Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PRODUKTIVITAS SEMEN DAN NILAI RIPITABILITASNYA PADA PEJANTAN SAPI FRISIAN HOLSTEIN (FH) DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG (Evaluation of Semen Productivity and Its Ripitability Values In FH Cattle at BIB Lembang) Supraptono Supraptono; Dedi Rahmat; Nena Hilmia
Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 3, No 1 (2018): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v3i1.603

Abstract

Abstrak Produksi susu sangat ditentukan oleh keberhasilan reproduksi sapi betina Frisian Holstein (FH) sebagai produsen utama susu di Indonesia. Kebuntingan induk sangat ditentukan oleh salahsatunya oleh produktifitas semen pejantan, yang dapat dievaluasi dengan menduga nilai ripitabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktifitas dan nilai ripitabilitas volume, motilitas, konsentrasi dan jumlah sperma motil semen pejantan sapi FH di BIB Lembang. Pada penelitian ini digunakan data produktivitas semen dari 10 ekor pejantan FH, pada 10 periode spermatogenesis sehingga diperoleh 100 data produktivitas semen . Data dianalisis secara deskriprif untuk evaluasi produktifitas semen dan dianalisis dengan analisis ragam untuk mengetahui nilai ripitabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan rataan volume semen sebanyak 6,54 ml + 0,71 ml, motilitas sperma 65,09 + 2,28 %, konsentrasi sebanyak 1.305,8 + 21,5 juta/ml dan jumlah sperma motil sebanyak 6.417,8 + 261,6 juta/ml. Nilai ripitabilitas volume semen, konsentrasi sperma dan jumlah sperma motil termasuk kriteria tinggi, masing-masing sebesar 0,423, 0,505 dan 0,46 sedangkan nilai ripitabilitas motilitas sperma termasuk kriteria sedang, yaitu sebesar 0,296. Produktivitas semen pejantan FH di BIB Lembang termasuk dalam kategori tinggi. Kata kunci: Produktivitas semen, Ripitabilitas, sapi Frisian Holstein Abstract Milk production is largely determined by the reproductive success of Frisian Holstein (FH) cows as the main producer of milk in Indonesia. Maternity pregnancy is largely determined by the productivity of sire semen which can be evaluated by estimating the value of ripitability. This study aims to evaluate the productivity and ripitability value of volume, motility, concentration and the number of motile semen sperm in sire of FH cattle at BIB Lembang. In this study we used semen productivity data from 10 FH sires , at 10 periods of spermatogenesis to obtain 100 semen productivity data. Data were analyzed descriptively for the evaluation of semen productivity and analyzed by analysis of variance to determine the value of ripability. The results showed an average volume of semen of 6.54 ml + 0.71 ml, sperm motility of 65.09 + 2.28%, concentration of 1,305.8 + 21.5 million / ml and the number of motile sperm as much as 6,417.8 + 261 , 6 million / ml. The ripitability value of semen volume, sperm concentration and number of motile sperm were high criteria, respectively 0.423, 0.505 and 0.46 while the ripitability value of sperm motility was moderate criteria, which was equal to 0.296. The semen productivity of FH sire at BIB Lembang was included in the high category. Keywords: Semen productivity, Ripitability, Frisian Holstein cattle
HUBUNGAN MUTASI PADA GEN LEPTIN EXON 2 DENGAN BOBOT LAHIR, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN BOBOT SAPIH SAPI BALI Nena Hilmia; Dedi Rahmat; Dudi Dudi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 44, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v44i1.1698

Abstract

The one of  genes that play an important role in the body metabolism that is closely related to productivity is the Leptin gene. This study aims to determine the assosiation polymorphism of exon 2 Leptin  gene  based on Single Nucleotide Polymorphism (SNP) with birth weight of Balinese cattle. This study used 47  DNA of Balinese cattle, their  birth weight (BW), average daily gain (ADG) and yearling weight (YW) data, that were obtained from BPTU HPT Pulukan Bali. The isolation of DNA using a high salt concentrated method and DNA target was duplicated by  PCR machine. Analysis genetic mutation of Leptin genes was performed by evaluating SNP in Exon 2 at R25C  and R25H, from direct sequencing results, using Bioedit and MEGA 5.2 program. The association of Leptin gene polymorphism with BW, ADG and YW were  analyzed using variance analysis. The result showed that there were For genotypes based on SNP R25C and R25H, ie CC, CT, CA, and AA. There were  no assosiation between Leptin gene polymorphism with birth weight (BW), average daily gain (ADG) and yearling weight (YW) on Balinese cattle.
PENGARUH MUTASI PADA GEN LEPTIN TERHADAP TEBAL LEMAK PUNGGUNG DAN SKOR KONDISI TUBUH PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE Nena Hilmia; Dedi Rahmat; Muhammad Fatah Wiyatna; Dudi Dudi; Riki Akbar Rosidin; Didik Nurul Hadi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i1.4185

Abstract

Mutation on leptin gene affect leptin function as  one of the hormones  which contribute to body fat deposition.  This research aims to determine the effect of R25C and R25H mutations on the leptin gene toward  back fat thickness and Body Condition Score (BCS) in Ongole Grade cattle. The study was conducted with a quasi-experimental method, using completely randomized design. The treatments in this study were genotypes differences was, namely CC, TT and AA.  This research used  sixthteen heads of Ongole Grade Cattle  aged ± 2 years, and was reared for 60 days intensively. The feed  consisted of forage and concentrate with a ratio of 25: 75, as much as 3% dry matter of body weight and drinking water was given ad libitum. The backfat thickness was estimated using ultrasound performed on 4.5-6.5 MHz frequency, with depth of 8.8-13 cm, BCS was assessed visually by using 1 – 5 score.  The backfat thickness data were analyzed by variance component and BCS data was analyzed by Kruskal Wallis. The results showed average of backfat  thickness  CC, TT and AA genotype were  3.14 mm,  2.9 mm and 3.57 mm, respectively. The  body condition score for CC, TT and AA genotype were  3.54, 3.63 and 3.46  respectively.  The Mutation of leptin gene on  R25C and R25H have not effect to backfat thickness and body condition score in PO cattle.   
IDENTIFIKASI SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF SAPI RANCAH Nena Hilmia; Ronny Rahman Noor; Cece Sumantri; Dedi Rahmat; Rudi Priyanto
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 44, No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v44i3.2227

Abstract

Karakterisasi sifat kualitatif dan kuantitatif diperlukan untuk menggali potensi sapi local sebagai informasi dasar untuk mengembangkan sumber daya genetic sapi tersebut.  Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kualitatif dan kuantitatif sapi Rancah di Kabupaten Ciamis.   Sampel  yang digunakan adalah 92 ekor sapi Rancah betina, umur > 3  tahun, masing masing 40 ekor dari kecamatan Tambaksari dan 52 ekor dari kecamatan Cijulang.  Parameter yang diukur adalah variasi warna bulu,  dan ukuran-ukuran tubuh pada kedua daerah penelitian.  Data  dianalisis secara deskriptif, perbedaan parameter bobot badan dan ukuran tubuh pada kedua populasi penelitian dianalisis dengan Uji T.  Hasil penelitian menunjukkan Warna bulu dominan sapi Rancah  adalah merah bata.  Bobot badan dan ukuran tubuh di Cijulang lebih besar dibandingkan  dengan Tambaksari, kecuali panjang dan lebar kepala sama.  Bobot badan dan ukuran-ukran tubuh sapi Rancah berada diantara sapi Bali dan PO.
KOMPARASI BOBOT POTONG, BOBOT KARKAS DAN PERSENTASE KARKAS PADA SAPI RANCAH DAN PERANAKAN ONGOLE BERDASARKAN MUTASI PADA GEN LEPTIN Nena Hilmia; Dedi Rahmat; Primiani Edianingsih; Yurleni Faisal
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 47, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v47i1.6359

Abstract

Weight and percentage of the carcass are very important in beef cattle production because they are economic parameters, which describe the number of parts that can be consumed. This study aimed to determine the effect of mutations in R25C and R25H in the Leptin gene on slaughter weight, carcass weight, and carcass percentage of Rancah and Ongole Grade cattle. The secondary data used were 4 genotypes in Rancah cattle, namely CC, CT, CA, and TT respectively, 6, 2, 4, and 2 heads, and 3 genotypes in Ongole Grade cattle, namely CC, CT, and CA, respectively. 4, 2, and 1 head. The data on slaughter weight, carcass weight, and carcass percentage were 14 males of Rancah cattle aged 1.5 – 2.5 years, while data for PO cattle were obtained from 7 males of Ongole Grade 1.5 years old. Parameters measured were slaughter weight, carcass weight, carcass percentage. Data were analyzed descriptively. The results showed that genetic diversity in Rancah and PO cattle due to the R25C and R25H mutations in the Leptin gene was not differences in slaughter weight, carcass weight, and carcass percentage. 
KOMPOSISI ASAM LEMAK PADA DAGING SAPI RANCAH DAN PERANAKAN ONGOLE Nena Hilmia; Dedi Rahmat; Primiani Edianingsih; Yurleni Faisal
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 47, No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v47i3.8502

Abstract

Local beef is known for its low-fat content/lean meat. The fatty acid profile of beef could affect the meat quality, related to its texture, taste, and nutritional value. This study aims to determine the fatty acid profile of Rancah and Ongole Grade beef. This study used fourteen samples of meat from Rancah cattle 1.5 – 2.5 years, which were extensively reared with forage feed, and nine samples of Ongole Grade beef with forage and concentrate feeding as much as 2.5% dry matter of body weight.  A fatty acid profile was analyzed from the longissimus dorsi muscle area, between the 12th and 13th ribs. The fatty acid profiles identified are saturated and unsaturated fatty acids (MUFA and PUFA). The fatty acid analysis used is the Gas Chromatography (GCMS) method. The data were analyzed descriptively and fatty acid composition differences of Rancah and Ongole grade beef were analyzed by T-test. The results showed that the fatty acid composition of Rancah and Ongole grade beef is relatively the same as the beef of other breeds. Saturated fatty acid in Ongole Grade beef is higher than Rancah beef, but the content of unsaturated fatty acids, PUFA/MUFA: SFA ratio in Rancah beef is higher than Ongole Grade.
Pelatihan Pengolahan Semen dan Teknik Inseminasi Buatan pada Domba Di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang Nurcholidah Solihati; Siti Darodjah Rasad; Nena Hilmia
Media Kontak Tani Ternak Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v4i1.39237

Abstract

Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang memiliki kelompok peternak Jaya Makmur yang masih mengelola sistem perkawinan ternak secara tradisional, sehingga penerapan program Inseminasi Buatan (IB) perlu diketahui oleh para peternak. Penerapan program IB membutuhkan suatu pengetahuan dimana terkait pula dengan metode deteksi berahi pada ternak, yang perlu juga dimiliki peternak, sehingga program ini dapat membantu meningkatkan populasi ternak dan diharapkan akan diperoleh keuntungan usaha yang lebih tinggi. Permasalahannya adalah para peternak di Desa tersebut belum memiliki pengetahuan tentang teknologi reproduksi yang dimaksud. Tujuan kegiatan ini yaitu diharapkan peternak dapat melaksanakan program sinkronisasi estrus dan IB secara mandiri sehingga pendapatan peternak dapat meningkat. Target yang ingin dicapai adalah dihasilkan modul pelatihan IB dan peternak memperoleh pengetahuan teknologi tepat guna program IB pada Domba. Metode pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan tersebut yaitu dengan cara melakukan pelatihan, difusi iptek dan simulasi iptek melalui beberapa langkah yaitu: metode ceramah, diskusi, tanya jawab, peragaan dan praktek. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang program IB, pelatihan teknis IB terdiri dari perakitan alat penampungan semen (vagina buatan), penampungan semen, pengenceran, pelatihan SE meliputi teknis implan spons.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peternak mengenai program IB dan sinkronisasi estrus pada domba baik dari segi tujuan, manfaat dan teknis pelaksanaannya, namun masih perlu pelatihan lebih lanjut. Disimpulkan bahwa metode pendekatan yang digunakan melalui pelatihan, difusi iptek dan simulasi iptek pada kegiatan ini telah berhasil mencapai tujuan dengan indikator peserta pelatihan telah memiliki pengetahuan baru mengenai program Inseminasi Buatan yang meliputi teori dan keterampilan.
EKSISTENSI POPULASI SAPI PASUNDAN BERDASARKAN NILAI TEKANAN INBREEDING DI KAWASAN GEOPARK CILETUH-PELABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI HAIFA FARRAS IZDIHAR; Johar Arifin; Nena Hilmia
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.462 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i1.29038

Abstract

Penelitian mengenai “Eksistensi Populasi Sapi Pasundan Berdasarkan Nilai Tekanan Inbreeding di Kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi” telah dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dimulai sejak tanggal 19 Desember hingga 25 Desember 2020.  Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana struktur populasi Sapi Pasundan di Kawasan geopark Ciletuh-Pelabuhanratu dan untuk mengetahui nilai tekanan inbreeding Sapi Pasundan di Kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu sebagai landasan untuk kepentingan konservasi.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan eksploratif. Pengumpulan data ternak dan peternak dilakukan dengan metode survei . Data diambil dari UPTD Keswan Jampangkulon, Surade dan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi dengan verifikasi data sampling disetiap kecamatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan struktur populasi Sapi Pasundan di Kawasan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu terdiri dari 5,44% jantan dewasa, 55,31% betina dewasa, 12,8% anak jantan dan 26,43% anak betina. Nilai tekanan inbreeding yang diperoleh sebesar 0,7%.  Hasil tersebut mendeskripsikan bahwa tekanan inbreeding masih di bawah 1% dan masih dapat di toleransi.
Evaluasi Performa Produksi Telur Pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb Dan Ross Di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta Aine Nur Firdausya; Nena Hilmia; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.122 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i2.35020

Abstract

Performa produksi parent stock ayam broiler dipengaruhi oleh genetik, lingkungan dan interaksi keduanya. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2019, bertujuan untuk mengetahui performa produksi parent stock ayam broiler strain Cobb dan Ross serta untuk mengetahui perbedaan performa produksi keduanya di PT.  Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta.  Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara purposive sampling. Data produksi dan konsumsi ransum diperoleh dari 7 kandang strain Cobb dengan jumlah populasi 47.410 ekor dan 9 kandang strain Ross dengan jumlah populasi sebanyak 53.165 ekor.  Pengujian performa produksi strain Cobb dan Ross dianalisis dengan uji T tidak berpasangan.  Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi ransum strain Cobb sebesar 150,59±1,24 g, produksi telur (egg mass) 43,38±1,72 g, hen day production (HDP) 64,06±2,30%, dan feed convertion ratio (FCR) 3,48±0,15, sementara strain Ross secara berturut-turut adalah 154,85±0,92 g, 46,79±1,03 g, 71,92±1,31%,  dan 3,31±0,07.  Meskipun konsumsi ransum strain Ross lebih tinggi dari strain Cobb, namun memiliki produksi telur dan HDP yang lebih tinggi serta FCR yang lebih rendah dari strain Cobb. Kata kunci: Konsumsi ransum, produksi telur, hen day production, feed convertion ratio, strain Cobb, strain Ross
Evaluasi Kualitas Eksterior Telur Tetas pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta Alfiah Almas Hamid; Nena Hilmia; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.252 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i1.35016

Abstract

Penelitian mengenai “Evaluasi Kualitas Eksterior Telur Tetas pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta,“ telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas eksterior telur yang dihasilkan parent stock ayam broiler strain Cobb dan Ross.  Telur yang digunakan adalah telur yang dihasilkan dari strain Cobb 2.121 butir dan strain Ross 2.673 butir.  Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara simple random sampling.  Variable yang diamati meliputi berat telur dan shape index (panjang dan lebar).  Hasil penelitian menunjukkan strain Cobb memiliki rataan berat telur 69,48 g dan shape index 76,00 sedangkan strain Ross memiliki rataan berat telur 65,58 g dan shape index 77,63.  Strain berpengaruh terhadap kualitas eksterior telur tetas.  Strain Cobb memiliki berat telur yang lebih tinggi dari strain Ross namun shape indexnya lebih rendah. Shape index strain Cobb dominan oval/normal sedangkan shape index strain Ross dominan bulat.
Co-Authors Aine Nur Firdausya Alfiah Almas Hamid An An Nurmeidiansyah, An An Ani Rosmayanti Annisaa Yusrina Asmara, Indrawati Yudha Asri Wulansari, Asri Azis, Akbar Azis, Azhar Abdul Bayani, Matni Syifa C Sumantri C. Sumantri Cece Sumantri Dani Garnida Dani Garnida Darlian Fachruddin Daud, Andre Rivianda Dedi Rahmat Dedi Rahmat Dedi Rahmat Dedi Rahmat Dedi Rahmat Didik N Hadi Didik Nurul Hadi Dikdik Nurulhadi Diky Ramdani Dinah Sholikhah Dity Asa Priyastomo Dudi Dudi dudi, dudi Edianingsih, Primiani Estria Furry Pramudyaswari Fauziah, Siti Ghina Firmansyah, Indra Gurnadi E HAIFA FARRAS IZDIHAR Harry Pariswara Heni Indrijani Husna, Afifah Iin Susilawati Iman Hernaman Imron, Muhamad Indrawati Yudha Asmara Irma Irma Irma Irma Ismiraj, Muhammad Rifqi Johar Arifin Laelatul Choiriyah Lubis, Alkaustariyah Maulana, Muhammad Irfan Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Fatah Wiyatna Muhammad Syahid Panji Pangestu Mushawir, Andi Novi Mayasari Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurkamilah, Ghina Oloan Parlindungan Pangestu, Muhamad Syahid Panji Pangestu, Muhammad Syahid Panji Primiani Edianingsih Primiani Edianingsih Putri, Verlia Dwi R Priyanto R. Priyanto R.R Noor Raden Febrianto Christi Rahmat Hidayat Rangga Setiawan Ridlo, Muhammad Rosyid Riki Akbar Rosidin Rini Widyastuti Roesillah, Diar Romi Zamhir Islami Ronny Rahman Noor Rudi Priyanto Sari Suryanah Savitri Novelina Septaria Jodiansyah Sikin Sikin Siti Darodjah Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad, Siti Siti Darodjah, Siti Sri Wahyuni Siswanti Sulastri, Erni Supraptono Supraptono Syifa Khairunnisa Toha, Toha Wendry Setiyadi Putranto Weni Kurniati Winangun, Kikin Yurleni Yurleni