Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DAN MEDIA GAMBAR WAYANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AKSARA JAWA Romadhoni, Ahmad Dwi; Anindyarini, Atikah; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7, No 2 (2023): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v7i2.65053

Abstract

The author made this study with the aim of explaining a learning process using the student teams achievement division method and wayang image media. This research is subject to students in class VIII A of SMP Negeri 1 Widodaren. This research was applied in 2 cycles, where each cycle of application consisted of action planning, action implementation, observation or observation, analysis and reflection. The technique used in the collection is document study through tests in cycle 1 and cycle 2. The results of this study can be seen that the application of the student teams achievement division method and wayang image media to class VIII A students of SMP Negeri 1 Widodaren in the 2018/2019 academic year can improve students' ability to read Javanese script in 2 cycles. In the pre-action stage, students who achieved 38% completeness increased in cycle 1 to 51.61% in cycle 2 increased to 87.1%. This study has results that can be used as a reference for teachers to use the student teams achievement division method and puppet image media in Javanese language learning in class VIII to improve reading skills in Javanese script.
NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM ANTOLOGI GEGURITAN LATHI KARYA EKO WAHYUDI Ana, Harsiti Nur Fitri; Sulaksono, Djoko; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.63240

Abstract

This research is motivated by the importance of inculcating the value of character education to students through Javanese literary works of geguritan. The purpose of this study is to describe the value of character education contained in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source in this study is the geguritan in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi. The research data are in the form of words, phrases, clauses, sentences in geguritan which contain the value of character education. Data collection techniques using document analysis. Test the validity of the data using triangulation theory. The data analysis technique used is an interactive analysis technique using the Miles & Huberman model. The results of the study show that the values of character education contained in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi include: religiosity, sociality, gender, justice, democracy, honesty, independence, fighting power, responsibility, and respect for the environment. Through geguritan in the anthology of Lathi's geguritan, the author wants to convey a message or message to the reader to become a complete human being with strong noble character.
Implementasi Metode Sosiodrama untuk Melatih Komunikasi Remaja sesuai Unggah-ungguh Bahasa Jawa Veronika, Prima; Waluyo, Budi; Sulaksono, Djoko; Rahadini, Astiana Ajeng; Wijayanti, Kenfitria Diah; Fitriana, Tya Resta; Lestari, WInda Dwi
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8, No 1 (2024): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v8i1.85588

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menjelaskan implementasi metode sosiodrama untuk melatih komunikasi remaja sesuai unggah-ungguh Bahasa Jawa. Metode yang digunakan adalah ekspositori, diskusi, praktik dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penampilan data dan penarikan kesimpulan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Senin, 19 Juni 2023. Bertempat di gedung pertemuan warga Kampung Gulon RT.01/ RW 19, Jebres, Surakarta dengan total peserta sebanyak 20 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum terbiasa menggunakan bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dalam berkomunikasi sehari-hari. Sebagian peserta masih merasa malu-malu ketika diajak berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Kemudian kami mengajak peserta melakukan praktik menggunakan metode sosiodrama. Peserta diajak berinteraksi secara berkelompok dengan cara memainkan peran dengan menggunakan dialog bahasa Jawa. Melalui metode sosiodrama, mereka mampu mempraktikkan percakapan berbahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dengan baik dan benar berdasarkan dengan lawan tutur. 
STUDI EVALUATIF TERHADAP BUTIR SOAL UAS URAIAN BAHASA JAWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN SUKOHARJO Azari, Fadhilah Rizky; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 10, No 1 (2026): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v10i1.103398

Abstract

The importance of learning evaluation must be supported by the use of high-quality assessment instruments. This study aims to analyze the quality of essay test items based on their validity, reliability, difficulty level, and discrimination index in the Grade VIII Javanese Language Final Semester Examination in Sukoharjo Regency for the 2023/2024 academic year. The research employed a quantitative descriptive method. The data consisted of test questions, test blueprints, answer keys, scoring rubrics, and 64 students’ answer sheets selected through simple random sampling. The analysis was conducted using the Classical Test Theory approach, including validity testing (Product Moment correlation), reliability testing (Cronbach’s Alpha), item difficulty analysis, and discrimination index analysis. The results revealed that all test items were invalid (r-count < r-table at the 0.05 significance level), although the instrument demonstrated very high reliability (0.990). All items were categorized as easy, and most showed low or even negative discrimination indices. These findings indicate that the instrument has not accurately measured students’ competencies nor effectively differentiated students’ ability levels. Therefore, a comprehensive revision of the test construction is necessary before it is used as an official evaluation instrument.
Analisis Unsur Cerita Anak dan Nilai Pendidikan Karakter pada Antologi Crikak Kecap Nomer Siji Karya Zuly Kristanto serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Pertama Pamungkas, Mohammad Rizki Ridho; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) unsur cerita anak yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji; (2) nilai pendidikan karakter yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji; dan (3) relevansi antologi crikak Kecap Nomer Siji sebagai materi ajar pada kompetensi dasar apresiasi sastra di SMP. Penelitian ini merupakan kualitatif yang dilakukan pada antologi cerita pendek. Populasi penelitian adalah antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik wawancara terbuka dan analisis dokumen. Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah triangulasi teori dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) unsur cerita anak pada cerita pendek yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto meliputi tokoh, alur cerita, latar, tema, moral, sudut pandang yang menunjukkan keterkaitan antara unsur satu dengan unsur yang lainnya, dan membentuk pola yang merujuk pada kesesuaian dalam pemahaman atau imajinasi anak yang relevan dengan masa kini. (2) pendidikan karakter pada cerita pendek dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto meliputi bertanggung jawab, kerja keras, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, disiplin, mandiri, peduli sosial, toleransi, dan bersahabat/ komunikatif. Setiap judul crikak sekurangnya memiliki dua nilai pendidikan karakter di dalamnya. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan dalam crikak tersebut adalah rasa ingin tahu yang muncul sebanyak lima kali pada keseluruhan crikak. Hal tersebut diperoleh melalui wawancara, pengarang sengaja menekankan nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu terhadap crikak-crikak-nya;(3) cerita pendek dalam antologi crikak, khusunya Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto relevan sebagai materi ajar di SMP dengan beberapa faktor pendukung, yaitu isinya yang ditujukan untuk anak, bahasa yang digunakan mudah dipahami, dan bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter.
Pitutur Luhur dalam Novel Cinencang Lawe Mufakhomah, Ani Nurul; Waluyo, Budi; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65181

Abstract

This research examines the values of kindness in the form of the supreme message of the Javanese contained in the novel Cinencang Lawe, and hence the novel's ability to affect the nation's character. The purpose of this research is to describe the supreme message in Tulus Setiyadi's novel Cinencang Lawe. This researcher utilized a qualitative descriptive method. In this research, there are two sorts of data sources: primary and secondary. The content of the novel Cinencang Lawe serves as the primary data source in this research. Journals, reference books, and the result of informant interviews represent types of secondary data sources. The sample in this research are empirical qualitative data, including passages from the novel Cinencang Lawe, as well as meaningful qualitative data, such as the interpretation of citations obtained from the novel Cinencang Lawe. Purposive sampling was utilized as a sampling method. Content analysis is used as a data collecting tool. The data analysis technique used interactive analysis, which included data collection, data reduction, data display, and verification. The values of the goodness supreme message presented in the novel Cinencang Lawe are the result of this research. The supreme message contains highly noble and amazing cultural values. The values represented in the supreme message can positively impact the nation's character.
Analisis Konflik Sosial dalam Novel Dredah Bekakak Gamping Karya Nursisto Kharunia, Silvia Berlian; Waluyo, Budi; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65616

Abstract

Penelitian ini menjelaskan dan mendeskrispsikan gambaran konflik sosial yang terdapat dalam novel  Dredah Bekakak Gamping. Penelitian ini Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang dilakukan pada novel Dredah Bekakak Gamping dengan menggunakan strategi analisis isi. Analisis konten dilakukan secara mendalam terhadap dokumen. Dokumen yang digunakan adalah novel Dredah Bekakak Gamping karya Nursisto serta dokumen penunjang seperti referensi. Pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan kajian sosiologi sastra berfokus pada sosiologi karya sastra untuk mendeskripsikan bentuk konflik-kondlik sosial yang terdapat dalam novel Dredah Bekakak Gampung. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Teknik ini memiliki tiga tahap diantaranya: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Nilai Pendidikan Karakter Wayang Kulit Lakon Indrajit Anak Gunawan sebagai Bahan Ajar Tingkat SMP Kusumastutik, Dila Retno; Anindyarini, Atikah; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65724

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa, materi wayang menjadi salah satu materi yang mengajarkan tentang nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan yang digunakan dalam bahan ajar. Data penelitian ini diperoleh dengan dokumentasi cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan oleh Ki Manteb Soedharsono. Wawancara pada nara sumber yang terdiri dari dalang wayang kulit purwa, ahli bahasa dan sastra pewayangan, guru mata pelajaran Bahasa Jawa dan dua siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kartasura. Analisis isi dilakukan dengan mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan nilai pendidikan karakter dalam cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan untuk mengetahui relevansinya sebagai bahan ajar mata pelajaran Bahasa Jawa di tingkat SMP. Hasil penelitian pada cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yaitu nilai religius, kejujuran, toleransi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan peduli sosial. Dapat disimpulkan bahwa cerita wayang kulit lakon tersebut memiliki nilai pendidikan karakter yang baik, bahasa yang digunakan mudah dipahami dan isi cerita dalam lakon tersebut juga sesuai dengan aspek kematangan jiwa (psikologis) siswa kelas IX.
Analisis Karakter Perempuan Jawa dalam Perspektif Feminisme dan Nilai Kearifan Lokal pada Novel Singkar Karya Siti Aminah Serta Relevansinya sebagai Materi Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Atas Febrimaharani, Arraya Saffitri; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktural novel Singkar karya Siti Aminah; (2) karakter perempuan Jawa dalam perspektif feminisme pada novel Singkar karya Siti Aminah; (3) nilai kearifan lokal yang terkandung dalam novel Singkar karya Siti Aminah; dan (4) relevansi hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik wawancara mendalam dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model analisis mengalir dan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur novel Singkar karya Siti Aminah terdiri dari unsur intrinsik yang meliputi tema, amanat, tokoh dan penokohan, alur cerita (plot), latar (setting), sudut pandang, dan gaya bahasa serta unsur ekstrinsik yang meliputi latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, dan tempat atau kondisi alam; (2) bentuk-bentuk karakter perempuan Jawa pada novel Singkarmeliputi karakter tegas, sopan, visioner, nrima, penyayang, nekat, keras kepala, rajin dan terampil, berbakti, bertanggung jawab, ramah, humoris, bijaksana, iri, suka menuduh, suka mengeluh, dermawan, dan rendah hati. Di antara karakter-karakter perempuan Jawa tersebut terdapat karakter-karakter yang mendukung atau sesuai dengan perspektif feminisme dan ada pula karakter-karakter yang tidak sesuai dengan perspektif feminisme ataupun kurang berpengaruh terhadap feminisme; (3) nilai kearifan lokal yang terdapat pada novel Singkar karya Siti Aminah meliputi nilai praktis, nilai estetis, nilai keharmonisan, nilai kebersamaan, nilai religi/kereligiusan, nilai kesederhanaan, dan nilai ekonomis; dan (4) hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah relevan dan sesuai untuk dijadikan sebagai alternatif materi pembelajaran apresiasi sastra di SMA karena memiliki karakteristik yang memenuhi kriteria- kriteria untuk dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif materi pembelajaran yang baik.
SPEAKING IN RANK: A COMPARATIVE ETHNOGRAPHIC ANALYSIS OF HIERARCHICAL LANGUAGE PRACTICES IN JAVANESE AND JAPANESE CULTURES Said, Dewi Pangestu; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita; Rahadini, Astiana Ajeng; Veronika, Prima; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Lestari, Eni Sri Budi
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 9, No 2 (2025): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v9i2.108474

Abstract

This study examines how hierarchical values are expressed and maintained through language in both Javanese and Japanese societies. Its goal is to explore the role of language in articulating and reinforcing social stratification in two different cultural settings. Using a comparative ethnographic approach, the study examines how these linguistic systems function within their respective socio-cultural contexts. The results show that both languages employ language codes heavily influenced by factors such as age, social status, and proximity between individuals. This linguistic practice not only functions as a marker of politeness but also as a tool to manage power dynamics and uphold traditional norms. The discussion highlights how language choices serve as mechanisms for asserting social standing and shaping identities within hierarchical structures. In conclusion, this article demonstrates that understanding language practices provides valuable information about cultural concepts, emphasizing respect and obedience within social hierarchies. It also advocates for further cross-cultural research to deepen the understanding of how language reflects and influences social hierarchies.