Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dalam Menstimulasi Kecerdasan Verbal Linguistik pada Anak Usia Dini Putri Oktaviani, Anisa; Yuntina, Lily; Intan Anggraeni, Rita
INTELEKTIUM Vol 6 No 2 (2025): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v6i2.2110

Abstract

This study aims to determine the influence of parenting patterns and how much influence it has on verbal linguistic intelligence in early childhood at KB Islam Al-Firdaus. The method used is quantitative with an associative approach. Data collection techniques were carried out through questionnaires with a total of 35 parents of students as respondents, all items were declared valid and reliable with Cronbach's Alpha greater than 0.6. The results of the analysis showed a coefficient of determination (R²) of 0.742, which means that parenting patterns contribute 74.2% to verbal linguistic intelligence, the remaining 25.8% is influenced by other factors not included in this study. The t-test produced t-count = 9.737 with a significance of 0.000
Penerapan Pembelajaran Coding Meningkatkan Fokus Belajar Anak Usia Dini di TK Perintis Aisyiyah Sumiyarti Jamilah; Choiriyah Chalid; Lily Yuntina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembelajaran coding dapat meningkatkan fokus belajar anak usia dini di TK Perintis Aisyiyah. Fokus belajar anak merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Melalui coding, anak diajak untuk berpikir logis dan terstruktur dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini diharapkan dapat menstimulasi konsentrasi anak dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dengan begitu, pembelajaran coding dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan fokus anak usia dini. Instrumen penelitian yang digunakan disesuaikan dengan perkembangan anak usia dini. Setiap instrumen dirancang agar sesuai dengan karakteristik anak, baik dari segi kemampuan berpikir maupun tingkat konsentrasi. Peneliti menggunakan indikator fokus yang dapat diamati secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini penting agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi nyata anak di kelas. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dijadikan dasar yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian melibatkan unsur lembaga TK Perintis Aisyiyah. Mereka terdiri dari Kepala Sekolah, guru sebagai tenaga pendidik, serta orang tua anak. Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang fokus anak. Dengan metode tersebut, penelitian diharapkan menghasilkan data yang kaya dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua untuk menggali informasi lebih dalam. Observasi dilakukan untuk melihat langsung perilaku fokus anak dalam pembelajaran coding. Dokumentasi digunakan sebagai bukti pendukung berupa catatan maupun foto kegiatan. Seluruh data kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran coding memberikan kontribusi positif terhadap fokus belajar anak. Anak terlihat mampu mempertahankan atensi lebih lama ketika mengikuti pembelajaran coding. Walaupun demikian, masih ada beberapa anak yang tingkat fokusnya rendah. Guru dan orang tua berupaya memberikan stimulasi sederhana sesuai karakteristik anak usia dini. Temuan ini menjadi penting bagi pengembangan pembelajaran di PAUD, khususnya untuk meningkatkan fokus belajar anak.
Peningkatan Kreatifitas Melalui Permainan Lego Pada Kelompok A di TKIT Mutiara Pelangi Arsiyah Arsiyah; Lily Yuntina; Delina Kasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan bermain Lego pada Kelompok A di TKIT Mutiara Pelangi. Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak yang harus distimulasi sejak dini agar anak dapat bereksplorasi, berimajinasi, dan mengekspresikan diri secara optimal. Stimulasi yang tepat akan membantu anak mengembangkan potensi mereka sehingga mampu menghadapi tantangan di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tahapan ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan adanya peningkatan dalam setiap tindakan yang diberikan kepada anak. Pelaksanaan kegiatan bermain Lego dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas berkreasi menyusun berbagai bentuk sesuai imajinasi mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi, memberikan arahan ringan, serta memotivasi anak agar berani mencoba ide-ide baru. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas yang signifikan pada anak setelah diterapkannya permainan Lego. Anak-anak terlihat lebih berani dalam mengungkapkan ide, menciptakan bentuk baru, serta menampilkan hasil karyanya dengan penuh percaya diri. Selain itu, mereka juga mulai menunjukkan sikap mandiri dan kemampuan bekerja sama saat menyusun Lego bersama teman-temannya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain Lego merupakan alternatif model pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi kreativitas anak usia dini. Aktivitas ini tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga melatih keterampilan sosial, motorik halus, serta kemampuan berkomunikasi. Oleh karena itu, guru PAUD disarankan untuk memanfaatkan permainan Lego sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.