Claim Missing Document
Check
Articles

Symbolic Communication Offerings in the Bancaan Bayi Ceremony: A Roland Barthes Semiotic Analysis in The Kediri, East Java Tya Resta Fitriana; Kenfitria Diah Wijayanti; Budi Waluyo; Astiana Ajeng Rahadini; Winda Dwi Lestari; Favorita Kurwidaria; Prima Veronika
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5832

Abstract

This study aims to describe and analyze the symbolic communication that contains the names and forms of culinary offerings in the traditional Bancaan Bayi ceremony for believers in Kediri, and how these symbols are understood by the local religious community in the context of intercultural communication. The study uses a qualitative narrative method, observation, interview, and document analysis techniques. The data consists of the names and representations of culinary offerings, which are treated as cultural signs and communication media both with other humans and symbolic communication with God. The findings show that each type of offering contains symbolic messages regarding prayers, hopes, and salvation values that are negotiated through the process of ritual communication. Through Barthes's semiotic perspective, offerings function not only as cultural symbols but also as a form of spiritual and social communication that allows for the exchange of meaning between people from different religious backgrounds. Thus, Bancaan Bayi becomes an arena for intercultural communication that reproduces social harmony through culinary symbolism. This research has implications for supporting interfaith inclusion, thereby encouraging social sustainability and cohesion among community groups.
ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONSEP NAMA HEWAN DALAM PERIBAHASA JEPANG DAN PERIBAHASA JAWA Veronika, Prima; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita; Rahadini, Astiana Ajeng; Said, Dewi Pangestu; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Lestari, Eni Sri Budi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7635

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis atau membandingkan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa peribahasa Jepang dan Jawa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian serupa. Peneliti kemudian menguji keabsahan data yang telah terkumpul menggunakan teknik triangulasi sumber data. Setelah diuji keabsahannya, data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang berupa kegiatan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat kontras atau perbedaan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa. Konsep nama hewan yang digunakan antara lain monyet, anjing, serangga, ayam, ular, kuda, burung, katak, ikan, dan harimau. Perbedaan penggunaan konsep nama hewan tersebut tampak dari sudut pandang pemaknaan hewan sebagai pengkonotasian sifat atau perilaku yang perlu ditiru atau yang tidak layak ditiru. Akan tetapi, peribahasa-peribahasa tersebut memiliki kesamaan, yakni sebagai ungkapan tidak langsung yang digunakan dalam berkomunikasi.
Javanese Script Reading and Writing Training with Ular Tangga Media for Elementary School-Age Children at Sanggar Pelangi Surakarta Nirbito Hanggoro Pribadi; Favorita Kurwidaria; Kenfitria Diah Wijayanti; Astiana Ajeng Rahadini; Dewi Pangestu Said; Prima Veronika
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): 2025 October Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v4i2.9734

Abstract

The use of Javanese script in Javanese communication is increasingly experiencing an alarming degradation. Appropriate preservation strategies need to be implemented so that Javanese characters can be preserved and widely used again. The right effort is to carry out training in reading and writing Javanese script to the younger generation. The training activities are adapted to the cognitive level of the subject, namely learning while playing. This training was conducted at Sanggar Pelangi Surakarta with elementary school-age children as the subjects. The purpose of the training is to introduce and educate the younger generation to be able to read and write Javanese characters properly and correctly. The training was conducted with the help of ular tangga media which is recognized as accurate in optimizing the absorption of material for elementary school-age children. The training was carried out with the stages of preparation, delivery of material, playing ular tangga modified by including Javanese script elements, working on LKDP, and filling out questionnaires. The result was a significant increase in the trainees' understanding of how to read and write Javanese characters properly and correctly.
Citra Wanita Jawa dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo Rahadini, Astiana Ajeng; Hidayah, Bekti Nur; Ayuani, Kusmira Dwi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107289

Abstract

This research is to analyze the image of Javanese women and the value of character education. The object used in this research activity is the film entitled Kartini which was produced by Hanung Bramantyo. The aim of this research is to explain the image of Javanese women in the film Kartini. This type of research is qualitative research with content analysis. The research method used is a qualitative descriptive method with a feminist approach. The data sources in this research are in the form of documents and informants. Then use purposive sampling to collect data. Data collection techniques are used as document sampling and interview techniques. The technique for testing data validity uses triangulation of theory and data sources. The required data analysis procedures are data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study are the image of women in the Kartini Film including: the image of women reviewed through physical, psychological, social family, and social community aspects. The attitudes and behavior of women depicted in the Kartini film are beautiful, flexible, slender-fingered Javanese women, mature and unmarried women, a strong woman and has a sense of tepa slira, a woman who in her family is a sister, a mother, and a child. Then in social society has a role as someone who has a high position such as the child of a King or Regent and has friendly relations with outsiders.Penelitian ini adalah menganalisis citra wanita Jawa dan nilai pendidikan karakter. Objek yang digunakan di dalam kegiatan penelitian ini adalah film yang berjudul Kartini yang diproduksi oleh Hanung Bramantyo. Tujuan diadakan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan bentuk citra wanita Jawa di dalam film Kartini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis isi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme. Sumber data dalam penelitian ini berwujud dokumen dan informan. Lalu menggunakan purposive sampling untuk mengambil data. Teknik mengambil data yang digunakan sebagai teknik smalisi dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi teori dan sumber data. Tata cara menganalisis data yang dibutuhkan yaitu mengumpulkan data, reduksi data, sajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu citra wanita yang ada di dalam Film Kartini meliputi: citra wanita yang ditinjau melalui aspek fisik, psikis, sosial keluarga, dan sosal masyarakat. Sikap dan perilaku perempuan yang digambarkan di dalam film Kartini yaitu perempuan Jawa yang cantik, luwes, berjari lentik, perempuan yang dewasa dan belum menikah, seorang wanita yang kuat dan mempunyai rasa tepa slira, seorang wanita yang di dalam keluarganya sebagai adik, sebagai ibu, dan sebagai anak. Lalu di dalam sosial masyarakat mempunyai peran sebagai seseorang yang mempunayi kedudukan yang tinggi seperti anak dari seorang Raja atau Bupati dan mempunyai hubungan pertemanan dengan orang luar.
NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM ANTOLOGI GEGURITAN LATHI KARYA EKO WAHYUDI Ana, Harsiti Nur Fitri; Sulaksono, Djoko; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.63240

Abstract

This research is motivated by the importance of inculcating the value of character education to students through Javanese literary works of geguritan. The purpose of this study is to describe the value of character education contained in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source in this study is the geguritan in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi. The research data are in the form of words, phrases, clauses, sentences in geguritan which contain the value of character education. Data collection techniques using document analysis. Test the validity of the data using triangulation theory. The data analysis technique used is an interactive analysis technique using the Miles & Huberman model. The results of the study show that the values of character education contained in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi include: religiosity, sociality, gender, justice, democracy, honesty, independence, fighting power, responsibility, and respect for the environment. Through geguritan in the anthology of Lathi's geguritan, the author wants to convey a message or message to the reader to become a complete human being with strong noble character.
Analisis Unsur Cerita Anak dan Nilai Pendidikan Karakter pada Antologi Crikak Kecap Nomer Siji Karya Zuly Kristanto serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Pertama Pamungkas, Mohammad Rizki Ridho; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) unsur cerita anak yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji; (2) nilai pendidikan karakter yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji; dan (3) relevansi antologi crikak Kecap Nomer Siji sebagai materi ajar pada kompetensi dasar apresiasi sastra di SMP. Penelitian ini merupakan kualitatif yang dilakukan pada antologi cerita pendek. Populasi penelitian adalah antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik wawancara terbuka dan analisis dokumen. Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah triangulasi teori dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) unsur cerita anak pada cerita pendek yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto meliputi tokoh, alur cerita, latar, tema, moral, sudut pandang yang menunjukkan keterkaitan antara unsur satu dengan unsur yang lainnya, dan membentuk pola yang merujuk pada kesesuaian dalam pemahaman atau imajinasi anak yang relevan dengan masa kini. (2) pendidikan karakter pada cerita pendek dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto meliputi bertanggung jawab, kerja keras, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, disiplin, mandiri, peduli sosial, toleransi, dan bersahabat/ komunikatif. Setiap judul crikak sekurangnya memiliki dua nilai pendidikan karakter di dalamnya. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan dalam crikak tersebut adalah rasa ingin tahu yang muncul sebanyak lima kali pada keseluruhan crikak. Hal tersebut diperoleh melalui wawancara, pengarang sengaja menekankan nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu terhadap crikak-crikak-nya;(3) cerita pendek dalam antologi crikak, khusunya Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto relevan sebagai materi ajar di SMP dengan beberapa faktor pendukung, yaitu isinya yang ditujukan untuk anak, bahasa yang digunakan mudah dipahami, dan bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter.
Pitutur Luhur dalam Novel Cinencang Lawe Mufakhomah, Ani Nurul; Waluyo, Budi; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65181

Abstract

This research examines the values of kindness in the form of the supreme message of the Javanese contained in the novel Cinencang Lawe, and hence the novel's ability to affect the nation's character. The purpose of this research is to describe the supreme message in Tulus Setiyadi's novel Cinencang Lawe. This researcher utilized a qualitative descriptive method. In this research, there are two sorts of data sources: primary and secondary. The content of the novel Cinencang Lawe serves as the primary data source in this research. Journals, reference books, and the result of informant interviews represent types of secondary data sources. The sample in this research are empirical qualitative data, including passages from the novel Cinencang Lawe, as well as meaningful qualitative data, such as the interpretation of citations obtained from the novel Cinencang Lawe. Purposive sampling was utilized as a sampling method. Content analysis is used as a data collecting tool. The data analysis technique used interactive analysis, which included data collection, data reduction, data display, and verification. The values of the goodness supreme message presented in the novel Cinencang Lawe are the result of this research. The supreme message contains highly noble and amazing cultural values. The values represented in the supreme message can positively impact the nation's character.
Analisis Konflik Sosial dalam Novel Dredah Bekakak Gamping Karya Nursisto Kharunia, Silvia Berlian; Waluyo, Budi; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65616

Abstract

Penelitian ini menjelaskan dan mendeskrispsikan gambaran konflik sosial yang terdapat dalam novelĀ  Dredah Bekakak Gamping. Penelitian ini Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang dilakukan pada novel Dredah Bekakak Gamping dengan menggunakan strategi analisis isi. Analisis konten dilakukan secara mendalam terhadap dokumen. Dokumen yang digunakan adalah novel Dredah Bekakak Gamping karya Nursisto serta dokumen penunjang seperti referensi. Pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan kajian sosiologi sastra berfokus pada sosiologi karya sastra untuk mendeskripsikan bentuk konflik-kondlik sosial yang terdapat dalam novel Dredah Bekakak Gampung. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Teknik ini memiliki tiga tahap diantaranya: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Nilai Pendidikan Karakter Wayang Kulit Lakon Indrajit Anak Gunawan sebagai Bahan Ajar Tingkat SMP Kusumastutik, Dila Retno; Anindyarini, Atikah; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65724

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa, materi wayang menjadi salah satu materi yang mengajarkan tentang nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan yang digunakan dalam bahan ajar. Data penelitian ini diperoleh dengan dokumentasi cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan oleh Ki Manteb Soedharsono. Wawancara pada nara sumber yang terdiri dari dalang wayang kulit purwa, ahli bahasa dan sastra pewayangan, guru mata pelajaran Bahasa Jawa dan dua siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kartasura. Analisis isi dilakukan dengan mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan nilai pendidikan karakter dalam cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan untuk mengetahui relevansinya sebagai bahan ajar mata pelajaran Bahasa Jawa di tingkat SMP. Hasil penelitian pada cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yaitu nilai religius, kejujuran, toleransi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan peduli sosial. Dapat disimpulkan bahwa cerita wayang kulit lakon tersebut memiliki nilai pendidikan karakter yang baik, bahasa yang digunakan mudah dipahami dan isi cerita dalam lakon tersebut juga sesuai dengan aspek kematangan jiwa (psikologis) siswa kelas IX.
Analisis Karakter Perempuan Jawa dalam Perspektif Feminisme dan Nilai Kearifan Lokal pada Novel Singkar Karya Siti Aminah Serta Relevansinya sebagai Materi Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Atas Febrimaharani, Arraya Saffitri; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktural novel Singkar karya Siti Aminah; (2) karakter perempuan Jawa dalam perspektif feminisme pada novel Singkar karya Siti Aminah; (3) nilai kearifan lokal yang terkandung dalam novel Singkar karya Siti Aminah; dan (4) relevansi hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik wawancara mendalam dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model analisis mengalir dan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur novel Singkar karya Siti Aminah terdiri dari unsur intrinsik yang meliputi tema, amanat, tokoh dan penokohan, alur cerita (plot), latar (setting), sudut pandang, dan gaya bahasa serta unsur ekstrinsik yang meliputi latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, dan tempat atau kondisi alam; (2) bentuk-bentuk karakter perempuan Jawa pada novel Singkarmeliputi karakter tegas, sopan, visioner, nrima, penyayang, nekat, keras kepala, rajin dan terampil, berbakti, bertanggung jawab, ramah, humoris, bijaksana, iri, suka menuduh, suka mengeluh, dermawan, dan rendah hati. Di antara karakter-karakter perempuan Jawa tersebut terdapat karakter-karakter yang mendukung atau sesuai dengan perspektif feminisme dan ada pula karakter-karakter yang tidak sesuai dengan perspektif feminisme ataupun kurang berpengaruh terhadap feminisme; (3) nilai kearifan lokal yang terdapat pada novel Singkar karya Siti Aminah meliputi nilai praktis, nilai estetis, nilai keharmonisan, nilai kebersamaan, nilai religi/kereligiusan, nilai kesederhanaan, dan nilai ekonomis; dan (4) hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah relevan dan sesuai untuk dijadikan sebagai alternatif materi pembelajaran apresiasi sastra di SMA karena memiliki karakteristik yang memenuhi kriteria- kriteria untuk dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif materi pembelajaran yang baik.