Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Gugus Fungsi Fraksi Etil Asetat dan Fraksi n-Heksan Hylocereus polyrhizus (F.A.C.Weber) Britton & Rose Sri Wahdaningsih; Fajar Nugraha; Hadi Kurniawan; Anis Marselia; Dian Novita Sari
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.11192

Abstract

Buah naga merah diketahui memiliki manfaat pada daging maupun kulit buahnya. Kulit buah naga merah yang sering dibuang sebagai limbah ternyata memiliki aktivitas antioksidan yang lebih banyak daripada daging buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang ada pada fraksi etil asetat dan n-heksan kulit buah naga merah. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer FTIR dengan metode pelet KBr. Hasil yang diperoleh bersifat kualitatif yaitu berupa spektrum inframerah. Hasil identifikasi gugus fungsi dari fraksi etil asetat kulit buah naga merah adalah gugus fungsi O–H, C–H alkana, C=O, C–O, dan C–H aromatik. Hasil identifikasi gugus fungsi dari fraksi n-heksan kulit buah naga merah adalah gugus fungsi O-H , C-H alkana, C-H alkena, C-O, dan C=O. Senyawa yang terkandung pada fraksi etil asetat kulit buah naga merah adalah fenolik, flavonoid, terpenoid, steroid, dan alkaloid. Senyawa yang terkandung pada fraksi n-heksan kulit buah naga merah adalah flavonoid, terpenoid, dan steroid. Kata Kunci: Kulit Buah Naga Merah, Fraksinasi, Spektrum, Fourier Transform Infrared  Red dragon fruit is known have benefits in the flesh and peel of the fruit. The peel of the red dragon fruit, which is often disposed of as waste, has more antioxidant activity than its flesh. This study aimed to identify the functional groups in the ethyl acetate and n-hexane fractions of red dragon fruit peel. Functional group analysis was done by using FTIR spectrophotometer with KBr pellet method. The results obtained were qualitative in the form of an infrared spectrum. The results of the identification of functional groups from the ethyl acetate fraction of red dragon fruit peel were O–H, C–H alkanes, C=O, C–O, and C–H aromatics functional groups. The results of the identification of functional groups from the n-hexane fraction of red dragon fruit peel were O-H, C-H alkanes, C-H alkenes, C-O, and C=O functional groups. The compounds that contained in the ethyl acetate fraction of red dragon fruit peel are phenolics, flavonoids, terpenoids, steroids, and alkaloids. The compounds that contained in the n-hexane fraction of red dragon fruit peel are flavonoids, terpenoids, and steroids.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi N-Heksan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Sri Wahdaningsih
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13135

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa atau zat yang mampu memperlambat, menunda, ataupun mencegah terjadinya proses reaksi radikal bebas dalam oksidasi lipid. Kulit buah naga merah memiliki manfaat sebagai sumber antioksidan dikarenakan kaya akan kandungan senyawa polifenol. Kulit buah naga juga mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenolik, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, karoten, fitoalbumin, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E yang bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai IC50 dari ekstrak etanol dan fraksi n-heksan kulit buah naga merah yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol dan fraksi n-heksan kulit buah naga merah adalah dengan DPPH. Hasil yang diperoleh yaitu nilai IC50 dari ekstrak etanol kulit buah naga merah 2.060 μg/ml, fraksi N-Heksan 4.012 μg/ml, dan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC50 sebesar 1,905 μg/ml. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi N-Heksan lebih rendah dibandingkan vitamin C. Kata Kunci: DPPH, IC50, Vitamin C, Antioksidan  Antioxidants are compounds or substances that can slow down, delay, or prevent the occurrence of free radical reactions in lipid oxidation. Red dragon fruit peel is useful as a source of antioxidants because it is rich in polyphenolic compounds. Dragon fruit skin also contains alkaloids, terpenoids, flavonoids, phenolics, thiamine, niacin, pyridoxine, cobalamin, carotene, phytoalbumin, vitamin A, vitamin C, and vitamin E which are useful as antioxidants. This study aimed to determine the IC50 value of the ethanolic extract and the n-hexane fraction of red dragon fruit peel which is thought to have antioxidant activity. The method used to test the antioxidant activity of the ethanol extract and the n-hexane fraction of red dragon fruit peel was DPPH. The results obtained were the IC50 value of the ethanolic extract of red dragon fruit peel 2.060 μg/ml, the N-Hexan fraction was 4.012 μg/ml, and vitamin C as a positive control had an IC 50 value of 1,905 μg/ml. The antioxidant activity of the ethanol extract and N-Hexane fraction was lower than that of vitamin C.
Standarisasi dan Uji Aktivitas Penangkapan Radikal Bebas Fraksi Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Sri Wahdaningsih; Robby Najini
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20860

Abstract

Penangkapan radikal bebas memiliki peran utama dalam melindungi sel dari radikal bebas yang berbahaya. Penelitian terus dikembangkan untuk menemukan sumber penangkapan radikal bebas alami, hal ini dikarenakan penangkapan radikal bebas alami memiliki toksisitas yang rendah. Tanaman ketapang merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki sifat penangkapan radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa daun ketapang mengandung berbagai komponen, termasuk alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol daun ketapang sebagai penangkapan radikal bebas. Nilai IC50 penangkapan radikal bebas dari  daun ketapang digunakan untuk mengevaluasi aktivitas penangkapan radikal bebas. Pelarut yang digunakan dalam fraksinasi meliputi metanol, n-heksana, dan etil asetat. Setelah memastikan data fraksinasi konsisten (kadar air dan susut pengeringan), teknik DPPH digunakan untuk menguji aktivitas penangkapan radikal bebas. Sebanyak tiga fraksi digunakan dalam penelitian ini yaitu n-heksan (6,38% air, 5% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 163,47 µg/ml), etil asetat (1,14% air, 1,76% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 15,5 µg/ml), dan metanol (3,14% air, 5,67% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 15,72 µg/ml). Etil asetat dan metanol menunjukkan tingkat aktivitas penangkapan radikal bebas yang sangat kuat, dan semua fraksi daun ketapang memenuhi kriteria kadar air dan susut pengeringan. Kata Kunci: Fraksinasi, Fitokimia, DPPH, Antioksidan, IC50 Free radical scavenging plays a key role in protecting cells from harmful free radicals. Research continues to explore natural sources of free radical scavenging, as natural free radical scavenging agents have low toxicity. The ketapang plant is one example of a plant with free radical scavenging properties. Research shows that ketapang leaves contain various components, including alkaloids, terpenoids, tannins, saponins, and flavonoids. The purpose of this study was to determine the effectiveness of n-hexane, ethyl acetate, and methanol fractions of ketapang leaves as free radical scavenging agents. The IC50 value of free radical scavenging from the percentage of ketapang leaves was used to evaluate free radical scavenging activity. The solvents used in the fractionation included methanol, n-hexane, and ethyl acetate. After ensuring consistent fractionation data (water content and drying loss), the DPPH technique was used to test free radical scavenging activity. A total of three fractions were used in this study, namely n-hexane (6.38% water, 5% drying loss, and IC50 value of 163.47 µg/ml), ethyl acetate (1.14% water, 1.76% drying loss, and IC50 value of 15.5 µg/ml), and methanol (3.14% water, 5.67% drying loss, and IC50 value of 15.72 µg/ml). Ethyl acetate and methanol showed very strong levels of free radical scavenging activity, and all ketapang leaf fractions met the criteria for water content and drying loss.
Profil Penggunaan Antibiotik di Apotek Best Pontianak Periode Oktober 2024 - Februari 2025 Sri Wahdaningsih; Annafiatuzakiah Annafiatuzakiah; Andres Andres; Insan Kamil; Anisa Wijaya; Imania Imania; Nurul Faujiah; Aldo Goneril
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.31584

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh  mikroorganisme seperti bakteri, parasit, fungi dan virus. Infeksi terjadi karena adanya mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh dan menyebabkan suatu penyakit. Pilihan pengobatan pertama  pada terapi infeksi adalah antibiotik. Pengendalian antibiotik di Provinsi Kalimantan Barat diatur dalam Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 442/245/SDK-A/DINKES yang menyatakan bahwa antibiotik hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengguaan antibiotik di Apotek Best Pontianak periode Oktober 2024 hingga Februari 2025 berdasarkan resep dokter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan observasi langsung ke Apotek. Pengambilan data dilakukan dengan metode non probability sampling. Hasil yang diperoleh menunjukkan pola penggunaan antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu cefixime (48,11%) dengan dosis 200 mg (31,06%) sediaan tablet (25,31%). Karakteristik pasien yang mendapat peresepan antibiotik berdasarkan jenis kelamin yaitu paling banyak diresepkan pada perempuan (50,13%) dibandingkan laki-laki (49,87%), dan paling banyak terjadi pada kelompok usia dewasa pada rentang 19-59 tahun (56,5%).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agustia Damayanti Agustia Damayanti Agustia Damayanti Agustia Damayanti, Agustia Agustriangga, Muhammad Rafly Aldo Goneril Alifa Rapaella Fadia Tito Putri Andres Andres Anggie Cahyadi Anis Marselia Anisa Wijaya Annafiatuzakiah Annafiatuzakiah Ardini, Citra Asri Adyttia Asri Adyttia Asri Adyttia Asri Adyttia, Asri Ayu Aulia Uly Fahmi Chang, Samuel Crishanzen Dian Novita Sari Diana Natalia Dina Pratiwi, Dina Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Erna Prawita Setyowati Erna Prawita Setyowati Erna Prawita Setyowati Ernawati Ernawati F. Nour Aulia Mustari F. Nour Aulia Mustari, F. Nour Aulia Fahmi, Ayu Aulia Uly Fajar Nugraha Hadi Kurniawan Hadi Kurniawan Hafidzah Ramadhaniyah Al Idrus Hainun A Hestiva, Hestiva Imania Imania Indriyani, Risa Insan Kamil Isnindar Isnindar Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi Kristina Lusty Tohomi Liberti, Oktaviona Winda M Rafly Agustriangga Melda Mery Andiriyani Meri Ropica Muhammad Rafly Agustriangga Nadhiirah Nadhiirah Nadilla Nadilla Nadilla, Nadilla Najini, Robby Nera Umilia Purwanti Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia Norwahidah Norwahidah Novi Riyani Nurmainah Nurmainah Nurul Faujiah Nurul Hanifah Rafika Sari Rafika Sari Retno Murwanti Risa Indriyani Robby Najini Robby Najini Robby Najini Robiyanto, Robiyanto Ropiqa, Meri Rupiani, Aprias Samudra, Nizam Elang Samuel Crishanzen Chang Setio Jatmiko Shoma Rizkifani Siti Nani Nurbaeti Sri Amalia Sri Amalia Sri Amalia, Sri Subagus Wahyuono Subagus Wahyuono Subagus Wahyuono Subagus Wahyuono Sugeng Riyanto Syaazaratul Qamelia Innas Uray Cindy Hafinur Utari, Eka Kartika Vanny Ade Rahmasari William Rinaldi Wintari Taurina Wirna Maya Sari Wirna Maya Sari Wirna Maya Sari Wirna Maya Sari, Wirna Maya Yunita Fauziah Yunita Fauziah, Yunita