Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Berita Hoax kepada Siswa terhadap Perilaku Bullying di Sekolah di SMP Nasrani 2 Medan Agustin Pratama Sihotang; Deo Agung Haganta Barus; Eirene Dahlia Sidabutar; Nasywa Yasmin Purba; Abdinur Batubara
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v2i2.3127

Abstract

This study aims to analyze the impact of hoax news on bullying behavior in SMP Nasrani 2 Medan. The proliferation of hoax news, facilitated by social media, has become a concerning issue affecting various aspects of society. Bullying, a prevalent problem among children and adolescents, manifests in various forms such as verbal, physical, and psychological abuse. Both phenomena have significant implications for individuals and communities, leading to distrust, conflict, and unhealthy societal values.Using a qualitative descriptive approach, this research delves into the dynamics between hoax news and bullying behavior among students at SMP Nasrani 2 Medan. Data collection involves literature review and observation of student characteristics, facilitated by interviews with students, class teachers, and school principals. The analysis interprets the relationship between misinformation and bullying behavior, aiming to identify patterns and insights to understand their impact comprehensively. The findings underscore the intertwined nature of hoax news and bullying behavior. Hoax news spreads rapidly through social media, exacerbating tensions and conflicts among students. Fear, hatred, and prejudice triggered by misinformation can fuel bullying behaviors, perpetuating a cycle of intimidation and harassment. The study reveals the importance of addressing both phenomena holistically to create a safe and inclusive school environment. Strategies to mitigate the impact of hoax news on bullying include education and awareness campaigns, strengthening school policies, fostering collaboration with parents, and implementing disciplinary measures. Teachers play a crucial role in educating students about critical thinking and empathy, recognizing signs of bullying, and mediating conflicts. By adopting a proactive and collaborative approach, schools can effectively address the challenges posed by hoax news and bullying, fostering a positive learning environment for all students.
PENGUATAN CITIZENSHIP TRANSMISSION PADA PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN KRISIS IDENTITAS NASIONAL PADA GENERASI Z DI MTsS ISLAMIYAH SEI KAMAH II Nurr, Afni; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menguraikan penyebab krisis identitas nasional pada generasi Z dan budaya lokal sebagai penguatan identitas nasional. Krisis identitas nasional muncul akibat percampuran budaya global dengan budaya lokal, didorong oleh percepatan digitalisasi dan perubahan sosial yang signifikan. Transmisi kewarganegaraan ialah suatu proses pewarisan kebudayaan di dalam masyarakat, era globalisasi ini kemajuan teknologi dan zaman memudahkan budaya asing untuk masuk kedalam bangsa kita, maka dari itu sangat penting pewarisan kewarganegaraan untuk dipelajari oleh siswa generasi z supaya mereka mengetahui dan mendalami kebudayaan yang dimiliki dan diwariskan kepada mereka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penguatan citizenship transmission pada pembelajaran PPKn dapat memperkuat identitas nasional di kalangan siswa hal ini dicapai melalui integrasi budaya lokal dan metode pembelajaran yang interaktif. Globalisasi menjadi tantangan utama yang menyebabkan krisis identitas nasional, namun dengan pendekatan yang tepat seperti pengajaran nilai-nilai budaya lokal, penguatan citizenship transmission yang mempromosikan dan menunjukkan kebanggaan nasional, kerjasama antara guru dan orang tua, siswa dapat dibimbing untuk memahami dan menghargai identitas nasional mereka. Kegiatan seperti pentas seni dan kunjungan ke tempat bersejarah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya mereka.
PERAN GURU PPKN DALAM MENUMBUHKAN NILAI NASIONALISME UNTUK MENGATASI SIKAP FANATISME IDOL K-POP PADA SISWA DI SMP N 37 MEDAN Rinnauli Saragih; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru PPKn dalam menumbuhkan nilai nasionalisme guna mengatasi fanatisme idol K-Pop pada siswa di SMP Negeri 37 Medan, yang beralamat di Jl. Timor No. 36B, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek terdiri dari 3 guru PPKn dan 25 siswa kelas VIII. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, serta sumber sekunder dari buku dan jurnal terkait. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan model pembelajaran Project Based Learning untuk menghubungkan minat siswa pada K-Pop dengan nilai kebangsaan. Selain itu, guru juga membantu siswa menyeimbangkan hobi mereka dengan kewajiban sebagai warga negara melalui kegiatan kreatif dan materi ajar yang disesuaikan dengan budaya populer. Meskipun sudah ada upaya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, penerapan nilai nasionalisme di kalangan siswa masih perlu ditingkatkan.
PERAN GURU PPKn DALAM MENCEGAH SINDROM FoMO MELALUI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA ELEMEN BERNALAR KRITIS DI MTsS AL WASHLIYAH 27 FIRDAUS Arinda Risna Cherylia Siregar; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7904

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana peran guru PPKn dalam mencegah sindrom FoMO melalui penguatan profil pelajar pancasila elemen bernalar kritis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif yakni metode yang berdasarkan filsafat postpositivisme, dipakai guna meneliti pada kondisi obyek alamiah. Research kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil research menjelaskan bahwasanya melalui penguatan profil pelajar Pancasila dapat mencegah terjadinya Sindrom FoMO. Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi Guru PPKn yakni konsep perencaan pembelajaran yang mengarah terhadap pembentukan nilai-nilai Pancasila. Kemudian memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai alat edukasi kepada siswa mengenai dampak negatif akan Sindrom FoMO dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat membantu mereka menghadapi permasalahan FoMO. Dengan memberikan penguatan profil pelajar Pancasila elemen bernlar kritis dalam setiap metode pembelajaran yang digunakan dapat memastikan bahwa siswa selalu diajak untuk berpikir mendalam dan kritis.
EDUCM SEBAGAI APLIKASI EDUKASI MERANCANG KARYA MINI RISET BERBASIS CASE METHOD Abdinur Batubara
Akademika Vol 11 No 02 (2022): Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/akademika.v11i02.2193

Abstract

Application called EduCM, which is designed to provide education to students on how to develop case-method-based lecture assignments.. The research method used is the descriptive qualitative method with the ADDIE model (Analyze Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research sample being students from the PPKn Department, FIS UNIMED. Data collection tools include observation, questionnaires, and test techniques. Data analysis used Miles and Hubermann's data analysis to analyze data from field observations. The orientation of the results will focus on the influence of EduCM to assist students in developing lecture assignments, in this case, mini-research based on the Case Method. The results showed that from the total sample taken, namely 126 students with a population of 187 students majoring in PPKn and FIS at UNIMED, there was a significant increase from the initial observation data related to understanding and the ability to develop case-based scientific papers. The result is that 80.16% of students fall into the category of "very good understanding," with indications of understanding the basic concepts of scientific work, the nature of the case method, and being skilled at developing case method-based scientific papers. whereas in the initial observation, the category of "very good" was even 0% and even 79, 37% in the "poor" category, and 15.87% in the "bad" category, with indications of not understanding the three indications of the "very good" category. Then the results also show 13.49% in the "good" category, 6.35% in the "enough" category, and 0% in the "bad" category
PENGUATAN CITIZENSHIP TRANSMISSION PADA PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN KRISIS IDENTITAS NASIONAL PADA GENERASI Z DI MTsS ISLAMIYAH SEI KAMAH II Nurr, Afni; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menguraikan penyebab krisis identitas nasional pada generasi Z dan budaya lokal sebagai penguatan identitas nasional. Krisis identitas nasional muncul akibat percampuran budaya global dengan budaya lokal, didorong oleh percepatan digitalisasi dan perubahan sosial yang signifikan. Transmisi kewarganegaraan ialah suatu proses pewarisan kebudayaan di dalam masyarakat, era globalisasi ini kemajuan teknologi dan zaman memudahkan budaya asing untuk masuk kedalam bangsa kita, maka dari itu sangat penting pewarisan kewarganegaraan untuk dipelajari oleh siswa generasi z supaya mereka mengetahui dan mendalami kebudayaan yang dimiliki dan diwariskan kepada mereka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penguatan citizenship transmission pada pembelajaran PPKn dapat memperkuat identitas nasional di kalangan siswa hal ini dicapai melalui integrasi budaya lokal dan metode pembelajaran yang interaktif. Globalisasi menjadi tantangan utama yang menyebabkan krisis identitas nasional, namun dengan pendekatan yang tepat seperti pengajaran nilai-nilai budaya lokal, penguatan citizenship transmission yang mempromosikan dan menunjukkan kebanggaan nasional, kerjasama antara guru dan orang tua, siswa dapat dibimbing untuk memahami dan menghargai identitas nasional mereka. Kegiatan seperti pentas seni dan kunjungan ke tempat bersejarah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya mereka.
PERAN GURU PPKN DALAM MENUMBUHKAN NILAI NASIONALISME UNTUK MENGATASI SIKAP FANATISME IDOL K-POP PADA SISWA DI SMP N 37 MEDAN Rinnauli Saragih; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru PPKn dalam menumbuhkan nilai nasionalisme guna mengatasi fanatisme idol K-Pop pada siswa di SMP Negeri 37 Medan, yang beralamat di Jl. Timor No. 36B, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek terdiri dari 3 guru PPKn dan 25 siswa kelas VIII. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, serta sumber sekunder dari buku dan jurnal terkait. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan model pembelajaran Project Based Learning untuk menghubungkan minat siswa pada K-Pop dengan nilai kebangsaan. Selain itu, guru juga membantu siswa menyeimbangkan hobi mereka dengan kewajiban sebagai warga negara melalui kegiatan kreatif dan materi ajar yang disesuaikan dengan budaya populer. Meskipun sudah ada upaya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, penerapan nilai nasionalisme di kalangan siswa masih perlu ditingkatkan.
PERAN GURU PPKn DALAM MENCEGAH SINDROM FoMO MELALUI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA ELEMEN BERNALAR KRITIS DI MTsS AL WASHLIYAH 27 FIRDAUS Arinda Risna Cherylia Siregar; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7904

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana peran guru PPKn dalam mencegah sindrom FoMO melalui penguatan profil pelajar pancasila elemen bernalar kritis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif yakni metode yang berdasarkan filsafat postpositivisme, dipakai guna meneliti pada kondisi obyek alamiah. Research kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil research menjelaskan bahwasanya melalui penguatan profil pelajar Pancasila dapat mencegah terjadinya Sindrom FoMO. Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi Guru PPKn yakni konsep perencaan pembelajaran yang mengarah terhadap pembentukan nilai-nilai Pancasila. Kemudian memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai alat edukasi kepada siswa mengenai dampak negatif akan Sindrom FoMO dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat membantu mereka menghadapi permasalahan FoMO. Dengan memberikan penguatan profil pelajar Pancasila elemen bernlar kritis dalam setiap metode pembelajaran yang digunakan dapat memastikan bahwa siswa selalu diajak untuk berpikir mendalam dan kritis.
Pemanfaatan Google Lens sebagai Media Pembelajaran PPKN yang Efektif : Studi Kualitatif pada Siswa SMP Negeri 35 Medan Tahun Ajaran 2024/2025 Dies L. Tobing; Abdinur Batubara
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 3 (2025): September : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i3.7328

Abstract

This study aims to identify the implementation of Google Lens in PPKn learning at SMP Negeri 35 Medan, to see the effectiveness of using Google Lens in improving students' understanding of PPKn material, and to identify the obstacles faced in its use as a learning medium in the classroom. The main problem raised is the lack of student interest in PPKn learning, which is caused by the conventional teaching approach and the limited interaction of students with the material visually and contextually, so that the understanding of important concepts is less than optimal. This research method uses a qualitative approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that Google Lens has been implemented in PPKn learning, making a positive contribution to increasing student interest and understanding through independent and interactive exploration of the material. However, several obstacles were found such as limited internet infrastructure and the need for teacher adaptation in integrating this technology optimally. Google Lens has proven effective in facilitating access to visual and contextual information, which has an impact on increasing student independence and understanding. The implications of this study highlight the potential of Google Lens as a valuable asset in education in the digital era and the need for infrastructure support and the development of innovative teaching strategies.
Perilaku Antar Sesama Siswa dan Upaya Guru dalam Menyikapinya: Studi Kasus di SMP Negeri 35 Medan Mima Defliyanti Saragih; Joy Novi Yanti Lumbantobing; San Mikael Sinambela; Johan Pardamean Simanjuntak; Manotar Leryaldo Sinaga; Abdinur Batubara
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v2i3.3002

Abstract

Behavior between fellow students is an increasingly disturbing phenomenon in the school environment. This can have a negative impact on the mental and emotional health of students who are victims. In facing this problem, teachers have an important role in responding to it. Teachers' efforts to address behavior include an educational approach, fostering positive values, creating an inclusive and supportive environment, and providing an understanding of the importance of respecting differences. The type of research used is qualitative, a research model that uses descriptive data in the form of written or spoken language from people and actors who can be observed. This qualitative research is carried out to explain and analyze individual or group phenomena, events, social dynamics, attitudes, beliefs and perceptions. The conclusion is that, with the active role of teachers, it is hoped that the school environment can become a safe and supportive place for all students, without discrimination based on physical appearance.