Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK DI KELAS X MIA 5 SMA NEGERI 1 PALU Hindi Muchayarah; Anggraini; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak menggunakan definisi di kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick yang dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak menggunakan definisi, yaitu: 1) mempersiapkan siswa dan menyampaikan tujuan, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan mempersiapkan siswa untuk belajar, 2) menyajikan informasi, peneliti memberikan motivasi dengan menekankan bahwa materi yang akan dipelajari sangat penting, menjelaskan cara kerja tongkat serta instrument musik dan menginformasikan tentang materi yang dipelajari 3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti membentuk 7 kelompok belajar yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa setiap kelompok, 4) membantu kerja tim dan belajar, peneliti membagikan LKPD pada tiap-tiap kelompok, menjelaskan cara kerja LKPD dan menegaskan untuk saling bekerja sama dengan teman-teman kelompoknya, 5) mengevaluasi, peneliti menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan instrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa pemegang tongkat saat musik diberhetikan, dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaaan, peneliti memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berupa pujian dan hadiah yang sudah disiapkan. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, kemampuan, persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. ABSTRACT: This study aims to describe the application of cooperative learning model type talking stick can improve students' ability to solve equations and absolute value inequality using definition in class X MIA 5 SMA Negeri 1 Palu. This research is a classroom action research that refers to the design research of Kemmis and Mc.Taggart planning, action implementation, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The result of the research shows that the application of cooperative learning type of talking stick type can improve students' ability to solve equation and absolute value inequality using definition following phases, that is: 1) prepare the students and convey the purpose, the researcher deliver the learning objectives orally and prepare the students to learn, 2) presenting information, researching motivation by emphasizing that the material to be studied is very important, explaining the workings of the baton and the musical instrument and informing the material learned 3) organizing the students into the learning teams, the researchers formed 7 study groups consisting of 5 to 6 students in each group, 4) assisting teamwork and learning, researchers distributing LKPD to each group, explaining the workings of LKPD and asserting to work with their group's friends, 5) evaluating, the researcher runs the baton in a relay with aids an musical instrument and provide questions to the student's stick holder while the music is purged, 6) giving recognition or appreciation, the researcher rewarded the best group of praise and prizes that had been prepared Keywords: Cooperative learning model type talking stick, ability, equality and absolute value inequality.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII E SMPN 18 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL Rinaldi; Dasa Ismaimuza; Maxinus Jaeng
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII E SMPN 18 Palu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel di kelas VII E SMPN 18 Palu yaitu dengan persentase ketuntasan klasikal siswa sebesar 83,33 %. Adapun fase-fase yang digunakan sebagai berikut: (1) fase menyampaikan tujuan dan memotivasi, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan, memberikan motivasi dan memberikan apersepsi, (2) fase menyajikan informasi, peneliti menjelaskan model pembelajaran yang diterapkan misalnya: aktivitas yang dilakukan pada setiap fase dan peralatan yang digunakan dalam model pembelajaran tersebut (3) fase penomoran, siswa dikelompokkan dalam 6 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. (4) fase pengajuan pertanyaan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKS pada masing-masing kelompok. (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKS dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya. (6) fase pemberian jawaban atau evaluasi siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan (7) fase memberikan penghargaan, siswa di arahkan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada semua kelompok serta berdoa. Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying CooperativeLearning Type NHT to improved the learning outcomes of Class VII E Students of 18 Palu Middle School in Resolving the Problem of Equations and Linear Variables in One Variable. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are planning, doing, observation and reflection. The results showed that the application of cooperative learning model type NHT to improved the learning outcomes of class VII E students of 18 Palu Middle School by the percentage of classical completeness of students is 83.33%. The phases used are as follows: (1) the phase of delivering goals and motivating, the researcher conveys the learning objectives verbally, gives motivation and gives apperception, (2) the phase of presenting information, the researcher explains the learning model applied for example: activities carried out in each phase and equipment used in the learning model (3) numbering phase, students are grouped into 6 study groups and each group member is given a different number namely 1, 2, 3, 4, 5 and 6. (4) the phase of asking questions, the teacher distributes learning material and worksheets to each each group. (5) shared thinking phase, students are asked to work on LKS and discuss together to get the right answers. The discussion activities that took place were controlled and given limited assistance to students who experienced difficulties in their groups. (6) the phase of giving an answer or evaluation of a student whose number is obtained from the results of a lottery hand show and forward presenting the results of his group work and (7) the phase of giving awards, students are directed to giving applause and praise to all groups and pray and answer.Keywords: Cooperative Tipe NHT; Learning outcomes; One Variable Linear Equations and Inequalities.
CRITICAL THINKING CHARACTERISTICS OF SMPN 14 PALU STUDENTS IN SOLVING GEOMETRY PROBLEMS BASED ON GENDER Kadek Widiastuti; Sukayasa Sukayasa; Dasa Ismaimuza
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 9 No. 1 (2024): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2118

Abstract

The aim of this research is to describe the critical thinking characteristics of male and female students in solving geometric problems. The type of research used in this research is qualitative research, because this research aims to describe and analyze phenomena or events individually or in groups. The approach used is a qualitative descriptive approach, because the results of this research are in the form of descriptions, namely descriptions in the form of words or sentences regarding the characteristics of students' critical thinking in solving geometry problems based on gender. Improving critical thinking skills in mathematics learning is very necessary because critical thinking and mathematics are an inseparable unit. The results of this research show that the critical thinking characteristics of subjects in solving geometric problems are: (a) in the clarification category, MA and FN subjects can formulate problems and appropriate information to solve problems precisely and clearly (b) in the assessment category (assessment) MA and FN subjects tried to collect relevant information, but MA identified the problem incorrectly (c) In the inference category, MA and FN subjects made wrong conclusions. (d) In the strategies category, MA subjects do not propose other alternatives, while FN subjects propose other strategies or alternatives when solving problems.
Penerapan Pendekatan TaRL Terintegrasi Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik di SMP Negeri 4 Palu Andini, Riri; Fatmawati, Fatmawati; Ismaimuza, Dasa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5081

Abstract

Sejatinya setiap individu itu berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu juga setiap peserta didik di kelas pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu banyak kebutuhan dari setiap peserta didik yang harus dipenuhi, sehingga menuntut seorang pendidik untuk menuntun dan menciptakan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh melalui pemenuhan kebutuhannya. Adanya kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi nyata di lapangan. Pelaksanaan pembelajaran di kelas kurang memperhatikan kesiapan belajar peserta didik, proses pembelajaran dilakukan sama untuk setiap tingkat kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, peserta didik pada tingkat capaian rendah, kesulitan dalam proses belajar dan mereka cenderung tidak aktif selama pembelajaran. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk mengetahui dampak Pendekatan TaRL terintegrasi dengan Model PBL untuk meningkatkan hasil belajar matematika. TaRL merupakan pendekatan belajar yang tidak mengacu pada tingkat kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan peserta didik. Penelitian yang dilakukan di kelas VIII Sis Al-Jufri SMP Negeri 4 Kota Palu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dengan persentase ketuntasan sebesar 40,6% dari 18,8% pada siklus I menjadi 59,4% pada siklus II. Rerata nilai peserta didik mengalami peningkatan 22 poin dari 54 poin pada siklus I menjadi 76 poin pada siklus II.
Cognitive style: Student problem solving on integer count operations Jemamut, Natalia; Rochaminah, Sutji; Ismaimuza, Dasa; Paloloang, Muhammad Fachri B
Desimal: Jurnal Matematika Vol. 8 No. 1 (2025): Desimal: Jurnal Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/djm.v8i1.27071

Abstract

This study aims to describe the profile of students who have Field Independent (FI) and Field Dependent (FD) cognitive styles in solving integer counting operation problems. This type of research is descriptive research. The approach used in this study is a qualitative approach. The results of this study show the profile of student problem solving with FI and FD cognitive styles in solving integer counting operation problems. (1) Student problem-solving profile with FI cognitive style in solving integer counting operation problems. Subject FI can determine and declare the elements that are known, that are questioned, and the sufficiency of other elements. Subject FI shows good ability in implementing problem-solving strategies with correct and thorough steps. Subject FI can explain the results of the completion orally and in writing. (2) Student problem-solving profile with FD cognitive style in solving integer counting operation problems. Subject FD can determine and state the elements that are known, that are asked, and the sufficiency of other elements, even though Subject FD reads the question repeatedly and takes a little longer, but Subject FD seems to understand the problem because it can determine and express the information from the question. Subject FD can compile a mathematical model from the problem. However, the mathematical model that was written did not use parentheses, so the sequence of operations did not correspond to the context of the story. Subject FD is still wrong in solving the problem so that the answers obtained are not correct. Subject FD can explain the results of the settlement orally, but does not write them in writing on the answer sheet.
Penerapan Pendekatan TaRL Terintegrasi Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik di SMP Negeri 4 Palu Andini, Riri; Fatmawati, Fatmawati; Ismaimuza, Dasa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5081

Abstract

Sejatinya setiap individu itu berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu juga setiap peserta didik di kelas pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu banyak kebutuhan dari setiap peserta didik yang harus dipenuhi, sehingga menuntut seorang pendidik untuk menuntun dan menciptakan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh melalui pemenuhan kebutuhannya. Adanya kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi nyata di lapangan. Pelaksanaan pembelajaran di kelas kurang memperhatikan kesiapan belajar peserta didik, proses pembelajaran dilakukan sama untuk setiap tingkat kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, peserta didik pada tingkat capaian rendah, kesulitan dalam proses belajar dan mereka cenderung tidak aktif selama pembelajaran. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk mengetahui dampak Pendekatan TaRL terintegrasi dengan Model PBL untuk meningkatkan hasil belajar matematika. TaRL merupakan pendekatan belajar yang tidak mengacu pada tingkat kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan peserta didik. Penelitian yang dilakukan di kelas VIII Sis Al-Jufri SMP Negeri 4 Kota Palu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dengan persentase ketuntasan sebesar 40,6% dari 18,8% pada siklus I menjadi 59,4% pada siklus II. Rerata nilai peserta didik mengalami peningkatan 22 poin dari 54 poin pada siklus I menjadi 76 poin pada siklus II.
CRITICAL THINKING CHARACTERISTICS OF SMPN 14 PALU STUDENTS IN SOLVING GEOMETRY PROBLEMS BASED ON GENDER Widiastuti, Kadek; Sukayasa, Sukayasa; Ismaimuza, Dasa
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 9, No 1 (2024): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2118

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik berpikir kritis siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ciri-ciri berpikir kritis mata pelajaran dalam menyelesaikan masalah geometri adalah: (a) pada kategori klarifikasi, mata pelajaran MA dan FN dapat merumuskan masalah dan informasi yang tepat untuk menyelesaikan masalah dengan tepat dan jelas (b) Pada kategori penilaian mata pelajaran MA berusaha mengumpulkan informasi yang relevan meskipun metode awal dalam mengidentifikasi masalah kurang tepat. Sedangkan subjek FN berusaha mengumpulkan informasi dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan penting, informasi yang relevan, dan ide-ide untuk menghubungkan suatu masalah dengan masalah lainnya dengan jelas dan tepat. (c) Pada kategori inferensi, subjek MA dalam menyelesaikan masalah membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang telah diperoleh namun mengalami kesalahan dan mengambil kesimpulan yang salah. Sedangkan subjek FN menyelesaikan soal dengan langkah-langkah yang tepat dan jelas, namun karena kesalahan penulisan satuan, FN mengambil kesimpulan yang salah. (d) Pada kategori strategi, subjek MA tidak berpikir terbuka dengan tidak mengajukan alternatif lain yang mungkin dilakukan dalam menyelesaikan masalah. sedangkan subjek FN berpikir terbuka dalam mengajukan strategi atau alternatif lain ketika menyelesaikan masalah.The aim of this research is to describe the critical thinking characteristics of male and female students in solving geometric problems. The type of research used in this research is qualitative research, because this research aims to describe and analyze phenomena or events individually or in groups. The approach used is a qualitative descriptive approach, because the results of this research are in the form of descriptions, namely descriptions in the form of words or sentences regarding the characteristics of students' critical thinking in solving geometry problems based on gender. Improving critical thinking skills in mathematics learning is very necessary because critical thinking and mathematics are an inseparable unit. The results of this research show that the critical thinking characteristics of subjects in solving geometric problems are: (a) in the clarification category, MA and FN subjects can formulate problems and appropriate information to solve problems precisely and clearly (b) in the assessment category (assessment) MA and FN subjects tried to collect relevant information, but MA identified the problem incorrectly (c) In the inference category, MA and FN subjects made wrong conclusions. (d) In the strategies category, MA subjects do not propose other alternatives, while FN subjects propose other strategies or alternatives when solving problems.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERMUTASI DAN KOMBINASI DI SMAN MODEL TERPADU MADANI PALU Muh Nursisto; Dasa Ismaimuza; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa di SMAN Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang yaitu siswa AF dan MF. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi ada dua yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Masing masing kesalahan mempunyai indikator kesalahan. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa AF subjek masih kesulitan dalam membedakan yang mana merupakan masalah kombinasi dan mana masalah permutasi, ini merupakan kesalahan konseptual, subjek keliru dalam melakukan operasi perkalian bilangan faktorial, ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan masalah merupakan kesalahan prosedural. Kemudian kesalahan yang dilakukan siswa MF yaitu siswa tidak menulis dengan lengkap apa yang diketahui karena sudah terbiasa dalam mengerjakan masalah permutasi dan kombinasi, tetapi jawaban hasil tes yang diberikan benar (kesalahan prosedural), siswa tidak menuliskan apa yang ditanyakan pada masalah dengan alasan agar cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pada siswa MF tidak ditemukan kesalahan konseptual dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi dalam penelitian ini.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP NEGERI 7 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Meri Safitri M. Rasul; Nurhayadi, Nurhayadi; Ismaimuza, Dasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to describe of  problem solving of Students Class VIII SMP Negeri 7 Palu in Solving the Narrative Test of Linear Equations in Two Variables in terms of Adversity Quotient (AQ). This type of research was qualitative. The subject in this research was three student class VIII SMP    Negeri 7 Palu in even semester of the academic year of 2021/2022 which consisted of student each of the climber type, the camper type, and the quitter type. Data about students’ problem solving were collected by written tests and interviews, while data about students’ adversity quotient were obtained by giving ARP questionnaires. The results of this research show that (1) problem solving climber type students are able to carry out the stage of understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan of solving and looking back, (2) problem solving camper type students are able to carry out the stage of understanding the problem, devising a plan, and carrying out the plan of solving, (3) problem solving quitter type students are able to carry out the stage of understanding the problem and devising a plan.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN 1 PALU PADA MATERI BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Sari, Nurhalisa Fitra; Ismaimuza, Dasa; Rochaminah, Sutji
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the mathematical problem solving of class XI students of MAN 1 Palu on the material of sequences and series in terms of learning styles. The subjects in this study were three students of class XI MAN 1 Palu with visual, auditory and kinesthetic learning styles. The results of this study indicate that (1) the subject of visual learning style understands the problem by writing neatly and mentioning the information that is known and asked from the question, SV makes a problem-solving plan using existing information and knowledge of sequences and series, SV does not implement a problem-solving plan, can only get the value of the second term and do not know how to find the value of another term, SV does not re-check the answer. (2) subjects with auditory learning styles understand the problem by reading the questions repeatedly aloud but the SA is not good at understanding the questions because they are still wrong in writing the known information, the SA makes a problem-solving plan using existing information and knowledge of sequences and series, the SA carries out the plan troubleshooting but an error occurred in the end result, SA did not recheck the answer. (3) Subjects with a kinesthetic learning style understand the problem by practicing using their hands and then writing and mentioning the information that is known and asked from the problem, SK makes a problem-solving plan using existing information and knowledge of sequences and series, SK implements a problem-solving plan properly and correctly, SK rechecked the answers
Co-Authors ., Author Abdul Hamid Abdul Hamid Afriana, Sinta Agus Rusmawan Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhyar H. M. Tawil Alfiliansi Alfiliansi, Alfiliansi Alfisyahra Alfisyahra, Alfisyahra Ali, M. Tawil Made Amalia Rasikhah Earliand Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini, Riri Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggun Pratiwi Annisa Arifa Nur Ayu Ariharno A. Lambause Arminda Sari Rosanti Arni Arni Aswan Aswan Ayu, Arifa Nur B, Satriana Unggu Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri M Bakri Mallo Baso Amri Baso Amri Busra Busra Busra Busra Busra Busra, Busra Damayanthi, Mita Deliana Sapareng Deviana, Sri Djaeng, Maxinus Earliand, Amalia Rasikhah Eka Surnyadewi Elis Safira Karindah Elisabet Linda Mariana Kayan Evie Awuy Evie Awuy Fahmi Abdul Rozak Fajar Muqarrabin Fathurrahmah Abd. Gani Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Febriani, Ismi Fitriana Gafur, Ma’ruf Abd Gandung Sugita Gani, Fathurrahmah Abd. Geofana, Jeane Gobel, Iis Ariska R. Guci, Ammar Abdullah Joni Hadija Hadija Hadija Hamsiar Hamsah Haryanto Haryanto Hasbi, Muh Henita Rahmayanti Hindi Muchayarah Holyness Nurdin Singadimedja I Luh Restini I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Wayan Sudarsana Ibni Hadjar Idrus Puluhulawa Irawati Irawati Irawati Ismi Febriani Iswandi Abdullah Jaeng , Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jeane Geofana Jemamut, Natalia Kadek Widiastuti Kadima Kadima Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Kolin, Regina Oli Ina Lamanja, Nurannisa S Lestari, Sayu Ketut Febri Linawati Linawati Linawati M. Tawil Made Ali M. Yogi Riyantama Isjoni Mansandi Hi. K. Diasamo Mariah Ulfa Marina Marnita Maryam Maryam Maryam Maxinus Djaeng Maxinus Djaeng Maxinus Jaeng Ma’ruf Abd Gafur Meinarni, Welli Meri Safitri M. Rasul Mirawati Mirawati Mirawati Miswadi Miswadi Mita Damayanthi ATT Mohammad Fadli Muh Hasbi Muh Nursisto Muh. Rizal Muh. Rizal Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Fachri B. Paloloang Muhammad Jufri Muhammad Rivai Musaddad, Ali Mustamin Idris Mustamin Idris MUSTAMIN IDRIS Mustamin Mustamin Mutmainna Nitaleni Mentara Norma Yunita Nufriansyah, Rifki Nugroho Alfarizi Nur Afrianti Rudtin Nur Afrianti Rudtin Nur Afrianti Rudtin Nur Hayatin Nur Intan Nur janah, Nur Nurainun Nurainun Nurannisa S Lamanja Nurfidiya Nurfidiya Nurfidiya, Nurfidiya Nurhayadi Nurhayadi Nurhayadi Nurmasita M. Saahi Nurseha NURSEHA NURSEHA Nurul Agmita L Paloloang, Muhammad Fachri B Paloloang, Muhammad Fachri B. Pathuddin Petra C. M. Sumampou Puluhulawa, Idrus Puluhulawa, Idrus Putri Vasra Handayani Rabiyatul Adawiyah Rachman, Romiandi Irwan Rahma Nasir Rahmayani, Risti Ratna Regina Oli Ina Kolin regina sintia Rinaldi Rita Lefrida Romiandi Irwan Rachman Rosyidah, Anni Syakhiyatur Rusmawan, Agus Rydwan Balo Safira Seftianingsih Lamalaka Sandra Sukmaning Adji Sari, Nurhalisa Fitra Sarni Sarni Satriana Unggu B Sayu Ketut Febri Lestari Selvy Musdalifah Sinta Afriana Siti Maryam Sri Mastuti Suardi D. Arifat Suci Ramadhani Sudarman Bennu Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sukayasa Sukayasa Sukayasa Sukayasa Sukri sukri Sukri, sukri Sumampou, Petra C. M. Sumampou, Petra C.M Surnyadewi, Eka Suryadi Suryadi Sutji Rochaminah Ulfa, Mariah Violita Gracia Gracia Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Wenny Elpriliana Suryanti Widiastuti, Kadek Wijayasari, Windy Windy Wijayasari Wunto, Cristovel Yulviyana Yulviyana Yunita, Norma