Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Bauran Pemasaran 10p (Mega Marketing Mix) Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Rsia Ananda Lubuklinggau Lutfi A, M. Taufan; Indrawati, Lili; Nugraha, Susiana
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran 10P (mega marketing mix) terhadap loyalitas pasien rawat jalan di RSIA Ananda Lubuklinggau. Penelitian ini melibatkan 403 responden dengan 99,75% di antaranya adalah perempuan, dan usia mayoritas responden berada pada rentang 21-30 tahun (57,82%). Bauran pemasaran 10P yang diteliti meliputi: Product, People, Place, Promotion, Price, Process, Physical Evidence, Performance, Power, dan Public Relation. Metode yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional dengan data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien rawat jalan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh 10 komponen bauran pemasaran terhadap loyalitas pasien. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, variabel yang paling dominan memengaruhi loyalitas pasien adalah Public Relation, dengan nilai koefisien regresi terbesar (β sama dengan 0.561) dan nilai p sama dengan 0.001, yang menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan. Variabel-variabel lain, yaitu Performance (β sama dengan 0.261, p sama dengan 0.001) dan Power (β sama dengan 0.184, p sama denga 0.001) juga berpengaruh meskipun dengan nilai pengaruh yang lebih kecil. Nilai Adjusted R Square sebesar 0.952 menunjukkan bahwa model regresi dapat menjelaskan 95,2% varian dalam loyalitas pasien. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa Public Relation merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi loyalitas pasien, sehingga RSIA Ananda Lubuklinggau perlu lebih memperhatikan strategi komunikasi publik dalam meningkatkan loyalitas pasien. Kata Kunci: Loyalitas Pasien, Bauran Pemasaran 10P, Mega Marketing Mix.
Analisis Pengaruh Beban, Kepuasan dan Kelelahan Kerja Terhadap Kualitas Pelayanan Dokter dan Perawat di RSU St. Antonius Pontianak Silaban, Agnes Tiurmaida; Indrawati, Lili; Nurhayati, Nurhayati
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1910

Abstract

Hospitals, as healthcare service institutions, play a vital role in providing inpatient, outpatient, and emergency care. Service quality is strongly influenced by the performance of healthcare professionals, particularly doctors and nurses, who face high workloads, job satisfaction demands, and the risk of fatigue. Excessive workload may lead to fatigue, stress, and decreased performance, which in turn affect service quality. On the other hand, job satisfaction and the psychological condition of healthcare workers are also assumed to influence service quality. This study was conducted at RSU St. Antonius Pontianak, a class B referral hospital with a high average daily patient visit rate. The purpose of the study was to analyze the influence of workload, job satisfaction, and work fatigue on the service quality of doctors and nurses. The research employed a quantitative survey design by distributing questionnaires to 100 respondents consisting of doctors and nurses. Data analysis was performed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the SMARTPLS 3 software. The results indicate that workload has a significant effect on service quality, while job satisfaction and work fatigue have no significant effect on service quality. These findings suggest that workload is the dominant factor determining service quality, whereas job satisfaction and fatigue do not directly reduce service quality because healthcare professionals continue to maintain professionalism and adhere to service standards. This study implies that hospital management should pay greater attention to workload management among healthcare workers through balanced task distribution, proper shift arrangements, and adequate facility support to ensure continuous improvement in service quality.
Penanganan Latah Pada Lansia Dengan Metode Reading Backward di Wilayah Kecamatan Makasar Jakarta Timur Tahun 2022 Lestari, Nining; Suratmi, Tri; Indrawati, Lili
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i1.2830

Abstract

Latah adalah suatu perilaku menyimpang yang bisa diderita oleh lansia. Perilaku menyimpang ini mengakibatkan sesuatu yang ingin disampaikan tidak dapat tersampaikan dengan baik , sehingga mengakibatkan lansia yang mengalami latah menjadi cemas, malu dan stress berakibat kepada kesehatan fisik dan mental lansia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang penanganan latah pada lansia dengan metode reading backward di wilayah kecamatan Makasar Jakarta Timur. Menggunakan disain penelitian action research dengan pendekatan kualitatif, tehnik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi  partisipan, telaah dokumen, dan focus group discussion pada 4 (empat) subjek utama dan 6 (enam) subjek  kunci . Analisis data menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan hasil wawancara ditranskrip melalui teknik verbatim. Hasil penelitian ini didapat gambaran jenis kelatahan pada lansia yang paling menonjol adalah koprolalia (bicara kata-kata tabu), seperti menyebutkan alat kelamin (laki-laki) selain ada juga jenis kelatahan lainnya, seperti echolalia, ekopraksia dan automatic abodience. Jenis kelatahan yang dialami seorang lansia bisa lebih dari satu jenis. Faktor penyebab lansia menjadi latah karena faktor mimpi melihat alat kelamin yang cukup banyak disekitarnya, dan faktor lainnya seperti  adanya faktor pemberontakan, faktor pengkondisian dan faktor pengalaman. Dukungan keluarga diperlukan dengan memberi rasa aman dan lingkungan  sekitar dapat mengurangi kelatahan pada lansia, tidak mengganggu lansia serta memberi stimulus kepada lansia latah dan para lansia yang mengalami kelatahan. Lansia latah yang menjadi subjek penelitian ini  bekerja sebagai buruh cuci, pedagang dan pengasuh anak.  Metode reading backward bisa digunakan untuk meningkatkan konsentrasi yang dapat mengurangi kelatahan.
Sikap dan Dukungan Keluarga dalam Merawat Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Wilayah Kerja Puskesmas Patia Kabupaten Pandeglang Tahun 2023 Sukiyah, Dodon; Suratmi, Tri; Indrawati, Lili
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i2.3456

Abstract

Patients with mental disorders (ODGJ) require special treatment. In the treatment process, family involvement is expected. This research aims to study and explain the attitudes and support of families in caring for ODGJ in the working area of the Patia Health Center, Pandeglang district. This research uses a quantitative approach with a cross sectional design. The population in this study was 126 patients with mental disorders with a sample of 56 respondents who were families who provided care for ODGJ patients using accidental sampling data collection techniques. The research instrument is a questionnaire which was constructed by the researcher himself and has been tested for validity and reliability using a trial sample of 20 people. Based on the results of the analysis using chi square statistical testing, it was found that the p-value of family support (0.018), family role (0.024) and source of family support (0.001) was related to the length of treatment for ODGJ. The dominant variable related to the length of treatment for ODGJ is family support (0.031) with an OR value of 11.7. Family support has an 11.7 times chance of helping the healing process. Keywords : Attitudes, Family Support, Care
Analysis of Waste in Clinical Pathology Laboratory Services Using a Lean Management Approach at RSAU dr. Esnawan Antariksa in 2025 Oktariani, Hana; Indrawati, Lili; Aziz, Abdul
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 6 No. 2 (2025): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v6i2.1239

Abstract

Lean management is a strategic framework designed to minimize waste and enhance efficiency across all aspects of production or service delivery within an organization. This study aims to analyze how the implementation of lean management can minimize waste in clinical pathology laboratory services at RSAU dr. Esnawan Antariksa. A mixed-method approach was employed, integrating qualitative and quantitative research within a descriptive analytical framework at RSAU dr. Esnawan Antariksa. The findings are presented in two sections: qualitative results, which include waste identification and Root Cause Analysis (RCA), and quantitative results derived from questionnaires indicating that six out of seven types of waste were identified in the clinical pathology laboratory—namely, defect, overproduction, transportation, waiting, inventory, motion, and overprocessing. The RCA revealed repeated sampling as a key underlying issue. Based on efficiency time analysis, waiting times at the registration desk and during laboratory result verification were associated with a low Process Cycle Efficiency (PCE) of 47%. The study recommends adding registration desks and implementing a Laboratory Information System (LIS) to reduce delays in laboratory result processing. In conclusion, six out of seven types of waste were found in the clinical pathology laboratory at RSAU dr. Esnawan Antariksa. Through the calculation of weighted percentages to assess the impact of each waste type, the strongest relationship was found between overprocessing and overproduction wastes (19.80%). Overprocessing waste—particularly in repeated blood sampling—was identified as the primary concern. Therefore, regular training for analysts responsible for sample collection is recommended to reduce waste and improve laboratory efficiency.
Perhitungan Titik Impas sebagai Dasar Perencanaan Laba Riptiandi, Akmal Firli; Indrawati, Lili; Sudradjat, Sudradjat; Surya, Rendra Trisyanto
Indonesian Accounting Literacy Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Accounting Literacy Journal (November 2025)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ialj.v6i1.5092

Abstract

This research takes place at Kueqoe MSMEs which have not calculated the break event point, the purpose of this study is to calculate the number of Break-Even Points (BEP) at Kueqoe MSMEs. The research method used is quantitative. By classifying costs into fixed costs and variable costs, calculating contribution margins, BEP, sales volume targets. Based on the calculation, the resulting BEP is IDR 435,610.582. The results of this study are expected to help companies in planning optimal profits through BEP calculations.
Hubungan Antara Ketersediaan, Pelayanan Informasi dan Persepsi Waktu Tunggu Obat dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang Oktavia, Robyana; Indrawati, Lili; Sumijatun, Sumijatun
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1482

Abstract

Instalasi farmasi merupakan unit pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Namun, dalam praktiknya, pelayanan farmasi di Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antar ketersediaan, pelayanan informasi dan waktu tunggu obat terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang pasien rawat jalan Instalasi Farmasi RS Mitra Husada Tangerang, dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ketersediaan obat menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kepuasan pasien (p-value: 0,000); (2) Pelayanan informasi obat meningkatkan pemahaman, kepercayaan, dan kenyamanan pasien (p-value: 0,033); (3) Waktu tunggu resep yang cepat berhubungan positif dengan kepuasan pasien (p-value: 0,000); (4) Ketiga variabel bersama mampu menjelaskan sebagian besar kepuasan pasien, menegaskan pentingnya manajemen farmasi yang terintegrasi (p-value: 0,000). Analisis menunjukkan bahwa kepuasan pasien dipengaruhi kuat oleh ketersediaan obat, pelayanan informasi obat, dan waktu tunggu (R = 0,759), dengan kontribusi 57,6%. Faktor dominan adalah ketersediaan obat (41,5%), disusul waktu tunggu (37,2%) dan pelayanan informasi obat (30,2%), sehingga ketersediaan obat menjadi aspek utama dalam menentukan kualitas pelayanan.
Analisis Kualitas Pelayanan IGD Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pasien Dimoderasi Oleh Loyalitas Pasien Di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakartaerasi Oleh Loyalitas Pasien Di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakarta Rahma, Yola Yolanda; Indrawati, Lili; Andarusito, Nurcahyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7904

Abstract

Abstrak Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peran vital dalam sistem layanan kesehatan, namun di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakarta masih ditemukan banyak keluhan terkait pelayanan seperti buruknya kualitas pelayanan, keterbatasan sarana prasarana, serta respons lambat dari petugas medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan IGD yang dimediasi oleh kepuasan pasien dimoderasi oleh loyalitas pasien di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 responden pasien IGD non BPJS yang kemudian data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor, seperti kemampuan petugas IGD, ketersediaan peralatan kesehatan, obat-obatan, sarana prasarana, serta kenyamanan unit IGD, tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan maupun kepuasan pasien di IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Namun, lokasi ruangan IGD berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, sedangkan ketersediaan obat-obatan memengaruhi kepuasan pasien. Selain itu, kepuasan pasien tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, dan loyalitas pasien tidak memperkuat hubungan antara kepuasan pasien dengan kualitas pelayanan IGD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hanya dua faktor yang terbukti berpengaruh, yaitu lokasi ruangan IGD terhadap kualitas pelayanan dan ketersediaan obat-obatan terhadap kepuasan pasien IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Sementara itu, variabel lainnya, termasuk kemampuan petugas, sarana prasarana, kenyamanan, serta kepuasan dan loyalitas pasien, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan maupun kepuasan pasien. Kata Kunci: IGD, kualitas pelayanan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, Rumah Sakit.
Hubungan Kecerdasan Emosional Dan Komunikasi Efektif Perawat Rawat Inap Dengan Tingkat Ansietas Dan Kepuasan Pasien Di Mandaya Royal Hospital Puri Dermawan, Tara Marie; Indrawati, Lili; Ismaya, Sakti Brata
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8002

Abstract

Survei pendahuluan di Mandaya Royal Hospital Puri menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pasien merasa puas, hanya sedikit yang sangat puas dan beberapa mengeluhkan interaksi perawat yang terlalu singkat. Hal ini mendorong rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya melalui peran perawat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dan komunikasi efektif perawat dengan ansietas serta kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari perawat (nsama dengan 42) dan pasien (n sama dengan 50) yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan instrumen Schutte Self-Report Emotional Intelligence Test (SSEIT), Communication Survey, General Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan Self Assessment of Patient Satisfaction (SAPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan komunikasi efektif perawat dengan kepuasan pasien, masing-masing dengan koefisien korelasi sebesar r sama dengan 0,481 (p sama dengan 0,000) dan r sama dengan 0,416 (p sama dengan 0,003). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat ansietas pasien dengan kepuasan pasien (r sama dengan -0,107, p sama dengan 0,419). Sementara, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa secara simultan, kecerdasan emosional, komunikasi efektif, dan tingkat ansietas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (r2 sama dengan 0.0112). Maka itu, penting bagi suatu rumah sakit untuk memperhatikan peningkatan kecerdasan emosional dan komunikasi efektif perawat sebagai strategi untuk meningkatkan kepuasan pasien, sementara intervensi terkait pengelolaan ansietas pasien perlu dievaluasi lebih lanjut mengingat tidak signifikan pengaruhnya terhadap kepuasan pasien.Kata kunci: kecerdasan emosional, komunikasi, ansietas pasien, kepuasan pasien