Claim Missing Document
Check
Articles

Javanese Script Reading and Writing Training with Ular Tangga Media for Elementary School-Age Children at Sanggar Pelangi Surakarta Pribadi, Nirbito Hanggoro; Kurwidaria, Favorita; Wijayanti, Kenfitria Diah; Rahadini, Astiana Ajeng; Said, Dewi Pangestu; Veronika, Prima
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): 2025 October Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v4i2.9734

Abstract

The use of Javanese script in Javanese communication is increasingly experiencing an alarming degradation. Appropriate preservation strategies need to be implemented so that Javanese characters can be preserved and widely used again. The right effort is to carry out training in reading and writing Javanese script to the younger generation. The training activities are adapted to the cognitive level of the subject, namely learning while playing. This training was conducted at Sanggar Pelangi Surakarta with elementary school-age children as the subjects. The purpose of the training is to introduce and educate the younger generation to be able to read and write Javanese characters properly and correctly. The training was conducted with the help of ular tangga media which is recognized as accurate in optimizing the absorption of material for elementary school-age children. The training was carried out with the stages of preparation, delivery of material, playing ular tangga modified by including Javanese script elements, working on LKDP, and filling out questionnaires. The result was a significant increase in the trainees' understanding of how to read and write Javanese characters properly and correctly.
Hubungan antara Penguasaan Tingkat Tutur Bahasa Jawa dan Keterampilan Menulis Teks Dialog Berbahasa Jawa Ayuani, Kusmira Dwi; Rahadini, Astiana Ajeng
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24534

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan terdapat tidaknya hubungan antara penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa dan keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan studi korelasional. Variabel yang terdapat pada penelitian ini adalah independen (penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa) dan variabel dependen (keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Sukoharjo. Adapun sampel yang dipilih adalah siswa kelas X BB SMA Negeri 3 Sukoharjo. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan variabel penelitian ini, terdapat dua jenis data yang dikumpulkan. Pertama, data keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa dikumpulkan dengan tes. Kedua, data penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa dikumpulkan dengan tes. Hasil analisis korelasi sederhana antara penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa dan keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa menunjukkan bahwa secara signifikan, keduanya memiliki hubungan. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil pengujian menggunakan uji t untuk mengetahui kekuatan hubungan antara penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa dan keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa sebesar 1,88 yang lebih besar dari ttabel = 1,679. Selain itu, variabel penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa memberikan kontribusi sebesar 14% terhadap variabel keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif, artinya semakin baik penguasaan tingkat tutur bahasa Jawa siswa maka semakin baik pula keterampilan menulis teks dialog berbahasa Jawa mereka.
Analisis Makna Filsafat Dan Nilai Kebijaksanaan Lokal Dalam Tradisi Hujan Nabilla Khoiriyati, Hesti; Diah Wijayanti, Kenfitria; Ajeng Rahadini, Astiana
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i3.637

Abstract

Penelitian ini menjelaskan makna filosofis dan nilai hikmah dalam hujan tradisi dhawet yang dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran bahasa jawa di SMA. Penelitian ini dilakukan di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga dilakukan penelitian di SMA Negeri 3 Boyolali untuk disesuaikan dengan materi pembelajaran khususnya materi teks ekspositori. Penelitian yang saya gunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui keadaan sebenarnya pada saat penelitian berlangsung. Jadi mudah untuk menemukan data yang obyektif. Dhata yang akan dibawa seperti prosesi adat , apa makna filosofisnya, dan apa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam hujan tersebut. ketat tradisi . Sumber data dilakukan dengan wawancara. Subyek penelitian diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dengan cara wawancara kepada tokoh masyarakat di Desa Banyuanyar , Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , guru bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Boyolali , dan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali . Selain itu, terdapat triangulasi teori dengan menggunakan jurnal penelitian yang sesuai. Analisis data menggunakan teori Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan urutan prosesi, makna filosofis dan nilai kearifan lokal dalam hujan tradisi dhawet dan juga dapat dikaitkan dengan bahan ajar bahasa jawa di SMA. Selain itu ada implikasi pedagogis dan praktis.
Perwujudan Kesantunan Berbahasa Jawa dalam Interaksi antara Dosen dan Mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Jawa Ajeng Rahadini, Astiana; Dwi Lestari, Winda
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 12 No. 1 (2024): Sutasoma
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/0kc2r492

Abstract

Language politeness is important in the communication process. Language politeness will make speakers and speech partners comfortable communicating so that the purpose of communication can be achieved. Javanese language has its own politeness parameter. This study aims to describe the form of Javanese language politeness between lecturers and students in the Javanese Language Education study program at FKIP Sebelas Maret University and the causes of the emergence of language impoliteness. The research method used is descriptive qualitative with observation technique. The data used are speeches between lecturers and students in academic activities in the Javanese Language Education Study Program FKIP UNS. The research was conducted for one semester with the object of the research being students of semester I, III, V, and VII in 2023. The results showed that: 1) The form of politeness in Javanese language of lecturers is represented in declarative mode or in the form of news sentences, interrogative mode or in the form of question sentences, and imperative mode or in the form of command sentences which represent the types of representative, directive, expressive, and commissive speech acts. Meanwhile, the students' Javanese politeness is represented in declarative mode or news sentences, interrogative mode or question sentences, and imperative mode or command sentences that represent the types of directive and expressive speech acts. In addition, the use of ngoko alus is also used in the lecturer's speech to students as a form of respect while the Javanese language used by students to lecturers is krama inggil. 2) The level of language politeness of students to lecturers is influenced by factors of understanding of Javanese ethics and mastery of the maxims of Javanese politeness, especially mastery of Javanese language.
Sosialisasi Pengolahan Sampah dan Ecobrick : Don’t Break Make Ecobrick di Dukuh Mantren Astiana Ajeng Rahadini; Anggoro Adji Pangestu; Anisa Caroline; Annisa Nur Chasidiyah; Annisaa Diah Putri Kesdu; Dwi Safitri; Ivanka Fajar Maulana; Salma Siti Aisyah; Wulan Ayu Harya Dinatta; Zidan Nasywan Firdaus
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 2 Nomor 3, Januari - April 2025
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v2i3.94

Abstract

Waste is one of the problems that has yet to be fully addressed. Lack of understanding about the importance of waste segregation and processing, as well as limited management facilities, especially for plastic waste, makes the people of Dukuh Mantren tend to process waste in an inappropriate way. Therefore, education about waste management is needed. The purpose of this work program is to find out the condition of integrated waste management in the community and what factors support and hinder integrated waste management in the Dukuh Mantren community. The data obtained is then used for alternative strategies that can be used in integrated waste management in the Dukuh Mantren community. This education program is carried out through socialization, observation, and interview methods. The results of the Waste Management and Ecobrick Socialization Program carried out by KKN Tematik UNS proved effective in overcoming waste problems in Dukuh Mantren, Klodran Village. The program succeeded in increasing the community's understanding of the types of waste and how to process them properly. This research confirms that the Waste Management and Ecobricking Socialization program has a positive impact on overcoming the waste problem in Dukuh Mantren, Klodran Village.
Konsistensi Perubahan Bunyi Morfem Dalam Bahasa Jawa Wijayanti, Kenfitria Diah; Rahadini, Astiana Ajeng; Veronika, Prima
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i2.3913

Abstract

This study aims to describe the forms and background of morpheme sound changes in Javanese. This research is a descriptive qualitative study. The data in this article consists of lexicons or vocabulary found in everyday Javanese speech. The data source for this study comes from the Javanese community in Surakarta. The subject selection technique was purposive sampling. Data collection was conducted using listening and note-taking techniques. Data validity was tested using theoretical triangulation and source triangulation. Meanwhile, the data analysis technique used was the Spradley model. The Spradley model consists of four stages: domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis. Based on the data analysis, the following conclusions can be drawn. There are six forms of morpheme sound changes in Javanese, driven by the demands of (1) krama; (2) guru lagu; (3) guru wilangan; (4) literer; (5) jenis seks; (6) informalization of variety.
Kepribadian wanita Jawa dalam novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja Ardiansyah, Effendi; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.59119

Abstract

Menilik belakangan ini, perempuan Jawa tampaknya mulai kehilangan sifat kepribadian leluhurnya, seperti kekerasan di kalangan perempuan, pergaulan bebas, dan seperti kehilangan nilai moral. Atas dasar hal tersebut penelitian ini penting untuk dilakukan agar perempuan Jawa dapat melihat bagaimana kepribadian wanita Jawa pada umumnya melalui sebuah cerita dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kepribadian wanita Jawa dalam novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif feminisme yang menggunakan novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja serta informan sebagai sumber data. Teknik pengambilan subjek penelitian yang digunakan menggunakan tektik purposive sampling. Teknik uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teori dan sumber data. Analisis data yang dilakukan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, data disajikan, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah nilai kepribadian wanita Jawa yang cukup menonjol meliputi: sabar, nrima, setia, berbakti, dan tepa salira. Nilai kepribadian tersebut muncul karena penggambaran dari tokoh wanita dalam novel Suli yang mencerminkan karakter wanita Jawa.
The Cultural Significance and Islamic Values of Gugon Tuhon Kurwidaria, Favorita; Rahadini, Astiana Ajeng; Purnama, SF. Lukfianka Sanjaya; Setyawan, Bagus Wahyu
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v22i2.9389

Abstract

This research focused on studying gugon tuhon in Surakarta and its relation to Islamic values. The gugon tuhon was related to the marriage cycle, pregnancy cycle, and children family education. The data were obtained through interviewing the Javanese society in Surakarta area. It employed an interactive analysis with the cultural interpretation relevant to Islamic values. The result indicates that some gugon tuhon in the marriage include prohibition for brides to go out by themselves and conduct wedding ceremonies in Sura/Muharram month. In the pregnancy cycle of gugon tuhon, pregnant women are prohibited from gossip and think negatively since those result in the child personality. Husbands of pregnant women are also prohibited from killing or hurt animals because their children will be harmed. The gugon tuhon in educating children includes the prohibition to go out at Maghrib (sunset prayer) because an evil spirit will kidnap them and suggest washing hands and legs before visiting babies. The existence of gugon tuhon can be used as the character education to construct good habits. Besides, gugon tuhon functions to implant Islamic moral values in terms of tolerance, responsibility, and good deeds to build a harmonious life system. Penelitian ini mengkaji gugon tuhon di Surakarta dan kaitannya dengan nilainilai keislaman. Gugon tuhon yang dikaji adalah dalam siklus pernikahan, siklus kehamilan, dan yang digunakan untuk mendidik anak. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat di wilayah karesidenan Surakarta. Analisis interaktif digunakan dengan pemaknaan secara kultural selanjutnya direlevansikan dengan nilai islami. Hasil penelitian menunjukkan beberapa gugon tuhon dalam perkawinan, diantaranya adalah larangan calon penganten putri untuk bepergian sendiri dan larangan untuk melaksanakan pernikahan di bulan Sura/Muharram. Dalam gugon tuhon siklus kehamilan, wanita hamil dilarang menggunjing dan berpikiran negatif karena akan berdampak pada watak anaknya. Suami yang istrinya sedang hamil juga dilarang membunuh dan menyakiti hewan karena anaknya akan celaka. Gugon tuhon dalam mendidik anak seperti larangan untuk keluar di waktu Magrib karena akan diculik oleh wewe gombel dan anjuran untuk membasuh kaki-tangan sebelum bertemu dengan bayi. Adanya gugon tuhon dapat digunakan sebagai sarana pendidikan karakter kepada generasi muda untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, fungsi gugon tuhon juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai moral keislaman seperti tenggang rasa, toleransi, tanggung jawab, dan selalu berbuat baik kepada sesama untuk membentuk sistem kehidupan masyarakat yang harmonis.
Qualitative Analysis of Questionnaire Results to Clarify Local Community's Negative Stigma Towards Mount Kemukus Dwi Ari Septyowati; Budi Waluyo; Astiana Ajeng Rahardini
Britain International of Linguistics Arts and Education (BIoLAE) Journal Vol 7 No 3 (2025): Britain International of Linguistics, Arts and Education - November
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/biolae.v7i3.1398

Abstract

This research aims to clarify the negative stigma of the local community that develops towards the Mount Kemukus Tourism Object. This study uses a qualitative descriptive method. The data collection technique used a questionnaire in the form of a google form involving 50 respondents from 11 villages in Sumberlawang District. The results of the study show that there is still a negative stigma of the local community towards the Mount Kemukus Tourism Object, especially in its pilgrimage rituals. The community believes that there are irregularities in the ritual of blessing ngalap berber. Deviations in the form of sexual intercourse with a non-halal partner which is part of the pilgrimage ritual to the Tomb of Prince Samodra or the Wsata Object of Mount Kemukus. The existence of this negative stigma makes Mount Kemukus Tourism Object famous because it reaches foreign countries. This is a concern for the Sragen Regency Government.
Contrastive Analysis of Javanese and Japanese Speech Levels as a Form of Politeness Learning Among the Younger Generation Rahadini, Astiana Ajeng; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita; Said, Dewi Pangestu; Veronika, Prima
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 13 No. 2 (2025): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v13i2.34748

Abstract

The purpose of our research is: (1) to provide and add references related to the contrastive levels of speech in Javanese and Japanese, (2) to explain the differences in the levels of speech in Javanese and Japanese, (3) to introduce politeness to the younger generation through the use of good and correct language. The research method we used was a literature study by prioritizing the results of the analysis of a reference as a reference for the writing data from the research we conducted. The results of the study show that: 1) Javanese and Japanese both have levels of speech in their use as daily communication tools as a form and parameter of politeness. 2) Javanese recognizes the level of speech in Javanese which is divided into four language varieties, namely, Ngoko lugu (Nl), Ngoko alus (Na), Krama lugu (Kl) and Krama alus (Ka). The level of speech in Japanese is classified into three parts and is used by considering the age or social strata of the interlocutor, how close or familiar the speaker is with the interlocutor, and paying attention to Uchi and Soto. Keego is divided into three parts, namely, Sonkeego (Sk), Kenjoogo (Kj), Teeneego (Tn). 3) Speech levels are introduced and passed down through examples of everyday life and through learning.