Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Energy Access in the Village of Gunung Arba, Jango Village from the Perspective of Environmental Justice in Central Lombok District Community Jannah, Raodatul; Hidayat, Agus Rohmat
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.15242

Abstract

Environmental justice from the perspective of public participation in the development of natural resources is a national program where the government is starting to switch from fossil energy to green energy, which means that in the future the government will no longer hope for energy such as coal, oil and gas, etc. This is a very strategic step taken by the government. Centralized is the antithesis of the increasing pressure to decentralize regional government, including regarding the management of natural resources (SDA) policies in the mining and oil and gas sectors, To ensure that this program runs well, of course the community is involved in monitoring it. Community participation in sustainable development is indeed weak, including in terms of policy making, even though the laws and regulations also stipulate that the community has rights as explained in the Aarhus Convention, where parties have an obligation to guarantee the right of access to information, community participation in decision making, and access to justice in environmental matters in accordance with the provisions of the convention. Then in Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management, it is intended, among other things, 1) to provide information to the government, 2) to increase the public's willingness to accept government decisions. 3) Helps with legal protection. and 4) Democratize decision making. From the above basis, it further strengthens the community so that it can participate actively in the development of natural resources in this country.
Efek Hipoglikemia Formula Herbal Antidiabetes Pada Tikus Diabetes Yang Diinduksi Alloxan Sarifah, Lailatus; Jannah, Raodatul; Sari, Dewi Ratih Tirto
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v4i1.8010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hipoglikemia formula herbal antidiabetes secara in vivo. Herbal yang digunakan dalam penelitian yaitu simplisia daun kencana wungu, kayu secang, kayu manis, dan daun jati cina, dengan formula rasio yang digunakan 5:2:2:1 (F5221) dan rasio 3:3:2:2 (F3322). Sebanyak 12 tikus betina strain wistar dikelompokkan menjadi empat kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok 3 ekor tikus. Kelompok perlakuan antara lain tikus normal, tikus diabetes mellitus (DMT2), tikus DMT2+ F3322, dan tikus DMT2+F5221. Tikus model diabetes mellitus diinduksi dengan menginjeksikan 175 mg/Kg BB alloxan secara subkutan dan melakukan observasi kadar glukosa darah 3
FACTORS RELATED TO WORK FRUSTRATION ON THE HEALTH OF EMPLOYEES IN CENTRAL LOMBOK IN 2023 Jannah, Raodatul; Hernawan, Adam
Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v4i12.1194

Abstract

The rapid development of science and technology and education also brings changes in human life. These changes have the effect of higher demands on each individual to further improve their performance. In order for their existence to be maintained, each individual will experience stress and frustration, especially for individuals who are less able to adjust to these developments. If you pay attention to people in everyday life, you will see various things that happen among the community. Some always seem to be happy, happy, happy and laughing even though what they will face later is different as expected. There are also those who often complain and grieve, despair, give up, do not fit in with other people and their work. This makes a person experience a health problem. This happens because of the lack of community for something to maintain harmony in society. It is these disturbing symptoms that prompt psychiatrists to try to investigate what causes different people's behaviors, despite the same conditions. This effort fostered one of the youngest branches of psychology, health. And in studying health, there are stress disorders and frustration among the community, due to a person cannot control himself to be better.
Penguatan Sosial dan Emosional Anak melalui Kegiatan Seni Gambar dengan Pendekatan Participatory Action Research (PAR) di Kelurahan Dodu Missouri, Randitha; Jannah, Raodatul; Ananda, Dea; Fadatunnisah, Fitriani; Jumratunnisah; Irmaningsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v3i1.121

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat sosial dan emosional anak melalui pendampingan kegiatan seni gambar berbasis komunitas di Kelurahan Dodu. Latar belakang pengabdian ini berangkat dari keterbatasan aktivitas nonformal yang mampu memfasilitasi interaksi sosial dan ekspresi emosional anak secara aman dan partisipatif. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan penguatan prinsip Asset Based Community Development (ABCD), yang menempatkan anak dan komunitas sebagai subjek aktif serta memanfaatkan aset sosial yang ada. Program diikuti oleh 20 anak usia 6–12 tahun dan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, catatan reflektif pengajar, wawancara singkat dengan orang tua, serta penilaian pra dan pasca pendampingan terhadap indikator sosial-emosional anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pada indikator interaksi sosial, kepercayaan diri, ekspresi emosi positif, dan partisipasi dalam kelompok setelah mengikuti pendampingan. Keberhasilan program dipengaruhi oleh desain kegiatan seni yang kolaboratif, pendekatan partisipatif, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan masyarakat sebagai aset pendukung. Disimpulkan bahwa pendampingan kegiatan seni gambar berbasis PAR–ABCD efektif sebagai strategi penguatan perkembangan sosial dan emosional anak dan berpotensi direplikasi dalam program pendidikan nonformal berbasis komunitas.
Literasi Migas dan Kesadaran Lingkugan Edukasi di Wilayah Rawan Eksplorasi Makalare, Veranyssa Aprillya Chayani; Jannah, Raodatul; Dhohir, Ega Izza Abdul; Prasetya, Kiftian Hady
Solusi dan Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : PT. SOLUTIVA PUSTAKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66602/solutiva.v1i2.17

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara literasi migas dan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan eksplorasi migas, khususnya di Kalimantan Timur. Rendahnya literasi migas seringkali berkorelasi dengan rendahnya kesadaran lingkungan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi migas dan kesadaran lingkungan masyarakat, serta mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada sampel masyarakat di wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara literasi migas dan kesadaran lingkungan. Masyarakat dengan tingkat literasi migas yang tinggi cenderung memiliki kesadaran lingkungan yang lebih baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi pendidikan, akses informasi, dan peran serta pemerintah dan perusahaan migas dalam program edukasi lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan program edukasi literasi migas terintegrasi dengan pendidikan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan, dirancang secara partisipatif dan melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Peningkatan akses informasi dan pelibatan tokoh masyarakat juga krusial dalam membentuk kesadaran lingkungan yang lebih baik. Kesimpulannya, literasi migas yang memadai merupakan kunci penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi dampak negatif eksplorasi migas terhadap masyarakat dan lingkungan.
Zinc (Zn) and Iron (Fe) Residues in Cattle Liver: A Comparative Study in Mining and Non-Mining Zones Wulandari, Sitti Aisyah May; Jannah, Raodatul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11728

Abstract

Laterite nickel mining activities in Southeast Sulawesi significantly contribute to environmental contamination, potentially leading to the bioaccumulation of heavy metals in free-grazing livestock. The liver, functioning as a primary metabolic organ, serves as a sensitive bioindicator for heavy metal exposure. This study aimed to analyze and compare the concentrations of essential heavy metals, Zinc (Zn) and Iron (Fe), in the liver of cattle reared in mining circum-areas (Sopura and Oko-oko) versus non-mining control areas (Toari and Watubangga). Liver samples were collected from 12 cattle (n = 3 per location). The samples were prepared using wet digestion and analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Data were analyzed using Independent Sample T-test and One-Way ANOVA followed by Tukey HSD post-hoc test. The results showed a significant difference (p < 0.05) in metal concentrations between mining and non-mining areas. The mining area of Oko-oko exhibited an extreme accumulation of Iron (Fe), reaching 1,803.40 ± 48.64 mg/kg, which is significantly higher than the control area of Watubangga (47.69 ± 1.94 mg/kg). Zinc (Zn) levels were also significantly higher in mining areas (21.88–24.22 mg/kg) compared to non-mining areas (2.97–8.30 mg/kg). There is a strong correlation between mining activities and the bioaccumulation of Zn and Fe in bovine liver. The extreme iron levels detected in the mining zone suggest a potential health risk for consumption, necessitating the implementation of depuration strategies and stricter food safety monitoring in the affected regions.