pengayaan media yang diformulasi dengan molase didapatkan pada pH 6 dan waktu inkubasi 72 jam menghasilkan biakan yang paling tinggi yaitu sebesar 2,6 x 105.   Kata kunci:bakteri asam laktat, lactobacillus, isolasi, pengayaan
PEMANFAATAN GLISEROL DARI LIMBAH UNTUK MEMBUAT BIOPLASTIK Rita Dwi Ratnani; Mochamad Arif Budihardjo; Deddy Kurniawan Wikanta; Mohammad Endi Yulianto; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.848

Abstract

Salah satu upaya guna mengatasi masalah sampah plastik adalah dengan membuat plastik yang dapat terdegradasi. Plastik yang dapat terdegradasi dapat dibuat dari limbah cair industri biodiesel, yakni gliserol, dengan bantuan mikroorganisme dalam lumpur aktif. Jenis plastik yang terbentuk dalam proses ini adalah Polihidroksialkanoat (PHA). PHA dapat terdegradasi sempurna dan memiliki sifat yang mirip dengan plastik konvensional. Tujuan penelitian ini adalah  merancang sequenching batch bioreactor sederhana dilanjutkan studi kinetika reaksi fermentasi dan pemodelan menggunakan komputasi proses. Penyusunan model dilakukan berdasarkan teori kinetika Monod dan Michaelis–Menten. Model yang dipostulasi, kemudian diturunkan untuk memperoleh persamaan yang selanjutnya  diuji dan divalidasi menggunakan data eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh berupa alat sequenching batch bioreactor sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang baik untuk proses perlakuan ekstraksi PHA adalah metanol, yaitu sebesar 0.3g/L. Hasil relatif baik diperoleh pada perendaman 2 jam dengan perolehan PHA sebesar 0,44 g/L. Model matematika Monod dan Michaeilis-Menten ditentukan dengan metode algoritma genetika yang disusun dalam bentuk persamaan diferensial simultan yang  diperoleh dari penurunan neraca massa dan substitusi persamaan kecepatan regenerasi/pertumbuhan sel (rg), kecepatan penurunan/kematian sel (rd) dan kecepatan konsumsi substrat untuk menjaga aktifitas sel (rsm) dan diselesaikan dengan metode Runge Kutta menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Konsentrasi PHA yang dihasilkan sebesar 0.3 g/L diketahui dapat menjadi penghambat pertumbuhan sel dan menurunkan kecepatan reaksi bahkan sampai menghentikan reaksi (Cp*). Hal tersebut dikenal sebagai pengaruh product-inhibition. Kecepatan regenerasi meningkat seiring dengan waktu dan mulai menurun setelah 9 jam. Kata kunci : bioplastik, polihidroksialkanoat, gliserol.
EKSTRAKSI HIDROTOPI DENGAN MAGNETIC STIRER UNTUK MENDAPATKAN SENYAWA ANDROGHAPHOLIDE DARI TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) Zakka Athoo’ Illah; Rita Dwi Ratnani; Suwardiyono Suwardiyono; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.962

Abstract

Andrographis  paniculata  termasuk  salah  satu  tanaman  obat unggulan  Indonesia. Keunggulanya  sebagai  tanaman  obat  sudah  diteliti  secara  botani,  budidaya,  efek farmakologis, kandungan kimia, uji praklinis dan uji klinis. Andrographis paniculata memiliki aktivitas  anti  virus  dan  bersifat  immunomodulator.  Senyawa  aktif  Andrographolide  dari Andrographis  Paniculata   dapat  diambil  dengan  metode  ekstraksi  yang  bertujuan   untuk menentukan  harga  konsentrasi  minimun  hidrotop,  menentukan  konstanta  setchenow  serta pengaruh variabel  suhu dan konsentrasi hidrotop.  Penelitian menggunakan metode ekstraksi hidrotopi dilakukan dengan menambahkan larutan hidrotop (Natrium  Benzoat) kedalam 20gr serbuk sambiloto pada konsentrasi 1 hingga 2 mol. Kemudian diaduk dengan stirer selama 2 jam  dan diendapkan  selama  1  jam.  Penyaringan  dengan  bantuan  vacum  dan  terakhir menggunakan sentrifuse untuk mendapatkan ekstrak andrographolide. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven. Parameter yang perlu diperhatikan adalah suhu dan konsentrasi larutan.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  perolehan  berat  substrat  andrographolide terbanyak  pada  konsentrasi  1,5  mol  dengan  variable  suhu  30 oC  yakni sebesar  0,99  gram dibanding variable suhu 35 oC yang hanya mendapatkan substrat maksimal 0,328 gram.  Dari penelitian  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  konsentrasi  minimum  hidrotop  (1,4  mol/30 oC)  maka Konstanta Setchenow  yang diperoleh 2.026.Kata kunci:    Andrographolide  Paniculata,  Ekstraksi  Hidrotropi,  Immonomodulator, Konstanta Setchenow.
Co-Authors . Widayat Achmad Wildan Aditya Alfan Marzuki Aisyah Hana Rifiani Aji, Bayu Prasetyo Anggun Titi Nurcahyati Aniq, Nur Anita Dwi Puspitasari Annisa Risdiany Aprilia Putri Sulistianingrum Aqnes Budiarti Ardi, Pradipta Risma Rukma Ari Yuniastuti Arie Setya Putra Arief Hidayat Arifah, Difa Al Ariyani, Sinta Aryanti, Desi Rahma Asari, Yunita Dwi Auviatita, Faeza Azzahra Aulia Hanifa Azzahra Aulia Hanifah Bella Paramaeshela Broto, R. T. D. Wisnu Buclatin, Willie C Chandra Pribadi Chasani, Failasufia Maulida Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dea Ayu Ade Arisma Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Prihadi Devi Endah P. Devi Nisa Hidayati Devina Ingrid A. Devita Hardianti Dewi Susanti Dewi Susanti Dewi, Cindy Aurellia Ratna Dian Risdianto Dita Desti D_Khilyati Diyono Ikhsan Dwi Handayani Dwi Kurnia Indar Dyah Puspa Arum Dyah Yuliana Zulfa Efa Firmania Eflita Yohana Endah Lestari Endah Subekti Ernawati Budi Astuti Fachry Abda El Rahman Fahmi Arifan Faizin, Safaah Nur Farikha Maharani Faris Hermawan, Faris Farizki, Bangkit Fatnawati Nur Hidayah Februana Hutavia Purba Caraka Fifi Kurniasari Fitriani, Dea Syifa fitriyani, Ulfa Fuji Utami Gothicardo, Devano Habib Abdun Nafik Hamid Aqil Hamid Aqil Hani Haswati Hardiyanti Amalia Harianingsih, Harianingsih Hary Sulistyo Hary Sulistyo Hary Sulistyo Hasan, Hasan Haswati, Hani Helmy Purwanto Hendriyanto Hendriyanto Hidayatun Natijah Imam Syafaat Indro Sumantri Irawan, Bei Harira Ismi Yatun Ismiyatul Kholisoh Ismiyatul Kholisoh Ismiyatul Kholisoh Julianto, Mohamad Endy Khanifah Khanifah Khasanah, Vina Nafidzatul Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Laeli Kurniasari Lailatul Fitriyah Latif, Abdullah Maharani Kusumaningrum Malikah, Anna Irdatul Maria Ulfah Marlina, Lala Adetia Mauluddin, M. Subchan Mauludin, Mochamad Subchan Mega Kasmiyatun Milzam, Muhammad Mira Nurhayani Mochamad Arif Budihardjo Moh Fahrurrozi Moh Fahrurrozi Mohamad Endy Y Yulianto Mohammad Endi Yulianto Mr. Darmanto Muhammad Dzulfikar Muhammad Mufti Azis Munifilia Ekasari Mustagfirin Mustagfirin Mustaghfirin Mustaghfirin Nafik, Habib Abdun Nazaruddin Sinaga Novika Aszyiamilatul Utami Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nur Aniq Penaflorida, Veronica P Pratama, Fandy Indra Prihastuti, Putri Putry, Cindyana Renan Subantoro Renan Subantoro Reviana Inda Dwi Suyatno Rita Ade Lasria Pardede Rita Dwi Ratnani Safaah Nurfaizin Salsa Erna Setiawati Sari, Ratmi Rahma Sarmi Sarmi Sekar Apriana Sinta Ariyani Siti Faizatul Mutiqoh Siti Soimah Siti Sudarmiseh Sofa Rohmania Sufrotun Khasanah Supriyadi Supriyadi Sury Widiyanti Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwarno Suwarno Tabah Priangkoso Tandang Patria Tama Tisa Lazuardy Titis Puspitasari Titis Puspitasari Udin Bahrudin, Udin vifta, rissa laila Vita Paramita Vita Paramita Vita Paramita Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wibisono, Enggar Sulistyo Widarti Widarti Wulan Budi Astuti Yance Anas Yapan, Ulfa Fitriyani Zahroh El Baidho Zakiyyatut Darojah Zakka Athoo’ Illah Zulfa, Dyah Yuliana