Claim Missing Document
Check
Articles

Hasil Belajar PJOK Materi Passing Atas Bolavoli Peserta Didik Kelas IX E Meningkat Melalui Metode Part And Whole Berbantuan Feedback Visual Agus Wahyu Swiartha Adi Saputra Agus; I Nyoman Kanca; Made Agus Wijaya
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v11i1.57240

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar PJOK materi passing atas bola voli peserta didik kelas IX E SMP Negeri 4 Negara meningkat melalui implementasi metode part and whole berbantuan feedback visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri 4 Negara yang berjumlah 30 peserta didik terdiri dari 13 orang peserta didik laki-laki dan 17 orang peserta didik perempuan. Instrumen penelitian ini terdiri atas tes uraian dan pilihan ganda untuk aspek pengetahuan dan tes unjuk kerja untuk aspek keterampilan. Data dianalisis menggunakan deskripsi persentase. Hasil belajar aspek pengetahuan pada siklus I, terdapat 13 orang (43,33%) peserta didik tuntas, sedangkan hasil belajar keterampilan pada siklus I terdapat 18 orang (60%) peserta didik tuntas. Pada siklus II, hasil belajar aspek pengetahuan mencapai 30 orang (100%) peserta didik tuntas, sedangkan aspek keterampilan 30 orang (100%) peserta didik tuntas. Berdasarkan analisa data dan pembahasan, simpulan penelitian ini adalah hasil belajar PJOK materi passing atas bola voli peserta didik kelas IX SMP Negeri 4 Negara meningkat melalui implementasi metode part and whole berbantuan feedback visual. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, Disarankan pada guru PJOK kelas IX dapat mengimplementasi Metode Part And Whole Berbantuan Feedback Visual di kelas IX SMP Negeri 4 Negara pada pembelajaran PJOK Materi Passing Atas Bola Voli karena dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
METODE PELATIHAN TAKTIS PASSING BERPASANGAN STATIS DAN PASSING SAMBIL BERGERAK TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR PASSING CONTROL BOLA FUTSAL ., Gede Noviada; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) pengaruh metode pelatihan passing berpasangan statis, (2) pengaruh passing sambil bergerak, (3) perbedaan pengaruh antara metode pelatihan passing berpasangan statis dan passing sambil bergerak terhadap keterampilan passing control bola futsal. Subjek penelitian ini adalah siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 1 yang berjumlah 24 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test - post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes passing control (passing dan stoping). Analasis data dengan menggunakan perhitungan statistik uji t (t-test) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) metode pelatihan passing berpasangan statis berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar passing control bola futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Seririt tahun 2014. (2) metode pelatihan passing sambil bergerak berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar passing control bola futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Seririt tahun 2014. (3) ada perbedaan pengaruh antara metode pelatihan passing berpasangan statis dan passing sambil bergerak terhadap terhadap keterampilan teknik dasar passing control bola futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Seririt tahun 2014. Dari kedua pelatihan tersebut yang lebih baik adalah pelatihan passing berpasangan statis Kata Kunci : passing control bola futsal, pelatihan passing berpasangan. This study aims to find out, 1) the effect of static pair passing training method, 2) the effect of moving passing method, 3) the difference effect of static pair passing training method with moving passing method to the futsal ball passing control sklill. The subject of this study is the students who participate in futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. The method in this study is an experimental method with the modified group pre-test – post-test design. The data was obtained by examining passing control test (passing and stoping). The data were analyzed by using t test in the level of significance 5% (α = 0,05). The result of this study is (1) static pair passing training method gives effect on the improvement of basic skills of futsal ball control passing futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. (2) moving passing training method gives effect on the improvement of the basic skills of futsal ball passing control futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. (3) static pair passing training method gives better result than futsal ball moving passing control futsal extraculicullar in SMK Negeri 1 Seririt which are 24 students. From both a better training is training in pairs passing static keyword : futsal ball passing control, pair passing training.
PENGARUH PELATIHAN BERBANTUAN PAPAN PELAMPUNG TERHADAP PENGUASAAN TEKNIK RENANG GAYA FRONT CRAWL ., Putu Ayu Bellia Wulandari; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Wasti Danardani, S.Pd., M.A.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan berbantuan papan pelampung terhadap penguasaan teknik renang gaya front crawl pada peserta ekstrakurikuler renang di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah “eksperimental semu (quasi experimental). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah the non-randomized control group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 30 orang (terdiri dari 16 siswa putri dan 14 siswa putra) peserta ektrakurikuler renang di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Data hasil penelitian dilakuan pengujian hipotesis dengan uji t-independent untuk variabel penguasaan renang gaya front crawl t_hitung=1,277 dengan nilai signifikansi 0,009 pada taraf signifikansi α (0,05). Nilai signifikansi hitung variabel penguasaan teknik renang gaya front crawl lebih kecil dari signifikansi α (Sig < 0,05). Hal ini dapat disimpulkan adanya perbedaan yang nyata antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, dimana kelompok perlakuan pelatihan renang berbantuan papan pelampung mempunyai peningkatan hasil penguasaan teknik renang gaya front crawl yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pelatihan berbantuan papan pelampung berpengaruh terhadap penguasaan teknik renang gaya front crawl pada peserta ektrakurikuler renang di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja tahun 2014.Kata Kunci : Pelatihan, papan pelampung, penguasaan, renang gaya front crawl. This study aims to determine the effect of training-aided engineering mastery float board to front crawl swimming style swimming extracurricular participants in SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja 2014. Research used is "quasi-experimental (quasi-experimental). The research design used in this study is the non-randomized control group pretest-posttest design. Subject study of 30 people (consisting of 16 students and 14 student daughter's son) swimming extracurricular participants in SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Research data hypothesis testing was done with independent t-test for variable control of the front crawl swimming style t_hitung = 1.277 with a significance value of 0.009 at significance level α (0.05). Significant value of the variable count mastery style front crawl swimming technique is smaller than α significance (Sig
PENGARUH PELATIHAN INTERVAL ANAEROB DENGAN RASIO KERJA ISTIRAHAT 1:10 DAN 1:20 TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER ., I Dewa Made Mudiyasa; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, (2) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, (3) Perbedaan pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter. Subjek penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler atletik SMP N 1 Mengwi tahun 2014 yang berjumlah 36 orang. Data kecepatan lari 100 meter diukur dengan tes lari cepat 100 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data (1) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung= 11,18 > ttabel = 2,042 (2) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 32,11 > ttabel = 2,042 (3) terdapat perbedaan antara pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 5,04 > ttabel = 2,042. Pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 adalah 15,32 dan rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 adalah 15,74. Kata Kunci : pelatihan, interval anaerob, rasio kerja dan istirahat, kecepatan. This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74. keyword : This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74.
PENGARUH MODEL PELATIHAN PRAKTEK PADAT (MASSED PRACTICE) DAN PRAKTEK TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED PRACTICE) TERHADAP PASSING ATAS BOLA VOLI PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 1 GEROKGAK TAHUN 2014 ., Ni Kadek Evi Siskarini; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pelatihan praktik padat (massed practice) dan praktik terdistribusi (distributed practice) terhadap passing atas bola voli putra peserta ekstrakurikuler SMA N 1 gerokgak 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah “eksperimental semu (quasi exsperimental). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Modifed Group Pretest-posttest Control Design”. Subjek penelitian sebanyak 30 orang siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA N 1 Gerokgak. Tehnik pengunpulan data ini diperoleh dari pengukuran variable terikat yaitu kemampuan melakukan passing atas. Teknik analisis data menggunakan uji-t independen dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis data (1) model pelatihan praktek padat berpengaruh terhadap kemampuan passing atas bola voli, dengan hasil thit= 5.782 > ttab = 2.144 (2) model pelatihan praktek terdistribusu berpengaruh terhadap kemampuan passing atas boli voli dengan hasil thit= 9.811 > ttab = 2.144. (3). Terdapat perbedaan perbedaan pengaruh model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap ketepatan passing atas, dengan hasil thit = 2.750 > ttab = 2,048. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan : (1) model pelatihan praktek padat (massed practice) dan pelatihan praktik terdistribusi (distributed practice) berpengaruh terhadap penguasaan ketrampilan passing atas bola voli. (2) terdapat perbedaan pengaruh antara dua kelompok model pelatihan praktik padat (massed practice) dan pelatihan praktik terdistribusi (distributed practice) terhadap peningkatan penguasaan ketrampilan tehnik passing atas dimana model pelatihan praktik terdistribusi (distributed practice) memiliki peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan model pelatihan praktek padat (massed practice)Kata Kunci : pelatihan, praktik padat dan praktik terdistribusi, terhadap, passing atas, bola voli This study aimed to know the effect of massage practice and distributed practice toward passing atas on volley ball in extracurricular participants’ at SMA N 1 Gerokgak in 2014. This study was an experimental research in terms of quasi experimental. The designed that was used in this study namely, modifed group pretest-posttest design. The subjects of this study were 30 males’ students who become participants of volley ball extracurricular at SMA N 1 Gerokgak. The result of analysis data that (1) there was an effect of massed praktice training methods on the top passing skills, in which thit = 5.782 > ttab 2.144 = , (2) there was an effect of distributed praktice training methods on the top passing skills, in which thit = 9.811 > ttab = 2.144, (3) there was a difference on effect of massed praktice training methods and distributed praktice on the top passing skills, in which thit = 2.750 > ttab = 2.048. From the analysis of data and discussion concluded; (1) the massed practice training methods and distributed practice effect on the top passing skills, (2) there is a difference between the effect of massed practice training methods and distributed practice on the top passing skills, in which distributed praktice training methods is better than massed praktice training methods to increase on the top passing skills.keyword : training massed practice, distributed practice, top passing, voley ball
PENGARUH MODEL PELATIHAN PRAKTIK PADAT DAN PRAKTIK TERDISTRIBUSI TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 1 ABANG TAHUN 2014 ., I Kadek Suta Adi Adnyana; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pelatihan praktik padat terhadap ketepatan servis atas, (2) pengaruh model pelatihan praktik terdistribusi terhadap ketepatan servis atas, (3) perbedaan pengaruh model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap ketepatan servis atas. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Abang. Jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini 38 orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari pengukuran variabel terikat yaitu ketepatan melakukan servis. Teknik analisis data mengunakan uji-t independen dangan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis data (1) model pelatihan praktik padat berpengaruh terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 33,026 > ttab = 2,101, (2) model pelatihan praktik terdistribusi berpengaruh terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 51,776 > ttab = 2,101, (3) Terdapat perbedaan perbedaan pengaruh model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 19,463 > ttab = 2,028. Dari hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan; (1) Model pelatihan praktik padat berpengaruh terhadap peningkatan ketepatan servis atas, (2) Model pelatihan praktik terdistribusi berpengaruh terhadap peningkatan ketepatan servis atas, (3) terdapat perbedaan pengaruh antara model pelatihan praktik padat dan praktik terdistribusi terhadap peningkatan ketepatan servis atas, dimana model pelatihan praktik terdistribusi lebih baik dari pada model pelatihan praktik padat terhadap peningkatan ketepatan servis atas.Kata Kunci : pelatihan, praktik padat, praktik terdistribusi, ketepatan, bola voli This study aims to determine (1) the effect of massed praktice training methods on the acurate top service, (2) the effect of distributed praktice training methods on the acurate top service, (3) the difference effect of massed praktice training methods and distributed praktice on the acurate top service. This study was done by experimental design The Modified Group Pre-Test-Post-Test Design. This study was done in SMP Negeri 1 Abang. The subjects were 38 students. The data collection was obtained by counting dependent variable to the accurate servis. The data analysis used teknik -t independen test at significant level α = 0, 05. The result of analysis data that (1) there was an effect of massed praktice training methods on the acurate top service, in which thit = 33,026 > ttab = 2,101, (2) there was an effect of distributed praktice training methods on the acurate top service, in which thit = 51,776 > ttab = 2,101, (3) there was a difference on effect of massed praktice training methods and distributed praktice on the acurate top service, in which thit = 19,463 > ttab = 2,028. From the analysis of data and discussion concluded; (1) the massed practice training methods effect on the acurate top service,(2) the distributed practice training methods effect on the acurate top service, (3) there is a difference between the effect of massed practice training methods and distributed practice on the acurate top service,in which distributed praktice training methods is better than massed praktice training methods to increase on the accurate top service. keyword : Training, massed practice , distributed practice, accurate, volley ball
PENGARUH PELATIHAN BOX JUMP DAN SIDE HOP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 1 BANJAR TAHUN 2014 ., Putu Ngurah Agung Juliawan; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan box jump terhadap power otot tungkai, (2) pengaruh pelatihan side hop terhadap power otot tungkai, (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan box jump dan side hop terhadap power otot tungkai. Subjek penelitian adalah peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 1 Banjar tahun 2014, berjumlah 30 orang laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-tes post-test design. Pengumpulan data menggunakan tes vertical jump. Analisis data menggunakan perhitungan dengan manual uji-t independent pada taraf signifikansi (α) 0,05, dengan bantuan program SPSS 16,0. Hasil analisa data: (1) pelatihan box jump berpengaruh terhadap power otot tungkai, dengan hasil thit = 8,94 > ttab = 2,048, (2) pelatihan side hop berpengaruh terhadap power otot tungkai, dengan hasil thit = 16,51 > ttab = 2,048, (3) Terdapat perbedaan antara pelatihan box jump dan side hop terhadap power otot tungkai, dengan hasil thit = 10,01 > ttab = 2,048. Pelatihan side hop memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pelatihan box jump terhadap power otot tungkai, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan side hop = 52,80 > pelatihan box jump 48,80. Disimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh pelatihan box jump yang segnifikan terhadap peningkatan power otot tungkai, (2) Ada pengaruh pelatihan side hop yang segnifikan terhadap peningkatan power otot tungkai, (3) Ada perbedaan peningkatan power otot tungkai antara pelatihan box jump dan side hop, dimana pelatihan side hop lebih baik dari pada pelatihan box jump terhadap peningkatan power otot tungkai.Kata Kunci : Power, otot tungkai, pelatihan, ekstrakurikuler This study aims to determine ( 1 ) the effect of the training box jump to the leg muscle power , ( 2 ) the effect of the training side hop on leg muscle power , ( 3 ) the difference effect between the training box jump and hop side of the leg muscle power . Subjects were participants in extracurricular volleyball SMP Negeri 1 Banjar 2014 , amounted to 30 men . This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test post - test design . Collecting data using vertical jump test . Analysis of data using manual calculation with independent t-test at a significance level ( α ) of 0.05 , with SPSS 16.0 . The results of the data analysis : ( 1 ) training box jump effect on limb muscle power , with the result thit = 8.94 > ttab = 2.048 , ( 2 ) training hop side effect on limb muscle power , with the result thit = 16.51 > ttab = 2,048 , ( 3 ) There are differences between the training box jump and hop side of the leg muscle power , with the result thit = 10.01 > ttab = 2.048 . Training side hops give better results than training box jump to the leg muscle power , seen from the average yield of the training side hop = 52.80 > 48.80 jump box training . It was concluded that ( 1 ) There is a box jump training effect that segnifikan to increase leg muscle power , ( 2 ) There is a side effect of hops that segnifikan training to increase leg muscle power , ( 3 ) There is a difference between the increase in leg muscle power training side box jumps and hops , where training is better hop side of the box jump training to increase leg muscle power .keyword : Power , leg muscle , training , extracurricular
PENGARUH PELATIHAN PULL-UP DAN PUSH-UP TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN 2014 ., Imam Hambali; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan pull-up terhadap kekuatan otot lengan, (2) pengaruh pelatihan push-up terhadap kekuatan otot lengan, (3) perbedaan pengaruh pelatihan pull-up dan push-up terhadap kekuatan otot lengan. Subjek penelitian adalah siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test – post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes expanding dynamometer. Analisis data menggunakan perhitungan statistik Nonparametrik pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data (1) pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan, (2) pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap kekuatan otot lengan, (3) tidak ada perbedaan kekuatan otot lengan yang signifikan antara pelatihan pull-up dan push-up. Disimpulkan bahwa (1) Pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (2) Pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan push-up dan pull-up terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014. Kata Kunci : pelatihan, push-up, pull-up, kekuatan, bola voli This study aims to determine (1) the influence of the pull-up training arm muscle strength , (2) the effect of the push - up training on muscle strength of arm, (3) the effect of training pull- ups and push - ups against the arm muscle strength. The subjects were male student extracurricular volleyball MAN Patas numbered 30 people. This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test - post - test design. Test data collection using expanding test dynamometer. Analysis of data using statistical calculations Nonparametric at a significance level of 0.05. The results of data analysis (1) The pull-up training a significant effect on the increase in forearm muscle strength, (2) training of push-ups a significant effect on the arm muscle strength, (3) there was no difference in muscle strength significantly between the training arm pull-up and push-up. It was concluded that (1) Training pull-ups significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracuricular MAN Patas 2014, (2) Training of push-ups a significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracurricular MAN Patas years 2014, (3) There is no significant difference between the training of push-ups and pull-ups to increase arm muscle strength in male student extracuricular volleyball MAN Patas 2014. keyword : training , push - ups , pull- ups , strength , volleyball
PENGARUH PELATIHAN SERVIS DI BAWAH TALI DAN TARGET SERVIS TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS PENDEK FOREHAND SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 1 MELAYA KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2014 ., I Putu Indrawan; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.5827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan servis di bawah tali terhadap kemampuan servis pendek forehand, (2) pengaruh pelatihan target servis terhadap kemampuan servis pendek forehand, (3) Perbedaan pengaruh antara pelatihan servis di bawah tali dengan target servis terhadap kemampuan servis pendek forehand. Subjek penelitian adalah peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 1 Melaya yang berjumlah 30 orang. Data servis pendek forehand di ukur dengan tes servis pendek forehand. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test). Hasil analisis data (1) pelatihan servis di bawah tali berpengaruh terhadap kemampuan servis pendek forehand, dengan hasil thitung = 33.115>ttabel = 2,048 (2) pelatihan target servis berpengaruh terhadap servis pendek forehand, dengan hasil thitung = 36.776> ttabel = 2.048 (3) pelatihan target servis memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan servis di bawah tali terhadap kemampuan servis pendek forehand, dilihat dengan hasil rata-rata 46,33>45,07. Disimpulkan bahwa (1) ada pengaruh pelatihan servis di bawah tali terhadap peningkatan kemampuan servis pendek forehand, (2) ada pengaruh pelatihan target servis terhadap peningkatan kemampuan servis pendek forehand, (3) ada perbedaan pengaruh antara pelatihan servis di bawah tali dengan target servis, dimana pelatihan target servis lebih baik dari pada pelatihan servis di bawah tali terhadap peningkatan servis pendek forehand. Kata Kunci : Servis di bawah tali, Target servis dan Servis pendek forehand. This study aims to determine (1) the effect of services training under the rope toward to the forehand short service ability, (2) the effect of target training service toward to the forehand short service ability, (3) The difference between the effect of training services under the ropes with a target service toward to the forehand short service ability. The subjects were participants of badminton extracurricular in SMP Negeri 1 Melaya which are about 30 people. The data of forehand short service measured with forehand short service test. This study used an experimental method with the design of modified group pre-test post-test design. Analysis of the data used statistical calculation of t-test. The results of data analysis (1) training services under the rope is affecting toward the ability of forehand short service, with the result t-count = 33. 115 > t-table = 2.048 (2) training target service affecting forehand short service, with the result t-count = 36. 776 > t-table = 2.048 (3) training target service giving better effect than training services under the rope toward the forehand short service ability, which can be seen with an average yield of 46.33 > 45.07 . It was concluded that (1) there are significant training service under the rope in increasing forehand short service, (2) there are significant training target services to increase forehand short service, (3) there is a difference between the services under the rope with the target service, where training target service was better than training services under the rope in order to increase forehand short service. keyword : Service under the ropes, target service and forehand short service.
PENGARUH PELATIHAN LARI SEGITIGA DAN LARI REAKSI TERHADAP KELINCAHAN PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN 2016 ., Arief Billah; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Suratmin, S.Pd. M.Or
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v5i2.7863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lari segitiga terhadap kelincahan bulutangkis, (2) pengaruh pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis, dan (3) perbedaan pengaruh pelatihan lari segitiga dengan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified pretest posttest group design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikan 5%. Subjek penelitian adalah siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja dengan jumlah siswa 50 orang. Kelincahan diukur dengan menggunakan Illinois Agility Run Test. Hasil analisis data (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh terhadap kelincahan bulutangkis, dengan hasil thitung 11.295 > ttabel 2,064. thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh terhadap kelincahan, dengan hasil thitung 8.761 > ttabel 2,064. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, dan (3) tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari pelatihan lari segitiga dan lari reaksi terhadap kelincahan, dilihat dari hasil rata-rata 0, 557 > 2,011. Disimpulkan bahwa (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016 dan (3) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan lari segitiga dengan pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016. Disarankan pada hasil penelitian ini (1) bagi pelatih atau guru olahraga hendaknya dapat menekankan pelatihan lari segitiga dan lari reaksi kepada siswa ekstrakulikuler bulutangkis, (2) bagi peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan pelatihan yang berbeda untuk memperoleh kelincahan yang lebih baik, dan (3) bagi para siswa diharapkan untuk melaksanakan pelatihan fisik secara rutin sebelum melaksanakan pelatihan teknik agar kondisi fisik tetap terjaga dan optimal.Kata Kunci : Pelatihan lari segitiga, pelatihan lari reaksi, kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lari segitiga terhadap kelincahan bulutangkis, (2) pengaruh pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis, dan (3) perbedaan pengaruh pelatihan lari segitiga dengan lari reaksi terhadap kelincahan bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified pretest posttest group design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikan 5%. Subjek penelitian adalah siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja dengan jumlah siswa 50 orang. Kelincahan diukur dengan menggunakan Illinois Agility Run Test. Hasil analisis data (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh terhadap kelincahan bulutangkis, dengan hasil thitung 11.295 > ttabel 2,064. thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh terhadap kelincahan, dengan hasil thitung 8.761 > ttabel 2,064. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel, sehingga hasilnya signifikan, dan (3) tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari pelatihan lari segitiga dan lari reaksi terhadap kelincahan, dilihat dari hasil rata-rata 0, 557 > 2,011. Disimpulkan bahwa (1) pelatihan lari segitiga berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016, (2) pelatihan lari reaksi berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016 dan (3) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan lari segitiga dengan pelatihan lari reaksi terhadap kelincahan pada siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 2 Singaraja tahun 2016. Disarankan pada hasil penelitian ini (1) bagi pelatih atau guru olahraga hendaknya dapat menekankan pelatihan lari segitiga dan lari reaksi kepada siswa ekstrakulikuler bulutangkis, (2) bagi peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan pelatihan yang berbeda untuk memperoleh kelincahan yang lebih baik, dan (3) bagi para siswa diharapkan untuk melaksanakan pelatihan fisik secara rutin sebelum melaksanakan pelatihan teknik agar kondisi fisik tetap terjaga dan optimal.keyword : Pelatihan lari segitiga, pelatihan lari reaksi, kelincahan.
Co-Authors ., Ahmad Fathan ., Arief Billah ., Dewi Citra Yunita ., dr. Adnyana Putra, S.Ked., M.Kes. ., dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes. ., Gde Audy Wiranatha ., Gusti Ayu Nyoman Wini Arti ., Harry Fitriyanto Rahman ., I Dewa Gede Raka w ., I Gede Agus Sedana Putra ., I Gede Eka Dharma Wibawa ., I Gede Ferdi Setiadi ., I Gede Handika Putra ., I Gede Ngembon Bu ., I Gede Oka Suartama ., I Gede Satria Wiradharma ., I Gede Suartana Eka Putra ., I Gusti Putu Octavianus Sukma Wibawa ., I Kadek Mahendra Meyana ., I Ketut Bayu Japa Widnyana ., I Komang Edi Yasmika ., I Komang Hardi Pramana Arta ., I Komang Nanda Putra ., I Komang Ngurah Adnyana ., I Made Agus Ardian Nova ., I Made Arsa Wijaya ., I Made Hendra Haryadi ., I Made Semarawima Juliartha ., I Putu Ari Mahendra ., I Putu Juniarta ., I Putu Waprakeswara Putra ., I Wayan Ella Humiarta ., I Wayan Harry Darma Putra ., I Wayan Januarta ., I Wayan Kusuma Jaya ., I Wayan Suastika ., I WYN CANDRA WIJAYA ., Kadek Dian Puspita Yanti ., KD IRFAN ADI PRAMANA ., Komang Yadnya ., Luh Abdi Julia Lestari ., Luh Putu Dwi Ariesta ., Made Ary Suputra ., Made Santika ., Made Yuli Astiti ., Ni Made Febyana Widhyasari ., Ni Putu Putri Novianti ., Putu Agus Mena Setiawan ., Putu Gde Primastudiarta ., Putu Wiradamungga Adesta ., Rifky Perdana .s ., Ronaldus Made Suparta ., Tri Prihantoro ., Tri Yoga Saputra ., Tut Ria Teguh Karya Ade Mikael Ardhana Ketaren Adnyana Putra Adnyana Putra Agus Wahyu Swiartha Adi Saputra Agus Ahmad Fathan . Anak Agung Gede Sugianthara Anggis Ardianca Arimasputri, Ida Ayu Novira Megarani Artanayasa, Wayan Astini, Putu Sri Astiti Adi, Luh Putu Budiarta, Putu Buwana, I Putu Wira Tresna Cok Bagus Aringga Putra . Damayanti, Ida Ayu Kade Werdika Daniel Happy Putra Dewi Citra Yunita . Dlis, Firmansyah dr. Adnyana Putra, S.Ked. . dr. Adnyana Putra, S.Ked., M.Kes. . dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked. . dr. I Made Kusuma Wijaya, S.Ked., M.Kes. . dr. Made Suadnyani Pasek, S.Ked. . dr. Ni Nyoman Mestri Agustini, S.Ked. . dr. Putu Adi Saputra, S.Ked. . Eka Prabawa, I Putu Adi Eryanto, Komang Irfan Tri Eri Firman Sinaga Fitriani, Dwi Ulin Gde Audy Wiranatha . Gede Doddy Tisna MS Gede Ginaya Gede Ginaya Gede Noviada . Gusti Ayu Nyoman Wini Arti . Harry Fitriyanto Rahman . Hendry Wijaya Kusuma Hernawan I Dewa Gede Raka w . I Dewa Made Mudiyasa . I Gede Agus Sedana Putra . I Gede Budiarsana . I Gede Eka Dharma Wibawa . I Gede Handika Putra . I Gede Juliana Putra . I Gede Ngembon Bu . I Gede Oka Suartama . I Gede Suartana Eka Putra . I Gede Suwiwa I GEDE TANGKAS DYANA JATI NEGARA . I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ngurah Putra Darmaja . I Gusti Nyoman Harimbawa . I Gusti Putu Octavianus Sukma Wibawa . I Kadek ka Hendra Yoga Andika I Kadek Mahendra Meyana . I Kadek Mustika Jaya I Kadek Putra Wirasantika . I Kadek Suadnyana . I Kadek Suta Adi Adnyana . I Ketut Ardiasa I Ketut Bayu Japa Widnyana . I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Yoda I Komang Adnyana Putra . I Komang Edi Yasmika . I Komang Hardi Pramana Arta . I Komang Kartika . I Komang Nanda Putra . I Komang Ngurah Adnyana . I Komang Sudarma I Made Adi Selamet . I Made Agus Ardian Nova . I Made Arsa Wijaya . I Made Hendra Haryadi . I Made Satyawan I Made Semarawima Juliartha . I Made Yama Ardika . I Made Yama Ardika ., I Made Yama Ardika I Nengah Subiakta . I Nengah Wijaya I Nyoman Budiarsa . I Nyoman Meirejeki I Nyoman Sastra Dwipa Udiyana . I Nyoman Sudarmada I Nyoman Sudi Cahyana . I Putu Adi Eka Prabawa I Putu Ari Darma Santika . I Putu Ari Mahendra . I Putu Artha Subiastawan . I Putu Budiarta I Putu Darmayasa I Putu Gede Winartha . I Putu Gede Winartha ., I Putu Gede Winartha I PUTU INDRAWAN . I Putu Juniarta . I Putu Panca Adi I Wayan Ardha Wira Parwata I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Benny Cuesmawan . I Wayan Ella Humiarta . I Wayan Harry Darma Putra . I Wayan Januarta . I Wayan Koyan I Wayan Kusuma Jaya . I Wayan Merta I Wayan Muliarta I Wayan Nurjaya I Wayan Nurjaya I Wayan Repiyasa . I Wayan Santyasa I Wayan Somenada I Wayan Suastika . I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparta . I WYN CANDRA WIJAYA . Ida Ayu Kade Werdika Damayanti Ida Bagus Ketut Suryawan . IM. Hambali JAYA, I WAYAN KUSUMA JAYA, I WAYAN KUSUMA Kadek Dian Puspita Yanti . Kadek Suta Kusuma Jaya Kadek Yogi Parta Lesmana KD IRFAN ADI PRAMANA . Ketaren, Ade Mikael Ardhana Kiabeni, Yuliana Yosefina Komang Budi Satriawan . Komang Sumerini . Komang Yadnya . Kurniawan, I Wayan Yahya Kusuma Jaya, Kadek Suta Laksono Trisnantoro Lisa Marina Lambei Luh Abdi Julia Lestari . Luh Putu Dwi Ariesta . M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . M.Or. S.Pd. Gede Eka Budi Darmawan . M.Or. S.Pd. I Ketut Semarayasa . Made Agus Wijaya Made Ary Suputra . Made Dwi Widyartawan . Made Kurnia Widiastuti Giri Made Santika . marina, lisa Megawati . Megawati . Moch. Asmawi Ni Kadek Evi Siskarini . Ni Luh Putu Spyanawati Ni Made Febyana Widhyasari . Ni Made Rai Sukmawati Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Ayu Sri Indah Wati . Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini Ni Wayan Wahyu Astuti Nyoman Dantes Parta, Ida Bagus Made Arga Pranata Sinaga, Rivento Putra Yudistira, Cokorda Gede Putu Agus Mahendra Nata . Putu Agus Mena Setiawan . Putu Ayu Bellia Wulandari . Putu Denes Asmara Jaya . Putu Gde Primastudiarta . Putu Muliawan . Putu Ngurah Agung Juliawan . Putu Panji Sulaksana Putu Wiradamungga Adesta . Rifky Perdana .s . Ronaldus Made Suparta . S.Ked. dr. I Made Kusuma Wijaya . S.Ked. dr. Made Suadnyani Pasek . S.Ked. dr. Ni Made Sri Dewi Lestari . S.Ked. dr. Ni Nyoman Mestri Agustini . S.Ked. dr. Putu Adi Saputra . S.Pd. I Kd. Happy Kardiawan . S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Saktiawan, Angga Rosi Solihin Solihin Solihin Solihin Suarja, I Ketut Sukartini, Ni Wayan Sukerti, Ni Luh Sulaksana, Putu Panji Sumawidari, Ida Ayu Ketut Surahman, Hendro Budi Suratmin Susyarini, Ni Putu Wiwiek Ary Tanwisastra, I Nengah Tri Prihantoro . Tri Yoga Saputra . Tut Ria Teguh Karya . Wahjoedi Wasti Danardani Wiguna, I Gusti Lanang Agung Pratama Wijaya, I Nengah Wira Parwata, I Wayan Ardha Yasa, I Made Widarta Yasir Hidayat Yoga Andika, I Kadek ka Hendra Yuliana Yosefina Kiabeni