Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Gaya Kepemimpinan Transformasional B.J Habibie Dalam Film Rudy Habibie (2016) Nawal Aqilah; Navelsa Angraeni; Erindah Dimisyqiyani; Rizky Amalia; Gagas Gayuh Aji; Amaliyah Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5556

Abstract

Kepemimpinan tidak hanya memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kinerja organisasitetapi juga berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi yang semakinkompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi kepemimpinan transformasionalyang digambarkan oleh B.J. Habibie dalam film "Rudy Habibie" (2016). Dengan menggunakanmetode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan teknik observasi dan studi pustaka secaramendalam tentang bagaimana kepemimpinan transformasional mempengaruhi dinamikaorganisasinya. Observasi dilakukan melalui pemutaran film berulang kali dan studi pustaka di lakukandengan peninjauan literatur tentang kepemimpinan transformasional. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Rudy Habibie digambarkan sebagai pemimpin yang berintegritas, intelektualisme, inovatif,serta memiliki visi dan misi yang jelas dan mampu menginspirasi serta memotivasi anggota timnya.Pada awalnya, Rudy mendapat banyak penolakan dari anggota timnya dalam menerapkan prinsipkepemimpinannya dan ide-idenya yang inovatif. Namun, Rudy berhasil menanamkan rasa percayadiri dan keyakinan kepada anggota timnya, yang memungkinkan mereka mencapai tujuan organisasiyang lebih besar. Film ini memberikan pemahaman dan wawasan kepada penonton tentang praktiknilai-nilai kepemimpinan transformasional yang dapat diterapkan dalam konteks kepemimpinan diorganisasi masa kini. Leadership not only plays a crucial role in improving organizational performance but also plays acrucial role in addressing increasingly complex organizational challenges. This study aims to explorethe representation of transformational leadership portrayed by B.J. Habibie in the film "RudyHabibie" (2016). Using a descriptive qualitative method, this study employed observation techniquesand in-depth literature review on how transformational leadership influences organizationaldynamics. Observations were conducted through repeated screenings of the film and literature review,including a literature review on transformational leadership. The results show that Rudy Habibie isportrayed as a leader with integrity, intellectualism, and innovation, possessing a clear vision andmission, capable of inspiring and motivating his team members. Initially, Rudy faced considerableresistance from his team members in implementing his leadership principles and innovative ideas.However, Rudy succeeded in instilling confidence and belief in his team members, enabling them toachieve larger organizational goals. This film provides the audience with an understanding andinsight into the practice of transformational leadership values that can be applied in the contextof leadership in today's organizations.
Representasi Strategy Budgeting Generasi Sandwich di Perkotaan (Studi Kualitatif pada Film Home Sweet Loan) Hanifah Az Zahra Hasoloan; Erindah Dimisyqiyani; Amaliyah Amaliyah; Rizki Amalia Sinulingga; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5629

Abstract

Fenomena sandwich generation semakin nyata dalam kehidupan masyarakat perkotaan, di mana individudituntut untuk memenuhi kebutuhan dirinya sekaligus menanggung beban keluarga. Namun, kondisi ganda inisering menimbulkan tekanan finansial dan emosional yang membutuhkan pengelolaan efektif. Penelitian inibertujuan menganalisis representasi strategi pengelolaan anggaran sandwich generation melalui film Home SweetLoan. Dengan metode kualitatif studi kasus, fokus analisis diarahkan pada tokoh Kaluna yang menggambarkanperjuangan serta ketahanan generasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaluna mampu menghadapitantangan keuangan dengan mengurangi pengeluaran konsumtif, menabung secara konsisten, dan mengutamakankebutuhan keluarga meski harus mengorbankan kepentingan pribadi. Representasi tersebut menegaskan bahwaliterasi keuangan dan disiplin dalam menyusun anggaran merupakan kunci untuk bertahan dalam beban gandasandwich generation. Studi ini juga menyoroti bagaimana strategi kecil namun konsisten dapat membangunketahanan finansial jangka panjang. Dampak penelitian menekankan pentingnya pendidikan finansial dimasyarakat perkotaan. Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pembahasan dengan memasukkan pengalamannyata sandwich generation untuk memperluas penerapan praktis strategi keuangan The sandwich generation phenomenon is increasingly seen as a complex reality in urban life, whereindividuals must support both themselves and their families. However, this dual role often brings financial andemotional pressures that require effective management. This study aims to examine the representation ofbudgeting strategies of the sandwich generation through the film Home Sweet Loan. Using a qualitative casestudy, the analysis focuses on Kaluna, a character who reflects the struggles and resilience of this generation.The findings reveal that Kaluna manages her financial challenges by reducing unnecessary expenses, savingregularly, and prioritizing family obligations, even when it means sacrificing personal interests. These depictionsdemonstrate that financial literacy and disciplined budgeting are key to coping with the double burden faced bythe sandwich generation. The study also shows that small yet consistent financial strategies can build long-termresilience. The impact emphasizes the need for stronger financial education in urban communities. Futureresearch may enrich this discussion by integrating real-life experiences of the sandwich generation to broadenthe practical application of financial strategies.
Representasi Pengendalian Diri melalui Fungsi Manajemen Tokoh Kaluna dalam Film Home Sweet Loan Ghaitsaa Zurike Amalia; Hanifah Az Zahra Hasoloan; Erindah Dimisqiyani; Amaliyah Amaliyah; Rizqy Amalia Sinulingga Sinulingga; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5639

Abstract

Pengendalian diri adalah keterampilan penting yang membantu individu mengatur pikiran, emosi,dan tindakan agar konsisten dengan tujuan jangka panjang, meski dalam tekanan. Dalammanajemen, kemampuan ini menjadi dasar untuk bertindak terarah, terkendali, dan produktif dalammencapai sasaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana film Home SweetLoan merepresentasikan pengendalian diri tokoh Kaluna dalam menghadapi konflik keluarga dantekanan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif melaluiobservasi, memakai film Home Sweet Loan sebagai data utama, serta didukung literatur relevan.Temuan penelitian menunjukkan Kaluna menerapkan fungsi manajemen pribadi lewat pengendaliandiri, seperti merencanakan tujuan membeli rumah, mengatur keuangan dengan disiplin, menjagamotivasi menabung, serta menunda keinginan pribadi demi keluarga. Pengendalian diri Kalunaterlihat pada kemampuannya menahan dorongan konsumtif, berpikir matang sebelum bertindak, danmenjaga stabilitas emosional dalam tekanan. Dampak penelitian ini menegaskan bahwapengendalian diri berfungsi sebagai strategi praktis menghadapi tantangan ekonomi dan sosial,karena membantu individu mengambil keputusan bijak dan memprioritaskan tujuan jangka panjang.Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi representasi pengendalian diri pada film laindengan konteks sosial berbeda, serta memperluas analisis melalui psikologi positif dan manajemendiri. Self-control is an essential skill that helps individuals regulate their thoughts, emotions, and actionsto remain consistent with long-term goals, even under pressure. In management, this ability servesas the foundation for acting in a directed, controlled, and productive manner to achieve objectives.This study aims to examine how the film Home Sweet Loan represents the self-control of the maincharacter, Kaluna, in facing family conflict and economic pressure. The method used is qualitativewith a narrative approach through observation, using the film Home Sweet Loan as the primarydata source, supported by relevant literature. The findings show that Kaluna applies personalmanagement functions through self-control, such as planning the goal of buying a house, managingfinances with discipline, maintaining motivation to save, and postponing personal desires for thesake of family needs. Kaluna’s self-control is reflected in her ability to resist consumptive urges,think carefully before acting, and maintain emotional stability under pressure. The impact of thisstudy emphasizes that self-control functions as a practical strategy in dealing with economic andsocial challenges, as it helps individuals make wiser decisions and prioritize goals aligned withlong-term aspirations. Further research is recommended to explore the representation of selfcontrolin other films with different social contexts and to expand the analysis using positivepsychology and self-management approaches.
Persepsi Penggemar terhadap Sistem Kepemimpinan Manajemen Idol Group JKT48 dalam Pengambilan Keputusan Bintang Adi Chandra; Hanifah Az Zahra Hasoloan; Erindah Dimisyqiyani; Amaliyah Amaliyah; Rizky Amalia Sinulingga; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5641

Abstract

Twitter/X dan platform sejenis kini menjadi medium utama bagi penggemar JKT48 dalammenyampaikan kritik maupun saran kepada manajemen. Ungkapan tersebut lahir tidak sematakarena ketidakpuasan terhadap harga tiket, kualitas acara, atau janji yang tidak ditepati, melainkanjuga karena kepedulian terhadap keberlanjutan grup dalam jangka panjang. Respons manajemencenderung reaktif dan tidak konsisten, biasanya baru muncul ketika kontroversi meluas di ruangpublik, sehingga menurunkan persepsi transparansi dan akuntabilitas. Meski demikian, masukanpenggemar terbukti memengaruhi kebijakan strategis seperti pemilihan lagu maupun pengelolaanevent dan menegaskan posisi penggemar sebagai pemangku kepentingan aktif, bukan sekadarkonsumen. Loyalitas emosional yang tetap terjaga meski disertai kekecewaan menegaskan peranganda penggemar sebagai pengkritik sekaligus penjaga legitimasi. Oleh karena itu, diperlukanmekanisme komunikasi yang transparan dan partisipatif untuk memperkuat kepercayaan, menjagalegitimasi, serta memastikan keberlanjutan jangka panjang. Studi komparatif pada ekosistem idoladi Asia Tenggara dapat membantu menilai apakah dinamika ini bersifat kultural atau memilikirelevansi global. Platforms such as Twitter/X have emerged as the dominant medium through which JKT48 fansarticulate criticism and suggestions toward management. These expressions arise not only fromdissatisfaction with ticket prices, event quality, or unmet commitments, but also from a genuineconcern for the group’s long-term sustainability. Management responses, however, are largelyreactive and inconsistent, often appearing only when controversies escalate publicly, therebyweakening perceptions of transparency and accountability. Even so, fan input demonstrably shapesstrategic decisions ranging from song selection to event policies positioning fans as activestakeholders rather than passive consumers. The persistence of emotional loyalty amiddissatisfaction illustrates their dual role as critics and sustainers of legitimacy. Establishingtransparent and participatory communication mechanisms is thus essential for building trust,maintaining legitimacy, and ensuring sustainable growth. Comparative studies within SoutheastAsian idol ecosystems may further illuminate whether these dynamics are culturally specific orglobally resonant.
Representasi Kepemimpinan Transformasional dalam Memotivasi Kerja Karyawan pada Film The Intern Sinta Rahmah Auliya; Hanifah Az Zahra Hasoloan; Erindah Dimisyqiyani; Amaliyah Amaliyah; Rizky Amalia Sinulingga; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5642

Abstract

Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.Seorang pemimpin tidak hanya berperan dalam memberikan arahan, tetapi juga dalam menumbuhkan motivasi,semangat, dan kepercayaan diri sehingga anggota tim mampu menghadapi tantangan bersama. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan transformasional yang ditampilkan oleh tokoh Ben dalamfilm The Intern. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis deskriptif, menggunakanpengamatan terhadap adegan dan dialog yang merepresentasikan gaya kepemimpinan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Ben berhasil menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruhideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Perilaku teladan serta dukungan yangia berikan tidak hanya membantu Jules, selaku pemimpin perusahaan, untuk kembali percaya diri, tetapi jugamendorong karyawan menjadi lebih partisipatif, percaya diri, dan optimis dalam bekerja. Film ini menekankanbahwa kepemimpinan sejati tidak semata ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh integritas, empati, dankemampuan untuk memberi inspirasi. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa setiap individu memilikipotensi untuk menjadi pemimpin transformasional yang mampu menciptakan perubahan positif, baik dalamkonteks organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Leadership is an important factor in creating a positive and collaborative work environment. Leaders not onlyplay a role in providing direction, but also in fostering motivation, enthusiasm, and confidence so that teammembers are able to face challenges together. This study aims to analyze the application of transformationalleadership displayed by the character Ben in the film The Intern. The study was conducted using a qualitativeapproach through descriptive analysis, using observations of scenes and dialogues that represent leadershipstyles. The results show that Ben successfully applied the four dimensions of transformational leadership, namelyideal influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual consideration. His exemplarybehavior and support not only helped Jules, as the company's leader, regain her confidence, but also encouragedemployees to be more participatory, confident, and optimistic in their work. This film emphasizes that trueleadership is not solely determined by position, but by integrity, empathy, and the ability to inspire. These findingsprovide an understanding that every individual has the potential to become a transformational leader capable ofcreating positive change, both in an organizational context and in everyday life.
Representasi Navigasi Ketidaktahuan dan Adaptasi Risiko Karakter Yuri Orlov dalam Film “Lord of War” Dewa Rizky Nugroho; Hanifah Az Zahra Hasoloan; Erindah Dimisyqiyani; Amaliyah Amaliyah; Rizky Amalia Sinulingga; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5644

Abstract

Penelitian ini menelaah lebih dalam bagaimana film "Lord of War" merepresentasikan strategiadaptasi cepat Yuri Orlov sebagai bentuk menavigasi ketidaktahuan (navigating ignorance) untukmengelola risiko dalam lingkungan yang tidak pasti. Dengan menggabungkan konsep rasionalitasterbatas (bounded rationality), pemaknaan (sensemaking), dan heuristik, menavigasi ketidaktahuanmenjadi strategi bertahan hidup yang mengandalkan adaptasi, intuisi, dan pemahaman cepatterhadap situasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif pada film "Lord ofWar" (2005), penelitian ini menerapkan analisis konten tematik untuk menginterpretasikan adeganadegankunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi strategi menavigasi ketidaktahuanYuri Orlov diwujudkan melalui serangkaian tindakan adaptif yang melampaui manajemen risikokonvensional, yang juga berfungsi sebagai kritik naratif. Pada akhirnya, film "Lord of War"menggambarkan Yuri Orlov bukan sebagai penyebab utama ketidakstabilan, melainkan sebagaigejala dari sistem dunia yang cacat, di mana kesuksesannya menjadi dakwaan atas kegagalaninstitusi global. This study delves deeper into how the film "Lord of War" represents Yuri Orlov's rapid adaptationstrategy as a form of navigating ignorance to manage risk in an uncertain environment. Bycombining the concepts of bounded rationality, sensemaking, and heuristics, navigating ignorancebecomes a survival strategy that relies on adaptation, intuition, and a swift understanding of thesituation. Using a qualitative approach with descriptive analysis on the film "Lord of War" (2005),this study applies thematic content analysis to interpret key scenes. The results show that therepresentation of Yuri Orlov's strategy of navigating ignorance is manifested through a series ofadaptive actions that transcend conventional risk management, which also functions as a narrativecritique. Ultimately, the film "Lord of War" portrays Yuri Orlov not as the main cause of instability,but as a symptom of a flawed world system where his success serves as an indictment of the failureof global institutions.
Interpretasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Dalam Perjuangan Kemerdekaan Pada Film Kadet 1947 Herlyanto Doni Wicaksono; Hanifah Az Zahra Hasoloan; Amaliyah Ria Triwastuti; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga; Erindah Dimisyqiyani
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5647

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan kepemimpinan transformasional dalam film Kadet 1947melalui metode deskriptif kualitatif. Analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan terlihattidak hanya lewat keputusan strategis, tetapi juga melalui tindakan simbolis dan emosionalyang menumbuhkan solidaritas dan komitmen taruna. Namun pendekatan sinematis yangdramatis membatasi pemahaman objektif tentang kompleksitas kepemimpinan dalamsejarah nyata. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya menghubungkannarasi film dengan praktik kepemimpinan historis serta relevansinya bagi organisasimodern. This study explores the application of transformational leadership in the film Kadet 1947 using aqualitative descriptive method. The analysis shows that leadership is demonstrated not onlythrough strategic decision-making but also through symbolic and emotional actions that buildsolidarity and commitment among the cadets. However, the film’s dramatic cinematic approachlimits an objective understanding of the complexity of leadership in historical reality. Therefore,this study emphasizes the importance of connecting the film’s narrative with historical leadershippractices and its relevance to modern organizations.
Interpretasi Gaya Kepemimpinan Transformasional oleh Tokoh Genta pada Film 5cm Amara Bilqis Kinanti; Erindah Dimisyqiyani; Amaliyah Amaliyah; Rizky Amalia Sinulingga; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan gaya kepemimpinan transformasional yangditunjukkan oleh tokoh Genta dalam film 5 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifkualitatif dengan pendekatan naratif, melalui observasi adegan yang merepresentasikan empatdimensi kepemimpinan transformasional: idealized influence, inspirational motivation, intellectualstimulation, dan individualized consideration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genta mampumenjadi teladan, memberikan motivasi, mendorong pemikiran kritis, serta memperhatikankebutuhan individu anggota kelompok. Keempat dimensi tersebut berperan penting dalam menjagakekompakan dan semangat kelompok hingga berhasil mencapai puncak Mahameru. Temuan inimembuktikan bahwa kepemimpinan transformasional tidak hanya relevan dalam organisasi formal,tetapi juga dapat diaplikasikan dalam dinamika sosial sehari-hari, termasuk dalam narasi film. This study aims to interpret the transformational leadership style demonstrated by Genta in the film5 cm. The research method used is descriptive qualitative with a narrative approach, focusing on theobservation of scenes that represent the four dimensions of transformational leadership: idealizedinfluence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Thefindings indicate that Genta serves as a role model, provides motivation, encourages criticalthinking, and shows concern for the individual needs of group members. These four dimensions playa crucial role in maintaining group cohesion and enthusiasm, enabling them to reach the peak ofMahameru. This study highlights that transformational leadership is not only relevant in formalorganizations but can also be applied in everyday social dynamics, including within film narratives.
Representasi Kesadaran Gender dan Budaya Patriarki Jawa Melalui Analisis Naratif pada Film Kartini 2017 Muhammad Ainur Rizky Hidayatullah Al Huda; Amara Bilqis Kinanti; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Amaliyah Amaliyah; Rizky Amalia Sinulingga
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5656

Abstract

Film berperan sebagai media visual yang kuat yang tidak hanya menghibur tetapi juga berfungsisebagai alat edukasi dan platform untuk refleksi sosial dan budaya, khususnya terkait isu kesadarangender. Film Kartini (2017) menggambarkan perjuangan historis Raden Adjeng Kartini melawanbudaya patriarki Jawa yang mengakar yang membatasi peran, kebebasan, dan akses pendidikanperempuan. Karya sinematik ini menyoroti baik representasi simbolis maupun naratif tentang relasigender dalam masyarakat tradisional serta mengungkap kompleksitas emansipasi perempuan ditengah keterbatasan budaya. Namun, penelitian-penelitian sebelumnya cenderung lebih berfokuspada perlawanan pribadi dan sikap ideologis Kartini, sering kali mengabaikan analisis menyeluruhterhadap strategi visual dan naratif film yang merepresentasikan kesadaran gender dan budayapatriarki secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakanpendekatan analisis naratif kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana film Kartini membangun danmenyampaikan kesadaran gender serta dinamika patriarki Jawa melalui alur cerita, pengembangankarakter, dan mise-en-scène. Dengan mengintegrasikan teori sosial-budaya dan naratologi, studi inidiharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana representasisinematik berkontribusi memperluas kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender serta secarakritis menantang norma patriarki dalam masyarakat Jawa. Temuan penelitian diharapkan dapatmengembangkan diskursus dalam kajian media, representasi gender, dan kritik budaya, sekaligusmenegaskan relevansi film sebagai media perubahan sosial di Indonesia. Film serves as a potent visual medium that not only entertains but also functions as an educationaltool and a platform for social and cultural reflection, especially regarding issues of genderawareness. The 2017 film Kartini portrays the historical struggle of Raden Adjeng Kartini againstthe entrenched Javanese patriarchal culture that restricts women's roles, freedoms, and access toeducation. This cinematic work highlights both the symbolic and narrative depictions of genderrelations within a traditional society and sheds light on the complexities of female emancipationamid cultural constraints. However, prior studies tend to concentrate predominantly on Kartini'spersonal resistance and ideological stance, often overlooking a comprehensive analysis of the film'svisual and narrative strategies that represent gender consciousness and patriarchal culture in aholistic manner. This research aims to fill this gap by employing a qualitative narrative analysisapproach to explore how the film Kartini constructs and conveys gender awareness and Javanesepatriarchal dynamics through its storyline, character development, and mise-en-scène. Byintegrating socio-cultural theory with narratology, this study seeks to offer a nuanced understandingof how cinematic representations contribute to broadening public awareness of gender equality andcritically challenge patriarchal norms in Javanese society. The findings are expected to advancediscourse in media studies, gender representation, and cultural critique, underscoring the relevanceof film as a medium for social change in Indonesia.
Representasi Kepemimpinan Otoriter dan Transaksional Mark Zuckerberg dalam Film The Social Network (2010) Muhammad Fadhila Rasyid As Syafi’i; Navelsa Anggraeni; Amaliyah Ria Triwastuti; Erindah Dimisyqiyani; Rizky Amalia; Gagas Gayuh Aji
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5659

Abstract

Kepemimpinan adalah faktor kunci dalam kesuksesan organisasi, terutama di dunia bisnis yang dinamis,seperti dalam organisasi teknologi. Artikel ini menganalisis gaya kepemimpinan Mark Zuckerberg dalamfilm The Social Network (2010), dengan fokus pada gaya kepemimpinan otoriter dan transaksional. Tujuanpenelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kedua gaya kepemimpinan tersebut berkontribusi padakesuksesan Facebook, serta tantangan yang ditimbulkan terhadap keadilan dan tata kelola organisasi melaluiperspektif Sustainable Development Goals (SDGs) 16 tentang penguatan institusi dan pengambilankeputusan yang inklusif, menyoroti pentingnya kepemimpinan yang adil dan adaptif. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis adegan-adegan kunci dalam film.Hasilnya menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otoriter dan transaksional Zuckerberg mempercepatpencapaian tujuan jangka pendek tetapi merusak hubungan tim, kreativitas, dan kepercayaan jangka panjang.Dampak dari gaya kepemimpinan ini menunjukkan bahwa meskipun efektif untuk hasil cepat, gaya ini dapatmenghambat keberlanjutan organisasi. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak gayakepemimpinan lainnya di startup teknologi dan hubungan jangka panjang dalam tim. Leadership is a key factor in the success of organizations, particularly in dynamic business environmentssuch as technology organizations. This article analyzes the leadership style of Mark Zuckerberg in the filmThe Social Network (2010), focusing on authoritarian and transactional leadership styles. The aim of thisstudy is to understand how these two leadership styles contributed to the success of Facebook, as well as thechallenges they posed to fairness and organizational governance through the lens of SustainableDevelopment Goal (SDG) 16, which emphasizes strengthening institutions and inclusive decision-making,highlighting the importance of fair and adaptive leadership. This research employs a descriptive qualitativeapproach by analyzing key scenes in the film. The findings reveal that Zuckerberg's authoritarian andtransactional leadership styles accelerate short-term goal achievement but damage team relationships,creativity, and long-term trust. The impact of these leadership styles demonstrates that, although effective forquick results, they can hinder the long-term sustainability of the organization. Further research could explorethe impact of other leadership styles in technology startups and long-term team dynamics. the margins ofyour paper to the margins of this template, namely by looking at the page setup of the template that we haveprovided without any footer or header.
Co-Authors Afifah Hidayatul Hanifah Alifian Sukma, Alifian Aly, Muhammad Nilzam Amak Mohamad Yaqoub Amalia Sinulingga, Rizqy Amaliya Sinulingga, Rizky Amaliyah Amaliyah Ria Triwastuti Amaliyah, Amaliyah Amara Bilqis Kinanti Ameziziana, Ameziziana Anatasya Permatha Bayu, Jezicka Anggita Dwi Yuniati Arlinda Dwi Ariyani, Diva Assita, Rodhatul Astri Dewayani Astriani Wahyuningati Az Zahra Hasoloan, Hanifah Bagus Nurchidayah Muhammad Bambang Suharto Bilqis Kinanti, Amara Bintang Adi Chandra Calista, Ellysia Dea Catur Wulandari Chandika Maharani, Vannesya Dewa Rizky Nugroho Dian Prawitasari Dimisqiyani, Erindah ERINDAH DIMISQIYANI Erindah Dimisyqiyani Erindah Dimisyqiyani Fahria Herlambang, Ivan Fajar Arrasyid, Mohammad Fardana, Valdavi Rachma Otta Ferdian, Fina Ayu Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda Firdaus, Aji Akbar Firdaus, Faidzatul Ganjar Ndaru Aji Ghaitsaa Zurike Amalia Gilang Gusti Aji Hanifah Az Zahra Hasoloan Hanifah, Afifah Hidayatul Herlambang, Iqbal Septiyan Putra Herlyanto Doni Wicaksono Hidan Razan Anwar Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad Indah Dwi Ariani, Novita Indah Fahmiyah Indri Mustika Dewi Kirana, Angkita Wasito Kristanto, Damar Kristanto, Damar Labibul Hilmi, Harun Marischa Resmana, Sheila Mauludina, Nadiya Maurisia Putri Permatasari Maysura, Suci Qaulan Muhammad Ainur Rizky Hidayatullah Al Huda Muhammad Fadhila Rasyid As Syafi’i Muhammad Fikri Muhammad Fikri Muhammad Kelvin Akbar Al Majid Muhammad Madyan, Muhammad Nanda Rachmad Putra Gofur Navelsa Anggraeni Navelsa Angraeni Nawal Aqilah Nawra Aqila Husna Nayla Lisda Amalia Niza Unnavi, Ningrum Novi Dwi Anggraeni Novian Abdi Firdausi Novita Indah Dwi Ariani Nurul, Mochammad Octavia Trisukma Ayu, Linda Prawitasari, Dian Primavera Rizka Nalarsari Putri Nia Rahmadani Putri Ramadhani, Dinar Rahma, Dinda Aulia Ratu Hemas Titalya Ananda Lutfitami Ria Triwastuti, Amaliyah Ridila Novita Rintaati Putri, Allea Rizki Amalia Sinulingga Rizki Putra Prastio Rizky Amalia Rizky Amalia Rizqi Faradisa, Adinda Rizqy Amalia Sinulingga Sinulingga Rodik Wahyu Indrawan Romadhoni Sasongko, Nandamar Salman Alfarisi Seisha Hariono, Emely Septian Puji Rahayu Sinta Rahmah Auliya Sinulingga, Rizky Amalia Sinungga, Rizki Amalia Siti Khaerunnisa Sofiah, Amila Soleh, Mochammad Sony Wijaya Nurcholis Sriani, Dewi Subagyo, Mauliza Putri Suharno, Novianto Edi Syafira Devani Putri Wafiq Luthfiya Tahta Salsabila Wardani, Nazhifah Widodo, Suko Wishelda Izdihar, Damara Yankel Sena