Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : AGRISE

TECHNICAL, COST AND ALLOCATIVE EFFICIENCY OF RICE, CORN AND SOYBEAN FARMING IN INDONESIA: DATA ENVELOPMENT ANALYSIS APPROACH Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.124 KB) | DOI: 10.21776/ub.agrise.2017.017.2.4

Abstract

This study focuses on analyzing technical, cost and allocative efficiency and analyzing the influence of factors to the efficiency farming. The crops chosen for the analysis are rice, corn and soybean. The locations of this study are Jember, Banyuwangi, and Tuban Regency, East Java, Indonesia. The efficiency is measured using Data Envelopment Analysis (DEA). The results showed that the average technical efficiency for rice, corn, and soybean are 0.68, 0.73, and 0.81, respectively. Additionally, cost efficiency are 0.10, 0.12, and 4.55 for rice farming, corn farming, and soybean farming, respectively. This described that improving the efficiency of food farming in Indonesia is imperative. Accordingly, the most dominant factors affecting the technical (TE) and cost (CE) efficiency in rice, corn and soybean farming are land area and extension frequency. Therefore, the policies regarding land management and extension program should become the main attention of government. The program should be performed to address the local problem of production and also marketing of agriculture products in such a way that result in increasing profit and welfare of farmers. 
FORECASTING THE BASIC CONDITIONS OF INDONESIA'S RICE ECONOMY 2019-2045 Arifin Zainul; Nuhfil Hanani; Djoko Kustiono; S Syafrial; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 21, No 2 (2021): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2021.021.2.4

Abstract

By 2045, Indonesia's population is expected to reach 321.4 million, the fifth largest in the world after China, India, Nigeria, and the United States. It is an excellent challenge for Indonesia to provide food in the future as it keeps pace with the rapid population growth. This study aims to analyze forecasting the basic conditions of Indonesia’s rice economy 2019-2045. The research data use time-series data from 1961-2018, including data from the Central Bureau of Statistics (BPS), Ministry of Agriculture/Pusdatin, Food and Agriculture Organization (FAO), International Rice Research (IRR), Department of Commerce, United States Department of Agriculture (USDA), and ASEAN Food Safety Information System (AFSIS). Data analysis using the simultaneous equations model approach. The results show that in 2019-2045 the projection of rice productivity in 2025 is 64,465 quintals per hectare; in 2035, it is 68,797 quintals per hectare, and in 2045 it is 77,462 quintals per hectare. In 2045, the projected land area is 27.64 million hectares. Although Indonesia is forecast to experience a rice surplus of 37.80 million tonnes in 2045, the projected rice production and domestic rice consumption level indicate the potential for rice imports of 15 million tonnes.
Analisis Efisiensi Alokatif Agroindustri Chips Ubi Kayu Sebagai Bahan Baku Mocaf (Modified Cassava Flour) Di Kabupaten Trenggalek Rosihan Asmara; Abid Eka Pradana
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.531 KB)

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah (1) Menganalisis besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha kelompok agroindustri pengolahan chips ubi kayu. (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi chips ubi kayu. (3) Menganalisis efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi chips ubi kayu di daerah penelitian. Hasil penelitian antara lain adalah agroindustri chips ubi kayu secara rata – rata telah mengalami keuntungan dalam usahanya dan berarti agroindustri chips ubi kayu layak untuk di usahakan. Berdasarkan nilai r/c rasio didapatkan nilai 1,089 yang berarti lebih dari 1. Dalam hal ini setiap Rp. 1,00 yang diinvestasikan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,089. Faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi chips adalah ubi kayu. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai NPMx/Px alokasi ubi kayu sebesar 1,28 dimana angka tersebut lebih besar dari satu, sehingga alokasi bahan baku ubi kayu di daerah penelitian belum efisien. Dengan demikian penambahan alokasi penggunaan bahan baku ubi kayu dapat dilakukan jika kelompok agroindustri pengolahan chips ubi kayu di daerah penelitian masih menginginkan keuntungan yang lebih besar lagi. Kata kunci :  Efisiensi Alokatif, Agroindrustri, Chips Ubi Kayu, Mocaf
Efisiensi Usahatani Melon (Cucumis Melo L.) (Studi Kasus Di Desa Kori Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo) Rosihan Asmara; Ardiany Sulistyaningrum
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.412 KB)

Abstract

Indonesia  dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan sumberdaya yang melimpah baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 220 juta orang merupakan sumberdaya yang potensial untuk mengelola sumber daya alam tersebut Salah satu subsektor pertanian yang memiliki peluang dan potensi yang baik untuk dikembangkan adalah sektor hortikultura. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan terhadap komoditi hortikultura khususnya buah-buahan. Salah satu buah yang berpotensi untuk dikembangkan adalah buah melon. Melon sebagai salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Peningkatan permintaan buah melon dapat dipenuhi melalui peningkatan produksi dengan menambah luas lahan pertanian ataupun dengan melakukan pola intensifikasi. Pola intensifikasi khususnya di pulau Jawa dengan luas lahan yang relatif sempit merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan mutu dan hasil produksi. Petani dalam melakukan usahatani selalu berpijak pada prinsip ekonomi sehingga mengharapkan keuntungan yang tinggi. Keuntungan petani akan semakin besar apabila petani mampu memaksimalkan penggunaan faktor produksi dan menekan biaya variabel yang dikeluarkan, serta diimbangi dengan hasil produksi yang tinggi untuk mencapai efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efisiensi relatif pada usahatani melon lahan luas dan usahatani melon lahan sempit.   Kata Kunci: Pendapatan, Efisiensi alokatif
Analisis Sikap Dan Norma Subyektif Sebagai Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Petani Terhadap Pupuk Organik Kemasan Rini Dwiastuti; Rosihan Asmara; Pujiyanti Rahayu1
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.59 KB)

Abstract

Adanya peluang pasar yang besar bagi produk pupuk organik kemasan telah menciptakan suatu persaingan demi memenuhi permintaan pasar yang ada. Dengan demikian, perlu dilakukan riset perilaku konsumen khususnya mengenai perilaku kosumen dalam mengambil keputusan pembelian. Dengan landasan teori reasoned action, perilaku diukur dengan keinginannya untuk bertindak sehingga tujuan penelitian bisa tercapai yaitu mengukur keinginan bertindak petani terhadap pupuk organik kemasan setelah dipengaruhi oleh faktor sikap dan faktor norma subyektif. Dengan mengamati perilaku petani pada tiga strata yaitu strata I kelompok petani yang sedang menggunakan pupuk organik kemasan, strata II yaitu petani yang pernah menggunakan pupuk organik kemasan namun tidak lagi menggunakan saat ini dan strata III yaitu petani yang belum pernah menggunakan pupuk organik kemasan, didapatkan hasil bahwa keinginan bertindak petani strata I dan III cenderung membeli sedangkan petani strata III cenderung ragu untuk membeli pupuk organik kemasan. Hal tersebut bisa terjadi karena mayoritas petani memiliki sikap ”netral” terhadap pupuk organik kemasan. Selain itu, dalam mengambil keputusan pembelian petani juga mendapatkan pengaruh dari keluarganya, tetangga, kelompok tani dan tenaga penjual, dan kelompok tani merupakan kelompok referensi yang paling berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian oleh petani. Kemudian dari hasil analisis juga dinyatakan bahwa norma subyektif merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perilaku petani dalam mengambil keputusan sehingga adanya faktor ini menyebabkan tidak selamanya sikap positif akan selalu dikuti dengan pembelian, begitu juga sebaliknya sikap negatif petani terhadap pupuk organik kemasan tidak selalu pasti tidak membeli produk tersebut   Kata kunci : keputusan konsumen, keinginan bertindak
PRODUCTION, CONSUMPTION AND PRICE (IMPORTS, PRODUCERS AND CONSUMER) VOLATILITY OF SHALLOT IN PROBOLINGGO REGENCY Susanti Evie Sulistiowati; Ratya Anindita; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 21, No 3 (2021): JULY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2021.021.3.8

Abstract

Changes in production, consumption, and import variables cause the price of shallots to fluctuate. A high and unpredictable price fluctuation increasing the volatility problem. This phenomenon gives results in risk, uncertainty and leading to a decline in the welfare of producers and consumers. Based on the description of the problems above, it is important to analyze price, production, import, and consumption volatility to determined the level of risk and uncertainty faced by producers and consumers. This study uses monthly secondary data (time series) on production, price, imports, and consumption of shallots in Probolinggo Regency, for seven years (2013-2019). The ARCH/GARCH method is used to analyze the volatility of prices, production and consumption. The results from the analysis are the production variable has a low level of volatility, the consumption and import prices have high-level volatility, producer price has low-level volatility, while consumer prices has-high level volatility. From the results means that the risks and uncertainties faced by producers in conducting shallot cultivation are low. While for the consumer means the risks and uncertainties in consuming shallots are high.
Analisis Usahatani Manggis Dan Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Memasarkan Hasil Usahatani Manggis Dengan Sistem Ijon Rosihan Asmara; Risma Suryaningtyas
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.379 KB)

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah salah satu komoditas buah segar dari daerah tropis yang sangat digemari oleh masyarakat, baik masyarakat domestik maupun mancanegara karena memilki rasa yang khas yakni manis, asam, dan sepah yang tidak miliki buah lain serta perpaduan warna yang unik yaitu ungu kemerahan. Selain mempunyai kandungan gizi yang tinggi, potensi buah manggis dalam pasar ekspor sangat tinggi. Laju perkembangan ekspor dari tahun 2001 hingga tahun 2007 mencapai 35,6% per tahun. potensi pasar yang tinggi dengan nilai export tinggi, namun masih banyak ditemukan praktek ijon. Dimana pemasaran hasil usahatani ditransaksikan beberapa bulan sebelum masa panen ketika buah dalam keadaan mengkal (setengah matang) bahkan dalam keadaan berbunga, sehingga pendapatan yang diterima petani rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Menganalisis pendapatan petani manggis yang memasarkan buah manggis dengan pemasaran sistem ijon dan pemasaran sistem langsung di Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. (2). Mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi petani manggis dalam pengambilan keputusan memasarkan hasil usahataninya dengan sistem ijon. Terdapat perbedaan antara pendapatan usahatani dengan pemasaran sistem langsung dengan pemasaran sistem ijon. Pendapatan rata-rata usahatani dengan pemasaran sistem langsung sebesar Rp 54.312.124,-/ha, sedangkan rata-rata pendapatan petani dengan pemasaran sistem ijon sebesar Rp 23.599.210,25/ha. Jadi rata-rata pendapatan usahatani dengan pemasaran sistem langsung lebih besar daripada pemasaran sistem ijon. Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan petani memilih sistem ijon antara lain usia, pendidikan, jumlah anggota keluarga dan pelayanan LKM formal. Sedangkan faktor jumlah pohon yang dimiliki dan pendapatan tidak mempengaruhi pengambilan keputusan petani manggis memilih sistem ijon dalam memasarkan hasil usahatani manggis. Kata kunci: pemasaran, sistem pemasaran ijon, sistem pemasaran langsung
Forecasting of Indonesia Seaweed Export: A Comparison of Fuzzy Time Series with and without Markov Chain Andi Sri Bintang; Wen-Chi Huang; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 19, No 3 (2019): AUGUST
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2019.019.3.4

Abstract

This study compared Fuzzy Time Series with and without Markov Chain Method for forecasting Indonesian seaweed export in particular; it analyzed the forecasting ability of the models and the effects of different lengths of interval and increment information on the forecasting error of models. The secondary data between 1989 and 2018 were collected from Bureau Central Statistic (BPS), UN Comtrade, Ministry Marine and Fisheries (KKP). The results indicate that Fuzzy Time Series with and without Markov Chain method performs better in the forecasting ability in short-term period prediction and the values of Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Mean Square Error (MSE) tends to be smaller than the Fuzzy Time Series without Markov Chain.
PENERAPAN LOGIKA FUZZY PADA PENILAIAN KUALITAS AKHIR TEH HITAM CTC (CRUSHING, TEARING, AND CURLING) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO) WONOSARI KABUPATEN MALANG Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pengolahan teh hitam adalah ketidaksesuaian penilaian kualitas teh hitam oleh tester dengan karakteristik teh yang dihasilkan, hal tersebut disebabkan oleh metode penilaian kualitas akhir teh atau cuptest yang dilakukan oleh tester bersifat subyektif. Logika fuzzy merupakan metode untuk memetakan input-output didasari oleh konsep himpunan fuzzy (himpunan kabur), sehingga dapat membantu dalam menjelaskan ketidakpastian batas antara satu kriteria dengan kriteria lainnya yang disebabkan oleh persepsi manusia. Dengan menggunakan logika fuzzy akan memberikan hasil yang lebih objektif pada penilaian kualitas akhir teh dengan cara mendokumentasikan hasil penilaian tester pada proses cuptes. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis penilaian kualitas teh hitam CTC oleh tester 1 dan 2 di PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) Wonosari dan (2) menganalisis perbandingan hasil penilaian kualitas akhir teh hitam CTC antara tester 1 dan 2 dengan logika fuzzy. Hasil penelitian ini adalah hasil cuptest  yang dilakukan oleh tester 1 dan 2 memiliki penilaian yang tidak berbeda atau sama, namun uji cuptest  masih bersifat subyektif meskipun sudah terdapat standard kuantifikasi kualitas teh hitam. Berdasarkan hasil Fuzzy Inferensia System dapat diketahui bahwa terjadi perbedaan penilaian kualitas antara tester 1 dengan fuzzy 1 dan fuzzy 2, selain itu juga terjadi perbedaan antara tester 2 dengan fuzzy 1 dan fuzzy 2, perbedaan ini terjadi pada grade BP1 dan Dust 1. Kata kunci: logika fuzzy, teh hitam CTC, kualitas
Pemetaan Ketersediaan Pangan Tingkat Kecamatan Di Kabupaten Trenggalek Alia Fibrianingtyas; Nuhfil Hanani; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.42 KB)

Abstract

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu sasaran pengembangan wilayah di bagian selatan Jawa Timur, karena selain memiliki keunggulan dalam sektor pertanian, Kabupaten Trenggalek memiliki potensi-potensi sumber daya alam yang cukup besar. Namun kenyataannya, perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Trenggalek belum mampu berperan secara optimal dalam peningkatan perekonomian wilayahnya. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya tingkat pendapatan penduduk. Maka pemerintah daerah setempat berupaya untuk andil dan ikut serta guna mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005 hingga 2025.  Tujuan dari penelitian ini adalah membuat peta ketersediaan pangan tingkat kecamatan di Kabupaten Trenggalek dalam rangka memantapkan program pembangunan pangan nasional, dimana ketahanan pangan sebagai fokus perhatian. Dari hasil penelitian mengenai pemetaan ketersediaan pangan tingkat kecamatan di Kabupaten Trenggalek ini, terdapat delapan kecamatan yang tergolong kedalam kategori V (sedikit tersedia). Delapan kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Panggul, Kampak, Gandusari, Pogalan, Munjungan, Watulimo, Dongko dan Trenggalek.   Kata kunci: Pembangunan pangan nasional, ketersediaan pangan, pemetaan
Co-Authors Abdul Aziz Abid Eka Pradana Ach Ainur Rohman Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas Alia Fibrianingtyas Aliviyanti, Dian Andi Sri Bintang Anfendita Azmi Rachmatika Anindita, Ratya Annisa Annisa Ardiany Sulistyaningrum Arifin Zainul Berti Genia Dwi Saputri Bita Noor Rahmah Budi Hartono Budi Setiawan Budiyanto, Ari Sugeng Candra Adi Intyas, Candra Adi Carani, Ni Made Metili Citra Saragih Condro Puspo Nugroho Condro Puspo Nugroho Djoko Kustiono Dwi Candra Pratiwi Dwi Retno Andriani Dwi Retno Andriani Elita Dewi, Heptari Elva Rahmat W Ernita Dian Puspasari FAHRIYAH Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Febryna Ramadhani Feni Iranawati firmanda, syauqi agung Fitria Dina Riana Fitrotin Nazizah Gomgom Haggai Manik Gunawan Prabowo, Gunawan Hafiidha, Laila Nur Halimatus Sakdiyah Hamdayyuwaafi, M. Wildan Hana' Salsabila Hari Prabowo Hastutik, Puji Hendrick Aristar Manurung Herman Felani Herman Felani Herman Felani, Herman Hidayat, Abdul Haris Ika Ayu Purwaningsih Imanullah, Muhammad Diffa Jihad, Baroroh Nur Kliwon Hidayat Kurniawati, Esti Kustiawati Ningsih Lailatus Sa'adah, Siti Mikchaell Alfanov Pardamean Panjaitan Moch. Muslich Mustadjab Moh. Shofiyur Rohman Mohammad Bisri Mohammad Shoimus Sholeh Muhammad Faishal Farras Muhammad Miftahul Huda Mujaddid, Muhammad Ashri Nesia Artdiyasa Nidamulyawaty Maarthen Nidamulyawaty Maarthen Niken Irawati Nira Praditya Sari Noor, Arif Yustian Maulana Novia, Dian Ayu Nuhfil Hanani Nuhfil Hanani Nuhfil Hanani Prihantini, Campina Illa Priyono Priyono Pujiyanti Rahayu1 Purba, Pebli Adenesli Putritamara, Jaisy Aghniarahim Putu Laksmi Pramita Rahman, M Shadiqur Rahman, Moh Shadiqur Rarasrum Dyah Kasitowati Ratya Anindita Ratya Anindita Ratya Anindita Ratya Anindita Rhomsia Nurholifah Rini Dwiastuti Rini Dwiastuti Rini Dwiastuti Rini Mutisari Risma Suryaningtyas Rohman, Moh. Shofiyur Rohmatul Khasanah, Ulfa Ruri Ardhiani S Syafrial Sa'adah, Siti Lailatus Setyono Yudo Tyasmoro Shaleh, Mohammad Ilyas Silvana Maulidah Sugiyanto - Suhartini Suhartini Suhartini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sulastri Arsad SULISTIOWATI, Susanti Evie Suprapedi Susanti Evie SULISTIOWATI Susanti Evie Sulistiowati Syafrial Syafrial Syafrial Tita Pradiptia Ula, Mahfudlotul Uswatun Khasanah Virdaus, Ruly Wen-Chi Huang Wen-Chi Huang Wenny Mamilianti Winni Nurlita Putri Wiwit Widyawati Yundari, Yundari Yustisianto Nugroho