Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BERESIKO DI SMAN 11 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Hidayatul Makwa; Santina Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi akibat rendahnya akses informasi dan edukasi yang memadai. Di Indonesia, khususnya di Banda Aceh, tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih tergolong rendah dan berpotensi meningkatkan perilaku berisiko seperti kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kepada 88 siswa kelas III SMAN 11 Kota Banda Aceh pada tanggal 20 Desember 2025. Kegiatan dilakukan selama 90 menit dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui kuis. Media yang digunakan meliputi laptop, infocus, powerpoint, dan brosur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu menjawab pertanyaan pada tahap evaluasi, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Penyuluhan kesehatan reproduksi terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan berperilaku bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Uswatun Fauziah Lubis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5916

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat,dan menjadi penyebab kematian siginifikan di Indonesia. Termasuk di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh jumlah penderita Diabetes Melitus tipe 2 pada tahun 2022 tercatat sebanyak 89 orang (14,6%) dari 609 pengunjung poli penyakit dalam. Pada tahun 2023 menurun menjadi 54 orang (11%) dari 508 pengunjung, namun kembali meningkat pada tahun 2024 menjadi 99 orang (16,1%) dari 613 pengunjung. Peningkatan ini diduga kuat disebabkan oleh pola makan tidak sehat, obesitas, gaya hidup kurang aktif, dan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah sangat penting untuk pengendalian penyakit ini. Untuk mengetahui hubungan antara Pola Makan, Obesitas, dan Gaya Hidup dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Tidak terdapat hubungan antara pola makan dan kadar gula darah (p = 0,988). Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara obesitas dan kadar gula darah (p = 0,000). Gaya hidup juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar gula darah (p = 0,037). Terdapat hubungan antara obesitas dan gaya hidup dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Namun, pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan edukasi mengenai pengendalian berat badan dan penerapan gaya hidup sehat untuk pengelolaan gula darah yang optimal. Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Pola Makan, Obesitas, Gaya Hidup
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGINE PASCA BENCANA BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDEU KABUPATEN PIDIE JAYA Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Nurlaili Ramli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5913

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan kesehatan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat buruknya sanitasi dan rendahnya praktik personal hygiene, khususnya pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir di Desa Manyang Cut Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang dipilih menggunakan teknik (misalnya: total sampling atau purposive sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan personal hygiene (p value = 0,001) serta antara sikap dengan personal hygiene (p value = 0,001). Namun demikian, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan dan sikap dengan praktik personal hygiene, di mana sebagian responden dengan pengetahuan dan sikap positif masih memiliki personal hygiene yang kurang baik, serta sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku personal hygiene tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap, tetapi juga oleh faktor lain seperti ketersediaan sarana sanitasi, akses air bersih, dan dukungan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir, namun diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan perilaku kebersihan diri. Disarankan adanya peningkatan edukasi kesehatan serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai guna mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: pengetahuan, sikap, personal hygiene, remaja putri, pasca banjir
STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026 Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Nuzulul Rahmi; Rizka Maulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5905

Abstract

Abstrak Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir. Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS. Abstract Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases. The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas. Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.