Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN MANFAAT EKONOMI PEMBANGUNAN JALAN PENGHUBUNG KOTA MATARAM–PATUNG SAPI GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT: Economic Benefits Evaluation of the Road Construction Connecting Mataram City – Patung Sapi Gerung, West Lombok Harzuan, Harzuan; Munawar, Ahmad; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 5 No 2 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i2.140

Abstract

Keberadaan jalan penghubung kota Mataram bagian Selatan dengan pusat kota Kabupaten Lombok Barat di Gerung sangat diperlukan. Studi kelayakan telah dilaksanakan pada tahun 2008 terhadap pembangunan jalan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali, khususnya ditinjau dari aspek ekonomi, rencana pembangunan jalan penghubung Mataram–Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode rasio manfaat biaya digunakan untuk mengevaluasi proyek selama 30 tahun setelah masa operasi jalan baru ini. Penelitian diawali dengan pengumpulan data berupa biaya pembangunan jalan baru. Selanjutnya data yang dikumpulkan berupa potongan melintang, panjang jalan dan kondisi lingkungan kedua jalan tersebut. Data arus lalu lintas jalan lama juga diperlukan guna menghitung distribusi arus pada perhitungan pemilihan rute kendaraan. Perhitungan biaya operasional kendaraan dilakukan dengan pendekatan metode Sugianto, dkk. Perhitungan kapasitas jalan baru berdasarkan MKJI dilakukan dengan software KAJI 2000 dari Departemen PU. Hasil analisis menunjukkan besarnya nilai manfaat pada tahun ke 30 sebesar Rp.20.074.650.247,- dengan biaya pengeluaran Rp.19.737.234.993,- sehingga didapat nilai Benefit Cost Ratio (BCR) = 1,017. Nilai manfaat yang terhitung ini hanyalah manfaat yang ditimbulkan akibat penghematan nilai waktu dan biaya operasional kendaraan (BOK) saja. Dalam kenyataannya manfaat yang timbul bukan hanya itu tetapi juga penurunan angka kecelakaan, pengurangan polusi udara, meningkatnya harga tanah di sepanjang jalan baru, dan sebagainya. Apabila manfaat-manfaat ini disertakan dalam perhitungan maka rasio B/C akan meningkat sehingga proyek tersebut layak untuk dilaksanakan.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG KONDOMINIUM HOTEL AMARSVATI LOMBOK DENGAN BALOK PRATEGANG: Structure Modification of Condominium Hotel Amarsvati Lombok with Prestressed Beam Auliyanti, Nurul; Pathurahman, Pathurahman; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 6 No 1 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i1.151

Abstract

Desain balok beton prategang pada struktur gedung Kondominium Hotel Amarsvati Lombok dimana pada lantai 12 dan 13 terdapat ruang serbaguna, namun pemanfaatan ruang serbaguna tersebut kurang maksimal karena adanya tiang-tiang kolom yang membatasi ruang serbaguna tersebut. Maka, untuk memaksimalkan ruang serbaguna tersebut perlu adanya perencanaan ulang dengan menggunakan beton prategang, sehingga fungsi ruang serbaguna dapat dimaksimalkan. Perencanaan struktur meliputi pelat, kolom, balok induk dan balok prategang serta pondasi yang dianalisis menggunakan program SAP2000 dan mengacu pada peraturan yang terbaru, yaitu SNI 2847:2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, SNI-1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung, SNI-1727-2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain, Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987 (PPPURG 1987). Perencanaan balok prategang pada gedung kondominium hotel Amarsvati Lombok ini menggunakan sistem pascatarik yang dicor monolit pada kolom. Dimensi balok prategang dengan bentang 14 m sebesar 350/700 mm yang terdiri dari 1 tendon dengan 19 strand. Gaya prategang awal sebesar 2400 kN. dengan eksentrisitas tumpuan sebesar 100 mm dan eksentrisitas lapangan sebesar 225 mm. Kehilangan gaya prategang yang terjadi akibat pengankuran sebesar 2,74%, gesekan sebesar 6,71%, perpendekan elastis sebesar 0%, rangkak sebesar 9,30%, susut sebesar 0,92%, dan akibat relaksasi baja sebesar 6,62% sehingga jumlah kehilangan prategang sebesar 26,29 %. Pada perencanaan pondasi pile cap dimensi 3 x 3 m dengan 9 tiang pancang diameter 0,6 m sedalam 18 m. Hasil dari modifikasi perencanaan ini dituangkan dalam bentuk gambar dengan menggunakan program bantu AutoCAD.
KUAT TARIK SAMBUNGAN BAMBU BERPENGISI PADA BERBAGAI VARIASI MASSA MATRIKS DAN SERBUK GERGAJI KAYU: Tensile Strength of Filling Bamboo Connection in Various Matrix Mass Variations and Sawdust Sugiartha, I Wayan; Rofaida, Aryani; Handayani, Tety; Suparjo, Suparjo; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 7 No 1 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i1.163

Abstract

Bambu memiliki kuat geser sejajar serat yang rendah karena bentuknya tubular sehingga ketika disambung menggunakan pasak mudah terjadinya pecah. Upaya peningkatan kuat geser bambu yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengisi disekitar sambungan. Serbuk kayu dicampur dengan matriks dari polyvinyl acetate (PVAc) memiliki potensi untuk dijadikan bahan pengisi sambungan bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tarik optimum sambungan bambu pada perbandingan massa matriks terhadap massa pengisi serbuk kayu dan untuk mengetahui pola kegagalan yang terjadi pada sambungan bambu berpengisi. Penelitian ini diawali dengan melakukan uji pendahuluan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mekanik bamboo, baut, dan perekat PVAc. Selanjutnya membuat benda uji sambungan dengan lima variasi massa matriks terhadap serbuk kayu, yaitu 1:1, 1.25:1, 1.5:1, 1.75:1, dan 2:1 dimana setiap variasi terdiri dari tiga sampel. Kemudian benda uji sambungan bambu diuji pada loading frame dengan cara memberikan beban statis jangka pendek menggunakan hydraulic jack hingga benda uji sambungan mengalami kegagalan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tarik sambungan dengan variasi 1:1, 1.25:1, 1.5:1, 1.75:1, dan 2:1 berturut-turut sebesar 1179.36 Kg, 1194.48 Kg, 1239.84 Kg, 1421.28 Kg dan 1345.68 Kg. Kekuatan tarik optimum sambungan bambu terdapat pada variasi 1.75:1 dengan beban maksimum yang mampu diterima oleh sambungan bambu sebesar 1421.28 Kg. Pola kegagalan yang terjadi pada daerah sambungan bambu yaitu kegagalan tipe I dimana kegagalan terjadi dengan pecah dan bergesernya bambu serta terdorongnya pengisi ketika mencapai beban maksimum.
ANALISIS KETERLAMBATAN PEMBANGUNAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT PADA PROGRAM PAMSIMAS III TAHUN 2021 DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH: Analysis of Delays in the Construction of Local Community-Based Water Supply and Sanitation Facilities of 2021 PAMSINAS III Program in Central Lombok Regency Anggara, Dani; Murtiadi, Suryawan; Muhajirah, Muhajirah
Spektrum Sipil Vol 9 No 2 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i2.261

Abstract

Keterlambatan proyek bisa terjadi di setiap proyek, termasuk pada pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat pada Program PAMSIMAS III Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan keterlambatan, mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada keterlambatan proyek, dan memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi keterlambatan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi agar tidak terjadi keterlambatan pada proyek selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Fault Tree Analysis (FTA) sebagai metodologi penelitian dan menggunakan sumber-sumber yang terkait sebagai dasar teori yang digunakan. Hasil analisis menggunakan metode CPM, diperoleh jalur kritis pada Jalur 1 yang terdiri dari kegiatan C-B-A-K yaitu pekerjaan Tower Reservoir, Listrik, Pompa, dan Uji Kualitas Air. Hasil analisis menggunakan metode FTA diketahui penyebab utama keterlambatan yaitu dari “gangguan selama proses pembangunan” dengan probabilitas kejadian 76,81%. Sedangkan penyebab utama terjadinya kejadian tersebut yaitu dari kejadian “tukang atau pekerja terbatas” probabilitas kejadian 14,29%.
REVIEW KINERJA BANGUNAN FRESH MARKET SENGGIGI BERDASARKAN PERATURAN KETAHANAN GEMPA NASIONAL: Review of Sengigi Fresh Market Building Performance According to Current National Seismic Code Kencanawati, Ni Nyoman; Murtiadi, Suryawan; Adi S, I Made; Pathurahman, Pathurahman; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 11 No 1 (2024): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v11i1.344

Abstract

Bangunan-bangunan yang dirancang dengan peraturan ketahanan terhadap gempa lama memerlukan kajian kinerja lebih lanjut setelah dikeluarkannya pedoman yang baru. Peraturan ketahanan gempa saat ini di Indonesia yaitu SNI 1726-2019 menunjukkan nilai parameter percepatan gempa yang lebih tinggi dibeberapa daerah di Indonesia bila dibandingkan dengan peraturan gempa sebelumnya yaitu SNI 1726-2012. Terlebih untuk Pulau Lombok mengalami serangkaian di Tahun 2018. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gedung Fresh Market Senggigi, Lombok. Bangunan tersebut dikonstruksi ulang setelah gempa, namun masih memakai peraturan yang lama sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan struktur Gedung Fresh Market Senggigi sesuai pedoman ketahanan gempa saat ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan software. Kinerja bangunan di analisis dengan metode pushover berdasarkan metode FEMA 356 dan ATC 40. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa struktur gedung mencapai gaya geser dasar terbesar yang dianalisis berdasarkan untuk SNI 1726-2019 dengan metode FEMA 356. Baik ketika struktur diberikan beban gempa berdasarkan peraturan gempa lama dan baru, gedung menunjukkan kinerja Immediate Occupancy (IO) dimana kekuatan dan kekakuannya hampir sama dengan kondisi sebelum gempa. Dengan demikian kinerja gedung berdasarkan SNI 1726-2019 masih dalam kondisi aman.
VALIDASI EKSPERIMENTAL LABORATORIUM PERILAKU LENTUR STRUKTUR BALOK BETON SANDWICH TERHADAP PENGARUH TEMPERATUR TINGGI: Experimental Laboratory Validation Flexural Behavior of Sandwich Concrete Beams Under High Temperature Exposure Affiano, Vembri; Murtiadi, Suryawan; Taufik, Syahril; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.412

Abstract

Concrete is a primary material widely used in structural elements due to its high compressive strength. However, concrete experiences a significant reduction in compressive strength when exposed to elevated temperatures. This study investigates the flexural behavior of normal and sandwich concrete beams subjected to high temperatures. Numerical modeling using ANSYS software was performed to validate laboratory experimental results. The analysis includes load-bearing capacity, stress distribution based on von Mises criteria, and beam deflection. The models consist of normal concrete and sandwich concrete beams with dimensions of 200×300×4000 mm. The compressive strength of normal concrete is 25 MPa, while the lightweight core concrete in the sandwich beam is 15 MPa, with a concrete cover of 20 mm. Reinforcement consists of 3Ø12 mm tensile bars and 2Ø12 mm compressive bars with a yield strength of 300 MPa. Two-point loads were applied symmetrically at one-third of the span from the supports. The results show that the load capacity of normal concrete beams at 20°C, 200°C, 400°C, 600°C, and 800°C are 18.982 kN, 10.899 kN, 8.361 kN, 5.059 kN, and 2.348 kN, respectively, whereas sandwich beams achieve 25.327 kN, 12.101 kN, 7.349 kN, 5.436 kN, and 3.354 kN. It can be concluded that sandwich concrete beams exhibit superior load-bearing stability at elevated temperatures compared to normal concrete beams. Keywords: Concrete beam, Sandwich, Temperature, Stress, Load Capacity
INTEGRASI MODEL DESAIN DAN STRATEGI PELAKSANAAN KONSTRUKSI BAJA PADA NEW FACTORY INDUSTRIAL BUILDING DI KARAWANG INTERNATIONAL INDUSTRIAL CITY : INTEGRASI MODEL DESAIN DAN STRATEGI PELAKSANAAN KONSTRUKSI BAJA PADA NEW FACTORY INDUSTRIAL BUILDING DI KARAWANG INTERNATIONAL INDUSTRIAL CITY ST, Budi Hartono; Murtiadi, Suryawan; Suryani, Fitri
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 35 No. 4 (2025): Sainstech : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/stch.v35i4.2439

Abstract

Integrasi model desain dan strategi implementasi konstruksi pabrik industri baru, khususnya pada konstruksi struktur baja, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi tahapan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengintegrasikan model desain struktur dan strategi implementasi konstruksi baja sehingga dari hasil analisis diperoleh model desain struktur baja, diperoleh strategi implementasi konstruksi baja, dan menghasilkan integrasi model desain dan strategi implementasi yang akan diaplikasikan pada proyek selanjutnya. Metodologi penelitian ini menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif, sedangkan konsep pengujiannya adalah pendekatan teknik wawancara, pengisian kuesioner, dan evaluasi Analytical Hierarchy Process (AHP) serta Risk Management Analysis. Dari pendapat 9 Expert, menghasilkan faktor yang dominan dengan tiga dari tujuh kriteria yaitu : efisiensi waktu, kemudahan pelaksanaan, dan transportasi material baja. Ini merupakan prinsip model desain konstruksi baja untuk bangunan industri manufaktur baru. Model struktur rangka portal frame dan sambungan baut + las dengan nilai consistency ratio 8,318% digunakan untuk tipe konstruksi pabrik alternatif, dan crane crawler dengan nilai consistency ratio 2,2576% digunakan untuk tipe crane alternatif. Dari pendapat 33 orang reponden pengisi kuesioner, didapatkan rencana implementasi konstruksi baja bangunan industri pabrik baru mempertimbangkan sejumlah faktor risiko tinggi, termasuk penggunaan model struktur rangka portal baja, penggunaan crane crawler atau mobile crane untuk pemasangan baja struktural yang lebih mudah dan efisien. Jenis manajemen risiko, yaitu mengubah risiko dengan bobot 32,18% dengan kriteria risiko fisik yang paling dominan. Menghasilkan integrasi model desain struktur baja dan strategi implementasi konstruksi baja untuk bangunan industri dalam fungsi pabrik agar lebih efektif dan efisien.   Kata kunci: Integrasi, Model Desain, Strategi Pelaksanaan, Struktur Baja, Bangunan Industri, AHP