Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENYELESAIAN PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS VIII ANGGUR SMP NEGERI 4 PALU Khairunnisa; Dasa Ismaimuza; Maxinus Djaeng
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Penyelesaian Persamaan Kuadarat di Kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 32 siswa dan dipilih tiga orang siswa sebagai informan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 19 siswa dengan persentase ketuntasan 59,37% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 25 siswa dengan persentase ketuntasan 78,12% . Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu pada materi Penyelesaian Persamaan Kuadrat, dengan delapan komponen yaitu: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test dan 8) team scores and team recognition. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TAI; hasil belajar; Penyelesaian Persamaan Kuadrat. Abstract: This research aimed to describe about the aplication of cooperative learning model Team Assisted Individualization (TAI) can improved the learning outcomes on Settlement of quadratic equation at VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc.Taggart research design that were (1) planning, (2) implementation of the action (3) observiation and (4) reflecting. The subject were 32 students and three students were selected as informants. This research was conducted in two cycles. In the first cycle the number of student who pass are 19 student with classical learning completeness percentage 59,37% and the second cycle the number of students who pass are 25 student with classical learning completeness percentage 78,12%. The result of observation of teacher activity on the first cycle that were in good category and increased on the second cycle that were in very good category. The result observation of students activity on the first cycle that were in good category and increased on the second cycle that were in very good category. The result of the research showed that Cooperative Learning Model TAI can improved learning outcomes of VIII Anggur of SMP Negeri 4 Palu on Settlement of quadratic equation, eight some componens: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test dan 8) team scores and team recognition. Keywords: cooperative learning model TAI, learning outcomes, Settlement of quadratic equation.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI HISTOGRAM DAN POLIGON FREKUENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XC KEPERAWATAN SMK NUSANTARA PALU Windy Wijayasari; Evie Awuy; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi histogram dan poligon frekuensi di kelas XC Keperawatan SMK Nusantara Palu. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan 3) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ialah siswa kelas XC Keperawatan SMK Nusantara Palu pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 25 siswa, 22 siswa perempuan dan 3 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 18 siswa dengan persentase ketuntasan 72% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 19 siswa dengan persentase ketuntasan 76%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Learnig (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XC Keperawatan SMK Nusantara Palu, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu : 1) orientasi siswa pada masalah materi statistika khususnya histogram dan poligon frekuensi serta ogive, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan membentuk kelompok belajar secara koperatif, 3) membimbinng penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Kata kunci : Model Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar, Histogram dan Poligon Frekuensi. Abstract: This study aims to describe the application of Problem Based Learning (PBL) model to improve student learning outcomes on histogram and frequency polygon material in XC Nursing SMK Nusantara Palu class. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with reference to the research design Kemmis and Mc. Taggart, ie 1) planning, 2) implementation of action and observation, and 3) reflection. This study was conducted in two cycles. The subjects of the study were XC students of Nursing SMK Nusantara Palu in the academic year 2016/2017, which amounted to 25 students, 22 female students and 3 male students. Data collection techniques are observation, test, interview, and field notes. In cycle I the number of complete students ie 18 students with a percentage mastery of 72% and in cycle II many students who completed the 19 students with 76% complete percentage. The results of this study show that the application of Problem Based Learnig (PBL) model can improve student learning outcomes of XC Nursing SMK Nusantara Palu by following PBL phases: 1) student orientation on static matter matter especially histogram and polygon frequency and ogive 2 ) organize students to learn by forming cooperative learning groups, 3) developing independent student and group research, 4) developing and presenting the work, and 5) analyzing and evaluating problem solving. Keyword : Problem Based Learning (PBL) Model, Learning Results, Histogram and Frequency Polygon.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII B SMP NEGERI 18 PALU Sinta Afriana; Dasa Ismaimuza; Ibnu Hadjar
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu sejumlah 26 orang yang terdiri atas 14 laki-laki dan 12 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang rancangan penelitiannya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Informan penelitian sebanyak tiga orang dengan kualifikasi siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang diperoleh adalah aktivitas guru dan siswa di kelas dan hasil belajar siswa. Data aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran diperoleh dengan lembar observasi dan data prestasi belajar diperoleh dengan tes individu. Data-data tersebut dianalisis dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan untuk analisis tes akhir tindakan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan belajar klasikal sebesar 18,8% yaitu dari 65,2% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu. Kata Kunci : kooperatif, think pair share, prestasi belajar, Pythagoras. Abstract: The purpose of this study is to describe the application of cooperative learning model Think Pair Share type that can improve student achievement on the material of Pythagoras theorem in class VIII B SMP Negeri 18 Palu. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 18 Palu number of 26 people consisting of 14 men and 12 women. This type of research is a classroom action research whose research design refers to the Kemmis and Mc model. Taggart consists of four components, namely (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Informant of research as many as three people with qualification of student of high ability, medium and low. The types of data obtained are the activities of teachers and students in the classroom and student learning outcomes. The data of teacher and student activity in learning activity is obtained by observation sheet and the learning achievement data obtained by individual test. The data are analyzed by percentage technique. Based on the results of the study showed that the activity of teachers and students increased from cycle I to cycle II and for analysis of the final test of action from cycle I to cycle II there was an increase of classical learning by 18.8% from 65.2% in cycle I to 84% in cycle II. Based on these results can be concluded that the cooperative learning model type Think Pair Share can improve student achievement on the material Pythagoras theorem in class VIII B SMP Negeri 18 Palu. Keywords: Cooperative, think pair share, Student Results, Pythagoras.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DERET ARITMETIKA DI KELAS XI DKV SMK NEGERI 5 PALU Mirawati; Sudarman Bennu; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi deret aritmatika di kelas XI DKV SMK Negeri 5 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI DKV SMK Negeri 5 Palu yang berjumlah 18 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi deret aritmatika di kelas XI DKV SMK Negeri 5 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) Pada saat menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, peneliti memotifasi siswa dengan menyampaikan manfaat materi yang dipelajari, (2) ketika menyajikan informasi, dalam menjelaskan model pembelajaran, peneliti menggunakan alat peraga agar mereka lebih paham (3) ketika mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti memberi nasehat kepada siswa untuk tidak memilih-milih teman, (4) pada saat membantu kerja tim dan belajar, peneliti membimbing siswa mengerjakan dengan sendiri kesulitan yang ia alami sehingga peneliti tidak hanya menjelaskan, (5) ketika mengevaluasi, peneliti mengarahkan siswa untuk mengilir tongkat sesuai peraturan agar tidak membahayakan siswa lain dan (6) ketika memberikan pengakuan atau penghargaan, peneliti memberikan barang yang membuat mereka senang. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan adanya perubahan pengetahuan siswa pada siklus I menjadi lebih baik pada siklus II. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe talking stick, Hasil Belajar, Deret Aritmatika Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of cooperative learning model type talking stick that can improve student learning outcomes in arithmetic series material in class XI DKV SMK Negeri 5 Palu. This research is a Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of kemmis and Mc. Taggart namely planning, action, observation and reflection. The subjeck of this research was the students of class XI DKV SMK Negeri 5 Palu totaling 18 students. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type talking stick can improve student learning outcomes in arithmetic series material in class XI DKV SMK Negeri 5 Palu by following the phases as follows: (1) when conveying goals and preparing students, researchers motivate student by conveying the benefits of the material being studied, (2) when, presenting information, in explaining the learning model, researchers use teaching aids so that they understand better, (3)when organizing students into learning teams, researchers advise studentsnot to choose friends, (4)when helping teamwork and learning, researchers guide students to work on their own difficulties that the researcher does not just explain, (5)when evaluating, researchers direct students to rotate the stick according to the rules so as not to endanger other students and (6)when giving recognition or appreciation, researchers provide items that make them happy. it is better to give the items that make them happy. This increase is indicated by changes in students’ knowledge in the first cycle to be better in the second cycle Keywords: cooperative learning type talking stick, learning outcomes, arithmetic series
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI NILAI MUTLAK DI KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 6 PALU Arifa Nur Ayu; Dasa Ismaimuza; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar siswa pada materi nilai mutlak yang dilihat dari masih banyak siswa yang memperoleh nilai < 65 dengan ketuntasan belajar klasikal 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe pair check yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi nilai mutlak di kelas X MIA 1 SMAN 6 palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini seluruh siswa kelas X MIA 1 SMAN 6 Palu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 10 siswa dengan persentase ketuntasan 53% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 14 siswa dengan persentase ketuntasan 82%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan sembilan tahap sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi, 3) bekerja berpasangan, 4) pelatih mengecek, 5) pelatih memberi pujian, 6) pelatih dan penyaji bertukar peran , 7) pasangan mengecek 8) evaluasi, 9) perayaan kelompok. Kata Kunci: Pair Check, Prestasi Belajar, Nilai Mutlak Abstract: The problem in this research is the low achievement of students on the absolute value of the material seen from there are still many learners who get the value of < 65 with 60% complete classical learning. This research purposed to describe the implementation of cooperative learning model pair type check that can improve student achievement on the material of absolute value in class X MIA 1 SMAN 6 Palur. This research is a classroom action research that refers to Kemmis and Mc. Taggart research design are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. The subjects of this study are all students of class X MIA 1 SMAN 6 Palu. This research was conducted in two cycles. In cycle I the number of complete students ie 10 students with a percentage of completeness 53% and on cycle II many students who completed the 14 students with 82% complete percentage. The results of research showed that learning by applying cooperative learning model of pair check type can improve student's learning achievement by nine stages as follows: 1) convey learning objectives, 2) present information, 3) pairwork, 4) coach checks, 5) coach praises, 6) partner switch roles, 7) pair check 8) evaluation, 9) team celebrations.Keywords: Pair Check, Learning Achievement, Absolute Value
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI Nurannisa S Lamanja; Dasa Ismaimuza; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific pada model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri di kelas X SMAN 1 Sigi. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi, siswa mengamati satu contoh permasalahan yang terkait perbandingan trigonometri, mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami, menalar permasalahan yang terkait perbandingan trigonometri untuk memperoleh kesimpulan. 3) mengorganisir siswa dalam tim-tim belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, siswa bersama-sama kelompok mengkomunikasikan hasil temuannya di depan kelas 5) Evaluasi, siswa mengeksplorasi dengan mengerjakan LKPD secara berkelompok 6) memberikan penghargaan. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif STAD, Scientific, Hasil belajar, Perbandingan, Trigonometri. Abstact: The main goal of this research is to describe “Scientific Approach Implementation on Cooperative Learning Model of Student Teams Achievement (STAD) type in an effort to increase the students learning achievement on Trigonometry Ratio Subject at the tenth grade of SMAN 1 Sigi. The research design refers to Kemmis and Mc Taggart Model that comprises (1) Planning, (2) Action Implementation, (3) Observation and Reflection. The obtained data are taken from the teachers’ and students’ activity data in the form of observation sheet, interview, and field note results. This research is conducted by using an scientific approach on cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) type, that is guided by the phases as follows: (1) conveying the goal, and motivating students; (2) conveying information in which students observe phenomena and find out facts in the form of objective data, students raise the questions about unknown information or to get information from the observation results, students think logically to process data to draw conclusion; (3) organizing students in learning groups, (4) advising the teamwork and studying, students form a web of communication by discussing and raising the teamwork results; (5) evaluation, students explore by doing LKPD in groups; (6) giving appreciation. Keyword: Cooperative Learning Model (STAD) type, Scientific, Learning Achievement, Ratio, Trigonometry.
PROFIL PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA MAN 1 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL RELASI DAN FUNGSI Norma Yunita; Maxinus Jaeng; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pengetahuan prosedural Siswa MAN 1 Palu dalam menyelesaikan soal pada materi relasi dan fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini adalah: Profil pengetahuan prosedural subjek yang berkemampuan tinggi berupa subjek menggunakan pertidaksamaan kuadrat berbentuk untuk menentukan daerah asal dari rumus fungsi dengan tanda akar, memodifikasi bentuk pertidaksamaan kuadrat yaitu menjadi , mengkomunikasikan bentuk kedalam bentuk faktor-faktornya yaitu , menggunakan prosedur titik-titik uji untuk menentukan himpunan daerah penyelesaian (daerah asal fungsi) dari ketaksamaan dan menggunakan representasi garis yang sejajar dengan sumbu dalam mengklasifikasikan gambar relasi atau fungsi. Subjek berkemampuan rendah berupa subjek menggunakan pertidaksamaan kuadrat berbentuk untuk menentukan daerah asal dari rumus fungsi dengan tanda akar, dan menggunakan representasi garis yang sejajar dengan sumbu dalam mengklasifikasikan gambar relasi atau fungsi. Subjek berkemampuan rendah berupa subjek mengkomunikasikan bentuk kedalam bentuk faktor-faktornya yaitu . Kata kunci: Profil pengetahuan prosedural; relasi dan fungsi. Abstract: This research intent to describe prosedural's science profile MAN'S Student 1 Mallet deeping to solve problem on relationship and function material. This observational type is observational kualitatif. Subjek is this research is student braze x MAN 1 adequate Mallet tall mathematics, be, and low. This observational result is: prosedural subjek's gnostic profile that adequate tall as subjek utilizes less than square gets to form to determine origin region of function formula with sign root, modifying less than's form square which is as , to communication forms into its factor forms which is , utilizing dot procedure test to determine working out region gatherings (logistic origin region) from less than wield representasi equal lining with punk in clasify relationship or function image. Adequate Subjek low as subjek utilizes less than square gets to form to determine origin region of function formula with sign root, wield representasi equal lining with punk in clasify relationship or function image. Adequate Subjek low as subjek to comunication form into its factor forms which is . Key word: prosedural's gnostic profile; relationship and function.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) PADA MATERI FUNGSI INVERS Deliana Sapareng; Dasa Ismaimuza; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran penemuan (discovery learning) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X MIA 1 SMA Negeri 9 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 9 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Subjek penelitian ini sebanyak 22 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Pada penelitian ini diterapkan model pembelajaran penemuan (discovery learning) dengan mengikuti fase-fase pembelajaran, meliputi: (1) menstimulasi/pemberian rangsangan, (2) pernyataan/mengidentifikasi masalah, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) verifikasi/pembuktian, dan (6) menarik kesimpulan/generalisasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) siswa dapat menemukan konsep fungsi invers dan mengingat definisi dari fungsi invers untuk siklus I; (2) siswa dapat menemukan sifat/aturan pada fungsi invers dan menentukan rumus fungsi invers untuk siklus II; (3) melalui penerapan model pembelajaran penemuan (discovery learning), hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 57,14% ke siklus II sebesar 85%; (4) setiap aspek aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan fase-fase model pembelajaran penemuan (discovery learning) pada lembar obsevasi berada pada minimal kategori baik; (5) lembar observasi aktivitas guru dan siswa berada pada kategori baik pada siklus I dan berada pada kategori sangat baik pada siklus II dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran penemuan (discovery learning). Kata kunci: model pembelajaran penemuan (discovery learning), hasil belajar, fungsi invers. Abstract: This research aimed to describe about the application of discovery learning model that can increase scholastic achievement of students on the topic of inverse functions at grade X MIA 1 SMA Negeri 9 Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc. Taggart research design that were planning, acting and observing as well as reflecting. This research was conducted in two cycles. Subject of research was grade X MIA 1 student of SMA Negeri 9 Palu in the academic year 2017/2018. The number of research subject were 22 students and three students were selected as informants. In this research was applied discovery learning model through the phases of learning, they were: (1) stimulation, (2) problem statement, (3) data collection, (4) data processing, (5) verification, and (6) generalization. The results of this research by applied discovery learning model such as: (1) students can find the concept of inverse function and remember the definition of the inverse function in the first cycle; (2) students can find the properties or rules that exist in the inverse function and determine the inverse function formula in the second cycle; (3) through the application of discovery learning model, the scholastic achievement of students increased by 57.14% of the first cycle to the second cycle amounted to 85%; (4) each aspect of the teacher’s and the student’s activities through the application of discovery learning model phases minimal were in good category at observation sheet; (5) the observation sheet activities of teachers and students are in the good category in cycle 1 and are in the category of very both in cycle 2 according to phase of Discovery Learning model.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA2 PADA MATERI PROGRAM LINEAR Nur Intan; Dasa Ismaimuza; Pathuddin
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai kemampuan literasi matematis siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 5 Palu pada materi program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 5 Palu yang berkemampuan matematika tinggi. sedang dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika tinggi yaitu NR dapat melewati level 1, level 2, dan level 3. Subjek NR dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2, 3, 4, 5, dan 6. Namun hanya dapat mengerjakan level 2 dan level 3. Subjek tidak dapat lanjut mengerjakan level 4, 5 dan 6 karena subjek tidak dapat melakukan analisis mendalam pada soal tersebut. Kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika sedang yaitu YY dapat melewati level 1 dan level 2. Subjek YY dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2, 3, 4, 5, dan 6 namun hanya dapat mengerjakan level 2. Subjek tidak dapat lanjut mengerjakan level 3, 4, 5 dan 6 karena subjek tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan secara prosedural dan tidak dapat melakukan analisis mendalam pada soal tersebut. Kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika rendah yaitu AR dapat melewati level 1. Subjek AR dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan tidak dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2,3,4,5, dan 6 karena subjek tidak dapat membuat model matematika dari soal yang diberikan. Kata Kunci : Kemampuan Literasi Matematis, Program Linear, Tingkat Kemampuan Matematika Abstarct: This study aims to obtain a description of the mathematical literacy abilities of classroom students XI IPA2 of Senior High School 5 Palu on Linear Program Material. This type of research is qualitative research. This subject of this research is class students XI IPA2 of Senior High School 5 Palu with high, medium and low math skills. Data collected by tests and interviews. The resul of this study indicate that subjects with high mathematical abilities NR can pass level 1. level 2 and level 3 mathematical literacy skills. Subject can solve questions number 1 designed for level 2, 3, 4 5, and 6 but can only work on level 2 and 3. The subject cannot continue on level 4, 5, and 6, because the subject cannot conduct an analysis of the problem. Moderate math subject YY can pass level 1 and level 2 mathematical literacy skills. Subject can answer questions number 1 designed for lebvel 1, and can work on number 2 questions planned for level 2, 3, 4, 5 and 6 but can only work on level 2. Subject cannot caontinue working on level 3, 4, 5 and 6 because subject cannot solve the problem given procedurally and cannot conduct analysis of the problem. Low mathematically subject AR can pass level 1. Subject can solve questions number 1 designed for level 1. Subject cannot work on questions number 2 that are designed for level 2, 3, 4, 5 and 6 because subject can make models mathematics of the given problem. Keywords : Mathematical Literacy Skills., Linear Program, Level of Mathematical Ability
PROFIL KEMAMPUAN SISWA MA ALKHAIRAAT PUSAT PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL BERDASARKAN TEORI APOS Ammar Abdullah Joni Guci; Dasa Ismaimuza; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan Siswa MA. Alkhairaat Pusat Palu dalam menyelesaikan soal Integral berdasarkan teori APOS. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu orang siswa kelas XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu yang berkemampuan matematika tinggi dan satu orang siswa kelas XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu yang berkemampuan matematika rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi, yaitu FZ dalam menyelesaikan soal integral berdasarkan kriteria ketercapaian APOS mampu mencapai aksi, proses, objek, dan skema. Siswa berkemampuan matematika rendah, yaitu NS dalam menyelesaikan soal integral berdasarkan kriteria ketercapaian APOS belum mampu mencapai aksi, proses, objek, maupun skema. Kata Kunci: Profil, Integral, Teori APOS Abstract: This study aims to obtain a description of the ability of MA students. Alkhairaat Pusat Palu in solving Integral questions based on APOS theory. This type of research is qualitative descriptive research. The subject of this study was one class XI MIA MA student. Alkhairaat Pusat Palu which has high mathematical abilities and one student in class XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu which has low mathematical abilities. Data was collected by means of test and interview methods. The results of this study indicate that students with high mathematical abilities, namely FZ in completing integral questions based on APOS achievement criteria are able to achieve actions, processes, objects, and schemes. Students with low mathematical abilities, namely NS in completing integral questions based on APOS achievement criteria have not been able to achieve actions, processes, objects, and schemes. Keywords: Profile, Integral, APOS Theory
Co-Authors ., Author Abdul Hamid Abdul Hamid Afriana, Sinta Agus Rusmawan Ahmad Ahmad Akhyar H. M. Tawil Alfiliansi Alfiliansi, Alfiliansi Alfisyahra, Alfisyahra Ali, M. Tawil Made Ammar Abdullah Joni Guci Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini, Riri Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggun Pratiwi Annisa Arifa Nur Ayu Ariharno A. Lambause Arminda Sari Rosanti Arni Arni Ayu, Arifa Nur B, Satriana Unggu Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri M Bakri Mallo Baso Amri Baso Amri Busra Busra Busra Busra Busra Busra, Busra Damayanthi, Mita Deliana Sapareng Deviana, Sri Dewi Sri Wahyuni, Dewi Sri Djaeng, Maxinus Earliand, Amalia Rasikhah Eka Surnyadewi Elis Safira Karindah Evie Awuy Evie Awuy Fadli, Mohammad Fajar Muqarrabin Fathurrahmah Abd. Gani Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Febriani, Ismi Fitriana Gafur, Ma’ruf Abd Gandung Sugita Gani, Fathurrahmah Abd. Geofana, Jeane Gobel, Iis Ariska R. Guci, Ammar Abdullah Joni Hadija Hadija Hadija Hamsiar Hamsah Haryanto Haryanto Hasanuddin, Mutiah Hasbi, Muh Henita Rahmayanti Hindi Muchayarah Holyness Nurdin Singadimedja I Luh Restini I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Wayan Sudarsana Ibni Hadjar Idrus Puluhulawa Irawati Irawati Irawati Ismi Febriani Iswandi Abdullah Jaeng , Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jeane Geofana Jemamut, Natalia Kadek Widiastuti Kadima Kadima Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Kolin, Regina Oli Ina Lamanja, Nurannisa S Lestari, Sayu Ketut Febri Linawati Linawati Linawati M. Tawil Made Ali M. Yogi Riyantama Isjoni Mansandi Hi. K. Diasamo Mariah Ulfa Marina Marnita Maryam Maryam Maryam Maxinus Djaeng Maxinus Djaeng Maxinus Jaeng Ma’ruf Abd Gafur Meinarni, Welli Meri Safitri M. Rasul Mirawati Mirawati Mirawati Miswadi Miswadi Mita Damayanthi ATT Muh Hasbi Muh Nursisto Muh. Rizal Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Fachri B. Paloloang Muhammad Jufri Muhammad Rivai Musaddad, Ali Mustamin Idris Mustamin Idris MUSTAMIN IDRIS Mustamin Mustamin Mutmainna Nasir, Rahma Nitaleni Mentara Norma Yunita Nufriansyah, Rifki Nugroho Alfarizi Nur Afrianti Rudtin Nur Afrianti Rudtin Nur Afrianti Rudtin Nur Hayatin Nur Intan Nur janah, Nur Nurainun Nurainun Nurannisa S Lamanja Nurfidiya Nurfidiya Nurfidiya, Nurfidiya Nurhayadi Nurhayadi Nurmasita M. Saahi Nurseha NURSEHA NURSEHA Nurul Agmita L Paloloang, Muhammad Fachri B Paloloang, Muhammad Fachri B. Pathuddin Petra C. M. Sumampou Puluhulawa, Idrus Puluhulawa, Idrus Putri Vasra Handayani Rabiyatul Adawiyah Rachman, Romiandi Irwan Rahmayani, Risti Ratna Regina Oli Ina Kolin regina sintia Rinaldi Rita Lefrida Romiandi Irwan Rachman Rosyidah, Anni Syakhiyatur Rusmawan, Agus Rydwan Balo Safira Seftianingsih Lamalaka Sari, Nurhalisa Fitra Sarni Sarni Satriana Unggu B Sayu Ketut Febri Lestari Selvy Musdalifah Sinta Afriana Siti Maryam Sri Mastuti Suardi D. Arifat Suci Ramadhani Sudarman Bennu Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sukayasa Sukayasa Sukayasa Sukri sukri Sukri, sukri Sumampou, Petra C. M. Sumampou, Petra C.M Surnyadewi, Eka Suryadi Suryadi Sutji Rochaminah Tahril Ulfa, Mariah Ummi Kalsum Violita Gracia Gracia Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Wenny Elpriliana Suryanti Widiastuti, Kadek Wijayasari, Windy Windia Hadi, Windia Windy Wijayasari Wunto, Cristovel Yulviyana Yulviyana Yunita, Norma