Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI BIOETANOL DARI BONGGOL JAGUNG MELALUI PROSES HIDROLISA SELULOSA SECARA ENZYMATIS MENGGUNAKAN TRICHORDEMA REESEI I. Riwayati I. Riwayati; I. Hartati; L. Kurniasari; R. D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.125

Abstract

Penggunaan bahan bakar dari fosil meningkatkan jumlah karbondioksida diudara yang pada akhirnya dapat meningkatkan suhu dipermukaan bumi . Disamping itu ketersediaan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui menyebabkan dicarinya alternative bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan dapat diperbaharui . Salah satu bahan bakar tersebut adalah bioetanol . Bioetanol dapat dibuat dari berbagai sumber bahan baku . Secara garis besar bahan baku bioetanol dapat diperoleh dari bagian-bagian tumbuhan ,salah satunya adalah biomasa bersellulosa seperti bonggol jagung . Bonggol jagung sampai saat ini menjadi limbah pertanian dan dipergunakan hanya sebagai bahan bakar untuk pemanfaatannya. Bonggol jagung ini mengandung selulosa yang merupakan suatu bentuk karbohidrat komplek . Untuk dapat difermentasikan menjadi etanol, maka selulosa ini harus dipecah terlebih dulu menjadi karbohidrat sederhana yang disebut glukosa . Proses pemecahan ini disebut sebagai hidrolisa . Hidrolisa dapat dilakukan dengan cara kimia ataupun enzimatis. Pada percobaan ini dilakukan pemecahan selulosa yang ada pada bonggol jagung dengan enzim selulase yang dihasilkan dari Trichordema reseei. Tahap pertama dari percobaan adalah menentukan variabel yang berpengaruh dalam proses dan tahap selanjutnya adalah melakukan optimasi terhadap variabel berpengaruh yang diperoleh dari tahap pertama percobaan. Dari hasil percobaan tahap pertama diperoleh variabel yang berpengaruh adalah pH dan rasio substrat-enzim . Sedangkan hasil optimasi pada percobaan selanjutnya diperoleh kondisi optimum dari percobaan adalah pada pH = 4 dan rasio substrat-enzim = 1 : 1,5 dengan kadar glukosa sebesar 18,001 %. Kata Kunci : Bonggol jagung , hidrolisa enzimatis , Trichordema resei
INAKTIVASI ENZIMATIS PADA PRODUKSI LINAMARIN DARI DAUN SINGKONG SEBAGAI SENYAWA ANTI NEOPLASTIK I. Hartati; L. Kurniasari; M. E. Yulianto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.607

Abstract

Singkong juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan salah satu sumber bahan pangan terpenting di negara-negara tropis dan negara berkembang. Saat ini Indonesia termasuk sebagai negara penghasil singkong terbesar ketiga di dunia. Singkong merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa cyanogen. Senyawa cyanogen pada tanaman singkong berupa senyawa glukosida cyanogen yang terdiri dari linamarin dan lotaustralin. Senyawa glukosida cyanogenik pada tanaman singkong sebagian besar terakumulasi pada daun, batang dan kulit umbinya. Senyawa glukosida cyanogenik, dengan adanya enzim linamarase (β glukosidase), akan terhidrolisa menjadi acetocyanohidrin. Selanjutnya cyanohidrin akan terurai menjadi hidrogen cyanida. Linamarin memiliki sifat-sifat yang dapat menjadikannya sebagai kandidat yang baik sebagai senyawa antineoplastik (antikanker). Linamarin disebut juga sebagai nitrilosida yang memiliki kandungan vitamin B17 yang diharapkan pada proses hidrolisis dapat menghasilkan senyawa cytotoksik yakni HCN. Sel neoplastik (sel kanker) yang kekurangan akan enzim detoksifikasi tetapi kaya akan enzim hidrolase akan terpapar terhadap efek lethal dari cyanida yang dilepaskan oleh linamarin. Seiring dengan meningkatnya peran senyawa fitokimia dalam industri farmasi, dan mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah serta potensi linamarin sebagai senyawa antineoplastik, perlu dikembangkan proses produksi linamarin dari daun singkong sebagai salah satu upaya diversifikasi produk tanaman singkong dan pengadaan senyawa aktif bagi industri farmasi. Linamarin dapat diproduksi melalui proses inaktivasi enzim linamarase dan proses ekstraksi menggunakan ekstraktor inaktivasi enzim dengan solvent asam. Solven berupa larutan asam akan berfungsi ganda, menginaktivasi enzim sekaligus mengekstrak linamarin. Proses inaktivasi enzim menggunakan solvent asam diketahui memiliki beberapa keuntungan, yaitu: proses ini meringkas proses inaktivasi dan ekstraksi sekaligus serta yield yang dihasilkan lebih tinggi karena linamarin diharapkan tidak terkonversi menjadi acetocyanohid enzimatis. Kata Kunci: anti neoplastik; daun singkong; inaktivasi; linamarin
PEMANFAATAN MIKROORGANISME DAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI BAHAN BAKU BIOSORBEN LOGAM BERAT L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.115

Abstract

Logam berat merupakan zat yang beracun serta umumnya bersifat karsinogenik. Beberapa proses pengambilan logam berat yang telah ada masih memiliki banyak kendala, diantaranya adalah produksi lumpur limbah beracun yang tinggi, memerlukan biaya tinggi serta kurang efektif bila diaplikasikan pada konsentrasi limbah yang rendah. Salah satu alternatif pengolahan limbah yang mengandung logam berat adalah dengan proses adsorpsi menggunakan bahan-bahan biologis sebagai adsorben. Prosesnya kemudian disebut sebagai biosorption dan adsorbennya dikenal sebagai biosorben. Beberapa keuntungan pemakaian biosorben adalah bahan baku yang melimpah, murah, proses pengolahan limbah yang efisien, minimalisasi lumpur yang terbentuk, serta tidak adanya nutrisi tambahan dan proses regenerasi. Ada tiga mekanisme yang mungkin terjadi ketika mikroorganisme mengambil logam-logam yang ada di larutan. Ketiga mekanisme itu adalah (i) akumulasi/pengendapan ekstraselular; (ii) penjerapan atau pembentukan kompleks pada permukaan sel serta (iii) akumulasi intraseluler. Mikroorganisme yang banyak digunakan sebagai biosorben diantaranya adalah kelompok bakteri, jamur, yeast dan alga. Sedangkan biosorben dari limbah pertanian diantaranya adalah kulit buah jeruk, kulit dan batang buah asam, serbuk kayu, sekam padi, tongkol jagung, cangkang telur dan kulit kentang. Kata kunci : adsorpsi, biosorben, logam berat
PENGARUH PENAMBAHAN IMIDAZOLINE TERHADAP TINGKAT KOROSI PIPA GAS LEPAS PANTAI Imam Sujarwo; Rita Dwi Ratnani; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i2.2507

Abstract

Korosi menjadi masalah yang terpenting dalam industri dan perminyakan. Proses pencegahan dan kontrol korosi sangat penting dilakukan untuk mengurangi efek korosi yang besar yaitu kebocoran instalasi pipa. Kandungan ion maupun senyawa terlarut seperti chloride yang tinggi, sufida terlarut, carbonat maupun bi-carbonat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya korosi. Hal lain yang juga dapat menimbulkan terjadinya korosi pada logam adalah aktifitas mikroba Sulfur Reduction Bacteria (SRB). Untuk mengendalikan korosi dalam pipa umumnya ditambahkan senyawa penghambat korosi (inhibitor). Penambahan anti korosi imidazoline dengan kombinasi surfaktan dilakukan untuk mencegah adanya proses korosi pada logam pipa produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas mikroba dan potensi korosi yang di timbulkan dari aktifitasnya, serta untuk mengetahui efektifitas dari penghambat korosi (imidazoline) yang di tambahkan pada konsentrasi 50 ppm-150-ppm kedalam aliran gas hidrokarbon dengan kandungan CO2 dalam gas 0.715 % mol, chloride 700mg/lt. Pengukuran dan evaluasi dilapangan dilakukan dengan menggunakan metoda ER (Electical Resistant). Efektifitas terbaik imidazoline derivate pada gas terseparasi minimum 16.33 % dan maksimum efisensi mencapai 76.67 %.Kata kunci: efisiensi inhibitor, imidazoline, inhibitor korosi, korosi
PENGUATAN USAHA PENGOLAH KOLANG KALING DI DESA NGESREPBALONG KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Indah Hartati; Nugroho Widiasmadi; Renan Subantoro; Laeli Kurniasari; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1629

Abstract

Salah satu usaha yang berkembang di Desa Ngesrepbalong, Limbangan, Kendal adalah usaha pengolaha kolang kaling. Beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku usaha pengolah  kolang kaling adalah diperlukannya alat TTG guna proses pemecahan kulit biji kolang kaling, belum adanya wawasan dan usaha ke arah diversifikasi produk serta diperlukannya pelatihan-pelatihan penguatan usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra pengolah kolang kaling yakni: (i) memperbaiki proses produksi berupa aplikasi alat pemipih kolang kaling dan pemecah kulit buah kolang kaling, (ii) memberikan pelatihan produksi diversifikasi produk kolang kaling yakni berupa manisan kolang kaling dan permen jely kolang kaling serta alat sealer, (iii) memberikan pelatihan penguatan usaha berupa pelatihan desain kemasan, pelatihan cara produksi pangan yang baik dan pelatihan perijinan PIRT, dan (iv) memberikan pelatihan manajemen usaha kecil. Adapun target kegiatan adalah perbaikan proses produksi melalui aplikasi mesin pemecah kulit buah kolang kaling dan pemipih kolang kaling, pelatihan proses produksi manisan dan permen jelly kolang kaling, pelatihan desain kemasan manisan dan permen jelly kolang kaling, pelatihan CPPB, pelatihan perijinan dan  pelatihan manajemen usaha. Perbaikan proses produksi telah dilakukan melalui perancangan, pabrikasi dan penggunaan alat pemecah dan pemipih kolang kaling. Diversifikasi produk kolang kaling telah diberikan sehingga mitra memiliki wawasan dan ketrampilan mengenai proses pembuatan permen  jelly kolang kaling dan manisan kolang kaling. Pelatihan CPPB  telah memberikan wawasan mengenai cara produksi pangan yang baik. Pelatihan pengemasan  telah berhasil memberikan wawan mitra mengenai pengemasan produk pangan dan pelabelan. Pelatihan perijinan memberikan wawasan mitra mengenai prosedur perijinan yang harus ditempuh bila mitra mengajukan permohonan pengajuan perijinan bagi usaha mereka. Pelatihan manajemen  usaha telah dapat memberikan wawasan mitra mengenai pengelolaan usaha kecil. Kata kunci: kolang kaling, manisan, pemecah, pemipih, permen jelly
ADSORPSI PEWARNA TEKSTIL RODHAMIN B MENGGUNAKAN SENYAWA XANTHAT PULPA KOPI Setiyanto Setiyanto; Indah Riwayati; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i1.1078

Abstract

Rodhamin B merupakan zat warna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, bila terpapar Rodhamin B dalam jumlah besar maka dalam waktu singkat akan terjadi gejala akut keracunan Rodhamin B. Pemisahan pewarna rodhamin B dapat dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan biosorben kulit kopi. Kulit kopi memiliki kandungan gugus hidroksil dan selulosa yang cukup tinggi. Namun demikian permukaan biosorbenperlu dimodifikasi untuk meningkatkan performa dari adsorben. Salah satu alternatif adsorben adalah melalui proses xanthasi. Proses pembuatannya yaitu dengan cara mereaksikan biomassa dengan gugus pembawa sulfur (carbon disulfide) dalam suasana basa. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengontakkan biosorben dengan larutan pewarna rodhamin B yang diaduk dengan magnetik stirer dengan variasi pH 2,4,6,8; variasi rasio 0,5:100; 0,5:80; 0,5:60; 0,5:40 dan variasi waktu 30, 60, 90, 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorpsi maksimum dapat dicapai 8,359mg/g pada pH 6, rasio 0,5:100 (0,5 gr adsorben : 100 ml larutan) dan waktu kontak 120 menit dengan presentase penjerapan 50,844%. Kata Kunci: adsorpsi, kulit kopi, rodhamin B, xanthate
KAJIAN EKSTRAKSI MINYAK JAHE MENGGUNAKAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) L. Kurniasari; I. Hartati; R. D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.622

Abstract

Jahe merupakan salah satu hasil rempah-rempah yang cukup potensial di Indonesia. Salah satu pemanfaatan jahe yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu minyak jahe. Akan tetapi minyak jahe Indonesia sampai saat ini belum dapat memenuhi standar internasional. Minyak jahe Indonesia memiliki kadar zingiberene rendah serta nilai putar optik + (positif), sementara minyak jahe standar internasional memiliki kadar zingiberene tinggi dan nilai putar optik – (negatif). Rendahya kadar zingiberene minyak jahe Indonesia disebabkan oleh penguraian zingiberene pada proses destilasi konvensioanl dengan suhu tinggi. Zingiberene sendiri merupakan senyawa thermolabil yang mudah terurai pada suhu tinggi. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencarian alternatif proses ekstraksi minyak jahe. Salah satu proses yang ditawarkan adalah ekstraksi minyak jahe dengan menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE). Alat ini tidak menggunakan suhu tinggi serta mempunyai kontrol yang baik terhadap suhu, sehingga cocok digunakan untuk senyawa-senyawa thermolabil. Selain itu, dengan alat ini waktu ekstraksi juga relatif lebih cepat dengan yield yang tinggi serta penggunaan energi yang relatif kecil. Kata kunci : jahe, zingiberene, microwave assisted extraction (MAE)
PENGARUH KADAR AEROSIL DAN TALK HAICHEN PADA PRODUKSI CAT CRACKLE Asmanto Asmanto; Laeli Kurniasari; Indah Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan formula cat crackle dari permintaan customer yang mengacu standar SNI dan ASTM (American Society for Testing Material), Hasil aplikasi yang diutamakan pada cat crackle yaitu berbentuk pecah-pecah tak beraturan dengan kedalaman tipis dan halus. Pada penelitian ini, pada variabel tetap (base nitrocellulose) ditambah dengan aerosil yang dipasangkan dengan talk haichen. Dengan variasi kadar aerosil yaitu 0.3%, 0.5%, 1%, 1.5% dan 3%, variasi kadar talk haichen yaitu 1,5%, 3%, 5%, 7% dan 10%. Setelah selesai, lalu dilakukan uji menurut SNI yang meliputi uji kualitatif yaitu keadaan dalam kemasan, kestabilan dalam penyimpanan dan sifat lapisan kering dan ketahanan terhadap alkali dan uji kantitatif yaitu tes waktu pengeringan, kadar padatan, kehalusan, tebal film, berat jenis dan hasil aplikasi, serta uji ASTM meliputi tes bahan kimia rumah tangga, tes daya tahan air panas dan dingin, dan tes daya rekat lapisan cat. Hasil penelitian menunjukan beberapa varian memberikan hasil aplikasi memenuhi standar SNI, konsumen dan ASTM yaitu varian aerosil 1 % dan talk haichen 5 % dengan hasil aplikasi membentuk pecahan tak beraturan dengan kedalaman tipis & halus. Kata kunci : Cat, Crackle, Aplikasi.
KAJIAN PRODUKSI KOLAGEN DARI LIMBAH SISIK IKAN SECARA EKSTRAKSI ENZIMATIS I. Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i1.122

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki potensi besar dibidang perikanan. Salah satu permasalahan yang timbul adalah belum tersedianya unit pengolahan limbah perikanan, khususnya untuk pengolahan kulit dan sisik ikan. Kulit dan sisik ikan merupakan salah satu sumber utama kolagen. Kolagen sendiri merupakan protein penghubung jaringan yang banyak digunakan sebagai aditif pada makanan, pharmacy dan kosmetik. Selama ini kebutuhan kolagen lebih banyak dipenuhi dari unggas. Seiring banyaknya penyakit yang ditemukan pada unggas, maka sumber kolagen dari kulit dan sisik ikan merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan. Pembuatan kolagen dari sisik ikan dapat dilakukan melalui ekstraksi baik secara konvensional maupun secara enzimatis. Cara ekstraksi enzimatis ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan ekstraksi konvensional, diantaranya adalah tidak menggunakan solvent organik, sehingga dampaknya terhadap lingkungan minimal, kolagen yang dihasilkan aman untuk konsumsi manusia karena tidak mengandung bahan kimia, kualitas produk yang dihasilkan lebih tinggi serta yield yang lebih tinggi. Untuk proses ekstraksi enzimatis ini enzim yang digunakan adalah enzym protease yang berfungsi memecah protein. Kata kunci : ekstraksi, enzym, kolagen, sisik ikan
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PENGUATAN USAHA OPAK SILI MELALUI PERANCANGAN ALAT PENGHALUS SINGKONG DAN PERBAIKAN PENGEMASAN Laeli Kurniasari; Sri Mulyo Bondan Respati; Aqnes Budiarti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1456

Abstract

Dusun Sili merupakan salah satu sentra usaha produksi opak yang terletak di Desa Candisari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Usaha ini merupakan usaha kecil yang dilakukan oleh banyak warga dusun secara perorangan. Opak merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang berbahan baku singkong. Proses produksi opak sili sampai saat ini masih terkendala pada proses produksi yang cukup lama serta minimnya pangsa pasar yang dapat ditembus oleh mitra. Proses produksi yang dilakukan selama ini memerlukan waktu lama mengingat proses penghalusan singkong rebus masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Secara manual, penghalusan 25 kg singkong membutuhkan waktu sekitar 4 jam, tergantung tingkat kelunakan singkong yang digunakan. Sementara minimnya pangsa pasar salah satunya disebabkan oleh pengemasan produk yang masih sangat sederhana. Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah perbaikan proses produksi dengan bantuan alat penghalus singkong rebus serta proses penguatan usaha. Adapun metode yang akan dilakukan melalui perancangan, pabrikasi, pendampingan penggunaan alat penghalus singkong rebus serta pelatihan cara pengemasan produk opak. Penggunaan alat penghalus singkong dapat mengurangi waktu produksi sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga manusia. Proses penghalusan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam, dapat direduksi menjadi hanya sekitar 2 jam. Sementara perbaikan proses pengemasan terbukti dapat memperbaiki tampilan produk sehingga diharapkan selanjutnya produk Opak Sili dapat meningkat pangsa pasarnya. Kata kunci : opak sili, penghalus,  pengemasan, singkong
Co-Authors ., Salsabila Ahadta Anindya Rahmah Ajeng Ajeng Ajeng Wijareni Alin, Tanzil Aliyatul Farida Amaranti, Ratna Bernika Andri Cahyo Kumoro Andrian Adhi Susila Aniq, Nur Aprianto Aprianto Aprilina Purbasari Aqnes Budiarti Ardianto, Sandi Dimas Arief Hidayat Arif Andrianto Asmanto Asmanto Buclatin, Willie C Cahyana, Iga Cahyanto, Yodhi Chandra Pribadi Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dewi, Cindy Aurellia Ratna Dien Iffa Hidayatin Dyah Puspa Arum Erma Sulistyaningsih Ernawati Budi Astuti F Widhi Mahatmanti Faizin, Safaah Nur Faria, Rani Aish Farikha Maharani Fatnawati Nur Hidayah Fifi Kurniasari H. Purwanto Hasan, Hasan Hayani, Alfitra I Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Riwayati Imam Sujarwo Imam Syafaat Indah Hartati Indah Nurdiani Indarwati, Dewi Irma Sulistyo Ismiyatul Kholisoh Ismiyatun Ismiyatun Jati, Isnanto Prasetyo Khanifah Khanifah Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus Kun Ma'adella Nafisawati Laksono, F. W. Lukman Eka Prasaja lula atsila tabriza Luqman Buchori M. Djaeni M. E. Yulianto M. E. Yulianto Maulana, Yafi S. Mauluddin, M. Subchan Mauludin, Mochamad Subchan Mey Sulistiyaningsih Mia Dinnis A Moh Djaeni Muhamad Farid Aminudin Muhammad Dzulfikar Muhammad Farid Aminudin Muhammad Ivan Nurohman Nanik Andar Miningsih Nayyifatus Sa’diyah Ninik Indah Hartati Ninik Indah Hartati Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nugroho, Ardi Tio Ageng Nurhayani, Mira Nurrijal, Kolul Nurul Fatkhiyah Penaflorida, Veronica P Prasetyo Jati, Isnanto Pratama, Fandy Indra Prianto, Riska Putri Prihastuti Ramadhanti, Novia Renan Subantoro Revy Andar Raesta Rita Dwi Ratnani Rita Dwi Ratnani Rohmawati, Alfi Rudi Firyanto Sabila Ameliya Safaah Nurfaizin Safaah Nurfaizin Saiful Huda Saiful Huda Sari, N. L. S. Setia Budi Sasongko Setia Budi Sasongko Setiyanto Setiyanto Sinta Ariyani Siti Indana Isdiyanti Siti Indana Isdiyanti Siti Iqlima Layudha Siti Sudarmiseh Sri Mulyo Bondan Respati Sufrotun Khasanah Sumayah Sumayah Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Tabah Priangkoso Titin Titin Tristiyanti, Alvia Sefie Tsaniyatul Fitriyah Via Utami Putri Vivi Nurin Shofiyana Wulan Budi Astuti Yance Anas Yuni Susanti, Devi Yuni Wulandari