Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Multidisciplinary Indonesian Center Journal

OVERVIEW OF GIVING BOILED SOURSOP LEAF WATER TO REDUCE GOUT ARTHRITIS LEVELS IN ELDERLY PATIENTS IN KARANGJAMBU VILLAGE, KARANGJAMBU DISTRICT, PURBALINGGA REGENCY Saifuloh, Sofyan; Fida Dyah Puspasari; Priyatin Sulistyowati; Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1285

Abstract

Background: Gout arthritis is a degenerative disease commonly experienced by the elderly due to elevated uric acid levels in the blood. One safe non-pharmacological treatment alternative is the use of herbal remedies such as soursop leaves (Annona muricata L), which contain active compounds like flavonoids and alkaloids that may reduce uric acid levels. Objective: To describe the effect of boiled soursop leaf water on reducing uric acid levels in elderly patients with gout arthritis in Karangjambu Village, Karangjambu Subdistrict, Purbalingga Regency. Method: This study employed a case study method. Subjects were given an intervention of 200 ml of boiled soursop leaf water daily (100 ml in the morning and 100 ml in the evening) for seven consecutive days. Uric acid levels were measured before and after the intervention. Results: After seven days of soursop leaf water administration, uric acid levels decreased from an average of 8.7–9.0 mg/dl to 5.5–5.8 mg/dl. This suggests that the active compounds in soursop leaves are effective in inhibiting xanthine oxidase and promoting uric acid excretion through urine. Conclusion: Boiled soursop leaf water is effective in lowering uric acid levels in elderly patients with gout arthritis and can serve as a safe and practical complementary non-pharmacological therapy within the community.
GAMBARAN PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM GRADE 2 DENGAN PEMBERIAN SALEP VCO (VIRGIN COCONUT OIL) Palupi, Anggit; Julianto, Eko; Puspasari, Fida Dyah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.345

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi jangka panjang yang disebabkan oleh tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi cukup. Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi dari diabetes mellitus, ulkus kaki diabetik adalah luka pada jaringan akibat infeksi yang lebih dalam yang terkait dengan gangguan neurologis dan vaskuler pada tungkai. VCO merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi topikal untuk perawatan kulit. Sediaan salep VCO dapat menjaga kelembaban luka dan mengurangi peradangan sehingga mempercepat penyembuhan luka diabetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyembuhan ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan pemberian salep VCO (Virgin Coconut Oil). Metode: Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini dengan melakukan pemberian salep VCO (Virgin Coconut Oil) pada satu pasien penderita ulkus diabetikum. Hasil: hasil studi kasus menunjukkan hasil pemberian salep VCO (Virgin Coconut Oil) pada pasien ulkus diabetikum mengalami perubahan dilihat dari hasil perkembangan perawatan luka pada responden dari skor 39 menjadi 23. Diharapkan penerapan perawatan luka dengan pemberian salep VCO (Virgin Coconut Oil) dapat diaplikasikan dalam implementasi keperawatan dengan baik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemberian salep VCO (Virgin Coconut Oil) efektif untuk penyembuhan luka diabetes mellitus.
GAMBARAN GEL ALOE VERA SEBAGAI DRESSING PADA LUKA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KECAMATAN KEJOBONG Febiyani, Arofah Dwi; Julianto , Eko; Puspasari , Fida Dyah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.346

Abstract

 Diabetes mellitus dapat disebut sebagai "penyakit gula", adalah jenis penyakit kronis yang mempengaruhi gula darah dan ditandai dengan  meningkatnya kadar gula darah. Jika kadar glukosa darah kurang dari 180 mg/dl maka dianggap normal. Ulkus diabetik merupakan salah satu masalah yang dapat muncul akibat penyakit diabetes melitus, ulkus diabetik dapat terjadi karena terjadinya neuropati perifer. Pengobatan ulkus diabetik yang terlambat dapat menyebabkan penderita harus dilakukan tindakan  amputasi. Maka dari itu diperlukan penanganan dengan cepat yakni dengan perawatan luka ulkus diabetik dengan menggunakan Gel Aloe vera. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perawatan luka Diabetes mellitus dengan Gel Aloe vera sebagai Dressing. Pada karya tulis ilmiah ini menggunakan metode Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil studi kasus didapatkan setelah melakukan perawatan luka dengan Gel Aloe vera pada pasien luka Diabetes Mellitus selama 5 kali pertemuan dalam jangka waktu 10 hari (2 hari sekali). Mengalami perubahan dengan skor awal 25 menjadi 21 pada luka dan terdapat callus di tepi luka. Menunjukkan bahwa perawatan luka menggunakan Gel Aloe vera sebagai Dressing kurang efektif dikarenakan jangka waktu yang pendek dan kondisi luka tersebut.
GAMBARAN PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN SALEP VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS Aprisa Rahayu; Eko Julianto; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.351

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus yakni penyakit kronis yang berlangsung ketika tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin yang dihasilkan atau Ketika pankreas tidak memproses cukup insulin. Hiperglikemia yang tidak terkendali dapat mengakibatkan sistem tubuh mengalami kerusakan dan bisa teradi ulkus diabetikum. Penanganan yang dilakukan yaitu perawatan luka Diabetes Mellitus dengan pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap penyembuhan luka Diabetes Mellitus. Metode : pada karya tulis ini menggunakan menggunakan metode Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil : hasil studi kasus didapatkan hasil setelah diberikan air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) pada pasien luka Diabetes Mellitus selama 8 kali pertemuan dalam jangka waktu 15 hari (2 hari sekali). Mengalami perubahan menunjukan keefektifan perawatan luka yang awalnya Jumlah skor 46 menjadi 34, dibuktikan dengan data penunjang skor Bates Jansen Wound Assessment Tool berada dijumlah skor 34. Kesimpulan : menunjukan bahwa pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) efektif untuk membantu proses penyembuhan luka.
GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERDAHAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SIDAKANGEN KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA Indah Micty Salsabila; Dwi Astuti; Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.385

Abstract

Hipertensi adalah suatu masalah pada kesehatan yang harus diperhatikan sebab angka yang terdapat pada prevalensinya cukup tinggi dan dapat berakibat pada jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan. Tidak jarang penderita hipertensi menurunkan tekanan darah dengan cara mengonsumsi jus mentimun. Mentimun mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti kalium, yang bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.Menggambarkan pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi di Desa Sidakangen Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari implementasi yang telah dilakukan hasil pengukuran tekanan darah terdapat penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penurunan tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi dengan cara pemberian jus mentimun. Nilai pre 198 / 117 mmHg dan nilai post 135 / 95 mmHg.  
GAMBARAN SENAM KAKI DIABETES MELITUS TERHADAP PENINGKATAN SENSITIVITAS KAKI PADA Ny.H DENGAN DIABETES MELITUS DI DESA KALISOGRA WETAN KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS Sherly Rahmadianty; Eko Julianto; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.389

Abstract

Diabetes melitus yaitu penyakit yang mengalami kenaikan kadar gula dalam darah. Kenaikan kadar gula darah yang tidak bisa terkontrol dapat mengalami gangguan serius terutama pada sitem persyarafan dan pembuluh darah yang meliputi: renopati dan kerusakan yang terjadi pada ujung kaki. Penatalaksanaan yang kurang efektif dalam menangani penyakit diabetes melitus dapat menimbulkan penyakit tambahan yang bersifat jangka panjang yaitu mikroangiopati dan makrongiopati. Senam kaki dapat memperlancar peredarah darah yang ada di kaki sehingga bisa mengurangi keluhan seperti: kesemutan dan pegal-pegal dan juga bisa mereseptor produksi insulin lebih banyak sehingga senam kaki bisa meningkatkan sensitivitas kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan senam kaki diabetes melitus terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus. Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Hasil dari enam kaki diabetes melitus dilakukan 2 kali sehari selama 10 menit dalam waktu 3 hari dapat meningkatkan sensitivitas kaki. Dan didapatkan kesimpulan bahwa senam kaki diabetes melitus dapat meningkatkan sensitivitas kaki. Kata kunci: Diabetes Melitus; Senam Kaki; Sensitivitas Kaki
GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI DESA PAGERANDONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA Naila Hidayah; Eko Julianto; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.393

Abstract

Istilah pembunuh diam-diam berlaku untuk hipertensi karena tidak menunjukan tanda-tanda. Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik melebihi nilai normal yaitu diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya melebihi 90 mmHg. Di Indonesia sekitar 427.218 kasus kematian diakibatkan oleh hipertensi. Salah satu pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan cara terapi non farmakologis atau tanpa menggunakan obat yaitu dengan pemberian jus mentimun. Mentimun memiliki sifat diuretik karena tingginya kandungan mineral, sehingga dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Menggambarkan pemberian jus mentimun (cucumis sativus) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terdapat penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan pemberian jus mentimun pada pagi dan sore hari dengan dosis 200 cc selama 3 hari dengan nilai pre 158/102 mmHg dan nilai post 139/81 mmHg. Jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata kunci: Hipertensi, Jus Mentimun.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DENGAN MODERN DRESSING : SALEP MINYAK BUAH MERAH DI DESA TOYAREJA Gina Rafela Arliagustiani; Eko Julianto; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.394

Abstract

Pencegahan ulkus diabetik menggunakan perawatan luka modern dressing dapat meminimalisir infeksi dan terjaganya kelembaban. Salep minyak buah merah dapat menjaga lingkungan luka lembab membuat cairan luka alami dan enzim endogen memudahkan pengelupasan/nekrosis. Kandungan anti oksidan dapat mengurangi peradangan dan merangsang granulasi jaringan, asam linoleat dan asam linolenat sebagai anti inflamasi serta anti oksidan juga makronutrien dalam pembentukan kolagen. Penelitian ini bertujuan untuj mengidentifikasi asuhan keperawatan pada pasien ulkus diabetik dengan modern dressing salep minyak buah merah. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selama 2 minggu dengan 7 kali perawatan didapatkan hasil yaitu perubahan ukuran luka yang awalnya 12,25 cm menjadi 7,5 cm. Kesimpulan yang dapat diambil perawatan luka dengan modern dressing salep minyak buah merah terbukti efektif dalam proses penyembuhan luka ulkus diabetik karena dapat mempercepat granulasi dan epitelisasi sehingga luka mengecil. Kata kunci : Ulkus Diabetik, Modern Dressing, Salep Minyak Buah Merah, Perawatan Luka.
THE EFFECT of TOMATO JUICE AND DRAGON FRUIT JUICE ON 2-HOUR POST PRANDIAL BLOOD GLUCOSE LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELITUS PATIENTS IN BAKULAN VILLAGE, KEMANGKON DISTRICT Frizka Mawar Mayssiana; Dwi Astuti; Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1460

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels due to insulin resistance or impaired insulin secretion. One effort to help lower blood glucose levels is through complementary therapy using natural ingredients such as tomato juice and dragon fruit juice, which contain various active compounds such as lycopene, fiber, vitamin C, and antioxidants.Objective: To determine the effect of tomato juice and dragon fruit juice on 2-hour post prandial blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients. Methods: This research is a case study with two subjects who met the inclusion criteria. The intervention was administered for 7 days, during which subjects consumed tomato juice and dragon fruit juice. Blood glucose levels were measured before and after the intervention using an Easy Touch device. Results: The study showed a decrease in blood glucose levels after administration of both juices. This indicates that the combination of tomato juice and dragon fruit juice can significantly lower blood glucose levels. Conclusion: Administering tomato juice and dragon fruit juice can be an effective complementary therapy in lowering blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
DESCRIPTION OF MODERN WOUND CARE USING RED FRUIT OINTMENT DRESING FOR Mr. S WITH DIABETICT ULCER IN GELANG VILLAGE RAKIT DISTRICT Meli Nur Azizah; Sudiarto; Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1461

Abstract

Background: Diabetic ulcers are a chronic complication frequently experienced by individuals with diabetes mellitus and significantly contribute to morbidity, mortality, and lower extremity amputation rates. Effective wound management is key to preventing further complications. Modern dressings based on the moist wound healing principle have been proven more effective than conventional methods, as they maintain wound moisture and support tissue regeneration. Objective: To describe the treatment of diabetic ulcers using the modern dressing method with red fruit (Pandanus conoideus Lamk) ointment in Gelang Village, Rakit District. Methods : This study used a descriptive case study approach involving one diabetic ulcer patient who met the inclusion criteria. Wound care was performed every two days for 14 days using modern dressing and red fruit ointment. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Results: There was an improvement in wound conditions after the application of red fruit ointment, marked by an increase in granulation tissue and a decrease in necrotic tissue. The active ingredients in the ointment such as β-carotene, tocopherol, oleic acid, and linoleic acid have antioxidant and anti-inflammatory effects that accelerate the healing process. Conclusion: Modern dressing with red fruit ointment is effective in accelerating the healing process of diabetic ulcers and can serve as an alternative topical therapy to support optimal wound recovery
Co-Authors Achiyat, Hikmah Destian Nur ade rois alhakim Agus Setiawan Agustin, Ayu Tri Ahmad Hafizh Ridho Ahmad Yunus Nasution Alfanda, Benedcita Dian Alkadri, Syarifah Putri Agustini Andi Nugroho, Andi Apri Rahmadi Apri Rahmadi Aprisa Rahayu Apry Rahmadi Arel Anus Okan Aris Sugianto Ariwiyono, Nopem Askariyah, Inayah Toyibah Atikasari, Cintya Dyah Bagus Rahardian Bambang Antoko Binyamin Binyamin, Binyamin Budi Prasojo, Budi Burniadi Moballa Chatarina Umbul Wahyuni David, Tommy Ekadino Dianita Wardani Dimas Saputra Doddy Irawan Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dyah Puspasari, Fida Edi Haryono Ekaputri, Rahmadani Widya Eko Sarwono Elkana Bilak Lopo Endro, Dimas Endro, R. Dimas Etanto Heiliano Wijayanto Evan Susanto Fahrezi, Dian Fahrurrozi Fahrurrozi Farrel Chandra Mukti Febiyani, Arofah Dwi Febriyan Feriansyah, Feriansyah Fida Dyah Puspasari Fitri, Sa’diatul Frizka Mawar Mayssiana Fuazen Fuazen Fuazen , Fuazen Garini, Faradila Sri Ardhya Gina Rafela Arliagustiani Govari, Muhammad Khoirul Gunarto Gunarto Gunarto Gunarto Gunarto Gundiawan, Gundiawan H, Fitri Handayani, Risma Utami Haris, Oscar Hasanudin Hasmi Eka Karsa Hendra Kurniawan Hendra Simanjuntak Hidayanti, Antri I Putu Arta Wibawa Imaniah Sriwijayasih Indah Micty Salsabila Insani, Rachmad Wahid Saleh Ismail, Mahmud Iwan, Muhammad Joni Rahmadi Julianus, Julianus Kiki Aryaningrum Kusminah, Imah Luluk Lani Lani Lani Latifah Azhar Dini Lopo, Elkana Bilak Luluk, Imah M Zulyan Made Suandika Mahfuzh, Fadhiilatul Mardi Santoso Masrum Hadisusanto Meli Nur Azizah Mochammad Ichsan Muhammad Bagir Muhammad Haris Qamaruzzaman Muhammad Iwan Muhammad Iwan MULYADI mursalin , Mursalin . Mursalin Mursalin Mursalin, M Mury Rahadi Naila Hidayah Nasution, Ahmad Yunus Naufal Adi Hidayah Nurdin, Dwi Purwanto Palupi, Anggit Ponadi Ponadi Pramesti, Lely Prayoga, Yongki Priyatin Sulistyowati Puspasari , Fida Dyah Puspasari, Fida Dyah Rachmat Wahid Saleh Insani Rahardian, Bagus rahcmat wahid saleh insani Ramadhan, Rahmad Refi Afrilia Rikky, Rikky Leonard Rina Sandora Ripandu Sasmeidy Riranto, Jepri Riswan, Muhammad Rozan, Hafiz RR. Ella Evrita Hestiandari Saifuloh, Sofyan Sam'ani Sam'ani Saputri, Adelia Eka Sherly Rahmadianty Sigai, Juniardo Silcher Runting Solehudin An Nur Stiawan, Dony Sudiarto Suje'i Suje'i Sunaryo Sunedi, Sunedi Suwito Suwito Syamsiar, Syamsiar Tamimah, Ni’ matut Tamimah, Ni’matut Tanduk, Tangke Margonda Tarikh Azis Ramadani To, Gunarto Umbara, Albert Wida Utami, Putri Yuli Utami, Septaviola Dini Wahyu Wahyu Waluyo Adi Siswanto Waspodo, Waspodo Wiranata, Anggi Wismawati, Endah Ya'Zaid Munandar Yunus Nasution, Ahmad zulhadi , Zulyan, M.