Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN KOMBINASI KULIT KACANG DENGAN BONGGOL PISANG DAN BIJI NANGKA UNTUK PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL Aminah Asngad; Risky Amelia; Nurul Aeni
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5924

Abstract

Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketahanan tarik dan perpanjangan putus serta uji biodegradabel plastik dari kulit kacang dengan bonggol pisang dan biji nangka dengan penambahan gliserol. Penelitian dilakukan di lab.Biologi FKIP UMS, metode penelitian eksperimen. Rancangan penelitian acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan yaitu: Faktor 1 kombinasi perlakuan (K), K1= kacang tanah dan bonggol pisang; K2 = kacang tanah dan biji nangka. Faktor 2 kadar gliserol (G), G 1 =6ml; G 2 = 7ml; G3 =8ml. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif untuk uji ketahanan tarik, perpanjangan putus dan uji biodegradabilitas. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan tarik paling kuat, K1G1 yakni 1.38 N/mm2, paling rendahK2G3 yakni 0.66 N/mm2. Perpanjangan putus paling tinggi, K1G3 yakni 21.05 N/mm2, paling rendah K2G1 yakni 17.44 N/mm2. Pada K1G3 memiliki nilai rata-rata biodegradabilitas yang paling tinggi, yaitu 90.38% sedangkan K2G1 yangpaling rendah yaitu 58,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan ada perbedaan ketahanan tarik dan perpanjangan putus serta hasil uji biodegradabilitas plastik biodegradable dari kulit kacang dengan bonggol pisang dan biji nangka dengan penambahan gliserol.
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI: LITERATUR REVIEW Aminah Asngad; Diah Wulandari Subiakto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.11765

Abstract

Hand sanitizer berbahan alkohol dapat menimbulkan iritasi, dan membuat kulit kering. Sehingga pada saat ini banyak dikembangkan pembuatan hand sanitizer berbahan alami. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan yaitu biji alpukat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi ekstrak biji alpukat yang dapat digunakan sebagai hand sanitizer alami yang lebih aman untuk kulit. Metode yang digunakan mengumpulkan, menganalisis dan marangkum artikel yang sesuai dengan tujuan yang dipublikasi pada tahun 2016-2020 dan bersifat free fulltext acces. Pencarian artikel menggunakan databased Google scholar dan Garuda dengan kata kunci fitokimia, antibakteri, hand sanitizer alami, dan biji alpukat. Hasil ditemukan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi digunakan sebagai Hands sanitizer alami dikarenakan dalam biji alpukat memiliki kandungan fitokimia berupa senyawa asam lemak, flavonoid, tannin, fenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Gram Negatif maupun bakteri Gram Positif dengan zona hambat dalam kategori sedang hingga kuat. Dan pelarut yang paling baik digunakan dalam ekstraksi biji alpukat yaitu pelarut Metanol yang bersifat polar.. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi sebagai bahan pembuatan hand sanitizer alami dikarenakan memiliki senyawa dan aktivitas antibakteri.Kata Kunci. Antibakteri, Biji Alpukat, Fitokimia, dan Hand Sanitizer Alami.
Kualitas Bioplastik dari Umbi Singkong Karet dengan Penambahan Kombinasi Plasticizer Gliserol dengan Sorbitol dan Kitosan Aminah Asngad; Ervian Jan Marudin; Devi Setyaning Cahyo
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10431

Abstract

Kualitas Gel Pembersih Tangan (Handsanitizer) dari Ekstrak Batang Pisang dengan Penambahan Alkohol, Triklosan dan Gliserin yang Berbeda Dosisnya Aminah Asngad; Aprilia Bagas R; Nopitasari Nopitasari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6888

Abstract

Antiseptik atau hand sanitizer bila digunakan terus menerus dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Karena menggunakan  alkohol dan triklosan yang merupakan bahan kimia. Salah satu  upaya untuk mengurangi   alkohol dan triklosan, maka dilakukan inovasi produk antiseptik handsanitizer dengan menggunakan ekstrak batang tanaman pisang yang mengandung senyawa antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui  untuk mengetahui kualitas  handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahan alkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya. Penelitian dilakukan di laboratorim Prodi Pendidikan Biologi FKIPUMS, metode penelitian eksperimen. Rancangan penelitian acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan  yaitu: Faktor 1 Perbandingan konsentrasi alkohol dan triklosan yakni  = 2 ml : 1,75 g;  = 1 ml : 1,5 g. Faktor 2 Volume Gliserin   = 4 ml; = 3 ml;  = 2 ml. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif untuk Uji daya hambat bakteri dan untuk Uji Viskositas. Hasil penelitian menunjukkan Pada perlakuan  dan  paling efektif membunuh bakteri dibandingkan perlakuan yang lainnya.viskositas tertinggi terdapat pada perlakuandengan hasil uji viskositas sebesar 1250 cps. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan ada perbedaan kualitas handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahanalkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya.
Kualitas Penyedap Rasa Alami Dalam Bentuk Cair Dari Kombinasi Berbagai Jamur Edibel Dengan Penambahan Variasi Glukosa Aminah Asngad; Lina Agustina; Shinta Nur F.; Akhadia S. W; Wahyu K. J
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13951

Abstract

Penyedap rasa pada umumnya banyak menggunakan bahan bahan kimia, sehingga berdampak kurang baik bagi kesehatan dikarenakan mengandung garam natrium yang tinggi dari asam glutamat. Kandungan garam natrium yang sangat tinggi, dapat bersifat karsinogenik dalam tubuh dan konsentrasi garam dalam darah akan meningkat. Bahan alami dari tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan penyedap rasa diantaranya berbagai jenis jamur, dikarenakan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Kualitas Penyedap Rasa Alami Dalam Bentuk Cair  Dari  Kombinasi Berbagai Jamur Dengan Penambahan Variasi Glukosa. Penelitian dilakukan di laboratorium Pendidikan Biologi, metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Rancangan penelitian digunakan rancangan acak lengkap pola  faktorial, Faktor 1 Kombinasi Jamur (J), J1 =Jamur merang dan tiram; J2 =Jamur merang dan kuping; J3 =Jamur merang dan kancing. Faktor 2 Prosentase Glukosa (P), P1 = 7,5%, P2 = 10% dan P3 = 15%. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan   hasil  penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein yang paling tinggi pada perlakuan Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan glukosa 12,5% nilai 3,62 %. Hasil  uji organoleptik yang meliputi rasa, aroma, warna menunjukkan perlakuan  yang paling disukai panelis pada Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan glukosa 12,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa ada perbedaan kualitas Penyedap Rasa Alami Dalam Bentuk Cair  Dari  Kombinasi Berbagai Jamur Dengan Penambahan Variasi Glukosa. Kata Kunci: Penyedap rasa alami, jamur, glukosa
PEMANFAATAN KULIT KACANG DAN BULU AYAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PEMBUATAN KERTAS MELALUI CHEMICAL PULPING DENGAN MENGGUNAKAN NaOH DAN CaO Aminah Asngad; Inna Siti N; Suci Siska
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1578

Abstract

Kertas pada umum merupakan bahan yang tipis dan rata yang biasanya terbuat dari kayu dengan kadar serat selulosa 39%. Maka dapat diprediksikan bahwa akan terjadi eksploitasi hutan secara besar-besaran yang dapat mengakibatkan terganggunya kestabilan lingkungan sehingga perlu mendapat perhatian khusus dan mencari alternatif dengan bahan lain. Bahan alternatif yang dapat digunakan antara lain jerami, ampas tebu, merang ,pelepah pohon pisang, kulit kacang dan bulu ayam dan kulit kacang. Pada pembuatan kertas,  penambahan larutan NaOH atau CaO, berfungsi untuk melarutkan lignin saat proses pembuburan (pulping) sehingga mempercepat proses pemisahan dan pemutusan serat. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui ketahanan tarik dan ketahanan sobek kertas dari kulit kacang dengan penambahan bulu ayam melalui Chemical Pulping (proses Kimia)  dengan menggunakan  NaOH dan CaO yang berbeda.2). Untuk mengetahui uji sensoris kertas dari kulit kacang dengan penambahan bulu ayam melalui Chemical Pulping (proses Kimia)  dengan menggunakan  NaOH dan CaO.Penelitian dilakukan di Lab. Biokimia Prodi. Pend.  Biologi UMS dan lab. UGM. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Parameter yang di ukur: Uji Ketahanan Tarik dan Uji Ketahanan Sobekdengan menggunakan Micrometer dan  program Universal Testing Machine serta Pengujian Sensoris menggunakan panelis sebanyak 20 orang. ketahanan tarik paling tinggi pada perlakuan J1A1 (Bahan kimia  NaOH 15% dan    Bulu ayam 50% : Kulit Kacang 50%)dengan rata-rata ketahanan   2.3531 N, diikuti dengan J1A2 (2.2732 N), J2A1 (2.1591 N), J2A2 (1.0875 N), J1A3 (0.9657 N), J2A3 (0.7433 N). ketahanan sobek paling tinggi pada perlakuan J1A1 (Bahan kimia  NaOH 15% dan    Bulu ayam 50% : Kulit Kacang 50%)dengan rata-rata ketahanan   9.2773 N, diikuti dengan J1A2 (6.9535 N), J1A3 (3.9324N), J2A1 (3.4954   N), J2A2  (1.9079  N), J2A3 (1.6277 N).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan adanya perbedaan ketahanan tarik, ketahanan sobek, maupun hasil uji organoleptik kertas dari  Kulit Kacang dan Bulu Ayam Melalui Chemical Pulping (proses Kimia) Dengan Menggunakan NaOH dan CaO
Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas Aminah Asngad; Vanda Fikoeritrina; Widya Primerika
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: March 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.314

Abstract

Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas) dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml) dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.
BIOPULPING PELEPAH TANAMAN SALAK MENGGUNAKAN JAMUR PELAPUK PUTIH Phanerochaete chrysosporium Triastuti Rahayu; Aminah Asngad; Suparti Suparti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3671

Abstract

Serat pelepah tanaman salak yang menjadi limbah perkebunan salak di Kabupaten Sleman Yogyakarta sama sekali belum dimanfaatkan dan menjadi sampah/limbah padahal mengandung selulosa 42%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh JPP (Jamur Pelapuk Putih) P. chrysosporium pada proses biopulping serat pelepah salak. Rancangan penelitian menggunakan RAL 1 faktor yaitu jenis inokulum (J0=kontrol, J1= P.chrysosporium).  Pelepah tanaman salak dicacah dengan pencacah sampah kemudian disterilkan dalam autoclave selama 45 menit pada suhu 121°C. Serpih pelepah salak  (150 g berat kering) dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas kemudian diinokulasi 10% inokulum jamur dan diinkubasi dalam suhu ruang (29-30˚C) selama 45 hari. Serpih pelepah tanaman salak yang telah diinkubasi sampai masa inkubasi berakhir dimasak dengan NaOH 10%  L: W = 1:5 (L=berat serpih, W=larutan pemasak), lama pemasakan 1 jam. Setelah dimasak, serpih direndam dalam air dingin 1 L selama 24 jam untuk mengoptimalkan sisa-sisa bahan pemasak dalam melunakkan serpih. Selanjutnya serpih dicuci sampai bebas alkali dan diblender menjadi serbuk untuk analisis bilangan Kappa dan kadar holoselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P.chrysosporium dapat tumbuh bagus pada substrat serat pelepah salak untuk biopulping dan dapat menurunkan bilangan Kappa 5% setelah 45 hari inkubasi tetapi kadar holoselulosa sama dengan kontrol.
The utilization of sugarcane bagasse, cassava peels and corn husks in handmade paper production Aminah Asngad; Santhyami Santhyami; Ardiyana Rahma Pertiwi; Carissa Rahmitasari
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 6, No 1 (2021): April 2021
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v6i1.800

Abstract

High demands for trees as the raw material of paper can disrupt the stability of the environment. It is necessary to find alternatives from other materials which are more environmentally friendly. This study aims to determine the quality of paper made from combining sugarcane bagasse with cassava peels or with corn husks using PVAc or tapioca starch adhesives. A completely randomized 2 x 2 factorial design with five times replication was used. The parameters tested were the tensile and tear resistance of the paper using a micrometer and a universal testing machine. A sensory analysis from panelists was also conducted. The combination of J1P1 produced a paper with the highest tensile strength (11.30 MPa) and the highest tear strength (1.82 MPa). The combination of J2P2 produced a paper with the lowest tensile strength (10.35 MPa) and the lowest tear strength (1.62 MPa). Variance analysis showed that the type of adhesive used showed a significant result on both tensile and tear resistance but material choices and interaction between materials and adhesive choices was not significantly different from the result on both tensile and tear resistance. Sensory testing shows that the combination of J1P1 was preferred the most. It can be concluded that the combination of J1P1 appeared to be the best combination.Keywords: Handmade paper, sugarcane bagasse, cassava peels, corn husk, PVAc tapioca starch, adhesive
Kualitas Penyedap Rasa Alami Kombinasi Jamur Pangan (Merang, Tiram, Kuping) Dengan Variasi Suhu Dan Lama Pengeringan Aminah Asngad; Dian Nugroho; Milla Mifta Khussyiria; Lina Agustina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.18139

Abstract

Pada pembuatan penyedap rasa terdapat bahan kimia yang merupakan bahan tambahan dan memiliki dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh, hal ini dikarenakan adanya kandungan garam natrium yang tinggi dari asam glutamat. Oleh karena itu dilakukan upaya pembuatan penyedap rasa alami dengan menggunakan bahan baku jamur pangan. dimana jamur memiliki kandungan asam glutamat dan protein yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas penyedap rasa alami kombinasi jamur pangan (merang, tiram, kuping) dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi dengan metode penelitian eksperimental dan rancangan penelitian rancangan acak lengkap pola  faktorial. Faktor 1 Kombinasi Jamur (J). J1 =Jamur merang dan kuping; J2 =Jamur merang dan tiram; Faktor 2 Variasi suhu dan lama pengeringan (V). V1 = suhu 500C Lama 4 jam; V2 = suhu 500C Lama 5 jam; V3 = suhu 600 C Lama 4 jam; V4 = suhu 600C Lama 5 jam. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein yang paling tinggi dengan nilai 12,16% pada perlakuan Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan suhu 500 C Lama Pengeringan 5 jam. Hasil uji organoleptik yang meliputi aroma.warna dan daya terima menunjukkan bahwa pada perlakuan  yang sangat disukai panelis yaitu pada kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa ada perbedaan kualitas penyedap rasa alami pada masing-masing perlakuan kombinasi jamur merang dengan jamur kuping dan jamur  tiram dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Kandungan protein dan daya terima yang terbaik pada perlakuan kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.
Co-Authors Adhni, Eisah Nur Agus Supriadi Akbar, Novandita Aulia Akhadia S. W Almastin, Ardhananes Wari Ambarwati Ambarwati, A Amelia, Risky Amelia, Risky Andria Putri Anggreini, Ciptiningtyas Kensi Anisa Rizki Nastiti Anugraheni, Dyah Dwi Apriani, Desvia Puput Aprilia Bagas R Aprilia, Nadia Ardiyana Rahma Pertiwi Astuti, Utami Widi Cahyani, Devita Nur Cahyaningsih, Aisyah Cahyo, Devi Setyaning Carissa Rahmitasari Damayanti, Yolanda Arifah Devi Setyaning Cahyo Diah Wulandari Subiakto Dian Nugroho Doni Lucki Irawan Dwi Setyo Astuti Dyah Ratna Wuryandari Enggar Rosmita Sanastri Erma Musbita Tyastuti Ervian Jan Marudin F., Shinta Nur Fadhilah, Umniati Farahim, Anyes Nur Firdausi, Musdhalifah Husna Firstnanda Ivanka Putri Friska Wahyu Damayanti Gernes, Geswin Hanara, Rizki Happy Suci Puspitasari Hidayati, Umi Muslikah Nur Ika Nur Rahmawati Inna Siti N Inna Siti N, Inna Siti Intan, Uci Nurmala Irawan, Doni Lucki Islamy, Faizah Nur Istifarini, Feby J, Wahyu K. Joko Purwanto Jumadi Jumadi Jumihartiningsih, Erna Kahfi, Muhammad Rizal Khairunnisa, Hana Khofiyanti, Novi Khotimah, Widya Husnul Khussyiria, Milla Mifta Konitah, Zahra Kurniasari, Desi Kurniawati, Zeny Lina Agustina Marudin, Ervian Jan Milla Mifta Khussyiria Muhammad Fauzi Nurromadhon Musbita, Erma Mustikasari, Nur Afifah Nastiti, Anisa Rizki Nila Permatasari Ningsih, Dyah Ayu Ningsih, Ike Warti Nitami, Arisa Putri Jihan Nopitasari Nopitasari Nopitasari, N Nopitasari, Nopitasari Nopitasari, Nopitasari Novianti, Ika Putri Novitasari, Irma Ayuningtyas Nugroho, Dian Nurpitasari, Dewi Nurul Aeni Nurul Aeni Palupi, Ratna Pratiwi, Mira Primadianti, Anindhita Dwi Puji Astuti Pujiati Pujiati Putri, Firstnanda Ivanka Qoirunnisa, Marissa Ajekrun Qosim Nurseha, Qosim R, Aprilia Bagas R, Aprilia Bagas Rahmawati, Amalia Nilam Rahmawati, Fiska Yeni Ria Anisa Fani Rina Astuti Rina Astuti Risalam, Nazzilah Maluha Risky Amelia Rudi Santoso, Rudi Safitri, Akmalia Riskiana Santhyami Saputri, Nindita Amanah Sarah Annisa Alifvina Sari, Dyah Arum Kumala Sari, Siti Kartika Sekaringsih, Nur Jati Septian Nur Ika Trisnawati Setyawati, Eni Shalsa Shabilla Isna Putri Shinta Nur F. Siti Kartika Sari Siti Nur Syarifah Subiakto, Diah Wulandari Suci Siska Suci Siska, Suci Sucika Miftarul Anzila Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti, S Susetyawati, Nabila Junisky Syalala, Yoni Syifa Zulfiani Zakiyah Susilo Tania, Tantri Titik Suryani Triana Ambarwati Triastuti Rahayu Trihutant, Intan Wahyu Tyas, Elin Tiara Hayu Styaning Utami, Fatiya Dwi Vanda Fikoeritrina Vanda Fikoeritrina, Vanda W, Akhadia S. Wahyu K. J Wahyu Purwo Raharjo Wahyuni, Sari Eka Teguh Warsiti Warsiti Warsiti, W Widya Primerika Widya Primerika, Widya Widyastuti, Hesty Yuniar Trisna Wardana Zahra Konitah