Articles
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 8 SMPN 3 Slahung
Munif Wajdi;
Muhammad Hanif
Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/wjpm.v2i1.15546
This study aims to improve social studies learning outcomes for grade VIII SMPN 3 Slahung students by using a problem based learning model. The research method used is descriptive qualitative. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this research are 8th grade students of SMPN 3 Slahung. Data collection techniques in this research use observation sheets, test sheets and documentation. The data analysis technique used is qualitative analysis technique. The results of the research are as follows: 1) The implementation of learning using problem based learning in a row from cycle 1 and cycle II is 72.2 and 83.3; 2) While the average social studies learning outcomes in pre-cycle was 62.75, cycle 1 and cycle 2 were 71.59 and 80.35 respectively. This is already above the KKM, namely 72 and 3) Completeness of social studies learning outcomes in pre-cycle is 25% or 4 students, while in cycle 1 and cycle II it is 50% (8 students) and 93.75% (15 students). From the results of the research
Pemetaan situs peninggalan sejarah Kabupaten Ponorogo berbasis macromedia flash sebagai media pembelajaran sejarah SMA
Shabrina Sabila El Haq;
Muhammad Hanif;
Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.13302
Sekarang ini teknologi menjadi hal yang berpengaruh dalam kehidupan. Perkembangan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam pengembangan media pembelajaran. Mengingat bisa mengatasi permasalahan pelajaran sejarah. Oleh karena itu perlu adanya media pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan teknologi. Terutama untuk mengurai kurangnya minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal. Mengingat begitu penting untuk dipelajari sebagai jembatan memahami sejarah nasional. beberapa situs sejarah banyak ditemukan, namun masyarakat belum mengetahui sebab minimnya informasi. Tujuan peneilitian ini untuk memetakan situs peninggalan sejarah di Kabupaten Ponorogo yang nantinya diolah menjadi media pembelajaran sejarah untuk SMA kelas X menggunakan Macromedia Flash. Rancangannya dengan menggabungkan teks, gambar dan suara dalam bentuk animasi. Pada peta tersebut memuat informasi mengenai letak situs, sejarah dan foto situsnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran peta situs peninggalan sejarah Kabupaten Ponorogo, membantu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sejarah. Selain itu juga media ini bisa digunakan guru untuk memudahkan dalam mengajar pelajaran sejarah.
Dampak Pembangunan Destinasi Wisata Mloko Sewu Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Pupus Kecamatan Ngebel
Dhinar Ayu Maharani;
Muhammad Hanif;
Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 05 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.463 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i5.168
Tujuan penilitian ini untuk menarangkan sejarah pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu, pengelolaan destinasi wisata Mloko Sewu, akibat pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu terhadap kehidupan sosial ekonomi warga Desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo dan akibat pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu terhadap kehidupan sosial ekonomi warga Desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo serta selaku sumber belajar IPS SMP/ MTs. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bertabiat deskriptif. Informasi yang diperoleh dianalisis dengan metode analisa informasi interaktif model informasi Miles and Huberman. Dalam penelitian ini metode pengumpulan informasi yang digunakan penelitian merupakan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Bersumber pada hasil penelitian bisa disimpulkan kalau pembangunan wisata Mloko Sewu berawal dari kemauan buat memperlihatkan sisi eksotisme yang terdapat di Kecamatan Ngebel. Ditemui pula kalau pengelolaan wisata Mloko Sewu seluruhnya dikelola oleh pihak pengelola Mloko Sewu tanpa terdapat sama sekali kedudukan dari pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Akibat pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu di Desa Pupus untuk warga antara lain pergantian mutu hidup masyarakat, peningkatan kedudukan pengelola Mloko Sewu dalam kehidupan sosial masyarakat, peningkatan pemasukan warga yang membuka usaha di dekat wisata Mloko Sewu, terciptanya peluang kerja dan dapat menimbulkan potensi penyimpangan sosial. Dampak pengembangan kawasan wisata Mloko Sewu terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat dapat dijadikan sebagai sumber rujukan pembelajaran khususnya untuk tema IPS SMP/MTs kelas VII.
Dampak Home Industry Roti Bolu Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat
Luky Purwaningsari;
Muhammad Hanif;
Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.389 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i6.196
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak home industry roti bolu terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Durenan Kabupaten Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data interaktif model data Miles and Huberman. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah pemilik home industry roti bolu, karyawan, masyarakat sekitar. Validitas data menggunakan teknik metode triangulasi sumber. Hasil penelitian ini awal masuknya home industry roti bolu adalah salah satu ide warga masyarakat yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan kehidupannya, memberi lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatannya, karena mayoritas penduduk Desa Durenan bekerja di sektor pertanian dan tidak memiliki pendapatan tetap, setelah munculnya industri ini kemudian beralih pada sektor industri. Perkembangan home industry roti bolu memberi pengaruh bagi masyarakat khususnya Desa Durenan Kabupaten Magetan, karena memberikan pendapatan tetap setiap bulan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak home industry roti bolu di Desa Durenan bagi masyarakat yaitu lunturnya nilai-nilai sosial dalam masyarakat, tersedianya lapangan pekerjaan/membuka kesempatan bekerja, memberikan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa home industry roti bolu memberikan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Durenan Kabupaten Magetan.
Tradisi Gumbregan Maheso (Studi Nilai Budaya dan Potensinya sebagai Sumber Pembelajaran IPS Untuk SMP/MTS)
Erry Yulia Susanto;
Parji Parji;
Muhammad Hanif
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.059 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i7.223
Latar Belakang: Tradisi Gumbregan Maheso merupakan suatu tradisi yang sudah ada semenjak zaman leluhur yang diperingati setiap memasuki wuku Gumbreg pada kalender Jawa-Bali. Tradisi ini memiliki maksud sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia berupa hewan ternak maheso/kerbau yang sehat dan berkembang biak serta kesuburan tanah untuk pertanian. Tujuan: Mendeskripsikan dan menjelaskan makna dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Tradisi Gumbregan Maheso serta potensinya untuk dijadikan sumber pembelajaran IPS SMP/MTs. Metode: Menggunakan pendekatan purposive sampling kualitatif etnografi dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Informan ditentukan dengan teknik. Pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi dan pencatatan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode triangulasi sumber. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan teknik analisis data interaktif model data Miles and Huberman. Hasil: Bahwa Tradisi Gumbregan Maheso dilakukan pada setiap wuku Gumbreg, karena pada wuku Gumbreg tersebut masyarakat meyakini hari ulang tahun hewan/selametan. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam Tradisi Gumbregan Maheso adalah: (1) nilai spiritual, (2) nilai pengarusutamaan hewan/memuliakan hewan, (3) nilai kerukunan dan (4) nilai ekonomi. Tradisi Gumbregan Maheso ini memiliki potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran IPS SMP/MTs kelas VII pada K.D 3.1, 4.1 materi tentang Sumber Daya Manusia: jumlah, sebaran, dan komposisi, pertumbuhan, kualitas (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, keragaman etnik dan budaya. Kesimpulan: Tradisi Gumbregan Maheso ini merupakan selametan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia berupa hewan ternak maheso (kerbau) yang sehat beranak pinang dan tanah yang subur, selain itu tradisi Gumbregan Maheso dapat dijadikan sumber pembelajaran untuk SMP/MTs kelas VII pada KD 3.1.
Nilai Simbolik Situs Lambang Kuning Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Sebagai Materi Pembelajaran IPS SMP/Mts
Retno Diah Kusuma Ningrum;
Muhammad Hanif;
Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.052 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i7.229
Latar Belakang: Situs Lambang Kuning merupakan salah satu situs sejarah atau cagar budaya yang dilindungi. Situs Lambang Kuning tersebut merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang bercerita tentang perjuangan Nyi Lambang Kuning dalam memperjuangkan Kerajaan Kahuripan, Nyi Lambang Kuning melarikan diri dengan bersembunyi di Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Tujuan: Nilai simbolik Situs Lambang Kuning Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun sebagai materi pembelajaran IPS SMP/MTs. Metode:Menggunakan Triangulasi Sumber,adapun Penulisan Triangulasi Sumber dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu wawancaraengan 2 guru SMPN 2 Wungu kelas VII mendalam, observasi, dokumentasi. Hasil: Nilai Simbolik yang terkandung dalam Situs Lambang Kuning Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun bagi masyarakat dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran IPS SMPN 2 Wungu khususnya kelas VII. Kesimpulan: Situs Lambang Kuning mengandung makna yang mendalam pada manusia, agama, dan variasi kehidupan. Arti Lambang dari situs Lambang Kuning berisi pesan bahwa manusia dalam kehidupan hidup dan kehidupan harus saling berhubungan (Habluminannas) dan berhubungan dengan Tuhan pencipta alam semesta (Habluminallah). Situs Lambang Kuning ini adalah kerajaan Majapahit di desa Nglambangan, , Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Identifikasi Kenampakan Alam dan Buatan Kabupaten Ngawi sebagai Sumber Belajar IPS Kelas V SD
Hafid Didik Nasruri;
Parji Parji;
Muhammad Hanif
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.092 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i7.237
Latar Belakang: Belajar merupakan wahana interaksi antar siswa, siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan belajarnya. Pelaksanaan pembelajaran dapat bervariasi di luar kelas, lingkungan luar sekolah, dan tempat lain yang relevan. Tujuan: Untuk 1) mengidentifikasi dan menjelaskan kenampakan alam di Kabupaten Ngawi sebagai sumber belajar IPS kelas V SD; 2) Untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kenampakan buatan di Kabupaten Ngawi sebagai sumber belajar IPS kelas V SD. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumen/arsip, sedangkan untuk validasi keabsahan data adalah triangulasi. Hasil: Hasil penelitian identifikasi kenampakan alam yang dapat dimanfaatkan guru dan peserta didik sebagai sumber belajar IPS pada kelas V SD/MI di Kabupaten Ngawi adalah: 1) Air Terjun Pengantin; 2) Air Terjun Suwono; 3) Air Terjun Srambang; 4) Hutan Pinus Selondo. Sedangkan hasil penelitian identifikasi kenampakan buatan yang dapat dimanfaatkan guru dan peserta didik sebagai sumber belajar IPS pada kelas V SD/MI di Kabupaten Ngawi adalah; 1) Kebun Teh Jamus; 2) Benteng Van den Bosch; 3) Pemandian Tawun; 4) Waduk Pondok; 5) Waduk Sangiran. Kesimpulan: Melalui sumber belajar yang langsung diperoleh siswa dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal, siswa yang peka, tangguh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan dilatih untuk siap menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari di masa depan.
Peningkatan Hasil Belajar IPS dengan Pendekatan Kooperatif Learning Cell pada Siswa Kelas V SD Negeri Bodag 01 Kecamatan Kare Kabupaten Madiun
Suwarni Suwarni;
Muhammad Hanif;
Sudarmiani Sudarmiani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.655 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i9.282
Latar Belakang: Rendahnya partisipasi belajar siswa di SD Negeri Bodag 01 ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang kurang memahami materi pelajaran yang disampaikan guru, serta para siswa kurang antusias dalam bertanya, sehingga bisa dibuktikan hasil belajar yang tertera dalam hasil penilaian diatas KKM belum mencapai 75%. Tujuan: Untuk mengetahui dapat/tidaknya pendekatan kooperatif learning cell dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri Bodag 01 Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Metode: Menerapkan metode atau pendekatan kooperatif learning cell melalui dua siklus, dan masing masing siklus terdiri dari 4 tahap kegiatan yaitu (1) Tahap penyusunan rencana tindakan; (2) Tahap pelaksanaan tindakan; (3) Tahap pengamatan atau observasi dan (4) Tahap perefleksian. Hasil: Hasil yang dicapai dalam penelitian ini dengan pendekatan kooperatif learning cell bahwa pada siklus I dan II, sebagaimana table 4.20 apabila KKM ditetapkan 75 maka pada siklus I siswa yang belum tuntas dalam belajarnya sebanyak 6 siswa atau 30% (perolehan nilai < KKM), sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 14 orang atau 70% (perolehan nilai < KKM), sedangkan pada siklus II siswa yang belum tuntas dalam belajarnya sejumlah 2 siswa atau 10% (perolehan nilai < KKM), sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 18 siswa atau 90% (perolehan nilai > KKM), hal ini berarti dengan metode kooperatif learning cell dalam KD 3.3 dan KD 4.3 terjadi kenaikan ketuntasan sebesar 20%. Kesimpulan: Pendekatan kooperatif learning cell dapat meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran IPS, oleh sebab itu pendekatan ini sebaiknya digunakan dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa dan mengurangi dominasi guru dalam pembelajaran.
Peningkatan Pendapatan Ibu-ibu Rumah Tangga di Ngebel Melalui Kerajinan Bunga Pinus
Muhammad Hanif;
Sri Wahyuni;
Muryanto Muryanto
Communio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): COMMUNIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Literasi Nusantara Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ngebel Village, Ponorogo has a very large pine forest area. Communities that are still dependent on forest products experience economic instability. In addition, work in the forest is work done by men or the head of the household so that housewives who do not have a permanent job depend on the head of the household for their needs. Community empowerment uses the community development practice method, which aims to transfer knowledge and technology to housewives to be creative and innovative in utilizing forest potential, one of which is the potential of pine cones. Through crafts that are made, this can provide additional income for housewives. So that it can help the household economy.
PENGARUH PERMAINAN BAKIAK TENDEM UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI VERBAL PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 2 WERUNGOTOK NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Warsini;
Parji;
Muhammad Hanif
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.146
Siswa berkebutuhan khusus adalah siswa dengan keterbatasan baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang mempengaruh tumbuh kembang siswa sehingga memiliki perbedaan dengan siswa lainnya. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah siswa berkebutuhan khusus mengalami kesulitan dalam melakukan interaksi sosial dan komunikasi verbal terhadap teman, guru, warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan permainan bakiak tendem dapat memberikan peningkatan kompetensi interaksi sosial dan komunikasi verbal, untuk menjelaskan ada tidaknya penerapan permainan bakiak tendem terhadap peningkatan komipetensi interaksi sosial dan komunikasi verbal pada siswa berkebutuhan khusus di SDN 2 Werungotok Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan. Teknik pengumpulan data melalui obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Wawancara dilakukan bersama guru pembimbing khusus dan wali kelas untuk pengambilan data.