Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimization of Soft Skill Competencies and Student Work Readiness Through The MBKM Internship Program at The KIPM Makassar Center Yanto, Subari; Patang, Patang; Indrayani, Indrayani; Rivai, Andi Alamsyah
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 16 No 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5886

Abstract

This research aims to analyze the opportunities and challenges of work practice in preparing Makassar State University students for the world of work, as well as improve their soft skills in communication, discipline, teamwork, and domain-specific knowledge at the Center for Fish Quarantine, Quality Control, and Fishery Product Safety (BB KIPM) as the implementation of the MBKM Curriculum. The four-month research used a descriptive quantitative approach combined with experimental methods, surveys, and in-depth observations to analyze opportunities, challenges, and the impact of work practices on students' soft skills, such as communication, discipline, teamwork, and field-specific knowledge. The findings show that the internship program significantly improves students' practical skills, soft skills, and readiness for the workforce, providing valuable experience in modern laboratory techniques, occupational safety, and industry-specific management practices.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMK Pembangunan Pertanian Negeri Rea Timur Rivai, Andi Alamsyah; Jamaluddin, Jamaluddin; Rauf, Reski Febyanti; Rivai, Andi Muhammad; R., Mantasiah
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i1.73919

Abstract

Abstrak. Peranan guru dalam menghadapi tantangan dan peluang era 4.0 dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, sehingga guru secara profesional siap melayani peserta didik dari generasi milenial dalam hal pedagogi, keterampilan digital, literasi dasar, literasi teknologi, literasi manusia, pendidikan karakter, dan kemampuan bertahan hidup. Dalam proses belajar, siswa mudah bosan dan sulit menyerap materi yang diajarkan oleh guru. Selain itu, aplikasi sebagai media penunjang belajar juga tidak dimanfaatkan oleh guru dengan alasan keterbatasan informasi dan fasilitas. Oleh karena itu, pelatihan media pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme guru dilaksanakan khususnya di SMK-Pembangunan Pertanian Negeri Rea Timur. Adapun bentuk pendekatannya menerapkan metode partisipasi kelompok mitra yang meliputi observasi, sosialisasi, praktik, konsultasi, pendampingan, dan evaluasi. Data hasil pengisian angket dan instumen pre-test post-test, maupun informasi terkait wawancara dan dokumentasi dikumpulkan untuk dilakukan analisis dengan metode deskriptif, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan media pembelajaran berbasis teknologi digital efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta sebesar 82,5%. Peserta memperoleh manfaat dari pelaksanaan kegiatan pelatihan media pembelajaran.    Kata kunci: Media, Pelatihan, Pendampingan, Profesionalisme Guru, Teknologi
Edukasi Pemanfaatan Sistem Otomatisasi Dalam Penerapan Smart Farming di SMKS Pesantren Alam Hidayat, Akmal; Alamsyah Rivai, Andi; Febyanti, Reski; Jusran; Rahman, Khaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i1.8455

Abstract

Pemanfaatan sistem otomasi di SMKS Pesantren Alam Indonesia di Barru, Sulawesi Selatan, program pengabdian ini menerapkan edukasi sistem otomatisasi untuk menyelesaikan tiga masalah utama. Yang pertama adalah kekurangan infrastruktur pertanian modern seperti laboratorium berbasis IoT dan greenhouse otomatis; yang kedua adalah kurangnya pemahaman guru dan siswa tentang teknologi pertanian presisi (sensor tanah, irigasi otomatis); dan yang ketiga adalah bagaimana hasil pertanian sekolah tidak dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan kewir (1) memberikan pelatihan khusus tentang penggunaan sensor IoT dan sistem irigasi otomatis untuk guru dan siswa, (2) membangun fasilitas praktik dengan greenhouse otomatis yang dilengkapi dengan alat pemantauan real-time, (3) memasukkan modul smart farming ke dalam kurikulum pendidikan kejuruan, dan (4) mendukung kewirausahaan berbasis pemasaran digital, termasuk e-commerce dan media sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta terampil menjalankan teknologi otomatisasi, dan bahwa laboratorium Internet of Things (IoT) pertanian telah berkembang menjadi pusat inovasi. Program ini secara strategis mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, terutama yang berkaitan dengan pengalaman mahasiswa di luar kampus, peran dosen, dan pemanfaatan hasil kerja. Selain itu, program ini menegaskan posisi sekolah sebagai role model pertanian berkelanjutan yang menggabungkan tiga nilai yang berbeda: teknologi, agama, dan lingkungan.
Optimization of Soft Skill Competencies and Student Work Readiness Through The MBKM Internship Program at The KIPM Makassar Center Yanto, Subari; Patang, Patang; Indrayani, Indrayani; Rivai, Andi Alamsyah
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5886

Abstract

This research aims to analyze the opportunities and challenges of work practice in preparing Makassar State University students for the world of work, as well as improve their soft skills in communication, discipline, teamwork, and domain-specific knowledge at the Center for Fish Quarantine, Quality Control, and Fishery Product Safety (BB KIPM) as the implementation of the MBKM Curriculum. The four-month research used a descriptive quantitative approach combined with experimental methods, surveys, and in-depth observations to analyze opportunities, challenges, and the impact of work practices on students' soft skills, such as communication, discipline, teamwork, and field-specific knowledge. The findings show that the internship program significantly improves students' practical skills, soft skills, and readiness for the workforce, providing valuable experience in modern laboratory techniques, occupational safety, and industry-specific management practices.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DAN DAUN PISANG (Musa paradisiaca) TERHADAP PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN CUPANG (Betta splendens) Yuniar, Pira; Subariyanto, Subariyanto; Rivai, Andi Alamsyah
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 2 (2022): (Juni) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.2.2022.71-84

Abstract

Kandungan senyawa bioaktif pada daun ketapang (Terminalia catappa) dan daun pisang (Musa paradisiaca) mampu mencegah serangan jamur pada telur ikan. Namun demikian, aplikasi kombinasi kedua bahan tersebut untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan cupang (Betta splendens) belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman telur ikan cupang dengan kombinasi konsentrasi daun ketapang dan daun pisang yang berbeda terhadap daya tetas telur ikan dan daya hidup benih yang dihasilkan. Penelitian ini berupa eksperimen yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan terdiri dari perendaman telur ikan pada: perlakuan kontrol (tanpa ekstrak daun ketapang dan daun pisang), perlakuan A (100% ekstrak daun ketapang konsentrasi 20 mL L-1), perlakuan B (75% ekstrak daun ketapang pada 15 mL L-1 dan 25% daun pisang pada 5 mL L-1), perlakuan C (50% ekstrak daun ketapang pada 10 mL L-1 dan 50% daun pisang pada 10 mL L-1), perlakuan D (25% ekstrak daun ketapang pada 5 mL L-1 dan 75% daun pisang pada 15 mL L-1), dan perlakuan E (100% ekstrak daun pisang konsentrasi 20 mL L-1). Variabel yang diukur pada masing-masing perlakuan adalah daya pembuahan telur, daya tetas, kualitas, dan tingkat kelangsungan hidup benih yang dihasilkan. Parameter kualitas air diukur secara berkala selama penelitian, meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, amonia, dan nitrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur dalam konsentrasi ekstrak daun ketapang dan daun pisang yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap semua variabel. Perlakuan terbaik adalah perlakuan B dengan persentase daya pembuahan telur, penetasan telur, dan tingkat kelangsungan hidup benih yang dihasilkan masing-masing adalah 90%, 84%, dan 84,58%. Kombinasi ini dapat dijadikan sebagai dasar informasi dalam meningkatkan budidaya ikan cupang karena adanya kandungan flavonoid dan tanin pada daun ketapang dan daun pisang yang berfungsi dalam meningkatkan pembuahan telur, daya tetas telur dan kelangsungan hidup ikan.The bioactive compounds in ketapang (Terminalia catappa) and banana (Musa paradisiaca) leaves had the ability to prevent fungus infestation on fish eggs. Nevertheless, a combined application of these two ingredients to prevent fungus infestation in betta fish eggs (Betta splendens) has never been studied. This study aimed to determine the effect of soaking betta fish eggs in different combined concentrations of ketapang and banana leaves on the fish egg hatching rate and resulting seed survival rates. This research was set in an experimental trial consisting of six treatments with three replicates. The treatments consisted of soaking the fish egg in: control treatment (without ketapang and banana leaves extracts), treatment A (100% ketapang leaf extract at a concentration of 20 mL L-1), treatment B (75% ketapang leaf extract at 15 mL L-1 and 25% banana leaf extract at 5 mL L-1), treatment C (50% ketapang leaf extract at 10 mL L-1 and 50% banana leaf extract at 10 mL L-1), treatment D (25% ketapang leaf extract at 5 mL L-1 and 75% banana leaf extract at 15 mL L-1), treatment E (100% banana leaf extract at 20 mL L-1). The measured variables in each treatment were egg fertilization rate, hatching rate, and quality, as well as the resulting seed survival rate. Water quality parameters were measured regularly during the study, including temperature, pH, dissolved oxygen, ammonia, and nitrite. The results showed that the immersion of eggs in different concentrations of ketapang and banana leaf extracts had a significant effect (P<0.05) on all variables. The best treatment was treatment B, in which the percentages of egg fertilization, egg hatching, and the produced seed survival rates were 90%, 84%, and 84.58%. This study concludes that the combined use of ketapang and banana leaves extracts successfully increase egg fertilization, egg hatchability and survival rate of betta fish due to the presence of flavonoid and tanin compounds.
Peningkatan Pemahaman Guru mengenai Penerapan Model Pembelajaran Inovatif di Sulawesi Barat R., Mantasiah; Rivai, Andi Alamsyah; Rauf, Reski Febyanti; Rivai, Andi Muhammad; Rivai, Andi Tenri Ola
PENGABDI PENGABDI: VOL. 4, NO.2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v4i2.56391

Abstract

Abstrak. Strategi pembelajaran yang didasarkan pada pembelajaran inovatif dapat menghasilkan pendidikan inovatif yang kreatif. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pelatihan untuk peningkatan pemahaman guru mengenai penerapan model pembelajaran inovatif di Sulawesi Barat. Pendekatan yang dipersonalisasi digunakan selama proses pelatihan. Selama pelatihan, pendekatan ceramah, diskusi, praktik, dan bimbingan digunakan untuk memberikan pemahaman mengenai model pembelajaran inovatif kepada pesera. Setelah mengiktui pelatihan ini, pemahaman guru meningkat secara signifikan, yaitu sebesar 83 persen. Guru telah memahami dengan baik mengenai model pembelajaran inovatif dan dapat menerapkannya di kelas mereka masing-masing. Guru menganngap bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan profesionalitas mereka dan pemkembangan peserta didik mereka. Kata kunci: inovatif, pelatihan, guru, project based learning, Sulawesi Barat
Pelatihan Pemanfatan Limbah Pertanian Dan Limbah Kotoran Kambing Menjadi Produk Kompos Di Desa Bonde Utara Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Sulawesi Barat Novitasari, Ervi; Rahman, Khaidir; Putra, Reski Praja; Rivai, Andi Alamsyah; Rauf, Reski Febyanti
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue No. 2: January 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v1i2.20247

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Bonde Utara, Kecematan Pamboang Kabupaten Majene Sulawesi Barat dalam memanfaatkan limbah pertanian dan limbah kotoran hewan sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan pupuk urea. Selain itu, masyarakat juga diberikan pendampingan dalam pembuatan kompos. Subjek pelatihan ini adalah masyarakat Desa Bonde Utara Kecmatan Pamboang Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Pelaksanaan pelatihan dilakukan 3 tahap meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik dan terakhir tahap evaluasi dengan metode pemberian kuisioner. Hasil pelatihan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan dan analisis disimpulkan bahwa peserta pelatihan sangat antusias, semangat, terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta pengalaman yang baik dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk kompos.
Pengaruh Suhu Pengeringan pada Food dehydrator terhadap Karakteristik Psikokimia dan Mutu Hedonik Asam Mangga Kering Rauf, Reski Febyanti; Andi Alamsyah, Rivai
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 9 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i2.667

Abstract

Salah satu metode pengeringan yang potensial untuk produk asam mangga adalah dengan food dehydrator. Namun, infomasi mengenai food dehydrator untuk pengeringan asam mangga masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pengeringan pada food dehydrator terhadap terhadap karakteristik psikokimia dan mutu hedonik asam mangga. Mangga yang masih muda dikeringkan dengan food dehydrator pada suhu 40oC, 50oC, dan 60oC sampai dengan kadar air kesetimbangan. Variabel psikokimia (penyusutan berat, rendemen, warna, vitamin C, dan total asam tertitrasi) dan hedonik (penampakan keseluruhan, warna, tekstur, aroma, dan rasa) dari asam mangga diamati dalam penelitian ini. Analisis varians dan Tukey HSD digunakan untuk mengetahui perbedaan pada ketiga perlakuan suhu yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap nilai vitamin C, total asam tertitrasi, warna (Lab* dan BI), dan mutu hedonik penampakan keseluruhan serta warna dari asam mangga yang dikeringkan (p<0.05). Pengeringan asam mangga pada suhu 40oC menghasilkan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan level suhu lainnya, namun memiliki waktu pengeringan yang paling lama. Informasi dari penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengeringan asam dengan food dehydrator.
Persepsi Masyarakat mengenai Pengaruh Pengembangan Wisata Pantai terhadap Lingkungan: Studi Kasus di Kabupaten Pinrang, Indonesia Rivai, Andi Alamsyah; Wahyuni, Sri
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 10 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v10i1.3068

Abstract

Beach tourism in Pinrang Regency continues to develop. This tourism development has impact on various aspects, one of which is the environmental aspect. This research aims to analyze public perceptions regarding the effect of beach tourism development on the environment in Pinrang Regency. Public perceptions data were collected through filling out questionnaires and direct interviews. Apart from that, secondary data collection from local stakeholders was also carried out. The questionnaire was first analyzed for validity and reliability before being used. The data collected was then analyzed descriptively. Public perceptions based on gender and education level were analyzed for differences using non-parametric tests (Kruskal-Wallis H). The results of this research showed that the development of beach tourism in Pinrang Regency did not have a bad effect on the environment based on public perceptions. There was a significant difference in men's and women's perceptions of air pollution variables (p<0.05). Apart from that, there were significant differences in public perceptions on the vandalism, air pollution, noise pollution, narrowing of public spaces, and damage to plants variables based on education level (p<0.05). It is hoped that the results of this research will provide information for stakeholders in managing beach tourism better and improving the welfare of the surrounding community, especially in Pinrang Regency
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Atifisial Sekolah Atas Menengah Kejuruan di Kabupaten Gowa Haerul, Haerul; Budiarti, Nur Azizah Eka; Zulfikar, Muh. Ihsan; Rivai, Andi Alamsyah; Rifdan, Rifdan
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 1, Issue 2, 2025
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v1i2.91

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi teknologi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Gowa melalui pelatihan koding dan pengenalan kecerdasan artifisial (AI). Perkembangan teknologi digital menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir komputasional, logika pemrograman, serta pemahaman dasar mengenai cara kerja sistem cerdas. Pelatihan ini dirancang dalam bentuk pembelajaran interaktif yang meliputi pengenalan konsep dasar pemrograman, praktik hands-on coding, serta demonstrasi implementasi AI menggunakan platform low-code. Metode pelaksanaan melibatkan ceramah, demonstrasi, pendampingan langsung, dan latihan proyek mini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep koding dan AI, terlihat dari kemampuan mereka dalam membuat program sederhana dan menjalankan model AI dasar. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap teknologi baru dan potensi pemanfaatannya dalam dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi pada peningkatan kesiapan digital siswa SMK dan mendukung penguatan kompetensi teknologi pada generasi muda di Kabupaten Gowa.