Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Morphometric Characterization Study of Apis cerana Worker Bees in North Lombok Regency Erwan, Erwan; Muhsinin, Muhammad; Herlambang, Dany Alfian
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8490

Abstract

Honeybees (Apis cerana) are one of the indigenous honeybee species of Asia. They serve a crucial function in ecosystems, mostly as pollinators. This study investigates the morphometric characteristics of Apis cerana worker bees in North Lombok Regency, focusing on two beekeeping groups: Harapan Keluarga and Tunas Muda, located in Salut village, Kayangan District North Lombok Regency. Morphometric analysis was conducted on 40 colonies, with measurements taken from eight key body traits: body length, abdomen length, femur length, tibia length, metatarsus length, forewing length, hindwing length, and body weight. Results revealed significant differences between the two locations. Tunas Muda bees exhibited larger morphometric traits with lower coefficient variations, indicating higher population uniformity. Correlation and regression analyses showed that body length, forewing length, and abdomen length strongly influence body weight, with body length having the highest correlation (r = 0.85) and determination coefficient (R2 = 0.722). The study highlights the impact of environmental factors, management practices, and nutritional conditions on bee morphology. These findings provide critical insights for enhancing beekeeping practices, supporting honeybee conservation efforts, and exploring genetic and physiological adaptations in Apis cerana. This research underscores the importance of integrating morphometric analysis into sustainable apiculture and biodiversity conservation strategies in North Lombok.
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Pangan Lokal Yunita, Lina; Komalasari, Husnita; Muhsinin, Muhammad; Meilina, Yeni; Venansius, Angeline Devon
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7159

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi serius di Indonesia, termasuk di Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat, dengan prevalensi balita stunting dan gizi kurang yang cukup tinggi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat menghadapi keterbatasan pengetahuan tentang gizi, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal fungsional berupa cookies prebiotik dari tepung mocaf, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar putih. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi menggunakan Focus Group Discussion dan pelatihan praktis. Mitra kegiatan adalah kader posyandu Desa Bengkaung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, serta keterampilan dalam menghasilkan produk cookies prebiotik yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan kader melalui pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mampu mendukung pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bersama berbasis pangan lokal. Hasil pengabdian ini penting sebagai strategi berkelanjutan dalam mendukung program zero stunting dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
PENYULUHAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK SAPI KELOMPOK TERNAK IYE GATI DI DESA SUKADANA, KECAMATAN PUJUT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Aminurrahman, Aminurrahman; Depamede, Sulaiman Ngongu; Suhardiani, Roro Agustien; Purnamasari, Dwi Kusuma; Noersidiq, Azhary; Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Musanip, Musanip; Fahrullah, Fahrullah; Muhsinin, Muhammad; Maslami, Vebera; Gifari, Zaid Al
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6720

Abstract

Penyuluhan manajemen ternak sapi diberikan kepada kelompok ternak Iye Gati diDesa Sukadana Kecamatan Pujut Lombok Tengah untuk meningkatkan keterampilan dalampemeliharaan, perkandangan, kesehatan, dan reproduksi sapi potong. Keberhasilanpeternakan bergantung pada pembibitan, pakan, dan manajemen pemeliharaan, denganfaktor non-genetik berkontribusi besar terhadap efisiensi reproduksi. Pengabdian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan manajemen pemeliharaan ternak sapiyang dilakukan di Kelompok Ternak Iye Gati di Desa Sukadana Kecamatan PujutKabupaten Lombok Tengah. Kurangnya pengetahuan peternak dalam pemeliharaanmenjadi tantangan utama. Penyuluhan dan pelatihan berperan penting dalam meningkatkanwawasan peternak serta mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan (SDGspoin 2). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui survei, wawancara,observasi, pemaparan materi, dan diskusi untuk meningkatkan produktivitas peternakan diDesa Sukadana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan berhasilmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam aspek manajemenpemeliharaan. Peternak yang mengikuti penyuluhan secara aktif menunjukkan peningkatansignifikan dalam praktik beternak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, hasilevaluasi juga mengungkapkan bahwa penyuluhan membantu mengatasi beberapa masalahyang dihadapi peternak, seperti kekurangan pakan dan penyakit ternak. Kesimpulannya,penyuluhan manajemen pemeliharaan ternak sapi di Kelompok Ternak Desa Sukadana telahmemberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraanpeternak. Rekomendasi untuk penyuluhan selanjutnya adalah peningkatan frekuensi danvariasi materi penyuluhan, serta pengembangan program pelatihan yang lebih komprehensifuntuk menjawab kebutuhan spesifik peternak di wilayah tersebut.
Pengembangan Usaha Pembibitan Ayam Kampung di Kabupaten Lombok Timur Maskur; Rozi, Tapaul; Jan, Rahma; Kasip, L.; Muhsinin, Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5576

Abstract

Ayam buras merupakan potensi di daerah yang tersebar diseluruh Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Jenis unggas ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis unggas lainnya yaitu : mudah dipelihara, cepat beradaptasi dengan lingkungan dan umumnya tahan terhadap penyakit tertentu, peluang pasar masih terbuka lebar, dan dapat dilaksanakan dengan modal terbatas. Namun demikian, usaha ayam buras ini masih sulit ditingkatkan karena selain keterbatasan modal, ketersediaan bibit ayam buras masih sulit diperoleh secara berkelanjutan. Penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan peternak agar dapat memproduksi bibit ayam yang berkualitas sehingga tersedia secara kontinyu dan mampu memilih induk yang baik untuk bibit. Pelatihan dilakukan di Desa denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 22 Juli 2023. Hasil penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa peternak dapat memahami teknik menghasilkan bibit berkualitas yang ditunjukkan dengan keterampilan pada saat pelatihan. Peternak juga menunjukkan respon yang sangat baik dan sangat antusias mengikuti praktek serta banyaknya pertanyaan yang diajukan selama ceramah dan pelatihan.
Peningkatan Produksi Ayam Kampung Berbasis Pemuliaan Ternak di Kabupaten Lombok Timur Jan, Rahma; Maskur; Kasip, L.; Rozi, Tapaul; Muhsinin, Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5578

Abstract

Penyuluhan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak agar dapat memproduksi bibit ayam yang berkualitas sehingga tersedia secara kontinyu dan mampu memilih induk yang baik untuk bibit. Pelatihan dilakukan di Desa denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 22 Juli 2023. Hasil penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa peternak dapat memahami teknik menghasilkan bibit berkualitas yang ditunjukkan dengan keterampilan pada saat pelatihan. Peternak juga menunjukkan respon yang sangat baik dan sangat antusias mengikuti praktek serta banyaknya pertanyaan yang diajukan selama ceramah dan pelatihan. Peternak menyadari bahwa produktivitas ayam kampung secara garis besar dapat ditingkatkan dengan dua cara yaitu perbaikan mutu genetik bibit dan perbaikan pengelolaan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEMBURU LEBAH DALAM PEMANENAN LESTARI DAN BERKELANJUTAN MADU APIS DORSATA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI Erwan, Erwan; Sukarne, Sukarne; Muhsinin, Muhammad; Herlambang, Dany Alfian
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8063

Abstract

Indonesia's tropical forests, especially in the Gunung Rinjani National Park (TNGR) area, play an important role in supporting biodiversity and the welfare of local communities. However, the traditional harvesting of forest bee honey (Apis dorsata) often does not take into account the principles of ecological sustainability, which has the potential to damage bee habitat. This activity aims to develop the technical and ecological competence of bee hunters through conservation-based training, which integrates local wisdom with scientific approaches. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA), with a participatory approach in five stages: socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed an increase in technical capacity, ecological understanding, and changes in the behavior of bee hunters towards more environmentally friendly harvesting practices. The implication of this activity is the creation of a sustainable honey harvesting model, which not only conserves bee habitat but also increases the economic income of local communities. Keywords: Honey harvesting, Ecological sustainability, Apis dorsata, Conservation, Mount Rinjani National Park
Genetic Diversity Analysis of Growth Differentiation Factor 9 (GDF-9) Exon 1 in Boerka Goats via PCR-RFLP Angel, Zarra Naomi; Maskur, Maskur; Muhsinin, Muhammad
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11667

Abstract

This study aims to identify polymorphisms in the Growth Differentiation Factor-9 (GDF-9) gene in Boerka goats using the PCR-RFLP method. A total of 60 blood samples were used for DNA isolation. Amplification of the GDF-9 gene Exon 1 produced a 462 bp fragment. Genetic diversity analysis using the HhaI restriction enzyme revealed three genotypes: GG (462 bp), GA (462, 410, and 52 bp), and AA (410 and 52 bp). The frequency of the G allele (0.925) was found to be higher than the A allele (0.075), with a dominant GG genotype frequency of 0.867. The Polymorphic Information Content (PIC) value was 0.129, indicating a low level of genetic diversity in the studied population. Descriptive analysis showed that the heterozygous GA genotype tended to have a higher average litter size than the homozygous genotypes. These results indicate that the GDF-9 gene is polymorphic in Boerka goats and has the potential to be used as a molecular marker in breeding programs.
Implementasi Sistem Pencatatan dan Pedigree sebagai Upaya Optimalisasi Produksi Ternak Kambing Lokal Muhsinin, Muhammad; Rahma Jan; Lalu Muhammad Kasip; Maskur; Tapaul Rozi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14774

Abstract

This community service program aims to improve the productivity and management of goat farming in Central Lombok through the implementation of a livestock data recording system, understanding of pedigree, and health monitoring technology. The main issues faced by the partners include the lack of a structured recording system, limited knowledge of pedigree-based breeding, weak reproductive management, and low access to livestock product marketing. Therefore, this program focuses on empowering farmers through socialization, training, mentoring, and the formation of independent farmer groups for the sustainability of the program. The implementation results show significant achievements. As many as 80% of farmers were able to apply the livestock recording system either manually or digitally, with 90% data accuracy. Pedigree training enhanced the farmers' understanding of breeding, with 90% of farmers mastering the concept, and 75% of livestock from selective breeding showed superior quality. The use of health monitoring applications by 80% of farmers was able to reduce livestock mortality by 20% within six months. Additionally, the implementation of the recording system increased the birth ratio by 25%. The sustainability of the program is maintained with the formation of independent farmer groups that serve as platforms for information sharing and supporting the consistency of technology application. 75% of farmers continued recording practices, pedigree-based breeding, and health monitoring after the program ended. Factors supporting sustainability include the capacity of farmers and support from extension workers, higher education institutions, and local governments. Overall, the program successfully improved efficiency, genetic quality of livestock, reduced mortality, and strengthened farmers' independence, and it has the potential to be replicated in other regions.