Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI TANGGUNG JAWAB PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR Suriati Dalimunte; Fatmawati Fatmawati; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai tanggung jawab pada siswa kelas VI SD Swasta PAB 25 Mabar Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas VI dan siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab melalui lima aspek utama. Aspek tersebut meliputi mendorong kesadaran siswa untuk berpartisipasi aktif, membimbing siswa menyelesaikan tugas dan kewajiban, mengarahkan siswa menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, meningkatkan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran, serta menjaga fokus dan konsistensi belajar siswa. Guru menanamkan nilai tanggung jawab melalui pemberian kesempatan bertanya, motivasi, penjelasan tugas yang jelas, pemantauan tugas, pemberian konsekuensi yang mendidik, pembagian peran dalam kelompok, serta penguatan positif. Meskipun demikian, masih ditemukan siswa yang pasif, kurang fokus, dan perlu diingatkan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, penanaman nilai tanggung jawab perlu dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan, keteladanan, pengawasan, dan kerja sama antara guru, sekolah, serta orang tua.
Inovasi Pembelajaran Bahasa: Metode Storytelling Berbasis Media Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Yusrizal Yusrizal; Fatmawati Fatmawati; Hadijah Nst; Tia Wulandari; M. Arif
AS-SABIQUN Vol 8 No 3 (2026): MEI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i3.6122

Abstract

Low speaking ability remains a problem that is often found among lower-grade elementary school students, so more engaging and participatory learning methods are needed to improve this skill. This study aims to analyze the impact of the illustrated storytelling method on students’ speaking skills. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving 30 second-grade students of SD Swasta Al-Washliyah Km. 6 who were divided into two groups, namely 15 students in the experimental group taught using the illustrated storytelling method and 15 students in the control group taught using the lecture method. Data were collected through observation and speaking skills tests, and were then analyzed through tests of normality, homogeneity, and hypothesis testing using the independent sample t-test and paired sample t-test at a significance level of 0.05. The results showed that the storytelling method based on visual media had a significant effect on improving students’ speaking ability. This was indicated by the results of the independent sample t-test with a significance value of 0.035 (Sig. < 0.05) and the results of the paired sample t-test in the experimental class with a significance value of 0.011 (Sig. < 0.05), which indicate a significant improvement in students’ speaking ability before and after the implementation of the method. These findings show that the illustrated storytelling method can be an effective learning alternative for improving students’ speaking skills, particularly in Indonesian language learning in the lower grades of elementary school.