p-Index From 2021 - 2026
6.593
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

MATERI DRAMA SEBAGAI MEDIA TERAPEUTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Rina Febilantin Riadi; Afenia Wulan Cahya; Mimas Ardhianti
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11409

Abstract

Artikel ini membahas fungsi teks drama sebagai media terapeutik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan menggabungkan sudut pandang pedagogis dan terapi, kajian ini meneliti peran kegiatan drama dalam mendukung pembentukan karakter, pengelolaan emosi, serta menekan perilaku bermasalah siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis melalui studi pustaka dari berbagai penelitian empiris. Hasilnya menunjukkan bahwa drama tidak hanya efektif untuk pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi sarana ekspresi emosi dan penanaman nilai sosial. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi drama secara terstruktur dalam kurikulum guna mendukung perkembangan psikososial siswa.
Perbandingan Sistem Vokoid Minimal Bahasa Indonesia Antara Penyandang Hambatan Majemuk dan Anak Normal Rahayu - Pujiastuti; Mimas - Ardhianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5202

Abstract

The limitations of people with multiple disabilities cause the development of vocoid production in children to be different from normal children. Therefore, this study aims to describe the differences and similarities of minimal Indonesian vocoid produced by persons with multiple disabilities and normal children. Through these differences and similarities, there was hope can be made that an appropriate response to vocoids the production of multiple disabilities. The approach used is descriptive qualitative with longitudinal data collection methods. The data is in the form of minimal vocoid that provides information on the differences and similarities of the Indonesian minimal vocoid system with multiple disabilities and normal children. Data collection uses observation techniques supported by fishing, recording, and field recording techniques. Data analysis uses techniques of sorting, turning, and connecting. The validity of the data used triangulation of theories, sources, and methods. The results of the study found differences, the minimal vocoid system of normal Indonesian children in sequence [a], [i], [u], while those with multiple disabilities were [a], [o], [u]. The similarity, there is a universal minimum vocoid system in Indonesian with multiple disabilities and normal children based on the position of the tongue and mouth shape due to the use of minimum effort rules. AbstrakKeterbatasan yang dimiliki penyandang hambatan majemuk menyebabkan perkembangan produksi vokoid anak berbeda dengan anak normal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan vokoid minimal bahasa Indonesia yang dihasilkan penyandang hambatan majemuk dan anak normal. Dengan mengetahui perbedaan dan persamaan tersebut diharapkan dapat dilakukan penyikapan yang tepat terhadap produksi vokoid penyandang hambatan majemuk. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data longitudinal. Data berupa vokoid minimal yang memberi informasi perbedaan dan persamaan sistem vokoid minimal bahasa Indonesia penyandang hambatan majemuk dan anak normal. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan yang didukung teknik pemancingan, perekaman, dan pencatatan lapangan. Penganalisisan data menggunakan teknik pilah, balik, dan hubung. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, sumber, dan metode. Hasil penelitian menemukan perbedaan, yaitu sistem vokoid minimal bahasa Indonesia anak normal berurutan [a], [i], [u], sedangkan penyandang hambatan majemuk [a], [o], [u]. Persamaannya, ada keuniversalan sistem vokoid minimal bahasa Indonesia penyandang hambatan majemuk dan anak normal berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut karena penggunaan kaidah usaha minimal.
Produktivitas Kata Pada Tulisan Anak Tunagrahita di Jenjang Sekolah Menengah Pertama Rahayu Pujiastuti; Ira Eko Retnosari; Mimas Ardhianti; Indayani Indayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8534

Abstract

This study aims to describe word productivity in the writing of children with intellectual disabilities at a lower secondary school. The research approach is both qualitative and quantitative. The data, in the form of word productivity, includes variations in word forms and the frequency of word types in the writing of five children with mild intellectual disabilities, who served as the data sources for this study. Data collection utilised testing and documentation techniques. The data collection instruments comprised verbal and visual media as well as questions. The data collection procedure involved (1) determining the data collection pattern, (2) conducting tests, (3) collecting documents in the form of the children’s writing, and (4) validating the data. Data analysis employed the distribution method. The data analysis instruments consisted of tables to reduce the data so that each data unit, the overall data, and the relationships between aspects could be observed. The data analysis procedures were carried out by (1) reducing the data, (2) presenting the data, (3) interpreting the data, (4) drawing conclusions, and (5) validating the findings. Data validity was ensured through the triangulation of theory, method, and sources. The research findings concern the lexical productivity in the writing of children with mild intellectual disabilities, based on variations in word forms, including root words, affixed words, and reduplication. Root words are highly dominant. Eight-word classes were identified: nouns, verbs, adjectives, adverbs, numerals, pronouns, prepositions, and conjunctions, whilst interjections, articles, and particles were not found. Nouns, verbs, and adjectives occur frequently. This information indicates that the development of word productivity in children with mild intellectual disabilities at the lower secondary school level still reflects a mastery of simple linguistic structures and concrete word types rather than complex morphological structures and abstract word types. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas kata dalam tulisan anak tunagrahita di SMP. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data berupa produktivitas kata, meliputi variasi bentuk kata dan frekuensi jenis kata pada tulisan lima anak tunagrahita ringan yang menjadi sumber data penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data berupa media verbal dan visual serta soal. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan (1) menentukan pola pengumpulan data, (2) melakukan tes, (3) mengumpulkan dokumen berupa tulisan anak, dan (4) mengabsahkan data. Penganalisisan data menggunakan metode agih. Instrumen penganalisisan data berupa tabel untuk mereduksi data agar dapat melihat setiap satuan data, data keseluruhan, dan hubungan antaraspek. Prosedur penganalisisan data dilakukan dengan (1) mereduksi data, (2) menyajikan data, (3) menginterpretasi data, (4) menyimpulkan, dan (5) mengabsahkan temuan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, metode, dan sumber. Hasil penelitian berupa produktivitas kata pada tulisan anak tunagrahita berdasarkan variasi bentuk kata, meliputi kata dasar, kata berafiks, dan reduplikasi. Kata dasar sangat dominan. Delapan jenis kata yang ditemukan, yaitu nomina, verba, adjektiva, adverbia, numeralia, pronominal, preposisi, dan konjungsi, sedangkan interjeksi, artikula, dan partikel belum ditemukan. Jenis kata nomina, verba, dan adjektiva memiliki frekuensi yang tinggi. Informasi ini menjelaskan bahwa perkembangan produktivitas kata anak tunagrahita ringan di SMP masih menggambarkan penguasaan struktur bahasa yang sederhana dan jenis kata yang konkrit daripada struktur morfologis yang kompleks dan jenis kata yang abstrak.