Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Pangan Lokal Yunita, Lina; Komalasari, Husnita; Muhsinin, Muhammad; Meilina, Yeni; Venansius, Angeline Devon
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7159

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi serius di Indonesia, termasuk di Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat, dengan prevalensi balita stunting dan gizi kurang yang cukup tinggi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat menghadapi keterbatasan pengetahuan tentang gizi, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal fungsional berupa cookies prebiotik dari tepung mocaf, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar putih. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi menggunakan Focus Group Discussion dan pelatihan praktis. Mitra kegiatan adalah kader posyandu Desa Bengkaung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, serta keterampilan dalam menghasilkan produk cookies prebiotik yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan kader melalui pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mampu mendukung pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bersama berbasis pangan lokal. Hasil pengabdian ini penting sebagai strategi berkelanjutan dalam mendukung program zero stunting dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
PENYULUHAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK SAPI KELOMPOK TERNAK IYE GATI DI DESA SUKADANA, KECAMATAN PUJUT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Aminurrahman, Aminurrahman; Depamede, Sulaiman Ngongu; Suhardiani, Roro Agustien; Purnamasari, Dwi Kusuma; Noersidiq, Azhary; Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Musanip, Musanip; Fahrullah, Fahrullah; Muhsinin, Muhammad; Maslami, Vebera; Gifari, Zaid Al
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6720

Abstract

Penyuluhan manajemen ternak sapi diberikan kepada kelompok ternak Iye Gati diDesa Sukadana Kecamatan Pujut Lombok Tengah untuk meningkatkan keterampilan dalampemeliharaan, perkandangan, kesehatan, dan reproduksi sapi potong. Keberhasilanpeternakan bergantung pada pembibitan, pakan, dan manajemen pemeliharaan, denganfaktor non-genetik berkontribusi besar terhadap efisiensi reproduksi. Pengabdian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan manajemen pemeliharaan ternak sapiyang dilakukan di Kelompok Ternak Iye Gati di Desa Sukadana Kecamatan PujutKabupaten Lombok Tengah. Kurangnya pengetahuan peternak dalam pemeliharaanmenjadi tantangan utama. Penyuluhan dan pelatihan berperan penting dalam meningkatkanwawasan peternak serta mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan (SDGspoin 2). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui survei, wawancara,observasi, pemaparan materi, dan diskusi untuk meningkatkan produktivitas peternakan diDesa Sukadana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan berhasilmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam aspek manajemenpemeliharaan. Peternak yang mengikuti penyuluhan secara aktif menunjukkan peningkatansignifikan dalam praktik beternak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, hasilevaluasi juga mengungkapkan bahwa penyuluhan membantu mengatasi beberapa masalahyang dihadapi peternak, seperti kekurangan pakan dan penyakit ternak. Kesimpulannya,penyuluhan manajemen pemeliharaan ternak sapi di Kelompok Ternak Desa Sukadana telahmemberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraanpeternak. Rekomendasi untuk penyuluhan selanjutnya adalah peningkatan frekuensi danvariasi materi penyuluhan, serta pengembangan program pelatihan yang lebih komprehensifuntuk menjawab kebutuhan spesifik peternak di wilayah tersebut.
Pengembangan Usaha Pembibitan Ayam Kampung di Kabupaten Lombok Timur Maskur; Rozi, Tapaul; Jan, Rahma; Kasip, L.; Muhsinin, Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5576

Abstract

Ayam buras merupakan potensi di daerah yang tersebar diseluruh Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Jenis unggas ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis unggas lainnya yaitu : mudah dipelihara, cepat beradaptasi dengan lingkungan dan umumnya tahan terhadap penyakit tertentu, peluang pasar masih terbuka lebar, dan dapat dilaksanakan dengan modal terbatas. Namun demikian, usaha ayam buras ini masih sulit ditingkatkan karena selain keterbatasan modal, ketersediaan bibit ayam buras masih sulit diperoleh secara berkelanjutan. Penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan peternak agar dapat memproduksi bibit ayam yang berkualitas sehingga tersedia secara kontinyu dan mampu memilih induk yang baik untuk bibit. Pelatihan dilakukan di Desa denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 22 Juli 2023. Hasil penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa peternak dapat memahami teknik menghasilkan bibit berkualitas yang ditunjukkan dengan keterampilan pada saat pelatihan. Peternak juga menunjukkan respon yang sangat baik dan sangat antusias mengikuti praktek serta banyaknya pertanyaan yang diajukan selama ceramah dan pelatihan.
Peningkatan Produksi Ayam Kampung Berbasis Pemuliaan Ternak di Kabupaten Lombok Timur Jan, Rahma; Maskur; Kasip, L.; Rozi, Tapaul; Muhsinin, Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5578

Abstract

Penyuluhan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak agar dapat memproduksi bibit ayam yang berkualitas sehingga tersedia secara kontinyu dan mampu memilih induk yang baik untuk bibit. Pelatihan dilakukan di Desa denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 22 Juli 2023. Hasil penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa peternak dapat memahami teknik menghasilkan bibit berkualitas yang ditunjukkan dengan keterampilan pada saat pelatihan. Peternak juga menunjukkan respon yang sangat baik dan sangat antusias mengikuti praktek serta banyaknya pertanyaan yang diajukan selama ceramah dan pelatihan. Peternak menyadari bahwa produktivitas ayam kampung secara garis besar dapat ditingkatkan dengan dua cara yaitu perbaikan mutu genetik bibit dan perbaikan pengelolaan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEMBURU LEBAH DALAM PEMANENAN LESTARI DAN BERKELANJUTAN MADU APIS DORSATA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI Erwan, Erwan; Sukarne, Sukarne; Muhsinin, Muhammad; Herlambang, Dany Alfian
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8063

Abstract

Indonesia's tropical forests, especially in the Gunung Rinjani National Park (TNGR) area, play an important role in supporting biodiversity and the welfare of local communities. However, the traditional harvesting of forest bee honey (Apis dorsata) often does not take into account the principles of ecological sustainability, which has the potential to damage bee habitat. This activity aims to develop the technical and ecological competence of bee hunters through conservation-based training, which integrates local wisdom with scientific approaches. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA), with a participatory approach in five stages: socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed an increase in technical capacity, ecological understanding, and changes in the behavior of bee hunters towards more environmentally friendly harvesting practices. The implication of this activity is the creation of a sustainable honey harvesting model, which not only conserves bee habitat but also increases the economic income of local communities. Keywords: Honey harvesting, Ecological sustainability, Apis dorsata, Conservation, Mount Rinjani National Park
Genetic Diversity Analysis of Growth Differentiation Factor 9 (GDF-9) Exon 1 in Boerka Goats via PCR-RFLP Angel, Zarra Naomi; Maskur, Maskur; Muhsinin, Muhammad
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11667

Abstract

This study aims to identify polymorphisms in the Growth Differentiation Factor-9 (GDF-9) gene in Boerka goats using the PCR-RFLP method. A total of 60 blood samples were used for DNA isolation. Amplification of the GDF-9 gene Exon 1 produced a 462 bp fragment. Genetic diversity analysis using the HhaI restriction enzyme revealed three genotypes: GG (462 bp), GA (462, 410, and 52 bp), and AA (410 and 52 bp). The frequency of the G allele (0.925) was found to be higher than the A allele (0.075), with a dominant GG genotype frequency of 0.867. The Polymorphic Information Content (PIC) value was 0.129, indicating a low level of genetic diversity in the studied population. Descriptive analysis showed that the heterozygous GA genotype tended to have a higher average litter size than the homozygous genotypes. These results indicate that the GDF-9 gene is polymorphic in Boerka goats and has the potential to be used as a molecular marker in breeding programs.
Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Ternak Ruminansia Di Kelompok Ternak Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Aminurrahman; Sulaiman Ngongu Depamede; Rr. Agustin; Dwi Kusuma Purnamasari; Rezki Amalyadi; Ine Karni; I Gede Nano Septian; Fahrullah; Muhammad Muhsinin; Vebera Maslami; Zaid Al Gifari; Azhary Noersidiq
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.11014

Abstract

Ruminant livestock management counselling has been provided to farmer groups in Sukadana Village to improve skills in beef cattle husbandry, housing, health, and reproduction. The success of animal husbandry depends on breeding, feeding, and rearing management, with non-genetic factors contributing greatly to reproductive efficiency. This service aims to evaluate the effectiveness of ruminant husbandry management counselling conducted at the Sukadana Village Livestock Group, Pujut District, Central Lombok Regency. Lack of knowledge of farmers in maintenance is a major challenge. Counselling and training play an important role in improving farmers' knowledge and supporting food security and sustainable agriculture (SDGs point 2). This community service activity was carried out through surveys, interviews, observations, material presentation, and discussions to increase livestock productivity in Sukadana Village. The results showed that the counselling provided succeeded in increasing the knowledge and skills of farmers in the aspect of maintenance management. Farmers who actively participated in the counselling showed significant improvements in more efficient and sustainable farming practices. In addition, the evaluation results also revealed that the extension helped overcome some of the problems faced by farmers, such as feed shortages and livestock diseases. In conclusion, extension services on ruminant livestock management in the Sukadana Village Livestock Group have had a positive impact on improving farmers' productivity and welfare. Recommendations for future extension services include increasing the frequency and variety of extension materials, as well as developing a more comprehensive training programme to address the specific needs of farmers in the area.
Edukasi Reproduksi Ternak Berbasis Sains: Penguatan Kapasitas Peternak Kambing dalam Perkawinan Silang Multibangsa di Desa Setanggor Maskur; Musanip; Lalu Muhammad Kasip; Tapaul Rozi; Muhammad Muhsinin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.13859

Abstract

This community service program aimed to strengthen the capacity of smallholder goat farmers in Desa Setanggor, Central Lombok, through science‑based education on animal reproduction and the implementation of multibreed crossbreeding techniques. Local goat productivity in the village remains low due to limited genetic potential, suboptimal feeding practices, and restricted access to reproductive technologies. The program was designed using a participatory, andragogical approach that combined lectures, discussions, demonstrations, hands‑on practice, and field mentoring. Core activities included training on basic reproductive physiology, principles of multibreed crossbreeding and selection of superior bucks, feeding management using local feed resources, herd health, simple performance and financial recording, as well as introductory training on branding and digital marketing. Farmer knowledge was assessed through pre‑ and post‑tests, while changes in farm practices were monitored qualitatively through observation and follow‑up visits. The results show clear improvements in farmers’ understanding of reproductive concepts and crossbreeding, followed by the initial adoption of more targeted mating plans, more regular feeding and basic health practices, and the use of simple herd and cash‑flow records. Farmers also began to utilize social media to promote their goats and expand market reach. Overall, the program demonstrates that science‑based reproductive education, when integrated with managerial and marketing support, can effectively enhance farmer capacity and support sustainable improvements in the productivity and competitiveness of local goats, in line with the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka policy.