Abstract: Toko Usaha Logam 2 Bengkulu is a business selling frames, calligraphy, mirrors, and similar products that still manages transactions manually. This condition complicates the process of recording, sales analysis, and inventory management. This study applies the K-Means Clustering method to group sales data based on inventory quantity and sales volume. The data sample used is transactions during September 2025. Grouping is carried out into three clusters, namely: very popular items, medium-popular items, and not popular items. The results show that there are 6 items included in the very popular category (17.1%), 23 items are in the medium-popular category (65.7%), and 6 items are in the not popular category (17.1%). The application of the K-Means method has been proven to be able to provide information on sales patterns that can assist decision-making in stock management and sales strategies. Keywords: K-Means Clustering Method, Sales Data, Toko Usaha Frame 2 Bengkulu Abstrak: Toko Usaha Bingkai 2 Bengkulu merupakan usaha penjualan bingkai, kaligrafi, cermin, dan produk sejenis yang masih mengelola transaksi secara manual. Kondisi ini menyulitkan proses pencatatan, analisis penjualan, dan manajemen persediaan. Penelitian ini menerapkan metode K-Means Clustering untuk mengelompokkan data penjualan barang berdasarkan jumlah persediaan dan jumlah penjualan. Sampel data yang digunakan adalah transaksi selama bulan September 2025. Pengelompokan dilakukan ke dalam tiga cluster, yaitu: barang sangat laris, laris sedang, dan tidak laris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 barang termasuk kategori sangat laris (17,1%), 23 barang masuk kategori laris sedang (65,7%), dan 6 barang berada pada kategori tidak laris (17,1%). Penerapan metode K-Means terbukti mampu menyediakan informasi pola penjualan yang dapat membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan stok dan strategi penjualan. Kata kunci: K-Means Clustering Method, Sales Data, Toko Usaha Bingkai 2 Bengkulu