Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Self -Regulation untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi Anak pada Kelompok 4-5 Tahun di TK Cor Jesu Marsudirini Matraman Kristi Julita Sipayung, Santa; Yuntina, Lily; Suhardjo, Sudi
INTELEKTIUM Vol 6 No 2 (2025): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v6i2.2121

Abstract

This qualitative case study aims to describe the application of self-regulation methods to improve the emotional management skills of 4-5-year-old children at Cor Jesu Marsudirini Kindergarten, Matraman. The subjects were three children in Group A who exhibited difficulty controlling their emotions. Data were collected through observation, interviews, and documentation, analyzed using the Miles & Huberman model (reduction, presentation, verification) and source triangulation. The results showed that before the intervention, children easily cried, became angry, or withdrew when losing in games. After implementing strategies such as deep breathing, verbal reinforcement, simple reflection, teacher modeling, storytelling, and role-playing, children were able to express their feelings verbally, calmed themselves more quickly, and were no longer dependent on rewards or winning. The self-regulation method has proven effective in helping early childhood teachers stimulate children's emotional skills from an early age.
Peningkatan Konsentrasi Belajar Anak melalui Kegiatan Bermain Bowling Mini pada Kelompok Tk A Di Tk Islam Annida Cikarang Selatan Sifaturrohman, Siti; Yuntina, Lily; Suhardjo, Sudi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini melalui kegiatan bermain Bowling Mini pada kelompok TK A di TK Islam Annida Cikarang Selatan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahap: perencanaan, tindakan observasi, dan refleksi. Sujek penelitian berjumlah 15 anak. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan rata-rata pencapaian konsentrasi dari pra-siklus sebesar 55,6% menjadi 71% pada siklus I, dan 89,6% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa permainan Bowling Mini efektif sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini secara signifikan.
Penerapan Permainan Simpai dalam Upaya Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Kelompok B di PAUDQU Al-Muáwanah Bekasi Sumartini, Sumartini; Kasih, Delina; Yuntina, Lily
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana permainan simpai dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak-anak di Kelompok B PAUDQU Al Muáwanah, Bekasi. Kecerdasan kinestetik adalah aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang melibatkan kemampuan fisik dan koordinasi motorik. Metode deskriptif-kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dan analisis data. Penelitian melibatkan 10 anak kelas B sebagai subjek, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi aktivitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan simpai secara signifikan meningkatkan kecerdasan kinestetik anak-anak, termasuk kemampuan motorik kasar, koordinasi, dan keterampilan fisik lainnya. Permainan simpai juga meningkatkan kerjasama, disiplin, dan rasa percaya diri. Guru melaporkan bahwa anak-anak lebih antusias dan termotivasi untuk belajar melalui pendekatan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan simpai adalah metode efektif untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik dan merekomendasikan integrasi permainan fisik dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.
Improving Gross Motor Skills Through Playing Jump Rope in Early Childhood at Ar Rahma Kindergarten Mahmudah, Elis; Kurniawaty, Lia; Yuntina, Lily
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gross motor skills involve body movements that are important for early childhood development. Early childhood education institutions play a role in providing services that suit children's needs. Research on gross motor skills was conducted on children aged 5-6 years at ARRAHMA, focusing on the jumping rope game activity. The research method used is classroom action research. This research involved two cycles and 10 meetings with 10 children. Data was collected through interviews and observations. The research results show that jumping rope activities can improve gross motor skills, as evidenced by the percentage increase in each cycle. In cycle I, there was an increase of 10%, while in cycle II, there was excellent development of 80%. Based on these results, it can be concluded that the rope jumping activity effectively improves gross motor skills in children aged 5-6 years at ARRAHMA.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN PERAN PADA KELOMPOK B DI TK CITRA ANAK BANGSA BEKASI Laurens, Elvinzie Alvianore Etore; Yuntina, Lily; Mulyanti, Fitrah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alat permainan edukasi dalam pembelajaran tema pekerjaan di TK Citra Anak Bangsa Bekasi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas berdasarkan model Kemmis dan Taggart, yang meliputi Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui praktik lapangan, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa TK Citra Anak Bangsa Bekasi, dengan subjek penelitian kelompok B yang terdiri dari 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, hanya 36.5% siswa yang mulai berkembang. Pada siklus I, 64% siswa berkembang sesuai harapan, dan setelah siklus II, 80.5% siswa berkembang dengan sangat baik.
Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Pembelajaran Berdiferensiasi Di Kelompok A SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja Sahlia, Siti; Yuntina, Lily; Rahayu, Wening
INTELEKTIUM Vol 6 No 2 (2025): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v6i2.2096

Abstract

This study aims to find out how efforts to increase the development of creativity in children in group A through Differentiated Learning Activities and to find out whether Differentiated Learning can develop creativity in children in group A. The research method used in this article is using the Classroom Action Research model. The subjects of this study are 15 children aged 4-5 years. In the research process, research instruments are used. Namely observation and documentation. The subject of this study is SPSN Bale Playing Abdi Praja Group A students with a total of 15 children consisting of 9 boys and 6 girls. The results of the study show that this is shown by an increase in the development of children's creativity from pre-action or pre-cycle, which is 50.3%, increased in Cycle I to 69.66%, and in Cycle II it increased again to 83%. Based on these results, the action study of this class with two cycles was considered successful.
Pengaruh Metode Experiential Learning terhadap Kemandirian Anak Usia 4-6 Tahun Aminah, Siti; Yuntina, Lily; Anggraeni, Rita Intan
INTELEKTIUM Vol 6 No 2 (2025): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v6i2.2107

Abstract

Children’s independence is a crucial aspect in supporting successful learning, yet many early childhood students still show a high level of dependence on others in carrying out daily activities. This study aims to examine the effect of the experiential learning method on children’s independence at TK Sekolah Alam Bekasi. Experiential learning emphasizes direct involvement through concrete experiences, reflection, conceptualization, and active experimentation, which are expected to enhance independence. This research employed a quantitative associative approach by distributing questionnaires to 45 respondents, and the data were analyzed using simple linear regression. The findings revealed a significant effect of experiential learning on children’s independence, with a significance value of 0.001 and an R² of 0.456, indicating that this method contributes 45.6% to the development of independence, while the remaining 54.4% is influenced by other factors. In conclusion, experiential learning is proven effective in fostering independence by improving self-confidence, responsibility, and decision-making skills.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dalam Menstimulasi Kecerdasan Verbal Linguistik pada Anak Usia Dini Putri Oktaviani, Anisa; Yuntina, Lily; Intan Anggraeni, Rita
INTELEKTIUM Vol 6 No 2 (2025): INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v6i2.2110

Abstract

This study aims to determine the influence of parenting patterns and how much influence it has on verbal linguistic intelligence in early childhood at KB Islam Al-Firdaus. The method used is quantitative with an associative approach. Data collection techniques were carried out through questionnaires with a total of 35 parents of students as respondents, all items were declared valid and reliable with Cronbach's Alpha greater than 0.6. The results of the analysis showed a coefficient of determination (R²) of 0.742, which means that parenting patterns contribute 74.2% to verbal linguistic intelligence, the remaining 25.8% is influenced by other factors not included in this study. The t-test produced t-count = 9.737 with a significance of 0.000
Penerapan Pembelajaran Coding Meningkatkan Fokus Belajar Anak Usia Dini di TK Perintis Aisyiyah Sumiyarti Jamilah; Choiriyah Chalid; Lily Yuntina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembelajaran coding dapat meningkatkan fokus belajar anak usia dini di TK Perintis Aisyiyah. Fokus belajar anak merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Melalui coding, anak diajak untuk berpikir logis dan terstruktur dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini diharapkan dapat menstimulasi konsentrasi anak dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dengan begitu, pembelajaran coding dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan fokus anak usia dini. Instrumen penelitian yang digunakan disesuaikan dengan perkembangan anak usia dini. Setiap instrumen dirancang agar sesuai dengan karakteristik anak, baik dari segi kemampuan berpikir maupun tingkat konsentrasi. Peneliti menggunakan indikator fokus yang dapat diamati secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini penting agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi nyata anak di kelas. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dijadikan dasar yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian melibatkan unsur lembaga TK Perintis Aisyiyah. Mereka terdiri dari Kepala Sekolah, guru sebagai tenaga pendidik, serta orang tua anak. Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang fokus anak. Dengan metode tersebut, penelitian diharapkan menghasilkan data yang kaya dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua untuk menggali informasi lebih dalam. Observasi dilakukan untuk melihat langsung perilaku fokus anak dalam pembelajaran coding. Dokumentasi digunakan sebagai bukti pendukung berupa catatan maupun foto kegiatan. Seluruh data kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran coding memberikan kontribusi positif terhadap fokus belajar anak. Anak terlihat mampu mempertahankan atensi lebih lama ketika mengikuti pembelajaran coding. Walaupun demikian, masih ada beberapa anak yang tingkat fokusnya rendah. Guru dan orang tua berupaya memberikan stimulasi sederhana sesuai karakteristik anak usia dini. Temuan ini menjadi penting bagi pengembangan pembelajaran di PAUD, khususnya untuk meningkatkan fokus belajar anak.
Peningkatan Kreatifitas Melalui Permainan Lego Pada Kelompok A di TKIT Mutiara Pelangi Arsiyah Arsiyah; Lily Yuntina; Delina Kasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan bermain Lego pada Kelompok A di TKIT Mutiara Pelangi. Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak yang harus distimulasi sejak dini agar anak dapat bereksplorasi, berimajinasi, dan mengekspresikan diri secara optimal. Stimulasi yang tepat akan membantu anak mengembangkan potensi mereka sehingga mampu menghadapi tantangan di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tahapan ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan adanya peningkatan dalam setiap tindakan yang diberikan kepada anak. Pelaksanaan kegiatan bermain Lego dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas berkreasi menyusun berbagai bentuk sesuai imajinasi mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi, memberikan arahan ringan, serta memotivasi anak agar berani mencoba ide-ide baru. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas yang signifikan pada anak setelah diterapkannya permainan Lego. Anak-anak terlihat lebih berani dalam mengungkapkan ide, menciptakan bentuk baru, serta menampilkan hasil karyanya dengan penuh percaya diri. Selain itu, mereka juga mulai menunjukkan sikap mandiri dan kemampuan bekerja sama saat menyusun Lego bersama teman-temannya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain Lego merupakan alternatif model pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi kreativitas anak usia dini. Aktivitas ini tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga melatih keterampilan sosial, motorik halus, serta kemampuan berkomunikasi. Oleh karena itu, guru PAUD disarankan untuk memanfaatkan permainan Lego sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.