p-Index From 2021 - 2026
10.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY) Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani TOTOBUANG Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Budaya Nusantara Jurnal Hukum Magnum Opus DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Harmoni Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Dialog PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Filsafat Indonesia BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Seri FilsafatTeologi Widya Sasana Jurnal Teologi Praktika Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral JPPHK (Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan) DATIN LAW JURNAL Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Sabda : Jurnal Teologi Kristen VOCAT: Jurnal Pendidikan Katolik ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani JPPOL : Jurnal Poros Politik Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Publicio : Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Sanjiwani: Jurnal Filsafat Millah: Journal of Religious Studies Jurnal Lektur Keagamaan Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Penamas Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Jurnal Reinha Hunatech De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Aggiornamento Jurnal Filsafat - Teologi Kontekstual Jurnal Batavia Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Hidup Perawat ODGJ : Kajian Filosofis Berdasarkan Konsep Cinta Relasional Aku dan Liyan Armada Riyanto Adon, Mathias Jebaru; Sadianto, Fransisko; Reymino Naban, Maurinus; Syukur, Yakobus; Gon, Videlis; Budiono, Ignasius
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.246

Abstract

Fokus penelitian ini ialah menemukan makna hidup para perawat ODGJ di panti Renceng Mose dalam terang konsep cinta relasional Aku dan Liyan Armada Riyanto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini berusaha mengungkap, mempelajari serta memahami fenomena dan konteksnya yang khas dan unik yang dialami individu hingga tataran keyakinan individu yang bersangkutan. Data dari subjek penelitian ini diambil dengan menggunakan metode wawancara Via WA (telephone) dengan para perawat di Panti Renceng Mose, Manggarai, Flores, NTT. Penelitian menemukan bahwa bagi para perawat ODGJ hidup adalah untuk mencintai. Mencintai bukan perkara konsep, definisi dan abstraksi, melainkan tindakan yang nyata dalam narasi hidup sehari-hari bersama pasien ODGJ. Mencintai adalah tindakan memberi diri dan berani menyeberang atas dasar cinta Allah dan dalam prinsip keselarasan. Cinta akan pasien ODGJ harus sampai pada pemulihan martabat mereka sebagai seorang pribadi. Hal Ini mengandaikan semua pihak bergerak bersama mulai dari pemerintah, masyarakat dan Gereja.
The Pengaruh Hiperrealitas Iklan terhadap Pola Konsumtif Remaja Suku Dayak Taman Sosat di Jopo, dalam terang Pemikiran Jean Baudrillard: budaya Lorensius; Riyanto, Armada; Adon, Mathias Jebaru
Hunatech Vol. XXX, No. XXX Vol 3 No 2 (2024): Hunatech: Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59967/hunatech.v3i1.38

Abstract

The influence of advertising hyperreality on the consumptive lifestyle of Dayak Taman teenagers is an interesting phenomenon to research. In Jean Baudrillard's thinking, hyperreality refers to a condition where the representation of the real world becomes more important than the reality of authenticity itself. Advertising, as a form of representation, has a significant role in shaping consumptive lifestyles. In this study, the author analyzes how advertisements influence the consumptive behavior of Dayak Taman teenagers in Jopo Village. The author found that advertisements create images that exaggerate certain products and lifestyles. Taman Dayak teenagers who are exposed to advertisements tend to follow the consumption trends displayed in advertisements, even if it does not always match their needs. An understanding of hyperreality and Jean Baudrillard's thinking helps us understand why advertising has such a strong impact on consumptive lifestyles. This research provides insights into how advertising can influence teenagers and lead them to overconsumption. Therefore, there needs to be awareness and criticism of advertisements so that teenagers can make wiser consumption decisions.
MENATAP MASA DEPAN INDONESIA DALAM DUNIA EKOLOGI MODERN: Pembacaan Fenomenologis Relasi Manusia dengan Ekologi Ditinjau dari Pemikiran Martin Heidegger Usman, Yosef; Riyanto, Fransiskus Xaverius Eko Armada; Adon, Mathias Jebaru
Sanjiwani: Jurnal Filsafat Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sjf.v15i2.3291

Abstract

The existence of ecology in Indonesia is one of the discourses that should be studied and language in the public or private sphere. The essence and existence of ecology in Indonesia is a crucial and important ultimate value in the discourse of metaphysical philosophy. The focus of this research discourse is to confront Heidegger's thoughts related to human existential relations (dasein) which cannot be separated from the surrounding natural environment. Uncovering one aspect of the value of harmonization and order, namely relations with fellow humans, and nature and other creations on this Indonesian earth. By looking at ecological realities like this, humans (Dasein) must see the overall influence and impact that will occur in the next twenty-five years. 1) Humans (Dasein) wake up from their deep sleep over the shackles of "pleasure and interests". 2) By uncovering the value of essence-existence-ecology in Indonesia and part of the "primacy of humans and other creations" consistently Heidegger's thought will lead to a great awareness and responsibility towards this nature. 3) Humans (dasein) who are sensitive to nature are obtained from a good thinking paradigm, a good thinking paradigm leads to good enactment; good enactment will bring humans and other creations to harmony, beauty and good order.
KRISIS HARMONI ANTARA MANUSIA DAN ALAM: PENDEKATAN FILOSOFIS TERHADAP TANTANGAN EKOLOGI MODERNITAS Viktor; Fransiskus Xaverius Eko Armada Riyanto; Mathias Jebaru Adon
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai filosofis dalam perspektif Armada Riyanto mengenai harmoni alam dan manusia. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pandangan filosofis Armada Riyanto dapat mengatasi krisis harmoni antara Manusia dan Alam. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini memperkenalkan kebaruannya dengan pendekatan fenomenologis dalam menganalisis konsep alam sebagai “dinamis dan metaforis” yang diusung oleh Armada Riyanto. Konsep ini membawa perspektif baru dalam memahami hubungan manusia dan alam, yang tidak hanya terbatas pada dimensi fisik, tetapi juga melibatkan aspek emosional dan spiritual. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam memahami relasi antara manusia dan alam, yang mencakup dimensi fisik, emosional, dan spiritual. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap diskursus filosofi alam dengan memperkenalkan cara pandang yang lebih inklusif dan integratif. Implikasi teoretis dari penelitian ini adalah pengembangan filosofi alam yang lebih mendalam, sedangkan implikasi praktisnya dapat digunakan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam melalui pemahaman yang lebih holistik terhadap keberadaan alam itu sendiri.
MELAWAN FENOMENA POPULISME DENGAN SEMANGAT PANCASILA SEBAGAI DASAR PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA Adon, Mathias Jebaru
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v11i2.1775

Abstract

Populisme mencuat di tengah situasi ekonomi yang tidak menguntungkan dan kegagalan para politikus moderat menyelesaikan masalah. Ketegangan ini digunakan pemimpin dan partai populis untuk berkuasa dan menguasai oposisi. Mereka menggunakan sentimen-sentimen keagamaan dan identitas-identitas sektarian untuk mendapat dukungan rakyat. Berdasarkan hal itu, penelitian studi ini memiliki tujuan menguraikan persoalan popoulisme dalam politik global, bagaimana konservatisme agama berkembang dan contoh pemimpin populis Trump yang menunjukkan keterkaitan erat antara konservatisme agama dan populisme. Metodologi yang digunakan dalam studi ini ialah penelitian kepustakaan dengan pendekatan fenomenologi perkembangan politik populisme dalam kaitannya dengan konservatisme agama baik dalam kancah politik global yang nampak dalam kampanye politik Trump yang menggunakan sentiment keagamaan. Isu yang sama yang digunakan saat kompanye pemilihan kepala daerah di Indonesia. Berhadapan dengan fenomena ini, Indonesia mengarahkan pandangannya pada Pancasila sebagai landasan dalam membangun persaudaraan dan persatuan. Pancasila lahir dari harapan agar bangsa Indonesia dapat bersaudara satu dengan yang lain kendati beraneka ragam.
Hakikat Cinta dalam Kehidupan Manusia Perspektif Armada Riyanto Mathias Jebaru Adon
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 23, No 1 (2024): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v23i1.38369

Abstract

This study is motivated by the realization that love is a rich dimension of human life. Every stage of the human life journey is influenced by the power of love, making the meaning of love a field of deep philosophical exploration. The purpose of this research is to interpret the nature of love in human life from the perspective of Armada Riyanto’s philosophy. According to Armada Riyanto, love is something that all humans long for, that they hope for, strive for, and experience in life. This research uses qualitative methods and finds that each stage of the experience of love provides an enchanting experience and shows the infinite richness of life. The result of this study contributes to the understanding of love as a unique and profound experience in human life.
Konsep Filsafat Relasionalitas Armada Riyanto Sebagai Metode Berfilsafat di Indonesia Adon, Mathias; Virgenius Setiawan, Charles; Suhardi, Arnold
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 5 No. 1 (2025): VOLUME 5 ISSUE 1, APRIL 2025
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v5i1.646

Abstract

This research focuses on the dialog of Armada Riyanto's concept of relational philosophy of I, Text, Other, and Phenomenon as a method of philosophizing in Indonesia. As a great nation rich in local wisdom, Indonesia needs the right philosophical method to explore the wealth of local wisdom of the tribes in the archipelago. Armada Riyanto's relationality philosophical concept of I, Text, and Other is a philosophical methodology that seeks to reach the true meaning of reality. Local wisdom is the reality of daily life in the form of tradition (ancestral heritage) which contains the philosophy, mind, and soul of the Indonesian people who appear in various forms of culture such as art, tradition, belief/ritual, and literature. This research uses a qualitative research method that dialogues Armada Riyanto's concept of philosophical relationality with the distinctiveness of Indonesian cultural concepts. This research aims to find a methodology for exploring the rich philosophical meaning of rites, symbols, ceremonies, or art in local wisdom with Armada Riyanto's philosophical method. This research found that the relational philosophy of I, Text, and Other is a philosophical methodology that can reach the true meaning of culture to prevent distortions that obscure the sense of justice in everyday life in Indonesia.
Tinjauan Kehidupan Suku Dayak di Rumah Betang dalam Perspektif Filsafat Relasionalitas menurut Armada Riyanto Sakaria, Oswald Agurinsa; Riyanto, F. X. Eko Armada; Adon, Mathias Jebaru
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i1.89122

Abstract

Penelitian ini menganalisis kehidupan suku Dayak di Rumah Betang melalui filsafat relasionalitas Armada Riyanto. Rumah Betang merupakan rumah adat suku Dayak yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal secara fisik, namun juga menjadi ruang yang mencerminkan nilai-nilai relasionalitas. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Betang bukan hanya sebagai tempat tinggal fisik masyarakat suku Dayak, namun menjadi ruang terbentuknya hubungan relasional. Masyarakat suku Dayak di dalam rumah Betang saling berelasi, berkomunikasi dan berinteraksi. Konsep “Aku” merujuk pada kesadaran diri sebagai makhluk relasional, sedangkan “Liyan” merujuk pada sesama, alam, dan Yang Ilahi. Kehidupan di dalam rumah Betang menggambarkan relasi intersubjektif yang setara dan inklusif membangun hubungan sosial yang harmoni. Masyarakat di dalamnya saling bekerja sama dan menunjukkan ketergantungan satu sama lain. Studi ini juga menemukan bahwa rumah Betang menjadi simbol persatuan dan persaudaraan menjadi ruang terbentuknya aspek relasionalitas dalam kehidupan suku Dayak. Rumah Betang sebagai ruang kultural-etis menjadi tempat terciptanya kearifan lokal yang tercermin dalam sikap menghormati dan mencintai sesama, Alam dan Yang Ilahi. Rumah ini juga menjadi ruang lifeworld, yakni ruang pengalaman hidup masyarakat suku Dayak secara subjektif dan objektif. Subjektivitasnya terlihat dalam interaksi sosial di antara penghuninya dan objektivitasnya terlihat dalam struktur bangunan yang mencerminkan rasa hormat pada Alam. Dengan demikian, rumah betang tidak hanya menjadi simbol persatuan dan identitas budaya suku Dayak, namun juga menjadi ruang yang mencerminkan nilai-nilai relasionalitas antara “Aku” dengan Liyan, Alam dan Tuhan.
The Menemukan Makna Esensi dan Eksistensi Hidup di Tengah Fenomena Bunuh Diri di Indonesia Jean Paul Sartre: Finding the Meaning of the Essence and Existence of Life Amidst the Suicide Phenomenon in Indonesia Jean Paul Sartre Emanuel, Yohanes; Adon, Mathias Jebaru
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v8i2.87561

Abstract

This paper focuses on the analysis of suicide as a form of individual inability to understand the essence and existence of themselves in the world. The increasing phenomenon of suicide in various age groups lately shows various motives, but the main problem is often not only the pressure of life, but the loss of understanding of the essence and existence of oneself. This ignorance makes individuals vulnerable to choosing to end their lives when facing problems. Therefore, an in-depth study of this phenomenon is needed. In this paper, the author focuses on two main questions: why are those who do not understand their essence and existence more likely to choose suicide when facing problems? and how can someone find their essence and existence in the world when faced with difficult life problems? In studying this problem, the author uses a literature study method by referring to articles, documents and various journals and related books. Hopefully, this article can help readers to find the essence and existence of themselves in the world, so that when faced with a problem they do not immediately choose to end their lives as a way out to solve the problem. Life is basically a gift given by the Creator and should not be removed by force for any reason.
Liturgi Sebagai Perayaan Umat Menurut KHK Kanon 837: Upaya Mewujudkan Partisipasi Umat Dalam Kehidupan Sosial-Politik Adon, Mathias Jebaru; Raharso, Alphonsus Tjatur
AL-ADYAN Vol 17 No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-adyan.v17i1.11119

Abstract

The involvement of Catholics in socio-political life in Indonesia is getting dimmer. The appreciation of the people's faith tends to be focused on inward fellowship, not outward. Whereas the call to become Catholics in Indonesia demands the active involvement of all communities as a contribution to the wealth of the nation's pluralism. This is influenced by the liturgical life which does not touch the struggles of daily life. The liturgy seems to return to Old Testament worship which distances people from celebrations, and worship seems to be a special business for the clergy. The true liturgy is a celebration of the entire community so that it becomes the source and peak of the Christian life. Therefore, this study aims to make the liturgy a celebration of all the people as stated in the Canon Law of the Catholic Church Canon 837. In this way, liturgical celebrations bring renewal of people's lives so that people are increasingly called to manifest their faith through their involvement in socio-political life in Indonesia. This research uses literature study from the perspective of phenomenology. This study found a link between the people's active participation in the liturgy and their involvement in community life.
Co-Authors Adelbertus Beato Yulandi Agustinus Asman Antonius Denny Firmanto Antonius Mangisengi Antonius Sad Budi Armada Riyanto Armada Riyanto Armada Ryanto Armada Ryianto Armada, Riyanto Awur, Raimundus Babo, Alkuinus Babo, Alkuinus Ison Barak, Antonius Bendianto, Septian Betu, Mario Alexander Budiono, Ignasius Charles Virgenius Setiawan Christoforus Garnodin Cimi, Severinus Savio Crysan Dwiputra Malla Depa, Siklus Rikardus Dionisius Sunardi Dominggus, Hyronimus Emanuel, Yohanes Endi, Yohanes F. X. Eko Armada Riyanto F.X. Armada Riyanto F.X. Eko Armada Riyanto Firmanto, Antonius Denny Fransiskus Rino Suryanto Fransiskus Xaverius Eko Armada Riyanto FX Armada Riyanto Gaspar Triono Jeraman gerri parto, hilarion Gili Gedo, Rivaldo Wilhelmus Gon, Videlis Gregorius Avi Hyronimus Ario Dominggus Irenius Bima Abdiono Jaimut , Yuliana Jebar, Sirilus Kristoforus Garnodin Kuniberth De Forbin Janson Seran Lorensius Mangisengi, Antonius Marianto, Firminus Martinus Renda Masut, Vinsensius Rixnaldi Ndama, Herminus H.A. Pasalima, Petrus Pitang, Simon Pedro Pius Pandor Raharso, Alphonsus Tjatur Raimundus Awur Ratman, Vinsensius Fererius Reymino Naban, Maurinus Riyanto, Eko Armada Riyanto, F. X. Eko Armada Riyanto, F.X Eko Armada Riyanto, Fransiskus Xaverius Eko Armada Riyanto, FX Armada RIYANTO, FX. EKO ARMADA Robert Pius Manik Sadianto, Fransisko Sakaria, Oswald Agurinsa Siklus Depa Siklus Rikardus Depa Siklus Rikardus Depa Simon Pedro Pitang Siong Siong Stanislaus Eko Riyadi Suhardi, Arnold Syukur, Yakobus Usman, Yosef Viktor Vinsensius Fererius Ratman Vinsensius Rixnaldi Masut Virgenius Setiawan, Charles Wijanarko, Robertus Witarso, Hokgiarto Wotan, Fidelis Bolo Yasintus Harjon Yohanes Alfrid Aliano Yulianus Hironi Ndua Yusep Andrianto