Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RESPONS FISIOLOGI KELINCI LOKAL YANG DIBERI RANSUM MENGGUNAKAN AMPAS TAHU YANG DISUPLEMENTASI RAGI TAPE PADA JENIS KANDANG BERBEDA I M., Nuriyasa; N. G. K., Roni; E., Puspani; D. P. M. A., Candrawati; I W., Wirawan; A. W., Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.616 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p05

Abstract

Penelitian yang bertujuan mempelajari respon fisiologi kelinci jantan lokal telah dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola split-plot 2×3 dengan 4 blok (ulangan). Jenis kandang sebagai main plot yang terdiri dari: kandang under ground shelter (K0) dan kandang battery (K1). Perlakuan ransum sebagai sub plot yang terdiri dari: ransum tanpa menggunakan ampas tahu (R0), ransum menggunakan 15% ampas tahu tanpa suplementasi ragi tape (R1) dan ransum menggunakan 15% ampas tahu yang disuplementasi 0,2% ragi tape (R2).Hasil penelitian mendapatkan bahwa kandang battery menyebabkan suhu dan kelembaban kandang lebih tinggi daripada kandangunder ground shelter. Temperatur dan kelembaban udara lebih tinggi pada K1 menyebabkan denyut jantung dan temperatur kulit lebih tinggi daripada K0. Perlakuan ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap temperatur dan kelembaban kandang serta temperatur rektal dan kulit ternak kelinci. Pada kandang K0, perlakuan ransum tidak berpengaruh nyata terhadap laju respirasi. Pada kandang K1, perlakuan ransum R2 menyebabkan laju respirasi kelinci jantan lokal lebih tinggi daripada R1 dan R0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelinci jantan lokal yang dipelihara pada kandang under ground shelter menghasilkan respon fisiologi lebih baik daripada kandang battery. Penggunaan ampas tahu dalam ransum kelinci dan suplementasi ragi tape pada penggunaan ampas tahu tidak mempengaruhi respon fisiologi ternak kelinci jantan lokal.
PENGARUH SUPLEMENTASI ENZIM PHYLAZIM DALAM RANSUM YANG MENGGUNAKAN 30 % DEDAK PADI TERHADAP PENAMPILAN BROILER CANDRAWATI, D. P. M. A.; WITARIADI, N. M.; BIDURA, I. G. N. G.; DEWANTARI, M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 9 No 3 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.977 KB)

Abstract

RINGKASAN Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi enzim Phylazim dalam ransum berbasis dedak padi (ransum dengan 30 % dedak padi) terhadap penampilan broiler umur 2 ?V 6 minggu, telah dilaksanakan di Denpasar, Bali. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu ransum basal dengan 15 % dedak padi sebagai kontrol (A), ransum dengan 30 % dedak padi (B), dan ransum dengan 30 % dedak padi dengan suplementasi 0,20 % enzim Phylazim (C). Setiap perlakuan terdiri atas enam ulangan dan tiap ulangan menggunakan empat ekor ayam broiler umur dua minggu dengan bobot badan rata-rata (473,94 ?b 13,70 g), sehingga terdapat 18 unit percobaan. Jadi, jumlah keseluruhan ayam yang digunakan sebanyak 72 ekor. Ransum disusun isokalori (ME : 2900 kkal/kg) dan isoprotein (CP : 20 %). Ransum dan air minum selama periode penelitian diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : konsumsi ransum dan air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan feed conversion ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 30 % dedak padi dalam ransum ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan air minum, tetapi secara nyata (P<0,05) menurunkan berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan efisiensi penggunaan ransum jika dibandingkan dengan kontrol. Penambahan 0,20 % enzim kompleks dalam ransum yang mengandung 30 % dedak padi ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan efisiensi penggunaan ransum broiler jika dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan 30 % dedak padi dalam ransum broiler ternyata menurunkan penampilan broiler jika dibandingkan dengan kontrol (ransum dengan 15 % dedak padi) dan dengan suplementasi 0,20 % enzim Phylazim dalam ransum yang menggunakan 30 % dedak padi memberikan hasil yang sama dengan kontrol (ransum dengan 15 % dedak padi).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR LIMBAH KULIT JERUK PERAS (citrus sinensis) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE ORGAN DALAM BROILER M. R. F. B. Barus; I. N. T. Ariana; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 14 No. 3 (2026): Vol. 14 No. 3 (2026): Vol. 14 No. 3(2026)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orange peel waste is an agricultural byproduct containing flavonoids, limonene, and vitamin C compounds that act as natural antibiotics making it a potential substitute for Antibiotic Growth Promoters (AGP). This study aimed to evaluate the effect of administering an aqueous extract of squeezed orange peel waste via drinking water on the internal organ percentages of broiler chickens. The research was conducted over 35 days at the Sesetan Research Station, Faculty of Animal Science, Udayana University, located on Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa, Denpasar. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of three treatments and si replicates: P0 drinking water without extract, P1 drinking water with 2.5% extract, and P2 drinking water with 5% extract. The variables observed were the percentages of the heart, liver, pancreas, small intestine, large intestine, and gizzard. The results indicated that administering the aqueous extract at levels of 2.5% P1 and 5% P2 via drinking water caused no significant difference P>0.05 in the percentages of the heart, liver, pancreas, small intestine, large intestine, and gizzard compared to the control group P0. It is concluded that the administration of aqueous extract from squeezed orange peel waste citrus sinensis in drinking water at levels of 2.5% to 5% does not affect the internal organ percentages of broilers, specifically the heart, liver, small intestine, large intestine, pancreas, and gizzard. ABSTRAK Limbah kulit jeruk merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa flavonoid, limonene, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antibiotik alami sehingga berpotensi untuk menggantikan Antibiotic Growth Promoter (AGP). Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak air limbah kulit jeruk peras melalui air minum terhadap persentase organ dalam broiler. Penelitian dilakukan di Stasiun Penelitian Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa Denpasar selama 35 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 kali ulangan yaitu P0 = air minum yang tidak diberikan ekstrak air limbah kulit jeruk peras, P1 = air minum dengan pemberian 2,5% ekstrak air limbah kulit jeruk peras, P2 = air minum dengan pemberian 5% ekstrak air limbah kulit jeruk peras.Variabel yang diamati adalah persentase jantung, hati, pankreas, usus halus, usus besar, dan empedal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air limbah kulit jeruk peras pada level 2,5%P1 dan 5%P2 melalui air minum tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase jantung, hati, pankreas, usus halus, usus besar, dan empedal dibandingkan broiler yang mendapat perlakuan kontrol P0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air limbah kulit jeruk peras (citrus sinensis) dalam air minum hingga level 2,5% sampai 5% tidak mempengaruhi persentase organ dalam broiler yang mencakup persentase jantung, hati, usus halus, usus besar, pankreas, dan empedal.