Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kevalidan dan Kepraktisan E-LKPD Fisika Terintegrasi Kearifan Lokal Batik Majapahit Berbasis Discovery Learning pada Materi Suhu dan Kalor Arimbi Fatika Sari; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Suhu dan Kalor menjadi tantangan dalam pembelajaran fisika abad ke-21 sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kevalidan dan kepraktisan E-LKPD Fisika terintegrasi kearifan lokal Batik Majapahit berbasis model Discovery Learning pada materi Suhu dan Kalor. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi terbatas. Uji coba dilaksanakan di SMAN 1 Gondang Mojokerto pada kelas XI-3 (eksperimen) dan XI-5 (replika), masing-masing 30 peserta didik. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian pada tahap analisis (Analysis) menunjukkan kebutuhan peserta didik akan media pembelajaran kontekstual yang mampu melatih keterampilan berpikir kritis; tahap desain (Design) menghasilkan rancangan E-LKPD berdasarkan sintaks Discovery Learning yang diintegrasikan dengan etnosains Batik Majapahit; tahap pengembangan (Development) menghasilkan E-LKPD yang sangat valid dengan rata-rata Percentage of Agreement (PoA) sebesar 94,15% dari tiga validator (dua dosen ahli dan satu guru fisika); serta tahap implementasi terbatas (Implementation) menunjukkan kepraktisan E-LKPD melalui keterlaksanaan pembelajaran yang mencapai rata-rata 91,87% dengan kategori sangat praktis dan respon positif peserta didik sebesar 94,1% pada seluruh aspek penilaian. Dengan demikian, E-LKPD Fisika berbasis kearifan lokal Batik Majapahit dengan model Discovery Learning dinyatakan valid dan praktis sebagai media pembelajaran fisika materi Suhu dan Kalor di tingkat SMA, sehingga berpotensi meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekaligus melestarikan kearifan lokal Batik Majapahit dalam pembelajaran fisika di sekolah.  
Pengembangan E-LKPD Fisika Terintegrasi Kearifan Lokal Pacu Jalur Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik SMA Devina Dwi Andini; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD fisika terintegrasi kearifan lokal Pacu Jalur serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran fisika. E-LKPD dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate) serta diimplementasikan pada dua kelas, yaitu 34 peserta didik kelas XI-1 sebagai kelas eksperimen dan 35 peserta didik kelas XI-2 sebagai kelas replikasi SMA Negeri Ploso, dengan desain one-group pretest–posttest yang direplikasi. Efektivitas produk dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gain) berdasarkan hasil tes keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis efektivitas menunjukkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,78 pada kelas eksperimen maupun kelas replikasi yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, rata-rata persentase keefektifan sebesar 89,83% tergolong dalam kategori sangat efektif. Integrasi kearifan lokal Pacu Jalur sebagai konteks pembelajaran membantu peserta didik mengaitkan konsep fluida dengan pengalaman nyata sehingga mendorong keterlibatan aktif dan pengembangan ide-ide kreatif dalam pemecahan masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD terintegrasi kearifan lokal Pacu Jalur efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif serta mendukung pembelajaran fisika yang kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan berbasis budaya local.
Penerapan Model Pembelajaran Argument-Driven Inquiry Berbasis Kearifan Lokal Bonang Tuban untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik pada Materi Gelombang Bunyi Enjelita Dinda Noviandari; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memerlukan inovasi model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan kemampuan literasi sains, dan respons peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran ADI berbasis kearifan lokal Bonang Tuban dalam meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi gelombang bunyi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design dan melibatkan 108 peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Rengel sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran memperoleh persentase 95,68% dengan kategori sangat baik, peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik pada kelas yang menerapkan model ADI berbasis kearifan lokal Bonang Tuban memperoleh nilai N-gain dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-gain dengan kategori sedang, dan respons peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan kategori positif dengan persentase 88,74% pada kelas eksperimen dan 87,76% pada kelas replikasi. Dengan demikian, model pembelajaran ADI berbasis kearifan lokal Bonang Tuban dapat meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi gelombang bunyi.
Pengembangan E-LKPD Project Based Learning Terintegrasi Kearifan Lokal Permainan Gasing pada Materi Dinamika Rotasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Fatma Yuni Sabrina; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan agar peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan permasalahan secara logis dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi kearifan lokal permainan gasing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi dinamika rotasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Pada tahap analisis diidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui angket, wawancara, dan tes awal keterampilan berpikir kritis. Tahap desain menghasilkan rancangan E-LKPD beserta perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respons peserta didik, serta soal pretest-posttest berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas XI-4 SMA Negeri Ploso. Data hasil validasi dianalisis untuk mengetahui kevalidan produk, data observasi dan angket respons peserta didik dianalisis untuk mengetahui kepraktisan, sedangkan data pretest-posttest dianalisis untuk mengetahui keefektifan E-LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria layak digunakan, dengan kevalidan sebesar 91,19% (sangat valid) dan Percentage of Agreement (PoA) sebesar 93%, kepraktisan berdasarkan observasi keterlaksanaan pembelajaran sebesar 97,56% (PoA 98%) dan respons peserta didik sebesar 91,32% (sangat praktis), serta keefektifan ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,78 (kategori tinggi) disertai peningkatan keterampilan berpikir kritis pada seluruh indikator hingga kategori kritis. Dengan demikian, E-LKPD yang dikembangkan berpotensi menjadi bahan ajar digital yang kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran fisika.  
Analisis Permasalahan MGMP Fisika di Sidoarjo: Upaya Meningkatkan Profesionalisme Melalui Penelitian Utama Alan Deta; Alfi Nurlailiyah; Suliyanah Suliyanah; Habibi Habibi; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Nadi Suprapto; Setyo Admoko
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v2n2.p42-47

Abstract

Kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam profesionalisme guru. Namun, banyak guru, termasuk guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo, yang menghadapi kendala dalam memenuhi tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika Kabupaten Sidoarjo dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji berbagai kendala yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo dalam menyusun artikel ilmiah. Data diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik guna menemukan pola-pola permasalahan yang teridentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima kendala utama yang dihadapi oleh guru, yaitu keterbatasan waktu yang disebabkan oleh beban kerja harian yang tinggi, rendahnya keterampilan menulis artikel ilmiah, ketidaktahuan tentang platform publikasi ilmiah, tingginya biaya publikasi, serta minimnya dukungan dari institusi. Selain itu, banyak guru yang kesulitan dalam menyusun artikel yang sesuai dengan kaidah ilmiah, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya publikasi ilmiah dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah masih menjadi tantangan signifikan bagi guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo. Meskipun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering dilakukan, guru menghadapi kesulitan dalam mengubah hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang terpublikasi. Sebagai solusi disarankan perlunya langkah strategis, seperti pelatihan intensif dalam penulisan ilmiah, pendampingan dalam proses publikasi, serta kebijakan institusi yang mendukung pengembangan profesionalisme guru.
Analisis Penggunaan E-Modul berbasis Multiple Representation terhadap Minat dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Sigit Dwi Saputro; Prita Dellia; Setyo Admoko; Adinda Dwi Putri Andreani
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.80187

Abstract

E-modul dikembangkan bertujuan untuk membantu peserta didik belajar mandiri, sedangkan multiple representation bermanfaat untuk memudahkan peserta didik dalam belajar konsep. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemandirian belajar, dan minat belajar peserta didik pada Pelajaran fisika dalam penggunaan e-modul berbasis multiple representation. Metode yang digunakan adalah dengan kuantitatif deskriptif. Tahap penelitian mulai dari validitas e-modul, penerapan-emodul oleh peserta didik sejumlah 30 orang, dan analisis kemandirian belajar, dan minat belajar peserta didik. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan angket minat dan kemandirian belajar. Analisis minat dan kemandirian menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan aplikasi eviews. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase kemandirian belajar peserta didik mencapai 83% termasuk dalam kategori sangat baik. Minat belajar mencapai 80,2% termasuk dalam kategori sangat baik. Kelemahan penelitian ini masih dalam skala kecil hanya 30 orang dalam satu lokasi. Perlu dilakukan uji dalam skala yang lebih luas untuk memperoleh hasil yang lebih komplek. Selain itu perlu dilakukan uji coba kemampuan kognitif peserta didik untuk mengukur penguasaan konsep materi fisika.