Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BLUSH ON COMPACT EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Rahmi, Putri; Meilina, Rulia; Kesumawati, Kesumawati; Husna, Asmaul; Yunika, Ficha Sopia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.4207

Abstract

Latar Belakang : Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan jenis buah yang kaya akan zat antosianin yang memberikan warna merah dan memiliki berbagai manfaat, salah satunya yaitu sebagai pewarna alami yang dapat menggantikan pewarna sintetik. Buah naga merah mengandung komponen bioaktif lainnya yaitu asam askorbat, betakaroten dan flavonoid yang termasuk golongan senyawa antioksidan untuk menetralisir, mencegah atau memperlambat kerusakan sel akibat radikal bebas yang menyerang sel-sel tubuh. Tujuan Penelitian : Untuk memformulasikan ekstrak buah naga merah dan mengetahui sediaan blush on compact ekstrak buah naga merah memenuhi uji evaluasi sediaan. Metode penelitian : Penelitian dilakukan secara eksperimental, meliputi: penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan dan uji evaluasi sediaan. Ektrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Talkum, kaolin, zink oksida, parafin cair dan nipagin adalah bahan-bahan untuk pembuatan blush on compact. Sediaan Blush on ekstrak buah naga merah dibagi menjadi tiga formula yaitu formula yang mengandung ekstrak buah naga merah sebanyak 7,5 gram, 10 gram dan 12,5 gram. Hasil penelitian : Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak buah naga merah dapat diformulasikan sebagai sediaan blush on compact dan memenuhi persyaratan uji evauasi sediaan, diantaranya uji organoleptik memberikan warna peach dan pink peach, bersifat homogen, menghasilkan pH sediaan sekitaran 6,3-6,7, mempunyai uji poles yang baik, tidak mengiritasi kulit dan berdasarkan uji hedonik blush on yang paling disukai adalah formula 3 yang mengandung ekstrak buah naga merah sebanyak 12,5 gram dengan warna pink peach. Kesimpulan : Pada penelitian ini dapat disimpulkan ekstrak buah naga merah dapat diformulasikan sebagai sediaan blush on. Variasi konsentrasi pewarna ekstrak buah naga merah yang digunakan dalam formulasi menghasilkan perbedaan intensitas warna pada sediaan blush on dan seluruh sediaan blush on memenuhi persyaratan uji evaluasi sediaan.Kata kunci : Blush on, Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)Background : Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) is a type of fruit that is rich in anthocyanin substances that gives a red color and has various benefits, one of which is as a natural dye that can replace synthetic dyes. Red dragon fruit contains other bioactive components, namely ascorbic acid, beta-carotene and flavonoids which are included in the class of antioxidant compounds to neutralize, prevent or delay cell damage caused by free radicals that attack body cells. Research objectives : To formulate red dragon fruit extract and find out the blush on compact preparation of red dragon fruit extract that meets the preparation evaluation test. Research method : The research was carried out experimentally, including: sample preparation, extract making, preparations making and preparation evaluation tests. The extract was obtained by using the maceration method with 96% ethanol as solvent. Talcum, kaolin, zinc oxide, liquid paraffin and nipagin are ingredients for making blush compacts. The blush on red dragon fruit extract was divided into three formulas, namely a formula containing 7.5 grams of red dragon fruit extract, 10 grams and 12.5 grams. Results : The results showed that the red dragon fruit extract could be formulated as a blush on compact preparation and met the requirements for the evaluation of the preparation, including the organoleptic test giving peach and pink peach colors, being homogeneous, producing a pH of about 6.3-6.7, having a pH test of 6.3-6.7. good polish, does not irritate the skin and based on the hedonic test the most preferred blush is Formula 3 with a formula that contains red dragon fruit extract as much as 12,5 grams with a pink peach color. Conclusion and Suggestion : In this study, it can be concluded that red dragon fruit extract can be formulated as a blush on preparation. Variations in the concentration of red dragon fruit extract dye used in the formulation resulted in differences in color intensity in the blush preparation and all blush on preparations met the requirements of the preparation evaluation test.Keywords : Blush on, Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus)
Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Delima (Punica Granatum L.) pada Mencit (Mus Musculus L.) Meilina, Rulia; Izzah, Nuril; Kesumawati, Kesumawati; Safitri, Faradilla; Rezeki, Sahbainur; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2870

Abstract

Daun delima (Punica granatum L.) secara tradisional telah banyak digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya untuk demam. Berbagai senyawa terdapat dalam daun delima yaitu flavonoid, tanin dan saponin, dimana senyawa flavonoid berfungsi sebagai antipiretik. Metode penelitian ini Eksperimental Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antipiretik dan dosis efektif ekstrak etanol daun delima pada penurunan suhu mencit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sebanyak 25 ekor dengan berat badan 20- 30 gram dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif diberikan na-CMC 0,5%, perlakuan positif diberikan paracetamol dan 3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak daun delima dosis bertingkat yaitu 100 mg/g BB, 150 mg/g BB, 200 mg/g BB. Untuk menaikkan suhu rektal, mencit diberikan suspensi pepton 5% secara oral kemudian diukur dengan menggunakan termometer digital setiap 30 menit hingga menit ke 120. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa daun delima memiliki efektivitas antipiretik. Data yang dihasilkan berdistribusi normal (p>0,05). ekstrak etanol daun delima yang paling efektif sebagai antipiretik yaitu pada dosis 150 mg dan 200 mg/g BB. Kesimpulan penelitian daun delima memiliki aktivitas antipiretik.Kata kunci : Daun Delima, Antipiretik, PeptonPunica granatum L. have traditionally been used for various diseases, one of which is fever. Various compounds are found in pomegranate leaves, namely flavonoids, tannins and saponins, where flavonoid compounds function as antipyretics. This research method is Experimental Laboratory. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. Twenty five individuals weighing 20-30 grams were divided into 5 treatment groups consisting of a negative control group given 0.5% na-CMC, positive treatment given paracetamol and 3 treatment groups with graded doses of pomegranate leaf extract, namely 100 mg/day. g BW, 150 mg/g BW, 200 mg/g BW. To raise the rectal temperature, the mice were given orally 5% peptone suspension and then measured using a digital thermometer every 30 minutes until the 120th minute. Pomegranate has antipyretic effectiveness. The resulting data is normally distributed (p>0.05). The most effective ethanol extract of pomegranate leaves as an antipyretic is at doses of 150 mg and 200 mg/g BW. The conclusion of this study is that pomegranate leaves have antipyretic activity.Keywords : Punica granatum, Antipyretic, Pepton
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) Terhadap Pengetahuan Remaja Putri di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Rahmayani, Rahmayani; Meilina, Rulia; Jannah, Miftahul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2840

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang menyerang wanita usia subur pada usia remaja dapat menyebabkan gangguan menstruasi, kelebihan berat badan, Terdapat jerawat, Hirsutism, kerontokan rambut dan Penggelapan kulit di area leher. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan menggunakan one group pretest posttest design, penelitian dilaksanakan pada tanggal 31 Mei s/d 10 Juni 2022, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang bersekolah di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik menggunakan proportional random sampling yaitu 76 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji T-dependent sampel paired. Sebelum dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) di dapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebanyak 37 responden (48,7%), sesudah dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS), sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebanyak 32 responden (42,1%) dan pada kategori baik sebanyak 26 responden (34,2%), Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri dengan nilai p-value=0,000. Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi guru dan petugas UKS dalam melakukan sosialisasi bagi siswa/remaja tentang dampak negatif yang ditimbulkan karena Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) di lingkungan sekolah.Kata kunci: PCOS, Remaja Putri, Penyuluhan KesehatanPolycystic Ovary Syndrome (PCOS) which affects women of childbearing age in their teens can cause menstrual disorders, overweight, acne, hirsutism, hair loss and darkening of the skin in the neck area. This research is a quasi-experimental study, using a one group pretest posttest design, the research was conducted from May 31 to June 10, 2022, the population in this study were female teenagers who attended Senior High School 4 city of Banda Aceh. The sampling technique used a technique using proportional random sampling, namely 76 people. Data were processed and analyzed using a paired sample T-dependent test. Before carrying out the health counseling intervention about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) it was found that most of the respondents' knowledge was in the less category as many as 37 respondents (48.7%), after carrying out health education interventions about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), most of the respondents' knowledge 32 respondents (42.1%) were in the poor category and 26 respondents (34.2%) were in the good category. There was the effectiveness of health counseling about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) on the knowledge of young women with a p-value = 0.000. There is the effectiveness of health counseling about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) on the knowledge of young women. It is hoped that this research can provide information for teachers and UKS officers in conducting outreach to students/adolescents about the negative impacts caused by Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) in the school environment.Keywords : PCOS, Tenageer, Health Counseling
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 5 ACEH BESAR Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa  remaja  merupakan  masa  yang  dianggap  rawan  dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa  yang  penuh  gejolak.  Pemberian  informasi  masalah  seksual  menjadi  penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi sangatlah penting bagi remaja dikarenakan, remaja saat ini masih kurang pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kurangnya keingintahuan remaja tentang bahayanya jika seseorang tidak paham dan tidak peduli dengan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan perilaku negative yaitu perilaku seks bebas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 22 November 2023 dengan jumlah peserta 34 orang siswa/I di MAN 5 Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi membantu remaja dalam membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan tubuh dan kehidupan seksual mereka, serta membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, pengetahuan, perilaku Adolescence is a period that is considered vulnerable in life because it is a transition period from child life to turbulent adult life.  Providing information on sexual problems is important especially considering that adolescents are in an active sexual potential. Education about reproductive health is very important for adolescents because, adolescents today still lack knowledge about the importance of reproductive health and lack of curiosity about the dangers if someone does not understand and does not care about reproductive health. Lack of knowledge can lead to negative behavior, namely free sexual behavior. This activity was held on Wednesday, November 22, 2023 with 34 participants at MAN 5 Aceh Besar. The results of this activity are A comprehensive understanding of reproductive health helps adolescents make healthy and responsible decisions related to their bodies and sexual lives, and helps them prepare for a better future.Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK PASANGAN USIA SUBUR MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF DI DESA IE MASEN ULEE KAREENG KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Marniati Marniati; Rulia Meilina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan usia subur (PUS) dimana pasangan yang harus dapat menjaga kesehatan reproduksi. Pada kondisi normal, pasangan usia subur mudah memperoleh keturunan sehingga memerlukan atau membutuhkan pengaturan kesuburan, perawatan kehamilan dan pengetahuan bersalin yang aman. Beberapa faktor penghambat yang sering ditemukan di antaranya adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi, kendala ekonomi, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 September 2024 dengan jumlah peserta 30 orang pasangan usia subur. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pasangan usia subur di desa tersebut Dengan menerapkan pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program, tenaga medis, Ini meningkatkan komunikasi antara masyarakat dan penyedia layanan kesehatan serta membuat lingkungan yang lebih mendukung bagi pasangan usia subur untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Kata Kunci : Layanan Kesehatan reproduksi, Pasangan Usia SuburCouples of childbearing age (PUS) are couples who must be able to maintain reproductive health. Under normal conditions, couples of childbearing age are easy to obtain offspring so they need or require fertility regulation, pregnancy care and safe childbirth knowledge. Some inhibiting factors that are often found include the lack of public understanding of reproductive health services, economic constraints, and the lack of community involvement in existing health programs. This activity was carried out on Sunday, September 15, 2024 with 30 participants of couples of childbearing age. The result of this activity is that improving access and quality of reproductive health services is very important to support the welfare of couples of childbearing age in the village By applying a participatory approach, the community is actively involved in the planning and implementation of the program, medical personnel, It improves communication between the community and health service providers and makes a more supportive environment for couples of childbearing age to get the services they need.Keywords: Reproductive Health Services, Couples of Childbearing Age
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENINGKATKAN IMUN TUBUH DI MASA PANDEMI COVID-19 Rulia Meilina; Revina Dewi; Putri Nadia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Virus corona (COVID-19) mengifeksi lebih 3,78 juta orang di seluruh dunia. Virus ini pertama diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Setiap harinya kasus positif Covid-19 semakin meningkat di dunia. Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk menerapkan social distancing dan menerapkan protokol kesehatan jika melakukan aktivitas di luar rumah. Para ahli masih berupaya untuk menemukan vaksin untuk mencegah virus ini. Salah satu cara untuk memproteksi diri agar tidak terinfeksi virus ini adalah dengan meningkatkan/menjaga imun tubuh dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunyit, jahe, dan lengkuas. Kandungan-kandungan di dalam rimpang tersebut terbukti secara klinik dapat meningkatkan imun tubuh. Sosialisasi ini dilaksanakan secara daring atau online menggunakan aplikasi zoom meeting. Peserta yang bergabung diberikan informasi tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) yang dapat dijadikan suatu sediaan untuk meningkatkan imun tubuh di masa pandemi Covid-19. Hasil data pengisian google form oleh 16 peserta 76,5% menyatakan sangat bermanfaat sosialisasi ini dan 23,5% menyatakan bermanfaat. 
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN BAGI REMAJA DI SMK FARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Siti Samaniyah; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astryna; Indah Amelia Putri; Ecie Kesumawati; Nurfatin Nisa Nasri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi penggunaan kosmetik yang aman bagi remaja kepada siswa-siswi di SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat  berupa sosialisasi edukasi penggunaan kosmetika pada remaja oleh tim pelaksana kegiatan. Hasil kegiatan sosilisasi ini memberikan pengetahuan kepada peserta tentang bahan kosmetika yang berbahaya dan bagaimana penggunaan kosmetika yang aman bagi remaja. Diharapkan melalui kegiatan ini remaja dapat bijak dalam memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat.Kata Kunci: Edukasi, Kosmetika, Remaja.  The community service activities carried out aim to provide training on how to make dishwashing soap using lime to the community in Geudong Village, Delima subdistrict, Pidie Regency. This method of community service activities is a direct demonstration of how to make dishwashing soap from lime extract. As a result of this activity, the community will gain skills in making dishwashing soap using limes and it is hoped that with this skill, the community will be able to produce dishwashing soap and produce dishwashing soap to improve the family economy.Keyword: Education, Cosmetics, Youth.
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
SOSIALISASI PENCEGAHAN DINI MUNCULNYA PENYAKIT DEGENERATIF PADA USIA PRODUKTIF DI SMKS MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Rulia Meilina; Marniati Marniati; Annisa Mufliha; Nurhaliza Nurhaliza; Novi yani; Siti Baitul Mihraj
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia transisi epidemiologi menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit, di mana penyakit kronis degeneratif sudah terjadi peningkatan. Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Kontributor utama terjadinya penyakit kronis adalah pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, pola makan dan obesitas, aktivitas fisik yang kurang, stres, dan pencemaran lingkungan. Sehingga Indonesia menanggung beban ganda penyakit di bidang kesehatan, yaitu penyakit infeksi masih merajalela dan ditambah lagi dengan penyakitpenyakit kronik degenerative. Penyakit kronik ini bukannya saja dialami oleh lanjut usia tetatpi juga banyak dialami oleh remaja. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada remaja  karena pola hidup remaja yang tidak sehat, hal ini dapat dilihat dari kebiasaan merokok para remaja dan kebiasaan makan makanan yang tidak sehat atau jajan sembarangan, kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta minimnya aktivitas fisik seperti olahraga dalam upaya pencegahan penyakit degenerative pada remaja Kata Kunci : Remaja, Penyakit Degeneratif, penyakit kronik
MEMBERIKAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK DI SMK MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astryna; Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Ewisna Syah Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan resistensi bakteri. World Health Organization (WHO) telah memperingatkan tentang peningkatan resistensi antibiotik secara global menimbulkan ancaman yang signifikan dapat mengurangi kemanjuran antibiotik melawan infeksi bakteri. Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui mengenai informasi penting tentang durasi, dosis dan cara penggunaan antibiotik. Maka dari itu, individu perluh memiliki pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Pemberian edukasi tentang pencegahan resistensi antibiotik di SMK Muhammadiyah Banda Aceh berguna untuk memberikan informasi tentang penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2024, mulai pukul 11.00 s/d selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan para siswa di SMK Muhammadiyah Banda Aceh. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan pencegahan resistensi antibiotik.Kata Kunci: antibiotik, resistensi, lingkungan sekolah Use of antibioticswhich is irrationalcan increase bacterial resistance. World Health Organization (WHO) had warned about The global increase in antibiotic resistance poses a significant threatreduces the efficacy of antibiotics against bacterial infections.The public in general does not know important information about the duration, dosage and method of using antibiotics.Therefore, individuals need to have knowledge about the rational use of antibiotics. Providing education about preventing antibiotic resistance at SMK Muhammadiyah Banda Aceh is useful for providing information about the use of antibiotics which can cause undesirable effects. This educational activity will be held on February 06, 2024, starting at 11.00 until finished. This activity was carried out face to face with students at SMK Muhammadiyah Banda Aceh. The result of this activity is to increase students' knowledge and insight regarding the rational use of antibiotics and preventing antibiotic resistance.Keywords: antibiotic resistance
Co-Authors Akbar, Riski Muna Akmadia, Nur Aldafi, Daevanul Aslam Alvionida, Fitra Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anggraini, Bunge Septiana Anggraini, Sasmita Annisa Mufliha Anwar, Chairanisa Ardhana Yulisma Ardila, Sabrina Armia Armia Arpaini Bako Asmaul Husna Asmaul Husna Aulia Maksum Ayu nadia Bontong, Novitawanty Juli Chairanisa Anwar Cut Fetri Yulya Cut Hizqiya Al zuhra Daffa Khairunnisa Dewi, Revina Dhirah, Ulfa Husna Diah Ramadhani Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Elizar Elizar Ellya Siswanti Enzelia, Enzelia Eva Rosdiana Eva Susanna Ewisna Syah Fitri Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Fauziah Salsabila Fazira, Cut Intan Febri Yusnanda Fhasnia . Fhasnia Fhasnia Fhonna, Putrya Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitri, Dasti Wahyuni Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Gultom, Evi Depiana Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hasrita Maghfirah Haykal, M Henny Umaya Fitri Herawati Herawati Herianto Bangun Hery Widijanto Hikmah, Naziah Husda, Azkia Husna, Zainatul Indah Amelia Putri Indah Amelia Putri Indah Novita Intan Safitri Japnur Intan Saumi Irma Suryani Ismail Ismail Ismiati Ismiati Izzah, Nuril Japnur, Intan Safitri Jeumpa Utari K, M Rizal Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lestari, Widya Maghfirah Maghfirah Maghlisa, Ulfa Ibna Maharani, Septia Marniati Marniati Masthura Sianipar Maulidella Maulidella Meutia Faradhiba Miftahul Jannah Monica Suryani Muhammad Afrizal Muhammad Rizki Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nadia Safira Nadia, Putri Nadya Nadya, Nadya Nasyani Elisiya Ningsih, Yustika Winda Ningsih, Yustika Wirda Novi Yani Nurdian islami Nurdin NurdinNurdin Nurfatin Nisa Nasri Nurhaliza Nurhaliza Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayatun Nufus Nurul Anjelini Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Picha Maudina Nasution Putri Nadia Qhamal, Syamsul Rahma Dewi Rahmad Akbar Rahmat Akbar Rahmayani Rahmayani Rahmi, Putri Rasmadin Mukhtar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzatul Jannah Revina Dewi Rezeki, Sahbainur Rina Kurniaty Rizka, Miftahul Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Safrizan Safrizan Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Saifauqi Nurman Saisa Saisa Saisa Saisa Sari, Cut Wulan Sari, Febia Sarini Vita Dewi Shabainur Rezeki Silmi Kaffah Silmi Kaffah Siti Baitul Mihraj Siti Samaniyah Sitti Dwi Maulina Suwita Afriana Syafriadi Syafriadi Syafriadi Syafriadi Syafriadi Syamsulian, Dra Syamsuliani, Syamsuliani Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna Sylvi Divana Fitra TB, Desita Ria Yusian Ulhusna, Zikra Ulla Putri Safrina Watani, Nurul Willis, Ratna Yassirly, Yassirly Yunika, Ficha Sopia Yusra Meiduri Yustika Wirda Ningsih Yustika Wirda Ningsih Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis