Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan interval terhadap kecepatan dan daya tahan atlet lari jarak menengah yang tergabung dalam PASI Bone. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 12 atlet putra cabang lari jarak menengah dan jauh. Penelitian dilaksanakan di Stadion Lapatau Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Variabel independen adalah latihan interval, sedangkan variabel dependen terdiri dari kecepatan dan daya tahan. Pengukuran dilakukan melalui tes lari 60 meter dan tes lari 2400 meter, baik pada tahap pretest maupun posttest. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan tahapan uji prasyarat. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan seluruh data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji homogenitas juga memperlihatkan varians pretest dan posttest bersifat homogen (p > 0,05), sehingga uji hipotesis dapat dilanjutkan. Uji-t digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Pada kecepatan lari 60 meter, diperoleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), sedangkan pada daya tahan lari 2400 meter nilai signifikansi 0,007 (< 0,05). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan latihan interval berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kecepatan serta daya tahan atlet lari jarak menengah PASI Bone.