Meilina, Rulia
Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia, Jalan Alue Naga, Banda Aceh, Indonesia

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Ketahanan Formulasi Sel Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) terhadap Pewarnaan Rambut Kesumawati, Kesumawati; Maghfirah, Maghfirah; Meilina, Rulia; Fitriliana, Fitriliana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2956

Abstract

Sediaan pewarna rambut adalah sediaan kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut, salah satunya yaitu daun pacar kuku (lawsonia inemis L.) yang sudah digunakan masyarakat secara tradisional. Berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya yaitu terpenoid, flavonoid dan saponin. Flavonoid merupakan senyawa aktif yang paling banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama ketahanan formulasi gel ekstrak daun pacar kuku terhadap pewarnaan rambut. Penelitian ini membuat 4 formulasi sediaan gel dengan bahan aktif ekstrak daun pacar kuku dengan komposisi F0 (tanpa ekstrak), FI (3%), FII (6%) dan FIII (9%) menggunakan metode ekstraksi secara dingin yaitu maserasi. Pewarnaan rambut dilakukan dengan cara rambut uban yang telah dicuci bersih dibagi menjadi 4 bagian selanjutnya dicat dan dibiarkan selama 4 jam lalu dibersihkan dan dikeringkan. dari penelitian ini yaitu (F0) coklat pudar, (FI) coklat gelap, (FII) coklat keorangean dan (FIII) coklat kemerahan. Formulasi gel ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dapat bertahan selama 6 minggu yaitu sebagai pewarna rambut semi permanen. Formulasi gel ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) ini aman digunakan untuk pewarnaan rambut tanpa ada iritasi yang terjadi pada kulit. Saran dari peneliti yaitu perlu dilakukan penelitian dengan selanjutnya mengenai ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) tersebut dengan formulasi dalam bentuk sediaan salep.Kata kunci : Uban, Daun Pacar Kuku (lawsonia inemis L.), Pewarna Rambut GelHair dye preparation is a cosmetic preparation used in hair make up to color hair, one of which is henna leaves (Lawsonia inemis L.) that has been traditionally used among community. Various compounds were contained in it, such as terpenoid, flavonoid and saponin. Flavonoid is the most found active compound. This research aims to determine the endurance time of henna gel formulation on hair dyeing. This research used 4 gel preparation formulations with henna leaves extract i.e. F0 (no extract), FI (3%), FII (6%) and FIII (9%) using a cooling method namely maceration. The hair dye was done by dividing the grizzle that has been washed properly into 4 parts, after cleaned and dried. The results of this study were (F0) faded brown, (FI) dark brown, (FII) orange brown and (FIII) reddish brown. The gel formulation of nail henna leaf extract (Lawsonia inermis L.) can last for 6 weeks, namely as a semi-permanent hair dye. The gel formulation of nail henna leaf extract (Lawsonia inermis L.) is safe to use for hair coloring without irritation when using hair dye preparations. The suggestion from the researcher is that further research needs to be carried out regarding the leaf extract of nail henna (Lawsonia inermis L.) with a formulation in the form of an ointment.Keywords : Grizzle, Henna Leaves (lawsonia inemis L.), Gel Hair Dye
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat ZA, Raudhatun Nuzul; Krismontazza, Saddaq; Meilina, Rulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1968

Abstract

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien dalam melakukan pelayanan kefarmasian rumah sakit harus menjaga kualitas pelayanan yang diberikan karena hal tersebut sangat berpengaruh pada kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat. Metode penelitian dilakukan secara survei analitik, dengan pendekatan cross sectional mengunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner yang diberikan pada pasien rawat jalan RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat Hasil penelitian menunjukkan pada variabel kehandalan didapatkan tingkat katagori puas 78,7% dan kurang puas 21,3%, variabel ketanggapan persentase tingkat katagori puas 72,0% dan katagori kurang puas 28,05%,variabel keyakinan didapatkan tingkat katagori puas 97,3% dan katagori kurang puas 2,7%, variabel empati dapat dilihat tingkat persentase katagori puas 82,7% dan kurang puas 17,3%, dan variabel fasilitas didapatkan persentase katagori puas 68,05% dan katagori kurang puas 32,0%.Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Pelayanan Kefarmasian, Rumah Sakit, Instalasi Farmasi.Pharmaceutical service is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations with the aim of achieving definite results to improve the quality of life of patients in carrying out pharmaceutical services. Hospitals must maintain the quality of services provided because it greatly affects patient satisfaction. Objective to analyze patient satisfaction with pharmaceutical services at the outpatient pharmacy installation at Cut Nyak Dhien Hospital, Aceh Barat. Methods this research was conducted by analytic survey, with a cross sectional approach using the research instrument, namely a questionnaire given to outpatients at the Cut Nyak Dhien Hospital, Aceh Barat. Results on the reliability variable, the level of the satisfied category is 78.7% and 21.3% less satisfied, the responsiveness variable is the percentage level of the satisfied category is 72.0% and the dissatisfied category is 28.05%, the confidence variable is 97.3% satisfied. and 2.7% less satisfied category, empathy variable can be seen the percentage level of satisfied category 82.7% and less satisfied 17.3%, and facility variable obtained percentage of satisfied category 68.05% and dissatisfied category 32.0%.Keywords: Patient Satisfaction, Pharmaceutical Services, Hospital, Pharmacy Installation.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Siswa dengan Tindakan Pencegahan Penyalahgunaan Napza di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri II Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan ZA, Raudhatun Nuzul; Meilina, Rulia; Willis, Ratna; Anggraini, Sasmita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3790

Abstract

Penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) pada usia remaja dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak dan perkembangan moral pemakainya, intoksitasi (keracunan), overdosis (OD) yang dapat menyebabkan kematian karena terhentinya pernapasan dan perkembangan otak, gangguan prilaku (mental sosial), gangguan kesehatan, menurunnya nilai-nilai, serta masalah ekonomi dan hukum. NAPZA akan merusak disiplin dan motivasi yang sangat tinggi untuk proses belajar siswa. penyalahgunaan NAPZA akan beresiko besar terjadinya tindak kejahatan dan perilaku asosial pada siswa yang akan menganggu ketertiban dan keamanan dalam proses belajar, merusak barang-barang sekolah hingga meningkatnya perkelahian antar siswa. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Aceh Selatan dengan wilayah kerja Barat Selatan melaksanakan upaya-upaya Pencegahan, Pemberdayaan, Rehabilitasi serta Pemberantasan baik di lingkungan masyarakat, keluarga, instansi pemerintah, instansi swasta maupun instansi pendidikan . Untuk kasus-kasus yang terjadi di usia remaja dengan katagori umur 12 tahun - 20 tahun (Remaja ) banyak terjadi beberapa hal di lapangan. Adapun kasus yang diamati maupun yang terlaporkan oleh masyarakat, keluarga dan pihak berwenang banyaknya usia remaja yang sudah mengenal narkoba dan dalam tahap pakai coba-coba dimulai dari rokok diusia tingkat SLTP/ SLTA dan di tambah dengan kasus laporan menghisap lem cap kambing hal ini sangat meresahkan masyarakat maupun pihak keluarga dan dunia Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan pencegahan NAPZA di SMA Negeri II Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunaka desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan yang berjumlah 38 siswa. Analisis data dilakukuan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan siswa tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA baik (92,1%). Sikap siswa tentang pencegahan Penyalahgunaan NAPZA negatif (86,8%). Tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada siswa negatif  (89,5%). Hasil penelitian ini didapat bahwa tidak ada hubungan sikap siswa dengan  tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 2  Tapaktuan  Kabupaten Aceh selatan (p value = 0,53) dan tidak terdapat hubungan pengetahuan siswa  dengan  tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 2 Tapaktuan Kabupaten Aceh selatan (p=0,41). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan Tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Namun demikian disarankan kepada Pihak Sekolah agar memperhatikan upaya sarana atau prasarana untuk memberantas NAPZA.Kata Kunci: NAPZA, Remaja, Sikap, PengetahuanAbuse of narcotics, alcohol, psychotropic substances and other addictive substances (NAPZA) in adolescence can result in disruption of brain function and moral development of the user, intoxication (poisoning), overdose (OD) which can cause death due to cessation of breathing and brain development, behavioral disorders ( social mental health), health problems, declining values, as well as economic and legal problems. Drugs will damage discipline and very high motivation for the student learning process. Drug abuse will pose a big risk of crime and asocial behavior among students which will disrupt order and security in the learning process, damage school property and increase fights between students. The South Aceh Regency National Narcotics Agency with its South West working area carries out Prevention, Empowerment, Rehabilitation and Eradication efforts both in the community, family, government agencies, private agencies and educational institutions. For cases that occur in adolescents in the age category 12 years - 20 years (Adolescents), several things happen in the field. As for the cases observed and reported by the community, families and the authorities, many teenagers are already familiar with drugs and are in the stage of trial and error, starting with cigarettes at middle school/high school level and added to the case of reports of smoking goat stamp glue, this is very disturbing. society and the family and the world of education. The aim of this research is to determine the relationship between students' knowledge and attitudes and drug prevention measures at SMA Negeri II Tapaktuan, South Aceh Regency. This research method is analytical research using a cross sectional research design. The population in the study were 38 students of SMA Negeri 2 Tapaktuan, South Aceh Regency. Data analysis carried out included univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-Square Test. The research results showed that students' knowledge about preventing drug abuse was good (92.1%). Students' attitudes about preventing drug abuse are negative (86.8%). Actions to prevent drug abuse among students are negative (89.5%). The results of this research showed that there was no relationship between student attitudes and measures to prevent drug abuse at SMA Negeri 2 Tapaktuan, South Aceh Regency (p value = 0.53) and there was no relationship between student knowledge and measures to prevent drug abuse at SMA Negeri 2 Tapaktuan, South Aceh Regency. (p=0.41). Based on the research results, it is known that there is no significant relationship between students' knowledge and attitudes and drug abuse prevention measures. However, it is recommended that schools pay attention to facilities or infrastructure efforts to eradicate drugs. Keywords: NAPZA, Attitudes, Knowledge
Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Sabun Mandi Cair Ekstrak Daun Senggani Melastoma malabathricum L. Samaniyah, Siti; Meilina, Rulia; Mutiawati, Mutiawati; Fitri, Ewisna Syah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4359

Abstract

Sabun mandi cair merupakan senyawa kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani berbentuk cairan kental berbusa, digunakan sebagai pembersih kulit dengan menambahkan pewangi dan bahan lain yang tidak membahayakan kesehatan kulit. Tumbuhan senggani  telah digunakan sebagai obat tradisional yang terkenal sebagai anti inflamasi, antioksidan, antibakteri, penyembuhan luka, diare, disentri, radang sendi dan lain-lain. Melastoma malabatricum L. termasuk suku Melastomataceae mengandung golongan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroida/triterpenoida, dan glikosida. Senyawa flavonoid, saponin dan tanin merupakan senyawa kimia yang memiliki potensi sebagai antibakteri . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri dari sabun mandi cair ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabatricum L.). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Skrining fitokimia dilakukan terhadap serbuk simplisia daun senggani (Melastoma malabatricum L), uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan mengamati zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol terdapat golongan alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, tanin, steroid/triterpenoid. Aktivitas antibakteri sabun mandi cair ekstrak daun senggani pada konsentrasi 1,8%, diikuti 1,4%, dan 1% dengan diameter hambat berturut-turut 10.4 mm, 9.84 mm, 8.64 mm.Kata Kunci: Antibakteri, Daun senggani, sabun mandi cair, Staphylococcus aureus Liquid shower soapispotassium compounds with fatty acids from vegetable oils or animal fats in the form of a thick, foamy liquid, used as a skin cleanser by adding fragrance and other ingredients that do not harm skin health. The senggani plant has been used as a traditional medicine which is known as anti-inflammatory, antioxidant, antibacterial, healing wounds, diarrhea, dysentery, arthritis and others. Melastoma malabaticum L. belongs to the tribe Melastomataceae contains chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. Flavonoids, saponins and tannins are chemical compounds that have antibacterial potential. This study aims to determine phytochemical screening, antibacterial activity test ofliquid shower soapethanol extractsenggani leaves (Melastoma malabaticum L.). Extraction is carried out by maceration using ethanol solvent. Screening Phytochemistry was carried out on simplicia powder senggani leaves (Melastoma malabaticum L.), antibacterial activity test using the diffusion methodso that by observing the zone of inhibition against Staphylococcus aureus bacteria.The results of the phytochemical screening test for ethanol extract contained alkaloids, flavonoids, glycosides, saponins, tannins, steroids/triterpenoids. Aantibacterial activity senggani leaf extract liquid bath soapon concentration 1.8%, followed by 1.4%, and 1%with resistance diameter respectively 10.4mm, 9.84mm, 8.64mm.Keywords: Antibacterial, senggani leaves, liquid bath soap, Staphylococcus aureus
FORMULASI SEDIAAN KRIM PELEMBAB EKSTRAK BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAP XEROSIS PADA KAKI Meilina, Rulia; Fhonna, Putrya; Kulla, Periskila Dina Kali; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4308

Abstract

Proses penuaan kulit menyebabkan perubahan kulit pada usia lanjut. Terjadi penurunan kadar hidrasi dan perubahan sawar kulit yang akan bermanifestasi pada perubahan struktur kulit dan menimbulkan xerosis serta pruritus. Pada kulit usia lanjut terjadi penurunan kemampuan kulit untuk mempertahankan air pada stratum korneum, sehingga menyebabkan penurunan kadar hidrasi kulit. Kadar air pada kulit yang menua, terutama pada stratum korneum, lebih rendah dan perubahan komposisi asam amino pada kulit yang menua juga mengurangi jumlah Natural Moisturizing Factor (NMF) sehingga menurunkan kemampuan stratum korneum untuk mengikat kadar air yang mana akan menyebabkan kulit menjadi kering dan cenderung untuk terjadi xerosis. Pepaya merupakan tanaman yang cukup banyak tumbuh di Indonesia. Menurut FAO (Food and Agriculture) Indonesia merupakan negara penghasil pepaya terbesar peringkat kelima. Besarnya produksi pepaya di Indonesia tidak diimbangi dengan pemanfaatannya, hasilnya 15% dari produksi pepaya tercecer dan rusak karena kurangnya pemanfaatan buah papaya. Pemanfaatan dan daur ulang buah pepaya masih kurang, khususnya pada bidang kesehatan. Buah pepaya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pelembab karena memiliki mekanisme kerja sebagai humektan yang mampu mengurangi terjadinya penguapan air dipermukaan kulit karena mengandung sukrosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan krim pelembab dari ekstrak buah papaya (Carica papaya L.) serta untuk mengetahui efektivitas terhadap penyembuhan xerosis pada kaki relawan. Penelitian ini menggunakan metode formulasi eksperimental labolatorium dengan formula F1 = 10%, F2 = 12,5%, F3 = 15%, F4 = 17,5%, F5 = 20% dan uji evaluasi sediaan berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar uji daya lekat, uji kesukaan, uji stabilitas sediaan, uji iritasi, dan uji kemampuan mengatasi xerosis pada kaki relawan. Hasil penelitian uji pH (6,0 – 8,0), daya sebar krim baik, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, nilai uji kesukaan rata-rata suka, tingkat stabilitas krim baik, hasil uji kemampuan menunjukkan kemampuan mengatasi xersis yang dilakukan selama 4 minggu pada kaki 10 orang relawan memperoleh hasil dimana formula F1 = 10% sudah mampu mengobati xerosis ringan namun formula F5 = 20% mempunyai efek paling bagus dalam mengobati xerosis tipe parah. Kesimpulan penelitian ini ekstrak buah papaya dapat diformulasikan menjadi krim pelembab dengan mutu sediaan yang baik serta mampu mengobati xerosis tipe ringan hingga parah dengan formula terbaik yaitu F5 = 20% pada kaki sukarelawan.Kata kunci: Buah papaya (Carica papaya L.), Xerosis, Krim Pelembab         The aging process of the skin causes changes in the skin in old age. There is a decrease in hydration levels and changes in the skin barrier which will manifest in changes in skin structure and cause xerosis and pruritus. In old age skin, there is a decrease in the skin's ability to retain water in the stratum corneum, causing a decrease in skin hydration levels. The water content in aging skin, especially in the stratum corneum, is lower and changes in the amino acid composition of aging skin also reduce the amount of Natural Moisturizing Factor (NMF) thereby reducing the ability of the stratum corneum to bind water content which will cause the skin to become dry and prone to xerosis.Papaya is a plant that grows quite a lot in Indonesia. According to FAO (Food and Agriculture) Indonesia is the fifth largest papaya producing country. The large production of papaya in Indonesia is not balanced with its utilization, the result is that 15% of papaya production is scattered and damaged due to lack of utilization of papaya fruit. Utilization and recycling of papaya fruit is still lacking, especially in the health sector. Papaya fruit can be used as a moisturizer because it has a working mechanism as a humectant that can reduce the occurrence of water evaporation on the skin surface because it contains sucroseThe purpose of this study was to formulate a moisturizing cream from papaya fruit extract (Carica papaya L.) and to determine its effectiveness in curing xerosis in volunteers' feet. This study used an experimental laboratory formulation method with formula F1 = 10%, F2 = 12.5%, F3 = 15%, F4 = 17.5%, F5 = 20% and evaluation tests of the preparation in the form of organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, adhesion tests, preference tests, preparation stability tests, irritation tests, and tests for the ability to overcome xerosis in volunteers' feet. The results of the pH test (6.0 - 8.0), good cream spreadability, does not cause skin irritation, the average preference test value is like, the level of cream stability is good, the results of the ability test show the ability to overcome xerosis which was carried out for 4 weeks on the feet of 10 volunteers obtained results where the F1 = 10% formula was able to treat mild xerosis but the F5 = 20% formula had the best effect in treating severe xerosis. The conclusion of this study is that papaya fruit extract can be formulated into a moisturizing cream with good preparation quality and is able to treat mild to severe xerosis with the best formula, namely F5 = 20% on the feet of volunteers.Keywords: Papaya fruit (Carica papaya L.), Xerosis, Moisturizing cream       
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella Kulla, Periskila Dina Kali; Husda, Azkia; Meilina, Rulia; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4312

Abstract

S. typhi merupakan bakteri bakteri Gram negatif yang dapat menimbulkan gejala demam tinggi yang lebih dari seminggu, konstipasi, nyeri abdomen, pusing, mual, muntah, kulit gatal dan timbul bercak berwarna kemerahan, bahkan kehilangan kesadaran. konsentrasi berapa kadar hambat minimum (KHM) ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L) mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi. Penelitian ini menggunakan metode difusi dan dilusi menggunakan kertas cakram dengan beberapa konsentrasi ekstrak etanol bunga cengkeh 10%, 50% dan 100%. Chloramfenikol 0,3% sebagai kontrol positif dan Dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan metode komputerisasi yaitu uji anova. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji one way anova p=0,000. Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri serta kadar hambat minimum (KHM) diperoleh ekstrak etanol bunga cengkeh konsentrasi 10%, 50%, dan 100% memiliki ratarata zona hambat 8,16 mm, 11,32 mm, 15,93 mm. Aktivitas antibakteri dengan konsentrasi terbesar 100% dengan rata-rata zona hambat 15,93 mm, dalam kategori kuat, terdapatnya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol positif.Kata kunci : Bunga Cengkeh, antibakteri, aktivitas, Salmonella thypi                                     S. typhi is a Gram-negative bacterium that can cause symptoms of high fever for more than a week, constipation, abdominal pain, dizziness, nausea, vomiting, itchy skin and reddish spots and even loss of consciousness. The aim of the research is to determine antibacterial activity and find out at what concentration the minimum inhibitory concentration (MIC) of clove flower extract (Syzygium aromaticum) is able to inhibit the growth of S. typhi bacteria.This research uses the diffusion and dilution method using paper discs with several concentrations of clove flower ethanol extract, 10%, 50% and 100%. Chloramphenicol 0.3% as a positive control and Dimethyl sulfoxide (DMSO) 1% as a negative control. The data obtained from the research results were processed using a computerized method, namely the anova test. The research data were analyzed using the one way anova test p=0.000. The results of the antibacterial activity test and minimum inhibitory content (MIC) showed that clove flower ethanol extract with concentrations of 10%, 50% and 100% had an average inhibition zone of 8.16 mm, 11.32 mm, 15.93 mm. Antibacterial activity with the greatest concentration of 100% with an average inhibition zone of 15.93 mm, in the strong category, there is a significant difference between the treatment group and the positive control.Keywords: Clove flowers, antibacterial, activity, Salmonella typhi
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN ROLL-ON AROMATERAPI MINYAK ATSIRI PALA (Myristica fragrans houtt.) DAN SERAI (Cybopongon citratus) SEBAGAI ANTIEMETIK Meilina, Rulia; Hafizhathifa, Fathin; Astryna, Syarifah Yanti; Safitri, Faradilla; Syafriadi, Syafriadi; Rezeki, Sahbainur; Ningsih, Yustika Wirda; Lestari, Widya; Alvionida, Fitra
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4758

Abstract

Minyak Atsiri merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak dimanfaat sebagai aromaterapi untuk mengatasi mual dan muntah. Tumbuhan Pala (Myristica fragrans houtt.) dan Serai (Cymbopogon citratus) berpotensi besar sebagai sumber minyak atsiri karena mengandung komponen utama minyak atsiri. Tumbuhan Pala mengandung senyawa seperti myristicin, elemicin, safrole, sedangkan tumbuhan Serai memiliki sitronelal, sitronelol dan geraniol  yang merupakan komponen utama minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan roll-on aromaterapi dan konsentrasi optimal dari  Minyak Atsiri Pala  dan Serai sebagai antiemetik. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Roll-on diformulasikan dengan konsentrasi sediaan F1 (20%-10%), F2 (15%-15%), F3 (10%-20%). Kemudian tahap evaluasi formulasi sediaan roll-on  dilakukan dengan uji organoleptik, uji homogenitas, pH, uji daya sebar dan uji hedonik dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji one way anova. Hasil penelitian dari uji pH (5), daya sebar baik, sediaan homogen, nilai uji hedonik keterangan rata-rata suka dan analisis anova menyatakan formula diperoleh nilai signifikan p value <0,05  terhadap aspek penilaian (warna, wangi alami, tekstur, kesegaran, antiemetik, kesukaan keseluruhan)maka diketahui bahwa ada pengaruh formula terhadap ke 6 (enam) aspek penilaian sediaan  tersebut, sedangkan kehangatan diperoleh nilai signifikan p value >0,05 maka diketahui bahwa  tidak ada pengaruh formula terhadap kehangatan sediaan. Minyak Atsiri Pala dan Serai dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan roll-on aromaterapi sebagai antiemetek. Konsentrasi minyak atsiri pala dan serai yang optimal dan paling efektif sebagai aromaterapi antiemetik yaitu konsentrasi F3 (10%-20%).
Uji Efektivitas Antikolesterol Ekstrak Etanol Daun Sawo (Manilkara zapota L.) Pada Mencit (Mus musculus L.) Yulisma, Ardhana; Ardila, Sabrina; Meilina, Rulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4670

Abstract

Kolesterol merupakan komponen utama pada struktural selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol dibuat oleh tubuh sendiri dihati karena kolesterol diperlukan untuk membentuk sel-sel, serta memproduksi empedu dan memproduksi hormon-hormon. Kolesterol yang berlebihan akan menyebabkan gumpalan dalam saluran darah. Kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas, aterosklerosis, dan penyakit jantung koroner. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat menurunkan kolesterol adalah daun sawo (Manilkara zapota L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun sawo dalam menurunkan kadar kolesterol dengan konsentrasi yang paling efektif. Simplisia daun sawo dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Penelitian ini menggunakan 25 ekor Mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Seluruh Mencit dibuat hiperkolesterolemia dengan memberi propylthiourasil (PTU) sebagai penginduksi selama 7 hari dan di cek kadar kolesterol. Selanjutnya diberikan suspensi ekstrak etanol daun sawo 175 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, 700 mg/kg BB, kontrol negatif diberikan Na CMC 0,5 % dan kontrol positif diberikan simvastatin 10 mg. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel sederhana dan diuji statistik yaitu uji one way anova. Hasil penelitian ekstrak daun sawo mempunyai efek antikolesterol yang dapat menurunkan kadar kolesterol Mencit. Kadar kolesterol setelah pemberian dosis terapi dengan nilai rata-rata paling kecil atau penurunan kolesterol paling banyak yaitu pada perlakuan dosis terapi ekstrak 700 mg/kg BB. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian ekstrak daun sawo dapat menurunkan kadar kolesterol pada Mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi PTU dan dosis efektif yang dapat menurunkan kadar kolesterol mencit adalah dosis 700 mg/kg BB. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi dalam melakukan penelitian tentang antikolesterol dan disarankan kepada pembaca untuk dapat lebih memanfaatkan daun sawo sebagai salah satu pilihan dalam pengobatan antikolesterol.
FORMULASI PEWARNA RAMBUT DARI BUAH JAMBLANG (Syzygium cumini) Nurhayati, Nurhayati; Meilina, Rulia; Sari, Cut Wulan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4679

Abstract

Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk memberikan kehangatan, perlindungan, rambut juga untuk keindahan. Salah satu cara untuk membuat rambut menarik ialah dengan mewarnai rambut. Salah satu tumbuhan yang menghasilkan warna alami yaitu buah jamblang. Ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini) dapat diformulasikan sebagai pewarna rambut dalam bentuk sediaan gel dan dapat merubah warna pada rambut. Penelitian dilakukan secara eksperimental, penambahan ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini) pada masing-masing formulasi dengan variasi konsentrasi yang berbeda yaitu 2,5 % pada F1, 5% pada F2, 7,5% pada F3 dan sebagai formula blangko digunakan formula dasar sediaan gel tanpa menambahkan ekstrak buah jamblang. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pengamatan stabilitas terhadap pencucian, stabilitas warna rambut terhadap sinar matahari, pemeriksaan pH , uji iritasi dan uji kesukaan. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak buah jamblang dapat di formulasikan dalam sediaan gel dengan menggunakan basis pirogalol, tembaga sulfat (II). Gel yang dihasilkan homogen dan menghasilkan pewarna rambut yang baik.
Pengembangan UMKM Makjun sebagai Ramuan Tradisional Aceh untuk Pemulihan Pasca Melahirkan Mutiawati; Meilina, Rulia; Eva Rosdiana
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2025): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i3.2734

Abstract

Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pada peningkatan kesehatan dan peningkatan ekonomi Masyarakat di Desa Klieng meuria. Permasalahan jauhnya akses ke pelayanan Kesehatan untuk membeli obat khususnya ibu-ibu pasca melahirkan. Untuk masalah ekonomi masyarakat desa Klieng meuria masih tergolong menengah ke bawah dengan berpenghasilan minum terkadang tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga. Solusi yang diberikan melalui kegiatan ini memberikan penyuluhan kesehatan pemanfaatan herbal makjun untuk pasca melahirtkan, memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan teh herbal makju dalam bentuk teh celup dan teh serbuk. Masyarakat juga diberikan pendampingan dalam branding produk dan pemasaran UMKM teh herbal Makjun. Hasil kegiatan yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan pasca melahirkan dan peningkatan keterampilan dan ekonomi dalam pembuatan dan pemasaran UMKM teh herbal Makjun.
Co-Authors Akbar, Riski Muna Akmadia, Nur Aldafi, Daevanul Aslam Alvionida, Fitra Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anggraini, Bunge Septiana Anggraini, Sasmita Ardhana Yulisma Ardila, Sabrina Asmaul Husna Astryna, Syarifah Yanti Bontong, Novitawanty Juli Dewi, Rahma Dewi, Revina Dhirah, Ulfa Husna Diah Ramadhani Elizar Elizar, Elizar Enzelia, Enzelia Eva Rosdiana Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Fazira, Cut Intan Fhasnia . Fhonna, Putrya Fitri, Dasti Wahyuni Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Gultom, Evi Depiana Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hasrita Maghfirah Haykal, M Herianto Bangun Hery Widijanto Hikmah, Naziah Husda, Azkia Husna, Zainatul Intan Safitri Japnur Irma Suryani Ismail Ismail Izzah, Nuril Jannah, Rauzatul Japnur, Intan Safitri K, M Rizal Kesumawati, Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lestari, Widya Maghfirah Maghfirah Maghlisa, Ulfa Ibna Maharani, Septia Marniati Marniati Miftahul Jannah Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nadia, Putri Nadya Nadya, Nadya Ningsih, Yustika Winda Ningsih, Yustika Wirda Nurhayati Nurhayati Nurhayatun Nufus Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Putri, Indah Amelia Qhamal, Syamsul Rahmayani Rahmayani Rahmi, Putri Rasmadin Mukhtar Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rizka, Miftahul Saifauqi Nurman Saisa Saisa Saisa Saisa Samaniyah, Siti Sari, Cut Wulan Sari, Febia Suwita Afriana Syafriadi Syafriadi Syamsulian, Dra Syamsuliani, Syamsuliani Syarifah Asyura, Syarifah Ulhusna, Zikra Watani, Nurul Willis, Ratna Yassirly, Yassirly Yunika, Ficha Sopia Zulwanis, Zulwanis