Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

A, model Pembelajaran konvension PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI ANTARA KELAS YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS XI SMA KHUSUS OLAHRAGAWAN INTERNASIONAL KALIMANTAN TIMUR Maxilianus Yohanes; Kadori Haidar; Ilham Abu; Sutrisno Sutrisno
Educational Studies: Conference Series Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi yang selama ini masih didominasi oleh metode pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) diyakini mampu meningkatkan hasil belajar siswa melalui kegiatan belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode konvensional dan metode kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI SMA Khusus Olahragawan Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Khusus Olahragawan Kalimantan Timur, sedangkan sampelnya adalah dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas XI yang diajar dengan metode konvensional dan kelas XI yang diajar dengan metode Kooperatif tipe STAD. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pada kedua kelompok, namun peningkatan lebih tinggi terjadi pada kelas STAD dengan rata-rata pretest 59,83 menjadi 80,37 pada posttest, sedangkan kelas konvensional hanya meningkat dari 54,47 menjadi 66,53. Hasil uji-t diperoleh nilai t-hitung sebesar 4,3744 lebih besar dari t-tabel 2,001717, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi.Kata Kunci: Hasil belajar, Pembelajaran Konvensional, Kooperatif, Tipe STAD
The Peranan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Mendik Makmur, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser Nurlailiyah Oktaviani; Ilham Abu; Ratna Fitri Astuti; Noor Ellyawati
Educational Studies: Conference Series Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui pemerataan pendapatan, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Mendik Makmur, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan keluarga, perbaikan kondisi perumahan, akses pendidikan, dan kualitas kesehatan. Namun demikian, perkembangan UMKM di Desa Mendik Makmur masih terkendala oleh keterbatasan modal, akses pasar, dan rendahnya keterampilan kewirausahaan. Diperlukan dukungan pemerintah, pelatihan, serta akses pembiayaan yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan kontribusi UMKM terhadap kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Keputusan Mahasiswa dalam Menentukan Pilihan Program Studi Pendidikan Ekonomi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman Haspina Haspina; Ilham Abu; Sudarman Sudarman; Indah Permatasari
Educational Studies: Conference Series Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputusan yang diambil oleh siswa dalam memilih Program Studi Pendidikan Ekonomi di FKIP Universitas Mulawarman dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri mereka sendiri maupun dari luar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, informasi dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan terhadap tujuh mahasiswa dari angkatan 2024 yang dipilih secara sengaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi, minat, dan kesadaran akan pentingnya pendidikan merupakan faktor internal utama yang mendorong siswa dalam membuat pilihan. Sementara itu, dukungan dari keluarga, pengaruh lingkungan sosial, dan reputasi universitas berfungsi sebagai faktor eksternal yang memperkuat keyakinan mereka. Proses pengambilan keputusan siswa dibentuk oleh perpaduan antara pertimbangan yang logis dan emosional yang menyelaraskan harapan pribadi dengan kondisi sosial dan ekonomi. Secara keseluruhan, pilihan yang diambil mahasiswa tidak hanya mencerminkan keinginan individu, tetapi juga mempertimbangkan peluang karier dan citra institusi pendidikan.
Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar pada Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bolaang Mangondow Timur Listriyanti Palangda; Silvana Oroh; Ilham Abu; Meike Mamentu; Fransiskus L. P. Jani Lumape
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/n5sm1j34

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kebijakan ini mendorong transformasi pendidikan melalui pendekatan fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru di beberapa sekolah dasar. Hasil menunjukkan pemahaman terhadap kebijakan bervariasi. Sebagian guru dan kepala sekolah memahami esensi kebijakan sebagai upaya memberikan kebebasan merancang pembelajaran sesuai kebutuhan siswa dan konteks lokal. Namun, sebagian lain masih memiliki pemahaman terbatas, terutama dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan integrasi Profil Pelajar Pancasila. Dalam implementasi, sekolah telah merancang pembelajaran adaptif, berinovasi dalam metode mengajar, serta menerapkan evaluasi berbasis asesmen formatif. Kendala meliputi keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan kurangnya pelatihan berkelanjutan. Penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan Merdeka Belajar masih menghadapi tantangan, namun terdapat potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut. Diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan peningkatan sarana prasarana.