DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI
Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggantian Ransum Komersial dengan Tepung Limbah Kecambah Kacang Hijau Difermentasi terhadap Sistem Pencernaan Itik Bali Jantan Maulana A.; I M. Suasta; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.078 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p01

Abstract

Limbah kecambah kacang hijau merupakan bagian dari kecambah kacang hijau yang sudah tidak dimanfaatkan lagi dalam proses produksi, bahkan biasanya terbuang sia-sia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi terhadap sistem pencernaan itik bali jantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu; P0 (ransum komersial 100%), P1 (penggantian 12,5% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi) dan P2 (penggantian 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase berat tembolok, persentase berat proventrikulus, persentase berat ventrikulus, persentase berat hati, persentase berat pankreas, persentase berat empedu, persentase berat usus halus dan panjang usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian 12,5% dan 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan persentase berat tembolok dengan P1 dan P2 masing-masing sebesar 40,90% dan 86,36% lebih tinggi dari perlakuan ransum komersial 100% (P0), tetapi berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap terhadap persentase berat proventrikulus, persentase berat ventrikulus, persentase berat hati, persentase berat pankreas, persentase berat empedu, persentase berat dan panjang usus halus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggantian 12,5% dan 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi meningkatkan persentase berat tembolok, tetapi memberikan hasil yang sama terhadap persentase berat proventrikulus, persentase berat ventrikulus, persentase berat hati, persentase berat pankreas, persentase berat empedu, persentase berat dan panjang usus halus. Kata kunci : Limbah kecambah kacang hijau, itik bali jantan, fermentasi, sistem pencernaan
KANDUNGAN BAHAN KERING DAN NUTRIEN SUPLEMEN BERPROBIOTIK YANG DIPRODUKSI DENGAN TINGKAT LIMBAH ISI RUMEN BERBEDA Tripuratapini S; Mudita IM.; Candrawati D.P.M.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.676 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bahan kering dan nutrien suplemen berprobiotik yang diproduksi dengan tingkat limbah isi rumen berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 unit percobaan yang meliputi: Suplemen yang diproduksi menggunakan limbah isi rumen 20% (SP20), penggunaan limbah isi rumen 40% (SP40), penggunaan limbah isi rumen 60% (SP60), dan penggunaan limbah isi rumen 80% (SP80). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan serat kasar (SK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan kering suplemen tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05) antar perlakuan. Akan tetapi kandungan bahan organik nyata (P<0,05) menurun dengan meningkatnya penggunaan limbah isi rumen. Persentase kandungan bahan kering suplemen pada perlakuan SP20 lebih tinggi dibanding perlakuan SP40, SP60, dan SP80 secara berturut-turut sebesar 0,66%, 2,16%, dan 4,22%. Sedangkan hasil analisis kadungan protein kasar pada perlakuan SP20, SP40, dan SP60 berbeda tidak nyata (P>0,05) namun nyata (P<0,05) menurun pada perlakuan SP80 (13,96%). Hasil analisis kandungan serat kasar nyata (P<0,05) meningkat seiring dengan penambahan penggunaan limbah isi rumen. Persentase serat kasar pada perlakuan SP20, SP40, dan SP60 berturut-turut sebesar 26,04%, 16,51%, dan 6,10% lebih rendah berbeda nyata (P<0,05) dari kandungan serat kasar pada perlakuan SP80. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah isi rumen sapi bali sebanyak 20% berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap bahan kering namun mampu meningkatkan kandungan bahan organik suplemen, serta menghasilkan kandungan serat kasar yang paling rendah. Penggunaan limbah isi rumen sapi bali sebanyak 20%, 40%, dan 60% dapat menigkatkan kandungan protein kasar suplemen. Sedangkan penggunaan limbah isi rumen hingga 80% dapat menurunkan kandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan meningkatkan kandungan serat kasar suplemen.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN BROILER UMUR 2-6 MINGGU Trisna dewi K; Bidura IG.N.G; Candrawati D.P.M.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.995 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan daun bawang putih (Allium sativum) melalui air minum terhadap penampilan broiler umur 2-6 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan.Ketiga perlakuan tersebutadalah ayam yang diberi air minum tanpa penggunaan ekstrak air daun kelor atau ekstrak air daun bawang putih sebagai kontrol (A), ayam yang diberi air minum ekstrak daun kelor (B), dan ayam yang diberi air minum ekstrak daun bawang putih (C), pemberian pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan FCR (Feed Convertion Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sebanyak 5% ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan ekstrak bawang putih (Allium sativum) melalui air minum dapat meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan menghasikan nilai FCR yang efisien pada ayam broiler umur 2-6 minggu.
PENGARUH PENGGANTIAN DEDAK JAGUNG DALAM PAKAN KOMPLIT DENGAN TEPUNG LIMBAH ROTI YANG DIFERMENTASI TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI JANTAN (Anas sp.) UMUR 0-8 MINGGU Wedaswara M. Y. P.; N. W. Siti; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of replacing corn bran in complete feed with fermented bread waste flour on the appearance of male bali ducks (Anas Sp.) aged 0-8 weeks. This research was conducted at the Farm Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, which is located on Sesetan street Markisa alley no 5, Sesetan Village, South Denpasar District, Denpasar City, Bali, for 8 weeks. The design used was a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 5 replications, so there were 15 experimental units. Each experimental unit used 3 male bali ducks (Anas Sp.) with a weight range of 50 ± 2 grams. The three treatments were male bali ducks (Anas Sp.) which were given complete feed treatment without bread waste (treatment A), male bali ducks (Anas sp.) which were given 50% waste of bread instead of corn bran (treatment B), and bali ducks. Male (Anas Sp.) treated with complete feed + 100% bread waste substitute for corn bran (treatment C). The variables observed included initial body weight, final body weight, weight gain, ration consumption and Feed Conversion Ratio (FCR). In general, the appearance of male bali ducks (Anas Sp.) treated (B) and (C) tended to be significantly higher (P<0.05) in final body weight, weight gain, and FCR were not significantly different ( P>0.05) compared to treatment (A). Based on the results of this study, it can be concluded that male bali ducks (Anas Sp.) treated with complete feed + 50% bread waste (B) and male bali ducks (Anas Sp.) treated with complete feed + 100% bread waste can improved appearance of the male bali duck (Anas Sp.) aged 0-8 weeks. Keywords : male bali duck (Anas Sp.), appearance, bread waste
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK SACCHAROMYCES Spp. Gb-7 DAN Gb-9 DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 40-48 MINGGU Sujana I K.; D. P. M. A. Candrawati; I G. N. G. Bidura
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.95 KB)

Abstract

This research was carried out to determine the effect of giving probiotics 0.3% Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 in rations on chicken egg production Lohmann Brown phase age 40-48 weeks. This research was carried out by farmers in Dajan Peken Village, Tabanan for 2 months. The design used in this study was Completely Randomized Design (CDR) with three treatments and six replications. The third treatments were chicken giving rations without probiotics as control (A); chickens given ration with the probiotic Saccharomyces spp. Gb-7 0.3% (B); and chickens given ration with the probiotic Saccharomyces spp. Gb-9 0.3% (C). The variables observed in this research were ration consumption, drinking water consumption, total egg weight, total number of eggs and FCR. The results showed chickens given ration with probiotics Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 that total egg weight and FCR chickens given probiotics Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 each had a significant (P<0.05) but on ration consumption, drink water consumption, and the number of eggs each had a non significant (P>0.05). From the results of this research it can be concluded that the granting of 0.3% of the probiotic Saccharomyces spp. Gb-7 and Gb-9 in ration Lohmann Brown can provide significant influence to the total weight of the egg and the FCR had non significant influence towards the consumption of rations, drinking water consumption, and the total number of eggs Lohmann Brown age 40-48 weeks. Keywords: Egg production, Lohmann Brown, Probiotics, Saccharomyces spp.
EVALUASI KECERNAAN RANSUM TERFERMENTASI BAKTERI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK PADA BROILER FASE FINISHER Khoiron I. I.; I M. Mudita; D.P.M.A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ransum terfermentasi ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh ransum yang difermentasikan menggunakan bakteri probiotik lignoselulolitik terhadap kecernaan ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021 di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali. Penelitian ini menggunakan 60 ekor ayam broiler. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri 3 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan ransum terfermentasi tanpa diberi probiotik (BRF0) sebagai kontrol, ransum terfermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis BR4LG (BRF1), Bacillus sp. BT3CL (BRF2), Bacillus sp. BT8XY (BRF3) dan ransum komersil (BRK) sebagai kontrol dengan menggunakan probiotik lignoselulitik sebanyak 5% dari jumlah bahan pakan. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering, bahan organik, serat kasar, protein kasar, lemak kasar dan metabolisme energi semu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan (P<0,05) maka analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan perlakuan BRF3 memiliki kualitas terbaik diantara perlakuan lain diikuti BRF0, BRF1 dan BRF2. Kecernaan bahan organik, serat kasar dan lemak kasar pada perlakuan yang diberi bakteri probiotik lignoselulolitik lebih tinggi dibandingkan tanpa diberi bakteri probiotik lignoselulitik. Kecernaan protein kasar yang mendapatkan perlakuan BRF2 dan BRF3 lebih tinggi dari BRF0 dan BRF1. Energi metabolisme semu BRF1 dan BRF3 lebih tinggi dari BRF2 dan BRF0. Kata kunci : Ransum, kecernaan, probiotik, broiler
PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) MELALUI AIR MINUM TERHADAP DISTRIBUSI LEMAK DAN KOLESTEROL DARAH BROILER Widyanaya I K.; I G. N. G. Bidura; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.385 KB)

Abstract

The research aim to determine the provision of katuk leaves extract water (Sauropus androgynus) and moringa leaves (Moringa oleifera Lam) through the drinking water for fat distribution  and totally cholesterol of broiler blood. The research design with completely randomized design (CRD) with three treatments and six replications. Each replicates using three broiler aged two weeks with a homogeneous body weight. These three treatments are broiler given drinking water without the water extract of moringa leaves and katuk leaf as control (A), broiler given a water extract of katuk leaves 5% through drinking water (B) and broiler given a water extract of leaves of moringa 5% through the water drink (C). Rations and water were given ad libitum. The variables measured in the research are pads fat, mesentrium fat, ventriculus fat and blood totally cholesterol . The results showed that the percentage of pads fat of broiler drunk extracts of katuk leaves 5% water through drinking water (B) and broiler drunk water extract of moringa leaves 5% through drinking water (C), respectively 29,92% and 22,83% lower and significantly different (P<0.05) compared with treatment A. Mesentrium fat broilers treated B and broilers treated C, respectively were 8,00% and 12,00% lower but they were not significantly different (P>0.05) compared to the treatment A. Ventriculus fat of broiler are treated B and broilers treated C, respectively 23,08% and 17,31% lower significantly (P<0,05) compared with treatment A. While for blood totally cholesterol of broiler given treated B and treated C, respectively 9,34% and 8,62% were significant different (P<0.05) lower compared with treatment A. Based on the results of this research concluded that the giving of katuk leaves (Sauropus androgynus) and of Moringa leaves (Moringa oleifera Lam) water extract by 5% through drinking water can lower the percentage of pads fat, ventriculus fat and blood totally cholesterol of broiler.
PENGARUH SUPLEMENTASI SABUN KALSIUM DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL LIPIDA DARAH ITIK BALI JANTAN Aryanti N.P.; E. Puspani; D.P.M.A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi sabun kalsium dalam ransum terhadap profil lipida darah itik bali jantan umur 8 minggu. Penelitian ini berlangsung selama 6 minggu pada kandang itik milik peternak yang berlokasi di Jl. Tegal Wangi 2, Gang Kavling No. 9, Kelurahan Sesetan, Kota Denpasar, Bali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan menggunakan 4 ekor itik umur 2 minggu dengan berat badan homogen. Keempat perlakuan tersebut adalah itik bali jantan yang diberi ransum kontrol tanpa sabun kalsium (A), itik bali jantan yang diberi ransum 1% sabun kalsium (B), itik bali jantan yang diberi ransum 2% sabun kalsium (C), dan itik bali jantan yang diberi ransum 3% sabun kalsium (D). Variabel yang diamati adalah high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), trigliserida, dan kolesterol total. Kadar kolesterol total itik bali jantan pada perlakuan B, C dan D berbeda nyata lebih rendah (P<0,05) dibandingkan perlakuan A. Kadar trigliserida yang mendapatkan perlakuan B dan C tidak berbeda nyata (P>0,05) lebih rendah dibandingkan perlakuan A, sedangkan perlakuan D berbeda nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan perlakuan A. Hasil kadar HDL dan LDL tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi sabun kalsium dalam ransum dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kadar trigliserida, serta tidak berpengaruh terhadap kadar HDL dan LDL itik bali jantan. Kata kunci: itik bali jantan, profil lipida darah, dan sabun kalsium.
The Expedient of Decreased on The Meat and Blood Cholesterol Concentration Throught Use “Kayu Apu” (Pistia strtiotes L) in The Local Chicken Feed, Old 3-10 Weeks Tjokorda Gede Belawa Yadnya; Ni Gusti Ketut Roni; Desak Putu Mas Ari Candrawati; Anak Agung Putu Putra Wibawa
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 5 No. 2 (2010)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was carried out to study the effect of kayu apu (Pistia Stratiotes L) in diets of cholesterol concentration in the blood and mea on the chickn local. The experiment was designed using completely randomized design (CRD) with four treatments which were ration without” kayu apu”(Pistia stratiotes L) as control (P0), ration with 10% kayu apu (P1), ration with 20% kayu apu (P2) and ration with 30% kayu apu (P3). Each treatment group had three replicates with five birds in each replicates. Data observation are total choresterol, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL) in the blood and meat cholesterol. The result showed that the offered 10%-30% kayu in diets could be decrease of cholesterol total and Low Density Lipoprotein (LDL) were significanty (P<0,05), but not affected of High Density Lipoprotein (HDL) (P>0,05). The same incident of the offered kayu apu could be decrease of cholesterol concentration total in the  meat. It was included that of kayu apu (Pistia Stratiotes L) 10%-30% in the ration could be increase on feed efficiency, decrease of carcass fat and cholesterol concentration in the blood and meat of the chicken local.   Keywords: The expedient of decrease cholesterol, kayu apu (Pistia Stratiotes L) and Chicken local
PERFORMA BROILER YANG DIBERIKAN LARUTAN KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DAN ASAM (Tamarindus indica L.) PADA AIR MINUM WARDANI, N. P. K.; G. A. M. K. DEWI; D. P. M. A. CANDRAWATI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.v25.i01.p06

Abstract

This experiment was conducted to find out performance of broiler was given turmeric, tamarind, and mixed turmeric and tamarind on drinking water used Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments dan 5 replications. The treatments are given without turmeric and tamarind (A), 2% turmeric (B), 2% tamarind (C), and mixed 1% turmeric and 1% tamarind (D). The observed variables are initial body weight, final body weight, daily body weight, feed consumption, water comsuption, and FCR. The results indicated that was given 2% turmeric (B), 2% tamarind (C) and mixed 1% turmeric and 1% tamarind (D) significantly increased (P<0,05) of final body weigth, daily body weight, water comsuption, and FCR but different significantly (P>0,05) of feed comsuption compared to the control (A). Based on concluded that was given 2% turmeric (B), 2% tamarind (C) and mixed of 1% turmeric and 1% tamarind (D) on water drinking able to provide the same ration consumption, but can increased of final body weight, daily body weight and efficient in untilizing rations while broiler was given mixed 1% turmeric and 1% tamarind (D) can increased water comsuption.