Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Bakteri Escherichia coli pada Air Minum Isi Ulang yang Diproduksi DAMIU di Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang Rani Afrisetiawati; Erly Erly; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.579

Abstract

AbstrakAir merupakan  komponen penting bagi tubuh.  Menurut Permenkes No.492 Tahun 2010 tentang syarat mikrobiologi air minum adalah tidak ditemukannya bakteri Coliform dan Escherichia coli dalam 100 ml air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas air minum yang diproduksi depot air minum isi ulang di Kelurahan Lubuk Buaya. Penelitian bersifat deskriptif dengan melakukan pemeriksaan bakteriologi sampel air di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Februari  sampai Oktober 2014. Sampel adalah air dari masing-masing depot air minum isi ulang di Kelurahan Lubuk Buaya yang sudah dimasukkan ke dalam galon. Penelitian ini terdiri dari empat tes, yaitu tes presumtif, konfirmatif, lengkap dan identifikasi. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan empat dari dua belas sampel (33,3%) mengandung bakteri Coliform dan satu dari empat sampel tersebut mengandung Escherichia coli. Pengawasan terhadap depot air minum isi ulang di Kelurahan Lubuk Buaya harus lebih ditingkatkan. Kader Kesehatan setempat diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada pemilik atau operator depot agar memperhatikan kebersihan depot serta peralatan yang digunakan.Kata kunci: air minum isi ulang, Coliform, Escherichia  coli AbstractWater is an essential component for the human body. According to Permenkes No. 492 Tahun 2010 about microbiological standards for drinking water is the absence of coliform and Escherichia coli in 100 ml of water. The objective of this study was to find the quality of drinking water produced by drinking water refill depots at Lubuk Buaya Padang based on microbiological standards of drinking water.The research was conducted using by bacteriological test on 12 water samples at the Laboratory of Microbiology, Facultyof Medicine, University of Andalas from February until Oktober 2014. This research consisted  four tests: the presumptive test, confirmative test, completetest and identification test. Based on the result of laboratory test, there were four samples (33,3%) from twelve samples contain Coliform bacteria and one of them contain Escherichia coli. Controlling of drinking water refill depots at Lubuk Buaya should have been improved. The officers of Public Health at Lubuk Buaya must give an advice to the owners or depot operators about hygiene of depot and tools that they used.Keywords: drinking water refill, Coliform, Escherichia coli
Identifikasi dan Penentuan Kadar Klorin pada Beras yang Dijual di Pasar Raya Padang Suci Aulia Yude; Yuniar Lestari; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.593

Abstract

AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan serta tanggung jawab daripada produsen dan distributor pangan terhadap mutu serta keamanan makanan. Hal ini menyebabkan produsen dan distributor sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, salah satunya penambahan klorin pada beras. Konsumsi klorin terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna, seperti gastritis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan penentuan kadar klorin pada beras yang dijual di Pasar Raya Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dari Januari sampai April 2014. Identifikasi dan penentuan kadar klorin dilakukan terhadap 34 sampel beras yang diambil secara random. Metoda yang digunakan adalah metoda iodometri dan menggunakan larutan titrasi Na2S2O3 0,01 N. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 34 sampel, didapatkan 2 sampel beras yang mengandung klorin dengan kadar 0,35gr% dan 0,53gr%.Kata kunci: klorin, beras, titrasi AbstractThe food safety is one of problems that should get attention, especially in developing countries like Indonesia, because it can gives a negative impact for health. The cause is  the producer’s and the distributor’s lack of knowledge, skill, and responsibility for the quality and safety of food.  It causes producers and distributors often add chemicals to food products, one of which chlorine in the rice. Cotinuous consumption of chlorine can cause gastrointestinal tract disease like gastritis. The objective of this study was to identify and determination chlorine in the rice that sold at Pasar Raya Padang. This research is a descriptive study at The Chemistry Laboratory, Medical Faculty Andalas University Padang from January to April 2014. The identification and determination of chlorine on 34 samples of rice taken by random. The method used is iodometri method using a titration solution of Na2S2O3 0,01 N. The results of the research showed that 2 of 34 samples of rice contain chlorine, the contents are 0,35gr% and 0,53gr%.Keywords:  chlorine, rice, titration
Identifikasi dan Penentuan Kadar Boraks dalam Lontong yang Dijual di Pasar Raya Padang Rizki Amelia; Endrinaldi Endrinaldi; Zulkarnain Edward
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.175

Abstract

AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan terhadap mutu dan keamanan makanan terutama pada industri kecil atau industri rumah tangga. Hal ini menyebabkan produsen sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, salah satunya boraks. Konsumsi boraks dapat menyebabkan mual, muntah, kanker bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan penentuan kadar boraks pada lontong yang dijual di Pasar Raya Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium FMIPA Universitas Andalas Padang dari bulan Januari sampai bulan Desember 2013. Identifikasi dan penentuan kadar boraks dilakukan terhadap 10 sampel lontong yang diambil secara random. Metoda yang digunakan adalah metoda titrasi dan menggunakan larutan standar NaOH. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 10 sampel, didapatkan tidak ada satupun sampel lontong yang mengandung boraks.Kata kunci: boraks, lontong, titrasiAbstractThe food safety is one of problems that should get attention, especially in developing countries like Indonesia, because it can gives a negative impact for health. The cause is lack of knowledge, skill, and responsibility for the quality and safety of food, especially in small industries or home industry. It causes producers often add chemicals to food products, one of which borax. Consumption of borax can cause nausea, vomiting, cancer and even death. This research was to identify and determination of borax in lontong which sold at Pasar Raya Padang. This was a descriptive study at The Chemistry Laboratory, Andalas University Padang from January to December 2013. The identification and determination of borax on 10 samples of lontong taken by random. The method used is titration method using a standard solution of NaOH. The results of the research showed that 10 samples of lontong didn’t contain borax.Keywords: borax, lontong, titration
Pengaruh Tempe Terhadap Gambaran Histopatologi Mencit Jantan Putih yang di Induksi Timbal Asetat Nadia Oktarina; Aswiyanti Asri; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.731

Abstract

Paparan timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menurunkan aktivitas enzim. Tempe merupakan senyawa alami yang bersifat antioksidan kuat dan pengikat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit jantan putih yang terpapar plumbum asetat.. Penelitian telah dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi dan laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari bulan Februari-April 2015 terhadap 25 ekor mencit jantan putih, berumur 3 bulan, berat badan ± 20 g yang diberi perlakuan selama 28 hari, mencit dibagi kedalam 5 kelompok. Kelompok 1 (K-) hewan kontrol. Kelompok 2 (K+) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari. Kelompok 3 (P1) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 5 g/kgBB/hari. Kelompok 4 (P2) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 10 g/kgBB/hari. Kelompok 5 (P3) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 20 g/kgBB/hari. Pada pemaparan timbal 40 mg/kgBB/hari selama 4 minggu meningkatkan skor Manja Roenigk hati mencit jantan putih. Penambahan tempe pada mencit yang terpapar timbal asetat menunjukkan penurunan skor Manja Roenigk. Berdasarkan uji t berpasangan didapat perbedaan yang signifikan antara skor Manja Roenigk yang tidak terpapar dan terpapar timbal asetat (p = 0,000). Berdasarkan uji one way Anova terdapat pengaruh yang signifikan tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit jantan putih (p = 0,000). Secara statistik pemberian tempe dengan dosis 5 g/kgBB/hari tidak memberikan perbedaan bermakna (p = 0,209), tetapi dosis 10 g/kgBB/hari dan 20 g/kgBB/hari menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,000). Simpulan studi ini ialah terdapat pengaruh tempe terhadap mikroskopis hati mencit jantan putih yang telah terpapar timbal asetat.
Correlation between Oxidative Stress with Cartilage Thickness and Catalase Activity in Osteoarthritis Model Rat after MSC-WJ Treatment Endrinaldi Endrinaldi; Rauza Sukma Rita; Tofrizal Tofrizal; Sisca Dwi Yarni
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i3.p%p.2021

Abstract

Objective: This study was conducted to investigate the involvement of oxidative damage in rat model of osteoarthritis treated with Mesenchymal Stem Cell Wharton Jelly and to elucidate whether oxidative stress indicators correlate with cartilage damage and catalase activity. Methods: This research is an experimental research with Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of 30 OA rat divided into 5 groups. Group I was the OA rat control group, group II was the OA rat group after 4 weeks, group III was the OA rat group after 8 weeks, group IV was the OA rat group after 4 weeks of treatment with MSC-WJ and group V is the OA rat group after 8 weeks treated with MSC-WJ. Malondialdehyde were measured by Ohkawa method, Cartilage Thickness were measured by using the Betaview program and catalase activity were measured by modification of Shinha.Results: The results showed that the analysis of the Correlation between MDA with Cartilage Thickness (r= – 0.665) and CAT activity (r= – 0.666) in osteoarthritis Model Rat after Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly Treatment.Conclusion: This study demonstrated a strong negative correlation between oxidative stress and knee cartilage thickness and catalase activity of MSC-WJ treated OA rats.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PEPAYA TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL, LDL DAN HDL DARAH TIKUS PUTIH JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA Endrinaldi Endrinaldi; Asterina Asterina
Majalah Kedokteran Andalas Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.176 KB) | DOI: 10.22338/mka.v36.i1.p29-38.2012

Abstract

AbstrakPepaya mengandung pektin yang merupakan serat larut air. Pektin berkemampuan mengikat asam empedu dan dieliminasi keluar tubuh melalui feses. Penurunan jumlah asam empedu di lumen usus menyebabkan hepar menggunakan kolesterol dalam darah untuk membentuk asam empedu. Hal tersebut mengakibatkan penurunan jumlah kolesterol.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak pepaya mengkal terhadap kadar kolesterol total, HDL dan LDL tikus putih. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 20 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak pepaya dengan dosis 0,5 ml, 1 ml dan 1,5 ml per 200g/BB melalui oral selama 15 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan rerata kadar kolesterol total, LDL, dan peningkatan kadar HDL serum tikus setelah pemberian ekstrak pepaya selama 15 hari secara bermakna (p<0,05). Tetapi tidak terjadi perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara kelompok yang diberi ekstrak pepaya dengan dosis 0,5 ml, 1 ml, dan 1,5 ml.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini ialah bahwa ekstrak pepaya dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan peningkatan kadar HDL pada serum tikus putih jantanKata kunci : pektin, kolesterol, asam empedu, serat, tikus.AbstractPapaya contain pectin which is a water-soluble fiber. Pectin has the ablity to bind bile acids and eliminated out of the body through the feces. Decrease in the amount of bile acids in intestinal lumen causing liver uses cholesterol to synthesize bile acids blood.The purpose of this study was to see the effect of papaya extract on total cholesterol, HDL and LDL of male rats. This is an experimental research design using 20 white male rats were divided into four groups : control group and group treated with papaya extract a dose of 0,5 ml, 1 ml per 200 gr/body weight orally for 15 days.Results showed a decrease in everage total cholesterol, LDL and increased serum levels of rats after administration of papaya extract after 15 days wereARTIKEL PENELITIAN30significantly (p<0,05). But no significantly difference occused (p>0,05) between groups were fed papaya extractat a dose of 0,5 ml, 1 ml and 1,5 ml.Conclusions from the study are that papaya extract can lower total cholesterol, LDL and levels increased in the serum of male ratsKey word : pectin, cholesterol, bile acid, fiber, rats.
IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN KADAR BORAKS PADA MIE BASAH YANG BEREDAR DIBEBERAPA PASAR DI KOTA PADANG Asterina Asterina; Elmatris Elmatris; Endrinaldi Endrinaldi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 2: Agustus 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.421 KB) | DOI: 10.22338/mka.v32.i2.p%p.2008

Abstract

AbstrakDewasa ini penggunaan bahan tambah makanan yang terlarang masih sering ditemukan, bahkan semakin meningkat terutama pada pengusaha pangan yang umumnya dihasilkan oleh industri kecil atau rumah tangga. Hal ini harus diwaspadai bersama baik oleh produsen maupun konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar boraks pada mie basah yang beredar di beberapa pasar di kota Padang yang dilakukan dilaboratorium Kesehatan Padang dari bulan Maret sampai bulan September 2006. Desain penelitian adalah deskriptif, sampel diambil dari produsen mie yang berbeda secara total sampling, ditemukan sebanyak 10 produsen yang dianalisis dengan metode titrsasi alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan 50% dari mie basah yang dianalisis dijumpai mengandung boraks, dengan kadar masing-masing 384,805 ppm, 394,79 ppm, 478,55 ppm, 484,87 ppm, dan 557,14 ppm. Rata-rata kadar boraks yang ditemukan adalah 460,031  71,249 ppm. Dapat disimpulkan masih ada produsen yang menggunakan boraks pada mie basah yang beredar di pasar kota Padang.Kata kunci : boraks, mie basah, alkalimetriAbstractThe currently the use of the forbidden foods are often found, in particularly in food company which is generally produced by small industri or households was increasing. This should be alert with both the producens and custamers.This reseach is animed to identify and defined the borax level in wet noodles spread in some market in Padang city which performed in the health of laboratory in Padang from March until September 2006. The study design is descriptive. Sample taken from the different noodles producers by totally sampling, was found 10 producers analyzed by titration alkalimetric method. The result suggest 50% of wet noodles analyzed, was found 384.805 ppm; 394.79 ppm; 478.55 ppm; 484.87 ppm; and 557.14 ppm respectively. The average of borax level found are 460.031 ± 71.249 ppm. Could be concluded that remain the producers using borax at wet noodles at some market in Padang.Keywords: borax,wet noodles, alkalimetryARTIKEL PENELITIAN
PENGARUH TIMBAL ASETAT TERHADAP AKTIVITAS ENZIM KATALASE HATI TIKUS PUTIH JANTAN Asterina Asterina; Endrinaldi Endrinaldi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.499 KB) | DOI: 10.22338/mka.v36.i2.p179-187.2012

Abstract

AbstrakTimbal (Pb) dapat ditemukan di berbagai media lingkungan seperti udara, air, debu dan tanah. Logam Pb atau bentuk persenyawaannya berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industri dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat sebahagian besar enzim yang terlibat dalam biosintesis heme dan merusak sel hatiTujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb) terhadap aktivitas enzim katalase hati tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5 mg, 10 mg , 20 mg, dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan rerata aktivitas katalase hati dan serum secara bermakna (p < 0,05), setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Penurunan aktivitas katalase hati dan serum tikus secara bermakna (p < 0,05) terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini ialah bahwa pemberian Pb asetat dapat menurunkan aktivitas katalase hati dan juga mempengaruhi aktivitas katalase serum tikus.Kata kunci : Pb asetat, katalaseAbstractLead (Pb) can be found in various environmental media such as air, water, dust and dirt. Pb in the form of compounds derived from burning motor vehicle fuel, industrial emissions and from the use of paints containing Pb buildings. Pb toxicity partly inhibit the enzymes involved in the biosynthesis of heme and damage the liver cells.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb) on the enzyme activity of rat liver catalase white male. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and theARTIKEL PENELITIAN180group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5 mg, 10 mg, 20 mg, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average decrease in liver catalase activity, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05). Decrease in catalase activity of rat liver and serum were significantly (p <0.05) occurred between the control group compared with the group of mice given a dose of 40 mg / kg.The conclusion from this study is that the administration of Pb acetate can decrease the liver catalase activity and also affects the activity of serum catalase mice.Key word : Pb Acetate, Catalase
The Effect of Vitamin C Consumption on Increasing Hemoglobin and Ferrithin Levels of Pregnant Anemia Who Receive Blood Supplements Gita Rahmadani; Almurdi Almurdi; Endrinaldi Endrinaldi
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy is a problem that frequently occurs in pregnant women. It is a national health problem that will affect human resources in the future. Supplements in the government program to overcome the problem of anemia are by giving blood-added tablets and should be combined with vitamin C. The objective of this study was to determine the effect of vitamin C consumption on increasing hemoglobin and ferritin levels in pregnant women with anemia who received blood supplement tablets. This is a quasi-experimental design that uses a pretest and posttest approach with a control group. The research was conducted at the Pauh Public Health Center and the Health Laboratory Center. Data collection was carried out on January 02 – March 03 on 34 pregnant women with TM III who had anemia who were divided into two groups. Ferritin levels were checked by using ECLIA method and hemoglobin levels by a hematology analyzer. Normality test was done by using Shapiro Wilk and continued with T-test T-Independent and Dependent Test. The results showed that the average hemoglobin level before vitamin C consumption in the intervention group was 10.32 g/dL and the control group was 10.15 g/dL. Ferritin levels before the intervention group was 13.23 g/mL and the control group was 13.06 g/mL. Hemoglobin level after intervention was 11.75 g/dL and control 11.36 g/dL. Ferritin levels after intervention were 57.37 g/mL and control 50.91 g/mL. The results of the statistical test showed no difference in the increase in hemoglobin levels with a p value of 0.194 and a ferritin level with a p value of = 0.367 between the intervention and control groups. The conclusion in this study is that there was no difference in the increase in hemoglobin and ferritin levels of anemic pregnant women after consuming vitamin C between the intervention and control groups.
Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Serum Tikus Model Osteoartritis Siti Utari Agustina; Endrinaldi Endrinaldi; Nur Afrainin Syah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.313

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang disebabkan oleh faktor biomekanik dan biokimia (stress oksidatif). Stres oksidatif dapat meningkatkan terjadinya kerusakan pada kartilago sendi. Malondialdehid merupakan biomarker stres oksidatif. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mesenchymal stem cell Wharton’s Jelly terhadap kadar MDA serum tikus model osteoartritis Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest-only control group design. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi empat kelomok, yaitu P1, P2, P3, dan P4. Semua kelompok diinduksi monosodium iodoacetate (MIA) secara intra-artikular pada lutut kiri tikus dan dibiarkan selama 21 hari sehingga mengalami OA. P1 dan P3 adalah kelompok tikus OA tanpa diterapi MSC-WJ selama 4 minggu dan 8 minggu. P2 dan P4 adalah kelompok tikus OA yang diterapi MSC-WJ selama 4 minggu dan 8 minggu. Pengukuran kadar MDA serum dilakukan dengan metode thiobarbituric acid reactive substances (TBARS). Analisis data menggunakan One way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil: Rerata kadar MDA serum pada kelompok P1 (2,78 nmol/ml), kelompok P2 (2,03 nmol/ml), kelompok P3 (3,66 nmol/ml), dan kelompok P4 (1,77 nmol/ml). Terdapat perbedaan yang bermakna pada tiap kelompok dengan p= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian mesenchymal stem cell Wharton’s Jelly berpengaruh terhadap penurunan rerata kadar MDA serum tikus model osteoartritis.
Co-Authors Adrial Adrial Afriani, Nita Afriwardi Afriwardi Almurdi Almurdi Alvin Muhammad Arni Amir Asrawati Nurdin Asterina Asterina Aswiyanti Asri Aswiyanti Asri Bobby Indra Utama Delmi Sulastri Desmiwati Desmiwati2 Dessy Arisanti Dessy Arisanty Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dira Hefni Dira, Atshyfa Zsazsa Djosan, Al Hafiz Dwi Yulia Effy Huriyati Efrida Efrida Eldi Sauma Elmatris Sy Ennesta Asri Erlina Rustam Erly Erly Ervan Arditya Kusuma Fadil Oenzil Fathoni Afif Feby Febriatama Fitria Ramanda Fortuna, Fory Gardenia Akhyar Gian Primahana Gita Rahmadani Gusti Revilla Hasmiwati Husna Yetti Husnil Kadri Ibrahim Ibrahim Ilham, Nur Muhammad Intan, Shinta Ayu Irrahmah, Miftah Jepri Agung Priyanto Julizar Nazar Linosefa Linosefa Lisma Evareny Magza, Dekasih Tria Mahata, Liganda Endo Masrul Mayetti Mayetti Miftah Irramah Mohamad Reza Muchtar, Masrul Muhammad Eka Prastya Nadhira Isza Qushoyyi Nadia Oktarina Nailatul Fadhila Novita Sari Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nurhayati Nurhayati Nurul Fadila Oea Khairsyaf Putri, Biomechy Oktomalio Rafifa Ridha Rahmani Welan Raisa Hussein Ramadhani, Dhea Amaliya Rani Afrisetiawati Rauza Sukma Rita Rikarni Rikarni Rizki Amelia Roslaili Rasyid Saptino Miro Saptino Miro, Saptino Sari Handayani Utami Setiawan, Mentari Adinda Sisca Dwi Yarni Siti Utari Agustina Sri Wahyuni Suci Aulia Yude Tofrizal Triyunita, Rian Ulya Uti Fasrini Vitresia, Havriza Yarni, Sisca Dwi Yaumil Fauziah Yerizel , Eti Yuniar Lestari Yusticia Katar Yustini Alioes Zelly Dia Rofinda Zetryana Puteri Tachrim Zulkarnain Edward