Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review : Kualitas Sumur Gali Dan Personal Hygien Berhubungan Dengan Gangguan Kesehatan Kulit Di Indonesia Farida Sugiester S.; Tri Joko; Nurjazuli Nurjazuli
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4772

Abstract

Indonesia mempunyai potensi sumber daya air yang sangat besar, yakni mencapai 3,9 trilyun meter kubik per tahun. masih terdapat sekitar 3,2 triliun meter kubik per tahun atau sekitar 82,31 persen yang belum dimanfaatkan. Gangguan kulit biasanya terjadi karena adanya beberapa faktor yang menjadi penyebab, misalnya iklim, lingkungan, kebiasaan hidup, tempat tinggal, alergi, dan lain sebagainya.  Menurut Ayu (2019) Berdasarkan pemeriksaan Chi-Square yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kulit, kebersihan pribadi (p=0,038), riwayat pekerjaan (p=0,705), periode perumahan (p=1,00), rumah jarak dari Panau Power Plant  (p=0,053)  dan  riwayat  alergi  (p=0,048).  Kebersihan  pribadi  dan  riwayat  alergi  sebagai  faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kulit terhadap orang yang tinggal di dekat pembangkit listrik tenaga uap Panau, Palu, Indonesia.Penelitian ini merupakan literatur review.Sumur gali merupakan salah satu sumber air yang berasal dari air tanah dan mudah sekali terpapar oleh berbagai pencemar yang merusak kualitas air sumur.. Personal hygiene  seseorang menentukan status kesehatan secara sadar dalam menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit terutama gangguan pada kulit. Kulit adalah salah satu aspek vital yang perlu diperhatikan dalam higiene persorangan.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas sumur air gali dan personal hygiene dengan keluhan gangguan kulit pada masyarakat di berbagai daerah. Saran dari penelitian ini adalah untuk penulis literatur selanjutnya, mencari sumber literatur yang bervariasi agar tema yang akan dijadikan literatur lebih luas dan mendalam.
Kualitas Air Bersih Serta Hubungannya dengan Insidensi Diare pada Balita di Wilayah Pesisir Maulida Khairunnisa; Tri Joko; Mursid Raharjo
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.15-23

Abstract

Di negara berkembang seperti Indonesia, diare masih menjadi 10 penyakit terbesar penyebab kematian utama dan malnutrisi pada anak dibawah lima tahun (balita). Kondisi kualitas air bersih di wilayah permukiman pesisir yang berada di bawah permukiman laut memungkinkan terjadinya pencemaran air tanah menjadi lebih asin atau disebut air payau akibat intrusi air laut yang didorong oleh penurunan muka tanah (land subsidence) akibat abtraksi air tanah yang melebihi kapasitas serta peningkatan beban bangunan. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui kandungan salinitas, total dissolve solid (TDS), dan Eschericia coli (E.coli) serta hubungan dengan insidensi diare pada balita. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Hasil studi literatur menunjukkan bahawa kandungan salinitas, TDS, dan E.coli pada air bersih berhubungan dengan kejadian diare dan e.coli mampu bertahan pada air asin tanpa menghilangkan sifat patogennya dalam menyebabkan diare, serta adanya intrusi air laut mampu meningkatakan kandungan salinitas pada air tanah. 
Indeks Pencemaran Air Sungai dan Persebaran Penyakit yang Ditularkan Air (Waterborne Diseases): Suatu Kajian Sistematis Nilna Fasyya Salsabila; Mursid Raharjo; Tri Joko
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.24-34

Abstract

Pemanfaatan air sungai berpengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai. Status mutu air diperlukan upaya pemantauan karena mutu air yang tercemar dapat menyebabkan waterborne diseases. Metode yang dapat digunakan dalam pemantauan status mutu air adalah indeks pencemaran. Penentuan indeks pencemaran air dapat diperoleh dengan membandingkan status mutu air dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui gambaran indeks pencemaran air sungai dan kejadian penyakit yang ditularkan melalui air (waterborne diseases). Penelusuran jurnal yang digunakan sebagai bahan kajian melalui database; ScienceDirect, Scopus, dan SpringerLink, serta penelusuran sumber pustaka. Kriteria inklusi dalam penelitian ini artikel publikasi tahun 2017 - 2023 terkait water pollution index sungai di indonesia dengan parameter yang diukur antara lain BOD, COD, e-coli, total coliform. Hasil kaji menunjukkan sebagian besar sungai di wilayah penelitian berkategori tercemar, dengan status ringan sampai berat. Penetapan tingkat pencemaran menggunakan metode PI (pollutan index), CCME-WQI, dan QUAL2E. Lima artikel mengukur parameter BOD, COD, dan DO. Semua artikel mengukur parameter biologi, yaitu bakteri koliform. Terdapat satu jurnal yang menjelaskan keterkaitan antara indeks pencemaran air dengan waterborne diseases, bahwa adanya pemanfaatan air sungai oleh masyarakat, memungkinkan terjadinya transmisi kontaminasi fekal coliform (Eschericia coli) penyebab diare dan Salmonella spp penyebab tifoid.
Apakah Dana IPO dan Reputasi Underwriter Mempengaruhi Kesuksesan IPO? Cornelius Saryadi Turnip; Tri Joko
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) Vol. 3 No. 3 (2023): Artikel Riset Volume 3 Issue 3, November 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v3i3.2927

Abstract

Investor harus mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi underpricing perusahaan. Terutama faktor yang memperlemah ekomomi. Dampaknya investor mendapatkan keuntungan dari kegiatan IPO perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dana IPO, reputasi underwriter, reputasi auditor, dan Tujuan penggunana dana IPO terhadap underpricing di BEI sebelum dan saat krisis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data diambil dari laporan prospektus 322 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dana IPO dan reputasi underwriter berpengaruh negatif terhadap underpricing. Sedangkan, reputasi dan tujuan penggunaan dana IPO tidak berpengaruh terhadap underpricing. Dana IPO dan reputasi underwriter meningkatkan underpricing perusahaan ketika melakukan IPO.
Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Stunting pada Balita di Kelurahan Periuk Jaya Kota Tangerang Handoyo, Eko; Joko, Tri; Nurjazuli, Nurjazuli; Fitri, Yuni Pradilla
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.29-40

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Indonesia sebesar 30,8%. Tahun 2022, melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting pada balita di Indonesia mengalami penurunan menjadi 21,6%. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko lingkungan yang berhungungan dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023 di Kota Tangerang, Banten, Indonesia. Dari 1066 balita di Kelurahan Periuk Jaya, 42 balita dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Selanjutnya riwayat kesehatan balita, wawancara ibu, kondisi lingkungan rumah tangga, dan deteksi kualitas E. Coli dan coliform dalam air minum dilakukan dan dicatat. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara stunting dengan variabel lingkungan. Hasil: Mencuci tangan memakai sabun (p=0,003) dan mencuci tangan setelah BAB (p=0,026; PR=11,00; 95%CI: 1,294–93,474) berhubungan signifikan dengan stunting. Tidak terdapat hubungan antara kandungan E. Coli (p=0,532; PR=1,667; 95%CI: 0,202–13,784), kandungan Coliform (p=0.558) pada air minum, sarana konsumsi air minum (p=0,293), mengolah air sebelum minum (p=1,000), penyimpanan air minum (p=0,095), kepemilikan jamban (p=1,000), sarana pembuangan air limbah (p=0,341; PR=3,167; 95%CI: 0,422–23,754), dengan kejadian stunting di Kelurahan Periuk Jaya. Simpulan: Meningkatkan promosi kesehatan dan mengawasi program air, sanitasi dan hygiene penting dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting pada balita.
Potensi Bacillus subtilis subsp. subtilis RJ09 sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Bercak Daun Cengkih Wisanggeni, Gen Adi; Suryanti, Suryanti; Joko, Tri
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.118-126

Abstract

Potensi Bacillus subtilis subsp. subtilis RJ09 sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Bercak Daun Cengkih Cengkih merupakan tanaman asli Indonesia yang menjadi salah satu komoditas utama sektor perkebunan. Penyakit bercak daun berupa nekrosis sering ditemukan pada tanaman cengkih. Gangguan terhadap fotosintesis yang disebabkan oleh penyakit bercak daun dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Bacillus diketahui dapat menghambat perkembangan patogen melalui mekanisme persaingan nutrisi dan antibiosis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Bacillus sp. RJ09 secara molekuler dan mengetahui potensinya dalam menekan perkembangan Pestalotiopsis sp., penyebab bercak daun tanaman cengkih secara in vitro. Identifikasi cendawan dilakukan dengan mengamati morfologi yang meliputi warna koloni, bentuk, dan ukuran konidium cendawan hasil isolasi. Identifikasi Bacillus sp. RJ09 dilakukan dengan polymerase chain reaction (PCR) menggunakan sepasang primer yang mengamplifikasi wilayah gen gyrB sebesar ±1400 pasang basa (pb) yang dilanjutkan dengan analisis sikuen. Pengujian kemampuan Bacillus sp. RJ09 sebagai agens hayati terhadap cendawan yang berasosiasi dengan bercak daun dilakukan dengan metode kultur ganda in vitro. Hasil identifikasi cendawan bercak daun tanaman cengkih diperoleh Pestalotiopsis sp. yang dapat menyebabkan bercak nekrosis berwarna kehitaman pada daun. Hasil identifikasi molekuler Bacillus sp. RJ09 menunjukkan nilai kemiripan tertinggi 99.40% dengan B. subtilis subsp. subtilis. Pengujian in vitro menunjukkan B. subtilis subsp. subtilis RJ09 dapat menghambat pertumbuhan koloni Pestalotiopsis sp. sebesar 75%.
Keragaman Rhizomikrobiom Bawang Merah dan Penekanan Penyakit Moler dengan Perlakuan Bacillus spp. dan Trichoderma asperellum Sundari, Dini; Wibowo, Arif; Joko, Tri; Widiastuti, Ani; Pustika, Arlyna Budi
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 4 (2023): Juli 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.4.156-165

Abstract

Twisted disease (Fusarium spp.) is an endemic disease that reduces shallot production in the coastal land area of Samas, Bantul, Yogyakarta. The application of Bacillus spp. can suppress the twisted disease by secreting secondary metabolites and enhancing soil suppressiveness. This study aimed to determine the effectiveness of adding spraying Bacillus spp. on the disease incidence, production of shallots, and their effect on the diversity of rhizomicrobiome by culture microbe approaches. Bacillus spp. with a density 108 cfu mL-1, Trichoderma asperellum 106 cfu mL-1 was applied by spraying to the shallot. Fungicide chlorothalonil, propiconazole, and prochloraz were used to control the disease. The diversity of rhizobacteria and fungi was analyzed using the ribosomal intergenic spacer analysis (RISA) method. Based on the analysis result, the addition of spraying B. velezensis B-27, combination B. velezensis B-27 and B. cereus RC76, and T. asperellum was unable to enhance the suppression of twisted disease, but it was able to enhance the production of shallot bulbs reaching 7.10, 7.80, and 8.43 ton ha-1. Furthermore, the result revealed the diversity of the rhizomicrobiome, spraying Bacillus sp. showed 39% differences in bacterial diversity with control while T. asperellum caused 43% difference in the diversity. Spraying Bacillus spp. has not been able to suppress the incidence of twisted diseases compared to control. However, the similar disease incidence on a spraying Bacillus spp. and control showed a higher production until 70% compared to control. This result showed that the addition of spraying Bacillus spp. able to increase the tolerance of shallot plants toward twisted disease.
PENGGUNAAN PAC DALAM MENURUNKAN KADAR BOD LIMBAH CAIR DI RPH PENGGARON Aditya, Vanessa Rizky; Budiyono, Budiyono; Joko, Tri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i4.30305

Abstract

Rumah pemotongan hewan adalah unit atau sarana pelayanan masyarakat untuk menyediakan daging sehat dengan syarat tertentu yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan pemotongan hewan ada kandungan bahan organik ditandai tingginya BOD yang dapat mempengaruhi kualitas badan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PAC dalam menurunkan kadar organik terlarut pada Rumah Pemotongan Hewan. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Populasi penelitian ini yaitu limbah cair RPH dan total sampel untuk 4 perlakuan dosis PAC (2,5, 5, 7,5, dan 10 g) dengan 6 kali pengulangan yaitu 36 sampel. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan kadar BOD sebelum perlakuan sebesar 524,833 mg/l dan kelompok kontrol sebesar 490,333 mg/l. Kadar BOD sesudah perlakuan terjadi penurunan berturut – turut pada dosis PAC 2,5 g – 10 g sebesar 19,62%, 28,17%, 43,66%, dan 52,71%. Hasil analisis statistik tidak ada perbedaan yang signifikan antara penurunan kadar organik terlarut sesudah penambahan PAC dengan variasi dosis. Dapat disimpulkan bahwa dosis PAC 10 g/l efektif untuk menurunkan kadar BOD limbah RPH yang rendah, karena hasil masih melebihi baku mutu menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No 5 Tahun 2012. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut menggunakan jenis koagulan atau pengolahan lainnya sebagai pertimbangan.
Environmental Risk Factors and Behaviors Towards Malaria in the Working Area of Banyuasin Purworejo Health Center Nur Fajria Safarina, Ismi; Joko, Tri; Budiyono, Budiyono
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 20 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 20 No. 2, Juli 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v20i2.705

Abstract

In 2021, the Banyuasin Health Center's area in Purworejo reported 143 malaria cases, which decreased to 33 cases in 2022. To understand the factors influencing malaria transmission, a case-control study was conducted. The study focused on environmental and behavioral risks within the health center's jurisdiction. The case group included 33 individuals who had malaria in 2022, while the control group comprised 33 individuals without malaria, matched by sex and age. Data was collected through questionnaires, interviews, and observations using Chi-square analysis with a 5% significance level and 95% confidence interval. Significant risk factors identified included the presence of puddles (OR 4.808, 95% CI 1.667–13.862), absence of wire netting on ventilation (OR 4.713, 95% CI 1.341–16.566), not using mosquito nets (OR 7.429, 95% CI 2.461–22.422), not using mosquito repellents (OR 6.042, 95% CI 1.731–21.086), and not wearing tight clothes (OR 5.714, 95% CI 1.925–16.965). Conversely, the absence of a ceiling (OR 3.444, 95% CI 0.641–18.508), absence of cattle (OR 0.320, 95% CI 0.116–0.883), and absence of bushes (OR 2.692, 95% CI 0.631–11.488) were not significant factors. In conclusion, the study highlighted that stagnant water, poor ventilation measures, and inadequate personal protection contribute significantly to malaria risk in the Banyuasin Health Center's area. Improving housing conditions and promoting the use of mosquito nets and repellents are crucial in mitigating malaria transmission effectively in this region of Purworejo.
Effectiveness of Calcium Carbonate in Chicken Eggshell as a Copper Adsorbent in Kotagede Silver Craft Liquid Waste Karroghi, Silmi Aziza; Nurjazuli, Nurjazuli; Joko, Tri
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 21 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 21 No. 2, Juli 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v21i2.891

Abstract

The silver craft industry’s liquid waste contains hazardous heavy metals such as Cu. Waste containing Cu is directly discharged into the environment, harming the environment and living organisms. An alternative treatment for this liquid waste is the adsorption method using activated chicken eggshells, which have a high CaCO3 content as an adsorbent. This study aims to determine the effectiveness of chicken eggshell adsorbents in reducing Cu levels in silver craft liquid waste solutions. The research employs a quasi-experimental method. The dependent variable in this study is the Cu content in the silver craft liquid waste. In contrast, the independent variables are adsorbent particle size with variations of 50 mesh, 100 mesh, and 150 mesh and adsorbent concentrations with variations of 30 g/L, 40 g/L, and 50 g/L. The statistical test used is the General Linear Model (GLM). The results showed that eggshell adsorbents could reduce Cu levels by 80.82% (from 2.671 mg/L to 0.512 mg/L), which occurred in the particle size group of 150 mesh and a concentration of 40 g/L. However, this result has yet to effectively reduce Cu levels below the standard (0.5 mg/L) stipulated by DIY Regional Regulation No. 7 of 2016. Data analysis with the GLM test showed a significant difference in Cu levels based on variations in adsorbent particle size (p-value=0.000) and adsorbent concentration (p-value=0.024). The interaction between particle size and adsorbent concentration did not show a significant difference (p-value=0.810), indicating it did not reduce Cu levels effectively.
Co-Authors - Suhartono Abdullah, Jilan Tsani Achmadi Priyatmojo Adi, Bayu Kusuma Aditya, Vanessa Rizky Agus Bintara Birawida Ahmad Zaerozi Ani Widiastuti, Ani Annisa Aulia Nurrohmah Anugrah Febrino Balwa Anwar, Wakhid Arif Wibowo Arlyna Budi Pustika Asma Afifah Astorina, Nikie Azmi Umi Anisyah Bariyadi Rifai Bella Arieza Andriyana Bibit Nasrokhatun Diniah Budi Waloyo Budiyono Budiyono Burhanuddin Thohir Candra Rulyana Charles foeh Foeh Choirul Luluk Fatimah Cornelius Saryadi Turnip Delima Kurnia Sari Devita Nur Aprilia Dwimartina, Fina Dyah Agustin Catur Putri Eka Luvita Sari Eko Handoyo Elisa Maharani Elzha Af’idatul Himmah Farida Sugiester S. Fianti andua Fitria, Ida Hanan Lanang Dangiran Hariyanti, Fika Harper, Stephen Haryudi Okta Sofiyanto Hidayanty, Healthy Ijaz ul haq Ilma, Hurin Nabila Aghnia Intan Aulia Putri Irawati, Roosdiana Jalaluddin Abdul Malek, Jalaluddin Abdul Jayawarsa, A.A. Ketut Karroghi, Silmi Aziza Lisa Okta Permatasari Maharani, Puti Maulida Khairunnisa McCann, Honour C. Mohammad Nasir, Mohammad Muhammad Addin Rizaldi Muhammad Habibullah Muhammad Nasir Mursid Rahardjo Mursid Raharjo Mustafiroh Kasanah Nabiha, Puteri Inandin Nabilah Nurhidayanti Nabilah Zahra Nasrokhatun Diniah, Bibit Ngazis, Muhammad Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nila Himayati Nilna Fasyya Salsabila Noor Zahrotul Muniroh Nur Endah Wahyuningsih Nur Fajria Safarina, Ismi Nurdiyanto, Miftakhul Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Onny Setiani Pratiwi, Annisa Hasta Purnomo Purnomo Putri, Novi Hervianti Qorina Sabila Fa'iza Raharjo , Mursid Rahman, Muhammad Auliya Rahmi Nur Alifiani Restu Andri Setiyanto Riska Triafryani Putri Rozi, Choirul Ruba, Yohanes Emanuel S. Russeng, Syamsiar Sahiledengle, Biniyam Salahuddin, Nurul Syahriani Santya Nareswari Saraswati, Vivian Thea Savitri Rachmawati Septanti, Elza Muthia Shofa Rakhmatika Shrestha, Akina Sinta Nugraheni Dewi Siti Nurkhayati Siti Subandiyah Slamet Wardoyo Suhartono Sukri Palutturi SULISTIYANI SULISTIYANI Sundari, Dini Suriah Suriah Suryanti Susamto Somowiyarjo Tati Suharti Triwidodo Arwiyanto Turnip, Cornelius Saryadi Ulfah Rahmawati Vinidia Pertiwi Wahiduddin Wahiduddin Wakhid Anwar Wardana, Lalu Muhammad Fikri Wibowo, Eko Prasetyo Wisanggeni, Gen Adi Woldesenbet, Biruk Yuni Pradilla Fitri, Yuni Pradilla Yusniar Hanani Danudianti Yusniar Hanani Darundiati