Claim Missing Document
Check
Articles

Structural determinants of stunting among children aged 0–59 months: A PLS-SEM analysis of family, environmental, and health factors in Banten, Indonesia Adam Sugiharto; Megawati Simanjuntak; Yulina Eva Riany; Muhammad Rizal Martua Damanik; Diah Krisnatuti
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 2 (2026): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i2.3202

Abstract

Stunting remains a major public health problem among children under five years of age in Indonesia, particularly among socioeconomically vulnerable families. Previous studies have mostly examined stunting determinants separately and rarely analyzed their structural relationships. This study aimed to analyze the structural relationships between family economic pressure, access to health facilities, feeding practices, and child nutritional status using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). A cross-sectional study was conducted from July to September 2025 in Sumur District, Banten Province, Indonesia, involving 402 mothers with children aged 0–59 months from families at risk of stunting. Data were collected through structured interviews, anthropometric measurements and standardized questionnaires. Data were analyzed using SPSS 23 and SmartPLS 3.0. PLS-SEM analysis showed that family economic pressure significantly influenced feeding practices (β = 0.321; p < 0.001), and access to health facilities positively affected feeding practices (β = 0.130; p = 0.024). However, feeding practices did not significantly influence HAZ (β = 0.015; p = 0.768). Birth weight was associated with the nutritional status of the child. In conclusion, these findings highlight the importance of strengthening economic resilience and improving access to supportive health services in family based stunting prevention strategies.
Pengaruh Gaya Pengasuhan, Interferensi Gadget dan Penggunaan Gadget Bermasalah Anak Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini Zazirah S; Yulina Eva Riany; Melly Latifah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2249

Abstract

Perkembangan anak usia dini dipengaruhi oleh praktik pengasuhan dan penggunaan teknologi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, technoference, dan penggunaan media yang bermasalah pada anak terhadap perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa, dan personal-sosial. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 25 ibu dan anak usia 4 tahun yang terdaftar di 9 PAUD Kota Banda Aceh. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa penggunaan media yang bermasalah pada anak merupakan faktor yang paling konsisten dan berhubungan negatif dengan seluruh domain perkembangan. Technoference juga berhubungan negatif dengan perkembangan motorik kasar, bahasa, dan personal-sosial, sedangkan pengasuhan positif berhubungan dengan perkembangan motorik kasar dan bahasa yang lebih baik. Faktor sosiodemografi, seperti pendidikan ibu, pekerjaan ayah, dan pendapatan keluarga, berhubungan positif dengan perkembangan motorik halus. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan penggunaan media pada anak dan penguatan interaksi pengasuhan yang responsif untuk mendukung perkembangan optimal anak usia dini. Kualitas interaksi orang tua–anak dan pola penggunaan gadget merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung perkembangan anak usia dini di era digital.
The Phenomenon of Cyberbullying Behavior among Teenagers in Padang City: Preliminary Study Nasuha Yazu Hannako; Melly Latifah; Yulina Eva Riany
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 8 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i8.1735

Abstract

The phenomenon of cyberbullying is still something that continues to be discussed considering that the cases that occur are increasing every year. Currently, cyberbullying cases that occur among adolescents are of particular concern to many communities. It is feared that this can damage the developmental process in adolescents, especially with regard to their self-formation process. In Indonesia, research on cyberbullying has begun to develop, especially in big cities. Therefore, it is important to research the phenomenon of cyberbullying in other regions, one of which is Padang City. It is hoped that there will be a richness of information about the phenomenon of cyberbullying in Indonesia. The results showed that almost ¾ of the respondents knew the phenomenon of cyberbullying and about 22 percent of respondents had committed cyberbullying and less than 20 percent had been victims of cyberbullying. A more comprehensive study as well as interventions from the government and families are suggestions for this study. More research results will be explained in the discussion section.
The Influence of Emotion Regulation and Social Intelligence on Empathy in Young Adults Winda Kristina; Asy Sifa Safarina; Unzurna Unzurna; Yulina Eva Riany
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p96-105

Abstract

Background: The massive digital environment challenges empathy development due to reduced face-to-face interactions and nonverbal cues. Objective: This study aims to analyze the influence of emotion regulation and social intelligence on empathy in young adults and to examine the potential mediating role of social intelligence. Method: Using a quantitative cross-sectional design, data were collected from 341 Indonesian young adults using the DERS-SF, TSIS, and IRI scales. Data analysis was performed using multiple linear regression and path analysis with bootstrapping. Result: Simultaneous test results showed that emotion regulation and social intelligence significantly influence empathy (F = 18.452, p < 0.001), although their effective contribution was 9,8%. Social intelligence (t = 6.075, p < 0.001) and emotion regulation (t = 2.351, p = 0.019) were significant predictors of empathy. Conclusion: These findings confirm that effective emotional management and socio-cognitive skills are key developmental tasks for young adults. The low R-square value (9,8%) indicates that emotion regulation and social intelligence explain a small proportion of empathy's variance, while the remaining 90.2% being attributable to other external factors. Abstrak Latar Belakang: Lingkungan digital yang masif menghadirkan tantangan bagi perkembangan empati akibat berkurangnya interaksi tatap muka dan isyarat nonverbal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi dan kecerdasan sosial terhadap empati pada usia dewasa muda serta menguji potensi peran mediasi kecerdasan sosial. Metode: Menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari 341 dewasa muda Indonesia menggunakan skala DERS-SF, TSIS, dan IRI. Hasil: Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan path analysis dengan bootstrapping. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa regulasi emosi dan kecerdasan sosial secara signifikan mempengaruhi empati (F = 18,452, p < 0,001), meskipun kontribusi efektif total sebesar 9,8%. Baik kecerdasan sosial (t = 6,075, p < 0,001) maupun regulasi emosi (t = 2,351, p = 0,019) merupakan prediktor empati yang signifikan. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa manajemen emosi yang efektif dan keterampilan sosio-kognitif penting untuk tugas perkembangan kunci bagi dewasa muda Indonesia. Nilai R-square yang sangat rendah (9,8%) secara eksplisit menunjukkan bahwa regulasi emosi dan kecerdasan sosial hanya menjelaskan sebagian kecil varians empati, dengan sebagian besar (90,2%) disebabkan oleh faktor eksternal lainnya.
Strategi Membangun Masa Depan Anak Terlantar Melalui Pendidikan Yulina Eva Riany; Aisyah Puspita Putri; Hilma Amrullah; Restu Utami
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.743-748

Abstract

Salah satu kategori rentan dan masuk dalam indikator pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) adalah anak terlantar (Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2021). Berdasarkan kriteria Kemensos, anak terlantar adalah individu berusia 6 (enam) sampai dengan 18 (delapan belas tahun yang mengalami perlakuan salah dan ditelantarkan oleh orang tua atau keluarga atau kehilangan hak asuh dari orang tua atau keluarganya, dengan rincian : (1) berasal dari keluarga fakir miskin; (2) anak yang dilalaikan oleh orang tuanya dan (3) anak yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya. Masalah anak terlantar merupakan tantangan serius karena mereka rentan menjadi korban kekerasan, korban perdagangan orang, eksploitasi dan penyimpangan lainnya, padahal seharusnya mereka dapat tumbuh dan berkembang untuk mencapai cita-citanya.
Melindungi Generasi Emas: Strategi Mengatasi Dampak Paparan Pornografi pada Anak dan Remaja Nur Afifah Sulaiman; Rafika Nanda; Yulina Eva Riany
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1203-1206

Abstract

Paparan pornografi di kalangan anak dan remaja Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan akibat akses teknologi yang semakin mudah. Kondisi ini berdampak negatif pada perkembangan psikologis, moral, dan perilaku anak, termasuk peningkatan perilaku seksual berisiko dan penurunan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral. Minimnya literasi digital, kurangnya pengawasan orang tua, dan komunikasi yang tidak efektif memperburuk situasi ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan kolaboratif yang mencakup pengawasan digital yang lebih ketat, pendidikan seksual berbasis bukti, serta pemberdayaan keluarga dan komunitas. Implementasi kebijakan yang komprehensif ini diharapkan dapat melindungi generasi muda dari dampak negatif pornografi, mendukung perkembangan moral yang sehat, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Mewujudkan Ayah yang Hadir, Bertanggung Jawab, Berperan dan Terlibat: Mendorong Transformasi Sosial dalam Pengasuhan Yulina Eva Riany; Pintauli Romangasi Siregar; Adam Sugiharto; Rosintha Doris Berlian; Dina Tri Septianti Harahap; Maulana Achsan Al Farisi
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1412-1416

Abstract

Budaya patriarki dalam keluarga Indonesia masih menempatkan ayah sebagai pencari nafkah, bukan sebagai pengasuh aktif, sehingga tanggung jawab pengasuhan lebih banyak dibebankan pada ibu. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan ayah dan berasosiasi dengan berbagai masalah perkembangan anak, termasuk kemandirian, disiplin, empati, serta regulasi diri. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan arah kebijakan yang mendorong perubahan nilai sosial dan struktural melalui peran pemerintah pusat dan daerah, komunitas, serta dunia kerja, dengan fokus pada edukasi publik, kampanye keterlibatan ayah, redefinisi maskulinitas dalam keluarga, dan kebijakan kerja ramah keluarga. Pendekatan lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas.
Menguatkan Peran Ayah dalam Pengasuhan: Urgensi Kebijakan Kelembagaan untuk Mendukung Keterlibatan Ayah Yulina Eva Riany; Maulana Achsan Al Farisi; Pintauli Romangasi Siregar; Adam Sugiharto; Rosintha Doris Berlian; Dina Tri Septianti Harahap
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 3 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0703.1378-1383

Abstract

Kebijakan pengasuhan anak di Indonesia masih cenderung menempatkan ibu sebagai pengasuh utama, sementara peran ayah belum mendapat dukungan kelembagaan yang memadai. Data menunjukkan hanya 37,17% anak usia 0–5 tahun diasuh langsung oleh kedua orang tua, dan 1 dari 3 remaja menghadapi masalah kesehatan mental, kondisi yang diperburuk oleh minimnya keterlibatan ayah. Untuk itu, diperlukan kebijakan afirmatif berupa perluasan cuti ayah, layanan pengasuhan yang inklusif, serta program berbasis komunitas yang mendukung kehadiran fisik dan emosional ayah dalam pengasuhan.
Edukasi Internet Ramah Anak dan Keluarga pada Masa Pandemi COVID-19 di Desa Cibanteng, Jawa Barat Yulina Eva Riany; Laeli Rahmawati; Muhammad Farhan; Princilya Anggraeni Napitupulu; Devita Fatimah Azzahra; Awanda Wira Anggini; Vincentius Yolanda Angger Raditya; Yolanda Dheva Lumban Tobing; Setia Anastasya; Yuniarta Evafroditus
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.119-131

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed various social activities, including family life. Due to the implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) within society, social activities have many limitations, including school activities that have been conducted through online learning. This condition leads to an increase in internet use among children. This community service activity aims to educate parents regarding strategies to guide their children in using the internet appropriately. This activity was carried out in Cibanteng Village, Ciampea District, Bogor, West Java, using a structured online socialization and discussion method among 59 parents with school-age children. Results indicated an increase in the participants' knowledge, particularly related to the benefits of the internet for children in learning. Participants' knowledge regarding appropriate strategies for assisting children in using the internet, monitoring strategies, and using the internet appropriately also increased after participating in structured socialization, which was conducted online. The results indicated the need to implement other programs on a larger scale for parents.
Peningkatan Kapasitas Kader melalui Program Royco Nutrimenu-Edufamily: Mendukung Pencegahan Stunting di Kota Bogor Tin Herawati; Dodik Briawan; Yulina Eva Riany; Ikeu Ekayanti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.316-324

Abstract

Indonesia still faces various challenges that hinder the development of high-quality human resources in the future, one of which is nutrition and health. Stunting is an unresolved nutritional problem. This study aimed to improve cadres’ knowledge and skills as a step toward preventing stunting. This study used a pre-post intervention design to analyze changes in cadres’ knowledge, attitudes, and skills after participating in the Royco Nutrimenu-Edufamily training program. The methods used included socialization and training on stunting, complementary feeding (MPASI), and counseling skills. The data were collected using an online questionnaire. The activity was carried out in July 2023, involving 100 cadres from 10 villages in Bogor City: Situ Gede, Bubulak, Margajaya, Balumbang Jaya, Sindang Barang, Gunung Batu, Loji, Curug, Pasir Kuda, and Semplak. The materials covered were 1) The dangers and prevention of stunting; 2) The importance of MPASI for child growth and development; 3) The Royco Nutrimenu MPASI program; and 4) Tips on becoming a counselor. After training, each cadre provided education and MPASI cooking demonstrations to mothers with children aged 6‒24 months. Each cadre educated 10 mothers, for a total of 1000 mothers. The results showed an increase in cadres’ knowledge and skills after the training. In addition, cadres were able to transfer the knowledge and skills they acquired.
Co-Authors Abdul Haris Adam Sugiharto Adam Sugiharto Adam Sugiharto Ahla Ulya Daradinanti Ahmad Muhibbullah Aisyah Pramudita Aisyah Puspita Putri Aisyah Puspita Putri Aldera, Wydelia Rahmanisa Alfiasari Ali Khomsan Ammi Salamah Ammi Salamah Ananda Khairana Anika Fatima Anindya, Amanda Anis Mardi Astuti Anisatul Basiroh Annisa Aulia Istiqomah Annisa Ikhwanus Asy Sifa Safarina Athaya Nadiya Asyhar Awanda Wira Anggini Ayu Arba Zaman Belinda Handayani Bianca Nur Dinar Ghaniyyah Cindy Arbelia Damayanti, Adinda Putri Daniel Krisna Santoso Dende Bida Asmarawati Desy Nuri Fajarningtiyas Devita Fatimah Azzahra Dewi Trisnawati Diah Krisnatuti Diah Krisnatuti Diah Krisnatuti Diah Krisnatuti Dina Tri Septianti Harahap Djibu, Mudrikatul Jannah Dodik Briawan Duwi Yuliawati Dwi Hastuti Dwi Hastuti Dwi Hastuti DWI HASTUTI Dwi Kurniati Putri Elsyahra Rieskiza Martha Emy Rosiana Euis Sunarti Euis Sunarti Eva Fitria Yulianty Eva Fitria Yulianty Fadilah Akbar Nurohman Fajar Sumirat Farid Khusnul Mujib Ferani Amira Salsabila Firlyan Anugerah Nduru Fitri Lutfiani Fitroh Bagus Samudro Fransiska Harsyanthi Fransiska Harsyanthi Gita Fahmi Lestari Hadijah Handian Purwawangsa Hasna Najiyyah Hilma Amrullah Ikeu Ekayanti Indah Sukmawati Indi Ayu Maretia Intan Vanesa Ira Mustika Irni Rahmayani Johan Istiqlaliyah Muflikhati Laeli Rahmawati Lilik Noor Yuliati Lilik Noor Yuliati Maulana Achsan Al Farisi Maulana Achsan Al Farisi Megawati Simanjuntak Melly Latifah Melly Latifah Melly Latifah Melly Latifah Melly Latifah Miftachul Jannah Mintarti Mira Fauziyya Fatihanna Mohammad Iqbal Irfany Mohammad Nur Indro Muhammad Farhan Muhammad Rizal Martua Damanik Muhammad Rizal Martua Damanik Nafila Syiffa Cinta Fithria Nasuha Yazu Hannako Natasya Aulian Iskandar Nia Reviani Nur Afifah Sulaiman Nurdewi Azizah Safitri Nurjanah Purnama Nurul Amirah Pintauli Romangasi Siregar Princilya Anggraeni Napitupulu Putri Fildza Andini Qurrotul Aini Rafika Nanda Rahmi Yawmil Fauzi Ramadhani Fajri Ramadhansyah Ratih Dwi Hastuti Restu Utami Rindang Matoati, Rindang Rizky Astana Rosintha Doris Berlian Rusni Pasia S Zazirah Sari Kistiana Setia Anastasya Sigit Purwanto Sinta Naria Suryani Siska Ayu Tiara Dewi Siti Editha Raisa Siti Sekar Ayu Fadillah Siti Sekar Ayu Fadillah Siti Suleha Siva Nadia Soni Liston Hanafi Sophia Krisabel Sri Rahayu Ningsih Sri Rezki Utami Suci Yolianda Utami Suminah Syarifa Nadhrah Mustamin Syarifa Nadhrah Mustamin Syifa Salsabila Sylvianti Angraini Taufiiqoh, Maitsaa’ Rifdah Thariq Final Tamimi Tin Herawati Unzurna Unzurna Vincentius Yolanda Angger Raditya Vivi Irzalinda Wahyu Adi Triantoro Wahyuni Ilhamis Sholihah Winda Kristina Wulan Sari Putri Hidayat Yolanda Dheva Lumban Tobing Yuniarta Evafroditus Zahro Malihah Zazirah S Zazirah S