p-Index From 2021 - 2026
17.47
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kertha Patrika JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA LAW REFORM AL-Daulah Jurnal Dinamika Hukum Rechtsidee Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Jurisprudentie Jurnal Daulat Hukum Sriwijaya Law Review Jurnal Akta International Journal of Law Reconstruction Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum Hasanuddin Law Review JURNAL CENDEKIA HUKUM Jurnal Ius Constituendum Substantive Justice International Journal of Law Jambe Law Journal Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan Kosmik Hukum ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum JUSTISI Transparansi Hukum SIGn Jurnal Hukum JURNAL PEMBANGUNAN HUKUM INDONESIA Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hukum Sasana JURNAL USM LAW REVIEW Jurnal Suara Hukum Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Paulus Law Journal Jurnal Supremasi Istinbath : Jurnal Hukum Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Business, Law, and Education Batulis Civil Law Review TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Yustitia Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Indonesian Journal of Innovation Studies Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Interpretasi Hukum Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Syiah Kuala Law Journal Journal of Law, Poliitic and Humanities Jurnal Ilmu Hukum Inicio Legis : Jurnal Hukum Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) LUTUR Law Journal Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (J-PeHI) Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia SASI Journal of Law and Legal Reform Lex Scientia Law Review Indonesian State Law Review (ISLRev) Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Vidhisastya: Journal for Legalscholars
Claim Missing Document
Check
Articles

Strict Liability Principles Regulation on Corporate Crimes in Environmental Pollution & Strengthening Criminal Penalties in Indonesia Candrawati, Ni Komang Ayu; Kurniawan, I Gede Agus
Jurnal Daulat Hukum Vol 8, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v8i1.44878

Abstract

Corporations as legal subjects have great potential to cause environmental pollution, especially in the era of increasingly massive industrialization. Legal protection for the environment in Indonesia was initially strengthened through the application of the strict liability concept in Article 88 of the Environmental Protection and Management Law (UU PPLH). However, since the enactment of the Job Creation Law, the principle of absolute responsibility has experienced significant degradation, which has an impact on weak law enforcement against corporations that pollute the environment. This study aims to analyze in detail the legal regulations for corporate crimes in cases of environmental pollution in Indonesia, with a focus on significant changes after the enactment of the Job Creation Law and their impact on environmental protection efforts and justice for affected communities. This study used a normative juridical method with a statutory approach and a conceptual approach. Data are analyzed qualitatively by examining laws and regulations, court decisions, legal doctrines, and relevant literature. The results of the study show that the elimination of the phrase “… without the need for proof of guilt …” in Article 88 of the PPLH Law by the Job Creation Law has weakened the application of the strict liability principle, making it more difficult for business actors to be held legally accountable. This has the potential to increase environmental damage because the burden of proof is now shifted back to the victim. As a result, substantive justice for the community and the effectiveness of environmental protection are increasingly threatened. In addition, the presence of PP No. 22 of 2021 and Law No. 6 of 2023 emphasizes legal uncertainty and opens loopholes for corporate actors to avoid criminal responsibility.
Optimalisasi Urban Farming melalui TOGA di Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar. Prayetno, Faed; Juniati, Ketut; Wardana, Ketut Ary Wisnu; Putra, Komang Priangga; Liong, Jerry; Kurniawan, I Gede Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8518

Abstract

Urban farming merupakan kegiatan budidaya tumbuhan di lingkup perkotaan. Hal ini penting dilakukan mengingat kondisi perkotaan yang relatif panas sehingga dibutuhkan sesuatu yang dapat menahan panas suhu tersebut, selain itu minimnya insftrastruktur atau lahan di area rumah warga sehingga kegiatan ini penting dilakukan agar area rumah dapat meresap air. Kegiatan urban farming yang dilakukan melalui Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya sebagai bentuk budidaya tanaman kota tetapi melalui penanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif obat guna menjaga kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Banjar Mertanadhi yang diakibatkan oleh suhu cuaca yang tidak stabil. Metode yang digunakan pada kegiatan urban farming ini menggunakan 3 tahapan atau fase yang dimulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan lingkungan dan memanfaatkan alam. Dengan kita mencintai lingkungan maka dampak yang ditimbulkan sangat positif salah satunya yaitu meningkatkan kesehatan dan memperbesar peluang dalam meningkatkan perekonomian.
Problems of Legal Certainty in the Use of Artificial Intelligence in Business Practices Rianthi, Nyoman Desy; Kurniawan, I Gede Agus
International Journal of Law Reconstruction Vol 9, No 1 (2025): International Journal of Law Reconstruction
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/ijlr.v9i1.40268

Abstract

The use of Artificial Intelligence (AI) in business brings many benefits, such as increased efficiency and innovation, but also presents challenges related to legal certainty, which has not yet been comprehensively regulated in Indonesia. This research aims to analyze the legal certainty of AI use in business practices in Indonesia based on SE Menkominfo 9/2023, and to evaluate the implications of the unclear regulations in the circular on AI implementation in Indonesia's business sector. This research uses normative legal methods with a legislative and conceptual approach through literature studies and descriptive-analytical qualitative analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. The research findings indicate that the regulatory framework for AI implementation in Indonesian business practices. While the circular provides basic guidelines for data protection and mandates compliance with Personal Data Protection Law, it fails to comprehensively address crucial aspects such as legal liability for AI-related errors, industry-specific regulations for sectors like banking and finance, and clear ethical guidelines for AI implementation. These regulatory gaps create multiple implications, including business uncertainty, potential innovation barriers, increased risks of AI misuse, challenges in personal data protection, complications in legal enforcement, and obstacles for multinational companies operating in Indonesia.
Kedudukan Ahli Waris Legitimaris Dalam Sistem Pewarisan Tionghoa Di Desa Baturiti, Kabupaten Tabanan Duarsa, Putri Yasoda Maharani; Kurniawan, I Gede Agus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kedudukan ahli waris legitimaris dalam sistem pewarisan Tionghoa dan upaya yang dilakukan dalam mendapatkan legitieme portie. Pasal 913 KUH Perdata menentukan legitieme portie sama sekali tidak bisa dilanggar bagiannya dan hak legitimaris wajib dilindungi oleh undang-undang, namun dalam pelaksanaanya tidak semua ketentuan dalam KUH Perdata dipedomani dan bahkan kadang kala dikesampingkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris melalui pendekatan peraturan Perundang-undangan (the statute approach) dan pendekatan fakta (the fact approach) dan bersifat deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan ahli waris legitimaris dalam sistem pewarisan Tionghoa diakui dan diatur dalam ketentuan hukum waris perdata. Sedangkan sistem pewarisan Tionghoa yang menganut hukum waris adat Tionghoa tidak mengakui kedudukan ahli waris legitimaris. Upaya yang dilakukan ahli waris legitimaris dalam mendapatkan legitieme portie ialah mengadakan pertemuan berlandaskan asas musyawarah dan mufakat atau dengan melakukan mediasi yang menghasilkan kesepakatan antara para pihak berlandaskan asas kerukunan dan kekeluargaan
Penguatan Sadar Hukum Atas Pembuatan Serifikat Untuk Mengatasi Sengketa Pertanahan Di Kabupaten Badung Yoga, I Gede Permana Aditya; Kurniawan, I Gede Agus
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i3.19833

Abstract

Kesadaran hukum dapat diartikan sebagai kesadaran seseorang atau suatu masyarakat kepada aturan aturan atau hukum yang berlaku. Kesadaran hukum sangat diperlukan oleh suatu masyarakat. Hal ini bertujuan agar tidak terjadinya konflik antar pihak ataupun kelompok. Dalam hal ini khususnya pendaftaran tanah telah dipermudah oleh pemerintah dengan memberikan upaya pendafataran tanah lewat online sehingga Masyarakat tidak perlu datang ke kantor pertanahan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diharapkan Masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran terkait pendaftaran sertifikat yang telah dipermudah oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Badung  supaya mencegah terjadinya sengketa di kemudian hari. Salah satu upaya penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh BPN adalah dengan cara mediasi. Dalam penyelesaian konflik tanah, BPN telah mengacu pada Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan.
Geographical Indications and Trademarks Protection: Empowering MSMEs Through Advocacy, Legal Services in Indonesia, Oman, Philippines Kurniawan, I Gede Agus; Gorda, Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu; Ezzerouali, Souad Ahmed; Tee-anastacio, Princess Alyssa; Sutrisni, Ketut Elly
Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Vol. 7 No. 2 (2025): Contemporary Issues on Advocacy and Legal Services
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijals.v7i2.29961

Abstract

The protection of geographical indications (GIs) and trademarks represents a crucial instrument within intellectual property law, serving not only as a mechanism of legal protection but also as a means of economic empowerment, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Nevertheless, the effectiveness of such protection is often constrained by limited access to legal services and advocacy. This study aims to analyze the ideal legal framework for the protection of GIs and trademarks in Indonesia, the Philippines, and Oman, emphasizing the importance of integrating legal services and advocacy to strengthen MSME empowerment. The research employs a normative juridical approach combined with comparative analysis, examining statutory provisions, institutional practices, and the legal cultures of each country. The findings reveal that the Philippines has developed a relatively ideal framework through the active role of the Intellectual Property Office of the Philippines (IPOPHL), which implements the IP Academy, Innovation and Technology Support Offices (ITSO), and the affirmative Juana Make a Mark initiative. By contrast, Indonesia and Oman continue to face challenges, as their regulatory structures remain heavily focused on administrative procedures without explicit provisions on legal advocacy. This study contributes by highlighting the necessity of embedding legal advocacy within substantive regulations and institutionalizing MSME support programs as a state obligation. It concludes that the protection of GIs and trademarks will be more effective if supported by structured and sustainable legal advocacy mechanisms. The key recommendation is for Indonesia and Oman to adopt the Philippines’ best practices, particularly the integration of advocacy and legal services into formal regulations, thereby strengthening MSME empowerment through the protection of geographical indications and trademarks.
Efektivitas Mediasi Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Negeri Denpasar Anti, Ni Made Nina Novi; Kurniawan, I Gede Agus
Paulus Law Journal Vol. 7 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian merupakan salah satu perkara yang paling sering diajukan di pengadilan Indonesia, termasuk di Pengadilan Negeri Denpasar. Untuk menekan angka perceraian, hukum acara perdata menempatkan mediasi sebagai tahapan wajib yang harus dilalui sebelum perkara diperiksa lebih lanjut. Namun, efektivitas mediasi seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari segi struktur hukum, substansi hukum, maupun kultur hukum masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi hukum mediasi berdasarkan hukum acara perdata Indonesia serta menganalisis peran mediator dalam menentukan efektivitas mediasi pada perkara perceraian di Pengadilan Negeri Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Data dianalisis melalui kajian dokumen hukum, peraturan terkait, serta teori efektivitas Lawrence M. Friedman untuk menilai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediator memiliki peran kunci dalam mewujudkan mediasi yang efektif, bukan sekadar formalitas hukum. Keberhasilan mediasi di Pengadilan Negeri Denpasar menghasilkan akta perdamaian yang mengikat secara hukum, sedangkan kegagalannya tetap memiliki implikasi terhadap sahnya proses persidangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mendalam mengenai peran mediator dengan kerangka teori Friedman sekaligus penekanan bahwa mediasi di pengadilan negeri—yang lebih sering dipandang sebagai ranah pengadilan agama—juga memiliki urgensi dan implikasi hukum yang kuat. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan wacana hukum acara perdata khususnya dalam penerapan mediasi perceraian di lingkungan peradilan umum.
Protection of Trade Secrets Through Non-Disclosure Agreements Against Worker Violations Putri, Putu Nadia Monica; Kurniawan, I Gede Agus
TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum Volume 5 Issue 7, September 2025
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/tatohi.v5i7.3299

Abstract

Introduction: This article analyzes legal protection of trade secrets through the implementation of Non-Disclosure Agreements (NDAs), particularly in cases of employee violations. The study is based on Case Number 14/Pdt.Sus-PHI/2020/PN Dps as a case study to assess the effectiveness of NDAs within the scope of Indonesian labor law.Purposes of the Research: The purpose of this research is to examine the role of NDAs as legal instruments in protecting corporate trade secrets from breaches of confidentiality by employees, and to evaluate the binding power of such agreements in industrial dispute resolutions.Methods of the Research: This study employs a normative juridical method, using both case and statutory approaches. Data were obtained through a literature review of relevant regulations, jurisprudence, and case documents, analyzed qualitatively.Findings of the Research: The findings indicate that NDAs are legally valid as supplementary employment agreements that can safeguard corporate interests. However, their effectiveness depends heavily on the clarity of contractual clauses, their alignment with employment relations, and the willingness of employers to assert their rights in court. This study contributes to the development of trade secret protection concepts in Indonesia, particularly within the labor law domain, and highlights the need for more specific and comprehensive regulation of NDAs.
Pengaturan dan perlindungan hak ekonomi atas lagu yang dipergunakan di acara konser musik menurut Undang-Undang Hak Cipta Putra, Anak Agung Gede Bagus Suwendra; Mahadewi, Kadek Julia; Kurniawan, I Gede Agus; Rama, Bagus Gede Ari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran hak ekonomi dalam hak cipta lagu pada acara konser musik dengan berlandaskan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi UUHC, PP Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Lagu dan Musik, serta Permenkumham Nomor 9 Tahun 2022. Bahan hukum sekunder diperoleh dari literatur akademik, jurnal, dan kasus aktual seperti sengketa antara Ahmad Dhani dan Once Mekel yang menjadi sorotan dalam industri musik nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif aturan hukum mengenai perlindungan hak ekonomi pencipta sudah cukup jelas dan komprehensif. Namun, terdapat kesenjangan signifikan antara aturan hukum dan praktik di lapangan. Penyelenggara konser masih banyak yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran royalti, LMKN menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan serta transparansi, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran masih jarang dilakukan. Kondisi ini menyebabkan hak ekonomi pencipta sering diabaikan, yang pada akhirnya mengurangi motivasi berkarya dan melemahkan industri musik nasional. Penelitian ini menyimpulkan perlunya perbaikan implementasi melalui integrasi pembayaran royalti dalam perizinan konser, peningkatan kapasitas kelembagaan LMKN, penggunaan kontrak yang tegas, serta penegakan hukum yang konsisten.
Tinjauan Yuridis Pelanggaran Hak Moral Pada Konten Media Kreator Era Digital Perspektif Undang - Undang Hak Cipta Luh Febby Liamitha; Kadek Julia Mahadewi; Kadek Januarsa Adi Sudharma; I Gede Agus Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2205

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap dinamika industri kreatif dengan menempatkan konten kreator sebagai aktor utama dalam produksi dan distribusi karya. Namun, kemudahan teknologi juga membuka ruang luas bagi pelanggaran hak kekayaan intelektual, khususnya hak moral yang melekat secara abadi pada pencipta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis bentuk-bentuk pelanggaran hak moral yang dialami konten kreator dalam media digital berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui telaah dokumen hukum, literatur ilmiah, serta analisis kasus relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran hak moral terjadi dalam dua bentuk utama, yaitu pelanggaran hak atribusi berupa pengunggahan ulang tanpa penyebutan nama pencipta dan pelanggaran hak integritas melalui modifikasi, distorsi, atau penggunaan karya dalam konteks yang merendahkan. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan penegakan hukum, peningkatan kesadaran digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem hukum yang melindungi martabat kreator di ruang digital.
Co-Authors A. A. Gde Nararya Indradana AAA. Ngurah Sri Rahayu Gorda Ade Chandra Adi, Kadek Panji Kumara Agustino, Anak Agung Gede Hery Aisyah, Virgina Ayu Anak Agung Ayu Intan Puspadewi Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda Anak Agung Istri Ari Atu Dewi Anak Agung Istri Eka Krisnayanti Anantari, Ni Komang Saharsa Anitya Maharani, Ni Putu Antari, Putu Eva Ditayani Anti, Ni Made Nina Novi Ari Rama, Bagus Gede Arini, Ida Ayu Vinda Arjana, Nyoman Artha, Putu Anggi Abelia Asefa, Rahel Asrilindia Dewi, Ni Nyoman Mecin Astawa, I Gede Putu Harry Gelary Ayu Sri Adinda, I Gusti Bagus Gede Ari Rama Bakhouya Driss, Bakhouya Bella Kharisma Bendesa, Kadek Putri Nadia Indrawati Bestari, Saraossa Suci Budiana, I Nyoman Candrawati, Ni Komang Ayu Chansrakaeo, Ruetaitip D. Tee-anastacio, Princess Alyssa Dana, I Kadek Prajadwiva Baskara Danuarta, I Putu Bogi David Christianto Dea cantrika Deby Melati, Ni Putu Ayu Ica Desak Putu Dewi Kasih Dewa Ayu Putri Sukadana Dewa Ayu Yeni Asmari Dewi, Kadek Novita Dinata, Kadek Indra Prayoga Disantara, Fradhana Putra Duarsa, Putri Yasoda Maharani Dwijayanthi, Putri Triari Dwisadewa, I Dewa Made Satya Eka Krisna Putri, Dewa Ayu Erwin Satria Widana Ezzerouali, Souad Ahmed Fitriani, Ni Putu Florensia Calista Putri Tembu Gede Eka Rusdi Antara Gorda, A. A. A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, A.A.A Ngurah Tini Rusmini Gorda, A.A.A. Ngr Sri Rahayu Gorda, AAA Ngurah Tini Rusmini Gung Arma Hadi Putra, Wayan Supria Hadiyanto, Indrawan Huzaif, Syed Muhammad I Gede Permana Aditya Yoga I Gusti Agung Ayu Mas Triwulandari I Gusti Ayu Eviani Yuliantari I Gusti Bagus Yudas Swastika I Kadek Galang Suarjana Meranggi I Komang Mahendra Putra I Made Agastia Wija Prawira I Made Wira Bhawa I Made Wirya Darma I Putu Eky Feroza Negara I Putu Maha Widharta I.G.A Ayu Astri Nadia Swari Ida Ayu Sadnyini Ida Ayu Sukihana Ida Ayu Sukihana Indrawan, I Komang Gede Iriawan, Gadis Juliana Juliana Juliana Juliana Juniati, Ketut Kadek Ayu Diva Larasati Kadek Ayu Kartika Dewi Kadek Januarsa Adi Sudharma Kadek Julia Mahadewi Kadek Julia Mahadewi Karuna Dewi Kawengian, Lavly Mozart Ketut Sherly Nindya Ovitasari Komang Gede Pradnyan Supardi Yasa Kurniawan, Komang Suputra Lavly Mozart Kawengian Lestari, Dewi Novita Liong, Jerry Lourenco de Deus Mau Lulo Luh Febby Liamitha Luh Made Mirah Rahma Dewi Lulo, Lourenço de Deus Mau Made Cherina Apriliasari Mantrawan Made Jayantara, Made Mahadnyani, Tjokorda Mirah Ary Mariana, Anisa Defbi Mario Binsar Martua Sihombing Mau Lulo, Lourenco de Deus Miranatha, Angelica Karla Mustika, Ni Wayan Eka Nadi, Clarissa Devina Nadiasa, I Ketut Narwadi, N Agus Adyatma Ngurah Alit Dananjaya Ni Gusti Agung Ayu Mas Triwulandari Ni Ketut Elly Sutrisni, Ni Ketut Elly Ni Ketut Supasti Dharmawan Ni Komang Juliana Dewi Verayanthi Ni Komang Nayati Sukma Dewi Ni Luh Gede Purnamawati Ni Made Dinda Ayu Vijayanti Ni Nyoman Juwita Arsawati Ni Nyoman Sri Wisudawati Ni Putu Dian Puspita Dewi Ni Putu Dian Puspita Dewi Ni Putu Sawitri Nandari Ningrat, Ni Nyoman Tara Nur Anisa Nutakor, Briggs Samuel Mawunyo Nyoman Arjana Oktaviani. M, Masrianti Pande Putu Indahyani Lestari Pande Putu Indahyani Lestari Pebrina, Ni Putu Praditya, I Made Dwi Aya Pramana, Putu Arya Aditya Pranajaya, I Kadek Widi Prasada, Dewa Krisna Prayetno, Faed Prayogi, Akhwan Puspatara, Rian Ganggas Putra, Anak Agung Gede Bagus Suwendra Putra, I Kadek Ricky Adi Putra, Komang Priangga Putra, Komang Satria Wibawa Putri, Putu Nadia Monica Putu Aras Samsithawrati Putu Ngurah Dhimas Pratama Sanjaya Rahayu Gorda, Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rama, Bagus Gede Ari Rianthi, Nyoman Desy Rindyartini, Ni Made Ayu Sukma Rubianti, Ni Kadek Sri Novi Wirani Sadnyini, Ida Ayu Saraswati, Cinta Sari, Gusti Ayu Widiastiti Simbolon, Herbert Petrus Wiro Sofyan, Carollin Ophelia Sri Fitri Fitriani Sugandha, Made Dwihanjaya Sujana, Komang Hanita Ayu Arisanthi Supriajat, Atep Wahyu Suputra, I Dewa Gde Ery Syahnakri, Muhamad Taufitra, Ayang Ayu Tee-anastacio, Princess Alyssa Thapa, Nar Yan Thuong , Mac Thi Hoai Thuong, Mac Thi Hoai Utami, Antin Ekaningtyas Widhar Valentina, Kadek Mutiara Wardana, Ketut Ary Wisnu Widiatmika, Rai Widiawan, I Putu Arya Restu Widjana, Ni Putu Julietta Maheswari Putri Wulandari, Anggi Yudistia Yoga, I Gede Permana Aditya Yolandari Ayu Murti