Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI NILAI GIZI ENAM JENIS LIMBAH KEBUN SAYURAN SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DI KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG Hastiane Oktorven; Nurhaita Nurhaita; Suliasih suliasih
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v1i1.4939

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai gizi dan produksi limbah sayuran ubi jalar, tomat, labu siam, daun bawang, sawi hijau dan terong. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret – Juni 2013 di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang dan analisis kandungan gizi dilaksanakan di laboratorium Balai Penelitian Ternak (BALITNAK) Ciawi Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode survey langsung dan penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Limbah kebun sayuran (ubi jalar, tomat, daun bawang, labu siam, sawi hijau dan terong) yang terdapat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiangmemiliki potensi yang tinggi untuk di jadikan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia ditinjau dari hasil peroduksi limbah dengan kandungan nilai gizi.Kata Kunci : gizi, limbah sayuran, metode survey, purposive sampling
Effects of Dietary Inclusion of Oil Palm Seed Meal in The Diet on The Production Performance of Growing Native Chickens syahro ali Akbar; Rica Mega Sari; Nurhaita Nurhaita; Yusuf Lenonard Henuk
Journal of Animal Nutrition and Production Science Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Animal Nutrition and Production Science
Publisher : Department of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An experiment was conducted for 12 weeks to determine the effects of dietary inclusion of oil palm seed meal in the diet on the production performance of growing native chickens. 60 unsexed native chicks used in this study. They were randomly allotted into receive four dietary treatments with five replicates of three chicks/replicate. Dietary treatments were formulated according to NRC (1994) recommendations, and the four dietary treatments consisted of T0, T1, T2, and T3 supplemented with 0%ˏ 25%ˏ 50% and 75% of dietary inclusion of oil palm seed meal in the commercial diet supplied by Sinta Prima Feed Mill Indonesiaˏ and they contained 3000, 2688, 2375 and 2063 kkal/kg of metabolisable energy and 21, 17, 13, and 9% crude protein respectively. The parameters measured were feed intake, feed conversion, body weight gain, body weight, carcass percentage and income over feed cost (IOFC). Dietary inclusion of oil palm seed meal in the diet for native chickens resulted highly significant (P <0.01) feed intake, feed conversion ratio, body weight gainˏ body weight and IOFC. While dietary inclusion of oil palm seed meal in their diets produced no significant effect (P> 0.05) on their percentage of carcasses. In conclusionˏ dietary oil palm seed meal can be included up to 50% in the diet of native chickens until the age of 12 weeks, and resulted in their weight gain were relatively similar to the control diet with their feed conversion ratio was the lowest compared with other treatments
PEMANFAATAN PELET KULIT JENGKOL (Archidendronpauciflorum) PADA RANSUM TERNAK DOMBA DAN PENGARUHNYA TERHADAP NH3 DAN POPULASI PROTOZOA Raindri; Nurhaita, Nurhaita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i1.5012

Abstract

This study aims to know the effect of adding jengkol peel pellets containing bio-active substances of tannins and saponins in sheep ration on NH3 and Protozoa population. This study used a randomized block design (RBD) with 3 treatments and 5 replications. The treatment given P1 = concentrate (40%) + natural grass (60%), P2 = concentrate (40%) + field grass (45%) + jengkol peel (15%) P3 = concentrate (40%) + field grass ( 37.5%) + Jengkol peel (22.5%) The parameters observed were NH3 and the Protozoa population. The data were analyzed by using anova variety analysis. The results of this study showed that the use of jengkol peel pellets (15% - 22.5%) in sheep rations has very significant effect (P <0.01) on NH3 and protozoa population. In this study, there was an increase in NH3 and a decrease in the rumen protozoan population. The conclusion of this study is the best use of jengkol peel pellets is in the level of 22.5% can increase NH3 and reduce the population of rumen protozoa. Keywords: Jengkol Peel Pellets (Archidendron Pauciflorum), NH3, and Protozoa Populations.
PEMANFAATAN PELET KULIT JENGKOL (Pihecellobium Lobatum Benth) DALAM RANSUM DOMBA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PH DAN TOTAL VFA Haryono, Yogo; nurhaita, Nurhaita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i1.5014

Abstract

This study aims to evaluate the use of jengkol peel pellets in sheep rations and their effect on pH and total VFA. This research was conducted in May - July 2019 at the Block B Field Laboratory, Department of Nutrition and Feed Technology, Faculty of Animal Husbandry, Bogor Agricultural University (IPB). This study used a randomized block design (RBD) with 3 treatments and 5 replications. The treatments used were P1 = Concentrate (40%) + Field Grass (60%), P2 = Concentrate (40%) + Field Grass (45%) + Jengkol Peel (15%), P3 = Concentrate (40%) + Grass Field (37.5%) + Jengkol peel (22.5%). The results showed that the addition of 15% and 22.5% jengkol peel pellets containing tannins and saponins had no significant effect (P> 0.05) on pH, it is still under normal conditions, but decreases (P <0.01) at total VFA production. The total VFA production averaged 68.90 - 103.23 mM, decreased in the range of 19.90% - 33.26%. It can be concluded that the use of jengkol peel pellets in sheep rations does not affect pH and can reduce total VFA production, the best level of use is at the level of 15% jengkol peel pellets. Keywords: Jengkol Peel Pellets, Tannins, Saponins, Sheep, pH and Total VFA
PEMANFAATAN PELLET KULIT JENGKOL (Pithecellobium Lobatum Benth) DALAM RANSUM DAN TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN INCOM OVER FEED COST TERNAK DOMBA Firmansyah, Andri; Rita, Wismalinda; Nurhaita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan pellet kulit jengkol terhadap efisiensi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC) pada ternak Domba. Analisa data ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok ulangan /Perlakuan yang di uji adalah perlakuan P1 (kontrol), perlakuan P2 penambahan kulit jengkol 15%, perlakuan P3 penambahan kulit jengkol 22,5%. Digunakan 15 ekor ternak domba Parameter yang di ukur yaitu Efisiensi pakan dan IOFC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium lapang Institut pertanian Bogor (IPB) dari bulan Mei sampai juni 2019. Penelitian memperlihatkan pengaruh pemberian pelet kulit jengkol (Pithecellbium lobatum Benth) sebagai pakan Domba tidak mempengaruhi efisiensi pakan. penambahan pellet kulit jengkol sampai 22,5 % sedangkan kandungan konsumsi ransum yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap Income Over Feed Cost karena kulit jengkol mengandung tanin dan saponin apabila diberikan dalam level tinggi dapat merusak palatabilitas ternak karena kandungan tanin dan saponin dapat bersifat membuat rasa sepat (astringent property). Kata kunci: Pelet Kulit jengkol, Ransum, terhadap ternak domba.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM PELEPAH SAWIT FERMENTASI YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG DAUN TEH (Camellia sinensis) SECARA IN-VITRO S, Roni; Nurhaita; Definiati, Neli; Sunaryadi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6258

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Pelepah Sawit Fermentasi yang disuplementasikan dengan Tepung Daun Teh (Camellia sinensis) Terhadap Kecernaan Bahan Kering (KcBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KcBO) Secara In-Vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan serta Laboratorium lnstitut Pertanian Bogor (IPB). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji adalah R0: Konsentrat (40%), Rumput alam (60%). R1 Konsentrat (40%), PSF (15%), Rumput alam (45%), TDT (4%). R2 Konsentrat (40%), PSF (30%), Rumput alam (30%), TDT (4%). R3 Konsentrat (40%), PSF (45%), Rumput alam (15%), TDT (4%). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analis sidik ragam (ANOVA), dan uji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi rumput alam dan pelepah sawit fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Angka KcBK dan KcBO pada penelitian ini berkisar antara 45,11% - 53,03% dan 42,80% - 51,85%, semakin tinggi level pemberian pelepah sawit fermentasi maka dapat menurunkan kecernaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pelepah sawit fermentasi pada level 15% dalam ransum menunjukkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik yang terbaik. Kata kunci : Suplementasi, Tepung Daun Teh, Pelepah Sawit Fermentasi, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik.
PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY PASS PROTEIN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI BALI Setiawan, Agung; Nurhaita, Nurhaita; Definiati, Neli; Suharnas, Edwar
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by pass protein terhadap peran sum efisiensi sapi bali. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu literatur dalam pemanfaatan  pod kakao fermentasi yang disuplementasi sebagai pakan ternak dan upaya meningkatkan nilai gizi limbah kulit buah kakao.       Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah ransum (A) Suplementasi mineral S (0,8%), P (0,011%), Zn 50 ppm. ransum (B) Ransum A+0,4% Probiotik, ransum (C) Ransum A+ 1% By Pass Protein, ransum (D) Ransum A+0,4% Probiotik+ 1% By Pass Protein. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan sapi bali. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal bulan Juli – September 2016  di Desa Bukit Peninjauan I, kecamatan Suka Raja, Kabupaten Seluma.             Hasil penelitian ini memperlihatkan pod kakao fermentasi yang disuplementasi dengan mineral, probiotik, dan by pass protein dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi bali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Suplementasi probiotik dan by pass protein pada pod kakao fermentasi yang telah diperkaya dengan mineral dapat meningkatkan efisiensi pakan. Hal yang disarankan dari hasil penelitiana dalah Penggunaan pod kakao fermentasi yang disuplementasi mineral, probiotik dan by pass protein direkomendasikan untuk digunakan sebagai penambah hijauan karena dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi bali.   Kata Kunci : Pod Kakao Fermentasi, Mineral (S,P, dan Zn), Probiotik, By ....................   Pass Protein, Konsumsi.
PENGARUH KONSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS Pitriani, Herpemi; Suharnas, Edwar; Nurhaita, Nurhaita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i2.6780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Konsentrasi Asap Cair dan Umur Simpan Terhadap Kualitas Telur Ayam Ras. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola factorial, 2 faktor yaitu faktor A konsentrasi asap cair terdiri dari 4 level asap cair A1= 0% sebagai kontrol, A2= 2,5%, A3= 5% dan A4= 7,5%, faktor B waktu simpan terdiri dari B1= 7 hari, B2= 14 hari, B3= 21 hari, dan B4= 28 hari, terdiri dari 16 kombinasi perlakuan yang masing-masing di ulang 3 kali total 48 unit perlakuan. Parameter kualitas telur yang diamati adalah berat telur, rongga udara dan daya busa. Hasil penelitian menujukkan bahwa konsentrasi asap cair, waktu simpan dan interaksi kosentrasi asap cair dan waktu simpan berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan berat telur, rongga udara dan daya busa telur. Peningkatan konsenterasi asap cair sampai level 5% mampu mempertahankan kualitas telur tetapi pada level 7,5% tidak memberikan hasil yang lebih baik. Semakin lama telur disimpan maka semakain menurun kualiatasnya. Kesimpulan konsentrasi asap cair terbaik pada level 5% mampu mempertahankan kualitas telur sampai 28 hari. Kata Kunci : Konsentrasi Asap Cair, Umur Simpan, Kualitas Telur
PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (THEOBROMA CACAO) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY-PASS PROTEIN TERHADAP POPULASI BAKTERI RUMEN SECARA IN-VITRO: THE EFFECT OF USING FERMENTED COCOA POD (THEOBROMA CACAO) WITH MINERAL SUPPLEMENTATION, PROBIOTICS AND PROTEIN BY-PASS AGAINST RUMEN BACTERIA POPULATION IN-VITRO Suharnas, Edwar; Syaripudin, Afrizal; Nurhaita; Zurina, Rita; Suliasih; Malianti, Lezita
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i2.30544

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by-pass protein terhadap populasi bakteri rumen secara In-vitro. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di Laboratorium Ilmu Nutrtisi Ternak Perah Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Materi yang digunakan adalah ransum yang terdiri dari hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 60% + 40%. Hijauan terdiri dari rumput lapangan (70%) dan pod kakao (Theobroma cacao) fermentasi (30%). Konsentrat terdiri dari kapur/dolomit, garam, tepung ampas tahu dan dedak padi halus. Perlakuan yang diujikan adalah A= ransum tanpa suplementasi (sebagai kontrol), B= suplementasi mineral (S 0,11%, P 0,08%, dan Zn 20 ppm), C= B + 0,4% S. cereviceae, D= B + 1% tepung indigofera E= suplementasi mineral (S 0,11%, P 0,08% dan Zn 20 ppm) + probiotik (0,4% S. cereviceae) + by-pass protein (1% tepung Indigofera sp). Parameter yang diamati adalah populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen. Populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen yang dihasilkan berkisar 5,75-8,65 dan 4,80-8,60 (log cfu/ml). Populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen tertinggi terdapat pada perlakuan E, yaitu suplementasi mineral dengan probiotik dan by-pass protein. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by-pass protein dapat meningkatkan populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen secara In-vitro. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral phosfor (P), sulfur (S), dan Zn), by-pass protein dan proboiotik mampu meningkatkan populasi bakteri total dan bakteri selulolitik rumen secara In-vitro
Pemberdayaan dan Optimalisiasi Pemberian Pupuk Kandang Dalam Budidaya Bawang Merah di Jorong Rimbo Data Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok Harissatria; Hendri, John; Surtina, Dara; Nurhaita; Asri, Alfian; Afrini, Delsi; Firnando, Edi; Firnando, Mardianto
PADMA Vol 4 No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v4i2.1649

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Salah satu darah sentra budidaya tanaman bawang merah yaitu Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok Sumatera Barat. Usaha budidaya tanaman bawang merah ini merupakan mata pencarian utama masyarakat setempat yang sudah lama ditekuninya secara turun temurun. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatnya pengetahuan petani dalam mengoptimalkan pemakaian pupuk kandang untuk tanaman bawang merah mulai dari manfaat pemakaian pupuk kandang untuk tanaman bawang merah serta dosis pemakaian pupuk kandang untuk tanaman bawang merah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan penyuluhan, motivasi dan diskusi tentang manfaat dan dosis pemakaian pupuk kandang sapi dan ayam untuk tanaman bawang merah. Dari hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan maka terjadinya peningkatan pengetahuan petani dalam pemakaian dan manfaat dari pupuk kandang sapi dan ayam untuk tanaman bawang merah.