Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN ETOS KERJA DAN KERJA SAMA TIM DALAM DUNIA KERJA Sandroto, Christine Winstinindah; Soelasih, Yasintha; Sumani, Sumani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2249-2254

Abstract

Di Era Industri 4.0 saat ini, terjadi banyak perkembangan dan perubahan yang begitu pesat dalam berbagai hal di masyarakat, mulai dari bidang infrastruktur, sosial budaya, teknologi, dan lain-lain yang semuanya itu akan memberikan pengaruh pada tuntutan perusahaan paa kebutuhan sumber daya manusia. Kondisi ini tentunya berdampak pada tuntutan peningkatan kualitas siswa-siswi   yang merupakan calon-calon angkatan kerja yang akan bersaing tidak hanya dengan tenaga kerja di Indonesia tetapi juga dengan tenaga kerja negara lain. Para siswa khususnya siswa yang bersekolah tingkat atas tidak cukup memiliki keterampilan intelektual secara akademik, tetapi juga mereka harus memiliki keterampilan non-akademik yang biasa disebut dengan soft skill. Pada masa sekarang sistem pendidikan sekolah formal kurang menitikberatkan soft skill karena pelajar lebih dituntut untuk memiliki kepintaran intelektual. Itu mengapa penting untuk memberikan pelatihan tambahan bagi pelajar supaya mereka bisa memiliki keterampilan yang diperlukan, antara lain kemampuan berbicara di depan umum, komunikatif, kolaboratif, dan keterampilan berpikir kritis. Salah satu soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah etos kerja dan kerjasama tim. Keduanya adalah kemampuan yang saling berkaitan dan sangat membantu jika seseorang memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, Yayasan Bulir Padi bekerjasama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melaksanakan kegiatan pelatihan Pengenalan Soft Skill; Etos Kerja dan Kerjasama Tim dalam Dunia Kerja bagi anak bina Yayasan Bulir Padi dengan tujuan mempersiapkan mereka untuk mampu mengakses dan bersaing di dunia kerja.
PELATIHAN PERSIAPAN ORANG TUA MURID SD KATOLIK NUSA MELATI JAKARTA TIMUR DALAM MENGHADAPI SEKOLAH ONLINE DI ERA NEW NORMAL Budi Nugroho, Yohanes Arianto; Laksmidewi, Dwinita; Soelasih, Yasintha; Sumani, Sumani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.840-846

Abstract

Kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada tanggal 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada tanggal 9 April, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi dengan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai provinsi paling terpapar virus corona di Indonesia. Sampai tanggal 23 Januari 2021, Indonesia telah melaporkan 977.474 kasus positif menempati peringkat pertama terbanyak di Asia Tenggara. Selama masa pandemi ini, Kemendikbud menerapkan belajar dari rumah, di akhir Maret 2020. Pembelajaran daring, serta merta menyadarkan kita akan potensi luar biasa internet yang belum dimanfaatkan sepenuhnya dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Tanpa batas ruang dan waktu, kegiatan pendidikan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi, di era dimana belum ada kepastian kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga pembelajaran daring adalah kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, dibalik setiap sisi positif suatu hal, pastilah tersimpan sisi negatif, atau setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Oleh karena itu, Orang tua perlu diberikan pelatihan mengenai bagaimana cara orang tua ikut berpartisipasi dalam pendidikan karakter siswa usia SD, supaya bisa mendidik siswa menjadi generasi muda yang pintar dan memiliki karakter yang kuat. Dalam rangka memberi pelatihan bagi orang tua untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi sekolah daring di era new normal, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya bekerja sama dengan SD Katolik Nusa Melati Jakarta Timur untuk memberikan pelatihan bagi orang tua siswa SD. 
MANAGING PERSONAL FINANCE WIRED FOR WORK SOFT SKILL TRAINING BEKERJA SAMA DENGAN LSM “BULIR PADI FOUNDATION” DAN SMK PERTIWI Sumani, Sumani; Dharmastuti, Christiana Fara
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.73-77

Abstract

The Bulir Padi Foundation, a non-profit organization that has been established since 2002, is committed to contributing to the education of underprivileged children in the suburbs of Jakarta by turning them into foster children. And in 2020, one of the work programs is to produce mentored children who have work skills so that the hope is that they are better prepared to enter the workforce at the entry level so that they can answer industry needs through providing job readiness training. To support the economic development of young people and the absorption of youth labor, The Wired For Work Soft Skill Training (W4W) program is a non-formal training program for Bulir Padi Foundation children to produce children who have work skills so that they are expected to be better prepared to enter the world of work at the entry level so that they can answer industry needs by providing readiness training. work. In this W4W Program, Bulir Padi Foundation will collaborate with Atma Jaya University and Pertiwi Vocational High School as a form of synergy between non-governmental organizations and the academic community in solving social problems, especially in the field of education. Pertiwi SMK students will be facilitated to receive soft skills training for their readiness to enter the world of work. The material covered in the Wired For Work Soft Skill Training (W4W) training activity this time includes Self management to improve work ethics, Implementing basic communications skills, Implementing the right equality of female and male workers in the workplace, Implementing the quality of grooming and professional manner, Preparing Job Application and interview test and Manage Personal Finances.
Identification and pesticide degradation test of bacterial consortium of contaminated soil Rosariastuti, Retno; Rahmawati, Yulia; Sumani, Sumani; Hartati, Sri
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 20, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v20i1.62920

Abstract

Excessive use of pesticides in the process of cultivating shallots results in contamination of the soil. Indigenous bacteria in soil that contaminated with the chlorpyrifos pesticide suspected could used as bioremediation agent of soil contaminated with chlorpyrifos pesticide. The purpose of this study was to identify and obtain a consortium of bacteria capable in degrading pesticides on shallot fields contaminated with the pesticide chlorpyrifos. The method used in this research is the bacteria isolation using soil extract, morphological identification, molecullar identification using Next Generation Sequencing (NGS), analysis of bacterial diversity index and consortium bacterial degradation test in order to reduce levels of the chlorpyrifos pesticide. The results of this study found 16 isolates of bacteria at each study site that were resistant to 100ppm of the pesticide chlorpyrifos so that these isolates were chosen to be used as a consortium of bacteria. Molecular identification of the bacterial consortium showed that there were 10 genera consisting of Cutibacterium, Streptomyces, Staphylococcus, Ensifer, Ochrobactrum, Achromobacter, Escherichia shigella, Klebsiella, Acinetobacter, and Pseudomonas. The bacterial diversity index in shallot soils reached 2,040 and 1,467 on forest soils The reduction efficiency of the bacterial consortium using the method of growing cells and supernatant were 94.48% and 98.88%, respectively.
Kearifan Lokal Padi Ratun Sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Di Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo Komariah, Komariah; Ariyanto, Dwi Priyo; Sumani, Sumani; Yanti, Yuli; Setyawati, Andriyana; Priswita, Rahajeng Putu Widiani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.45428

Abstract

Berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas padi dan pencapaian target produksi telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Saat ini salah satu teknologi budidaya padi yang berpotensi untuk dikembangkan adalah budidaya padi ratun. Di Sumatera Barat teknologi padi ratun yang banyak dipraktikkan adalah budidaya padi salibu. Budidaya padi salibu merupakan teknologi budidaya yang telah dimodifikasi disesuaikan dengan daerah Sumatera. Budidaya padi ratun memiliki beberapa keuntungan seperti lebih hemat tenaga, biaya dan benih, tanpa pengolahan tanah, tanam sekali panen dua-tiga kali. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan, FGD dan pendampingan di Desa Wonosari Gondangrejo, Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan budidaya padi ratun dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti ketersediaan air yang makin terbatas jika 3 faktor seperti modifikasi teknologi budidaya padi ratun secara jelas, mengoptimalkan kinerja penyuluh pertanian dan kelompok tani, pembentukan kawasan budidaya padi ratun.
Perlindungan Terhadap SARS-CoV-2 Melalui Peningkatan Kesadaran dan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tanaman Obat Peningkat Imun Komariah, Komariah; Setyawati, Andriyana; Sumani, Sumani; Ariyanto, Dwi Priyo; yanti, Yuli
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.56699

Abstract

Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman  lokal  dilengkapi  dengan  senyawa  bioaktif,  kandungan  polifenol  dan aktivitas antioksidan yang bervariasi. Adanya penurunan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyediakan  tanaman  obat  dipekarangan  rumah  mulai  menurun. Pengetahuan akan tanaman  obat  pada  masyarakat  juga  terbatas.  Maka  dari  itu  perlu  adanya  revitalisasi tanaman obat keluarga untuk menyadarkan kembali pentingnya menyediakan tanaman obat  di  lingkungan  rumah  atau  apotek  hidup  yang  bisa  digunakan  untuk  menjaga kesehatan.  Maka  dari  itu  pengabdian  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  kesadaran masyarakat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari virus SARS- CoV-2 melalui revitalisasi tanaman obat keluarga. Berdasarkan hasil survey seluruh kelompok tani sering menggunakan tanaman obat, akan tetapi masih kesulitan untuk mengenali jenis tanaman obat yang bermanfaat bagi tubuh. Pengetahuan masyarakat kelompok tani 73% didapatkan dari nenek moyang/turun menurun. Melalui kegiatan ini juga ditekankan untuk tidak sembarangan dalam mengkonsumsi obat herbal, terutama  jika  tujuannya  untuk  pengobatan.  Tujuan  pengobatan, masyarakat  disarankan tetap  pergi  ke  dokter  untuk  mendapatkan  diagnosa  dan pengobatan dengan dosis yang tepat.