Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN USAHA PENGASAPAN IKAN “SIDO MAKMUR” KETAPANG KABUPATEN KENDAL Indah Hartati; Laeli Kurniasari; Darmanto Darmanto; Hasan Hasan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i2.918

Abstract

Salah  satu  sentra  produksi  ikan  asap  di  Kabupaten  Kendal adalah  di  desa  Ketapang Kecamatan Kendal yang tergabung dalam Kelompok Usaha Pengasapan Ikan Sido Makmur. Permasalahan  yang  dihadapi  oleh  Kelompok  Usaha  Pengasapan  Ikan  Sido  Makmur  antara lain:  penggunaan  tungku  konvensional  menghasilkan  asap  yang  menimbulkan  gangguan kesehatan  terhadap  masyarakat  sekitar,  penggunaan  tungku  konvensional  menyebabkan produk  memiliki  penampakan  yang  kurang  menarik,  belum  terlaksananya  cara  produksi pangan yang baik, belum memiliki siup, p-irt, label halal dan desain kemasan yang baik, belum dilaksakannya sistem manajemen usaha yang baik dan belum adanya perluasan pangsa pasar. Guna mengatasi permasalah mitra, solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut:  perbaikan proses produksi melalui aplikasi tungku pengasapan tertutup; pelatihan penguatan usaha yang meliputi pelatihan mengenai cppb, perijinan dan pelabelan halal,; pelatihan penataan sistem manajemen  dan  perluasan  pangsa  pasar.  Aplikasi  tungku  pengasapan  sistem  tertutup dilaksanakan  dengan  mendesain,  mempabrikasi,  menguji  coba  dan  mengaplikasikan  tungku pengasapan  ikan.  Penguatan  usaha  dilakukan  dengan  melakasanakan  pelatihan  dan penyuluhan  CPPB,  pengemasan,  perijinan  dan  pelabelan  halal.  Berdasarkan  hasil  uji penggunaan tungku pengasapan ikan sistem tertutup, dihasilkan ikan asap dengan rasa yang tidak  berbeda  dengan  ikan  asap  yang  diasapi  menggunakan  tungku  konvensional.,  namun memiliki penampakan serta higienitas ikan asap yang lebih baik. Hasil pelatihan penguatan usaha  telah  dapat  memberikan  wawasan  kepada  kelompok  Sido  Makmur  mengenai  cara produksi  pangan  yang  baik,  cara  pengawetan  melalui  pengemasan  vakum,  prosedur  untuk mendapatkan  PIRT,  dan  prosedur  untuk  mendapatkan  sertifikat  halal.  Hasil  pelatihan manajemen usaha  mikro  telah  dapat  memberikan  wawasan  mengenai cara  mengelola  usaha kecil pengasapan ikan serta wawasan mengenai pemasaran produk. Diskusi perluasan pangsa pasar  dapat  memetakan  potensi  pasar  yang  dapat  disasar  meliputi  pemasaran  melalui pameran  produk  unggulan  daerah,  toko  oleh-oleh  khas  kendal,  pasar  modern  kendal  serta outlet kelompok Sido Makmur.Kata Kunci: ikan asap, sido makmur, ketapang, tungku, pengasapan
POTENSI PRODUKSI ANDROGRAPHOLIDE DARI SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) MELALUI PROSES EKSTRAKSI HIDROTROPI R.D Ratnani; I Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.279

Abstract

Andrographolide merupakan senyawa fitokimia yang memiliki berbagaifungsi kesehatan. Salah satunya, andrographolide memiliki sifat sebagai antimalaria. Andrographolide dapat dengan mudah larut dalam methanol, ethanol,pyridine, asam asetat, dan aceton, tetapi sedikit larut dalam ether dan air.Ekstraksi andrographolide yang telah banyak diterapkan adalah ekstraksimenggunakan alkohol. Proses tersebut menyebabkan terjadinya degradasiandrographolide. Larutan hidrotrop dapat meningkatkan kelarutan senyawayang tidak larut dalam air. Ekstraksi andrographolide menggunakan larutanhidrotrop dapat diterapkan karena andrographolide merupakan senyawa yangtidak larut dalam air. Ekstraksi andrographolide menggunakan larutanhidrotrop berupa larutan sodium salisilat dan sodium asetat mampumenghasilkan ekstrak dengan berat masing-masing 0,57 g dan 0,18 g.Kata Kunci: andrographolide, hidrotop, ekstraksi, sambilotio
KAJIAN HIDROLISA ENZYMATIS JERAMI PADI UNTUK PRODUKSI BIOETANOL L. Kurniasari; I. Hartati; M. E. Yulianto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.636

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil, telah menyebabkan kenaikan konsentrasi CO2 dan gas rumah kaca yang lain di udara. Salah satu usaha memperkecil masalah tersebut adalah dengan penggunaan biofuel etanol sebagai penganti bahan bakar fosil. Saat ini bioetanol diproduksi dari tetes tebu,singkong maupun dari jagung. Salah satu alternatif bahan baku pembuatan bioetanol adalah biomassa berselulosa. Salah satu biomassa berselulosa dari limbah pertanian di Indonesia yang belum dimanfaatkan adalah limbah tanaman padi (jerami). Biomassa berselulosa terbentuk dari tiga komponen utama yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa merupakan komponen utama yang terkandung dalam dinding sel tumbuhan dan mendominasi hingga 50% berat kering tumbuhan. Jerami padi diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi, mencapai 34.2% berat kering, 24.5% hemiselulosa dan kandungan lignin hingga 23.4%. Konversi enzimatis biomassa berselulosa menjadi bioethanol melibatkan tiga langkah dasar yakni proses pretreatment, proses hidrolisa dan proses fermentasi. Proses pretreatment bertujuan mempermudah akses enzyme selulase untuk menghidrolisa selulosa menjadi monomer-monomer gula. Proses hidrolisa untuk memproduksi monomer-monomer gula dari selulosa dan hemiselulosa dapat berlangsung melalui proses hidrolisa asam maupun melalui hidrolisa enzimatis. Hidrolisa selulosa secara enzimatis memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, konversi dan produktifitas. Hidrolisa selulosa secara enzymatis melibatkan beberapa enzyme yang berbeda. Enzyme yang disekresi dari filamentous fungi Trichordema reseei dapat mengkonversi biomassa menjadi gula. Hidrolisa selulosa secara enzimatis memiliki beberapa keuntungan, yakni konversi lebih tinggi, menghasilkan produk samping yang minimal, kebutuhan energi lebih rendah dan kondisi operasi yang lebih rendah. Proses enzimatis merupakan proses bersih lingkungan. Dengan menggunakan bahan baku terbarukan (renewable raw material) yang ekonomis dari limbah pertanian untuk proses produksi bioetanol dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Saat ini, hidrolisa enzymatis merupakan teknologi yang sangat menjanjikan guna mengkonversi biomassa menjadi gula untuk selanjutnya dikonversi menjadi bioetanol. Hidrolisa sellulosa secara enzymatis dipengaruhi beberapa variable yakni rasio enzym-substrat, rasio jerami padi-air, temperatur, pH reaksi dan waktu reaksi. Glukosa hasil hidrolisa jerami padi secara enzymatis selanjutnya difermentasi untuk menghasilkan bioethanol. Kata Kunci: Jerami, Hidrolisa, Selulosa, Enzimatis
PENGOLAHAN AWAL LUMPUR MINYAK DENGAN METODE VOLATILISASI L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.652

Abstract

Lumpur minyak merupakan salah satu bentuk limbah yang berasal dari industri pengilangan minyak. Limbah ini termasuk dalam kategori limbah B3 sehingga memerlukan pengolahan dan penanganan sebelum dibuang ke lingkungan.Bila ditinjau dari komposisinya, limbah lumpur minyak ini masih mungkin untuk dimanfaatkan. Namun tentu saja diperlukan pengolahan awal sebelum pemanfaatannya. Salah satu tahap awal pengolahan lumpur minyak adalah proses pemisahan air, minyak dan padatannya dengan cara volatilisasi. Metodologi yang digunakan dalam tahap ini adalah dengan cara volatilisasi yang bertujuan untuk memisahkan air dan minyak dari sampel lumpur minyak. Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pemanasan sampel dalam suatu labu dengan pengambilan destilat setiap setengah jam sekali selama lima jam, dengan suhu dijaga tetap. Dalam pemanasan ini perlu diketahui adanya waktu dimana laju destilat konstan dan pemanasan tidak efektif lagi.  Dalam percobaan digunakan dua jenis lumpur minyak yaitu lumpur minyak pertamina Cilacap dan Pertamina Balongan. Hasil dari proses volatilisasi ini adalah 15,5% air, 2,67% minyak dengan persen kehilangan massa 17,67% untuk lumpur minyak Pertamina Cilacap dan 15% air, 1,9% minyak dengan persen kehilangan massa 15,99% untuk lumpur minyak Pertamina Balongan. Kata kunci : lumpur minyak, volatilisasi, destilat
ENKAPSULASI MINYAK CENGKEH DENGAN BAHAN DINDING WHEY PROTEIN CONCENTRATE (WPC) MELALUI TEKNIK EMULSIFIKASI Laeli Kurniasari; Fatnawati Nur Hidayah; Kun Ma'adella Nafisawati
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.13600

Abstract

Minyak cengkeh mempunyai fungsi sebagai antioksidan, anti penuaan, dan antimikroba. Penyimpanan dan pemanfaatan minyak cengkeh dalam bentuk cair mempunyai beberapa kelemahan seperti kelarutan dalam air dan stabilitas pada suhu ruang yang rendah, serta potensi penurunan kualitas selama proses penyimpanan. Oleh karena itu diperlukan modifikasi proses guna mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, diantaranya adalah melalui proses enkapsulasi. Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi bahan aktif dengan cara melapisinya dengan bahan dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mengenkapsulasi minyak cengkeh dengan menggunakan whey protein concentrate (WPC) sebagai bahan dinding. Adapun variabel pada percobaan ini adalah konsentrasi minyak cengkeh sebesar 0,5; 1; dan 1,5%. Larutan WPC ditambahkan minyak cengkeh sesuai konsentrasi tersebut dalam alat homogenizer. Selanjutnya larutan diultrasonik guna mendapatkan bentuk padatan, larutan kemudian dikeringkan beku. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen serbuk minyak cengkeh sebesar 79-84% dengan efisiensi enkapsulasi tertinggi pada konsentrasi minyak cengkeh 1% yaitu sebesar 30%. Dari hasil analisis FTIR terlihat adanya interaksi antara minyak cengkeh dengan WPC sedangkan analisis SEM menunjukkan bahwa partikel cenderung berbentuk tidak beraturan dan terjadi pula aglomerasi partikel.
PENUMBUHKEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN TEKNIK DASAR MAKRAME DALAM PEMBUATAN TAS DARI TALIKUR Indah Hartati; Laeli Kurniasari
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i1.1789

Abstract

Dewasa ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada permasalahan tingginya angka pengangguran yang berasal dari kelompok terdidik. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha khususnya oleh kelompok masyarakat terdidik. Di dunia pendidikan tinggi, mata kuliah kewirausahaan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran. Guna mendukung tumbuhberkembangnya jiwa kewirausahaan pada mahasiswa, maka perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan-pelatihan ketrampilan yang berpotensi untuk dijadikan sebagai basis usaha. Penyuluhan kewirausahaan dan pelatihan ketrampilan telah diberikan kepada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan tas dari talikur dengan teknik makrame. Setelah mendapat penyuluhan dan pelatihan pembuatan tas talikur dengan teknik makrame, mahasiswa menjadi lebih termotivasi untuk mengembangkan wirausaha, khususnya pembuatan tas dari talikur dengan teknik makrame.Kata kunci: jiwa wirausaha, macramé, talikur, tas.
ANALISA SWOT PADA USAHA PRODUKSI SLONDOK PUYUR DI SUMURARUM KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto; Ernawati Budi Astuti; Laeli Kurniasari; Indah Hartati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v5i1.3328

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditas tanaman pangan unggulan Indonesia. Proses pasca panen singkong memberikan nilai tambah secara ekonomi serta berdampak pada peningkatan ekonomi kewilayahan. Salah satu usaha produksi produk olahan singkong yang berkembang baik di Grabag Kab Magelang adalah produksi slondok puyur. Guna menjaga dan meningkatkan eksistensi, daya saing dan peluang pengembangan usaha, maka telah dilakukan kajian analisa SWOT pada usaha produksi slondok puyur di Sumurarum Grabag, Kabupaten Magelang. Analisa SWOT dilakukan dengan mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang menyumbang peran pada faktor-faktor yang memperkuat, menantang, menghambat dan mengancam usaha produksi slondok puyur. Data data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian analisa SWOT menunjukkan jika: (i) kekuatan utama proses produksi slondok puyur adalah terletak pada kualitas produk; (ii) kelemahan terletak pada tidak adanya diferensiasi produk; (iii) peluang diberikan oleh factor adanya kebijakan regulasi sertifikasi produk yang akan meningkatkan daya saing produk, dan (iv) ancaman berasal dari tingginya kehendak konsumen akan end product dengan varian yang beragam. Hasil kajian menunjukkan jika strategi WO (weakness-opportunity) yang juga disebut sebagai strategi “stability” merupakan strategi yang tepat untuk diterapkan pada usaha produksi slondok puyur di Sumurarum Grabag Kabupaten Magelang. Kata Kunci: analisa SWOT, slondok puyur, Magelang
MODIFIKASI TEPUNG BIJI NANGKA (Arthocarphus heterophyllus lamk) DENGAN METODE ASETILASI Mey Sulistiyaningsih; Laeli Kurniasari; Farikha Maharani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v4i1.2683

Abstract

Pemanfaatan biji nangka (Arthocarphus heterophyllus lamk) sebagai bahan baku dalam produksi makanan memiliki keterbatasan berkaitan dengan sifat fisikokimia tepungnya. Asetilasi merupakan salah satu metode modifikasi tepung yang dapat digunakan untuk meningkatkan sifat fisikokimia tepung, yakni swelling power, % solubility, dan derajat substitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam asetat (5%, 10%, 15%), waktu (10 menit dan 30 menit), dan suhu (55̊C, 65̊C, 75̊C) terhadap nilai swelling power, % solubility, dan derajat substitusi tepung biji nangka  terasetilasi. Biji nangka yang sudah menjadi tepung, diproses secara asetilasi, lalu hasilnya di uji untuk mengetahui tepung yang memiliki kualitas lebih baik. Dari percobaan diperoleh hasil kondisi optimal pada pati yang dimodifikasi dengan konsentrasi 5%, suhu 55ºC, dan waktu reaksi 10 menit, dengan nilai swelling power7,40 g/g, solubility 9%, dan derajat substitusi sebesar 2,34. Kata kunci : biji nangka, asetilasi, swelling power, % solubility, derajat substitusi
MODIFIKASI PATI UMBI GANYONG (Canna edulis Kerr) SECARA IKATAN SILANG MENGGUNAKAN SODIUM TRIPOLIPHOSPHAT (STPP) Nurul Fatkhiyah; Laeli Kurniasari; Indah Riwayati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v5i2.3815

Abstract

APLIKASI METODE FOAM MAT DRYING PADA PEMBUATAN BUBUK JAHE (Zingiber officinale) Fifi Kurniasari; Indah Hartati; Laeli Kurniasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v4i1.2679

Abstract

Jahe merupakan salah satu jenis komoditas rempah yang memiliki beragam manfaat dan kegunaan. Jahe dalam bentuk bubuk diminati masyarakat karena lebih praktis dan lebih tahan lama. Salah satu metode pengeringan serbuk jahe yang dipandang tepat untuk diaplikasikan dalam proses produksi serbuk jahe adalah metode pengeringan busa (foam mat drying). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pengeringan busa terhadap jahe dengan menggunakan tween 80 (foam agent) dan maltodekstrin sebagai bahan pengisi untuk membantu mempertahankan konsistensi busa. Proses percobaan menggunakan pengeringan tanpa foam untuk dibandingkan dengan variabel komposisi tween 80 (4%,6%,8%) dan maltodekstrin (10%,15%,20%). Didapatkan hasil perbandingan terbaik pada sampel 4 dengan kadar air 0,07% pada menit ke 120. Hasil percobaan secara keseluruhan sudah memenuhi standar minimal produk makanan yaitu <5%. Kata kunci : Jahe, Foam mat drying, Tween 80, Maltodekstrin
Co-Authors ., Salsabila Ahadta Anindya Rahmah Ajeng Ajeng Ajeng Wijareni Alin, Tanzil Aliyatul Farida Amaranti, Ratna Bernika Andri Cahyo Kumoro Andrian Adhi Susila Aniq, Nur Aprianto Aprianto Aprilina Purbasari Aqnes Budiarti Ardianto, Sandi Dimas Arief Hidayat Arif Andrianto Asmanto Asmanto Buclatin, Willie C Cahyana, Iga Cahyanto, Yodhi Chandra Pribadi Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dewi, Cindy Aurellia Ratna Dien Iffa Hidayatin Dyah Puspa Arum Erma Sulistyaningsih Ernawati Budi Astuti F Widhi Mahatmanti Faizin, Safaah Nur Faria, Rani Aish Farikha Maharani Fatnawati Nur Hidayah Fifi Kurniasari H. Purwanto Hasan, Hasan Hayani, Alfitra I Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Riwayati Imam Sujarwo Imam Syafaat Indah Hartati Indah Nurdiani Indarwati, Dewi Irma Sulistyo Ismiyatul Kholisoh Ismiyatun Ismiyatun Jati, Isnanto Prasetyo Khanifah Khanifah Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus Kun Ma&#039;adella Nafisawati Laksono, F. W. Lukman Eka Prasaja lula atsila tabriza Luqman Buchori M. Djaeni M. E. Yulianto M. E. Yulianto Maulana, Yafi S. Mauluddin, M. Subchan Mauludin, Mochamad Subchan Mey Sulistiyaningsih Mia Dinnis A Moh Djaeni Muhamad Farid Aminudin Muhammad Dzulfikar Muhammad Farid Aminudin Muhammad Ivan Nurohman Nanik Andar Miningsih Nayyifatus Sa’diyah Ninik Indah Hartati Ninik Indah Hartati Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nugroho, Ardi Tio Ageng Nurhayani, Mira Nurrijal, Kolul Nurul Fatkhiyah Penaflorida, Veronica P Prasetyo Jati, Isnanto Pratama, Fandy Indra Prianto, Riska Putri Prihastuti Ramadhanti, Novia Renan Subantoro Revy Andar Raesta Rita Dwi Ratnani Rita Dwi Ratnani Rohmawati, Alfi Rudi Firyanto Sabila Ameliya Safaah Nurfaizin Safaah Nurfaizin Saiful Huda Saiful Huda Sari, N. L. S. Setia Budi Sasongko Setia Budi Sasongko Setiyanto Setiyanto Sinta Ariyani Siti Indana Isdiyanti Siti Indana Isdiyanti Siti Iqlima Layudha Siti Sudarmiseh Sri Mulyo Bondan Respati Sufrotun Khasanah Sumayah Sumayah Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Tabah Priangkoso Titin Titin Tristiyanti, Alvia Sefie Tsaniyatul Fitriyah Via Utami Putri Vivi Nurin Shofiyana Wulan Budi Astuti Yance Anas Yuni Susanti, Devi Yuni Wulandari