Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34920

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34921

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34922

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
PERAWATAN TUBUH CALON PENGANTIN DENGAN RAMUAN TRADISIONAL MADURA SEBELUM HARI PERNIKAHAN DI RUMAH SPA KERATON SUMENEP SULISTYAWATI NINGSIH, INDAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35426

Abstract

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KLIEN PADA JASA MAKEUP PENGANTIN DI DESA PEKARUNGAN SIDOARJO Cinthiya, Miranda; Dwiyanti, Sri; Kusstanti, nia; Lutfiati, dewi
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35834

Abstract

Jasa make up artist memerlukan peningkatan pengguna jasa . Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepuasan klien. Untuk meningkatkan kepuasan klien maka perlu diperhatikan atribut-atribut yang ada dalam jasa layanan tersebut. Atribut-atribut dalam jasa layanan make up artist yang dipertimbangkan oleh klien sebelum memilih menggunakan jasa make up artist di antaranya adalah kualitas pelayanan dan harga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan klien pada jasa make-up pengantin di Desa Pekarungan, Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Poluasi penelitian ini pengguna jasa make up artist di Desa Pekarungan Sukodono Sidoarjo. Pengambilan data menggunakan kusioner yang dilakukan secara online melalui Google form. Analisis data dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas pelayanan dan harga berpengaruh terhadap kepuasan klien. Kata Kunci: kepuasan klien, jasa make-up pengantin
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA MOBILE LEARNING KELAS X PADA KOMPETENSI DASAR MEMAHAMI GIZI UNTUK KECANTIKAN DI SMK NEGERI 1 BATU Kumalasari, Nanda; Megasari, Dindy; Lutfiati, Dewi; Suhartiningsih, Suhartiningsih
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35837

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan media mobile learning pada kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut di SMK Negeri 1 Batu. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) kelayakan media mobile learning, 2) Keterlaksanaan pembelajaran, 3) Hasil belajar siswa, dan 4) Respon siswa menggunakan media mobile learning. Penelitian ini menggunakan penelitian pre-eksperimental design dengan rancangan penelitian jenis one-group pretest posttest design, yaitu penelitian yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut 1 di SMK Negeri 1 Batu sebanyak 28 siswa. Metode pengumpulan data yaitu observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata, prosentase dan uji t. Dari hasil penelitian menunjukkan 1) Penelitian kelayakan media mobile learning dinyatakan dalam kategori sangat layak dengan nilai rata-rata 3.4, 2) Keterlaksanaan Belajar dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 3.25, 3) Hasil belajar siswa terdapat peningkatan dengan nilai rata-rata pretest 41.8 dan nilai rata-rata posttest 80.7, 4) Respon siswa dikategorikan sangat baik dengan nilai hasil rata-rata keseluruhan 95,1 dari ke enam aspek, 5) dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa penerapan penggunakan media mobile learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X kecantikan kulit dan rambut pada kompetensi dasar mengetahui gizi kecantikan Kata kunci : Media mobile learning, Kompetensi Dasar Gizi Kecantikan.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN EYE CREAM DAN EYESHADOW BASE PADA HASIL TATA RIAS MATA Rahayu, Mutiara; Lutfiati, Dewi; Maspiyah, Maspiyah; Puspitorini, Arita
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35840

Abstract

Tata rias mata digunakan untuk memperindah penampilan bentuk mata. Sebelum tata rias mata dan mengoleskan eyeshadow perlu menggunakan eyeshadow base agar hasilnya tahan lama. Kenyataannya eyeshadow masih mudah pudar, hasilnya kurang halus untuk jenis kulit kering dan sudah memiliki tanda penuaan. Hal tersebut berdasarkan pengamatan di lapangan, sehingga peneliti mencari alternatif kosmetik selain eyeshadow base yaitu menggunakan eye cream. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan eye cream dan eyeshadow base serta mengetahui yang terbaik antara eye cream dan eyeshadow base sebagai perpaduan base atau dasar makeup pada tata rias mata. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan penelusuran pustaka berupa jurnal-jurnal dan artikel yang dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan eye cream dan eyeshadow base pada tata rias mata. Analisis penelitian menerapkan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa eye cream dapat digunakan sebagai base makeup khususnya tata rias di bagian mata selain untuk perawatan. Dikarenakan eye cream memiliki lebih banyak kandungan vitamin dan bahan aktif yang dapat merawat dan memperbaiki tekstur kulit. Tekstur eye cream yang ringan dan mudah meresap bisa diaplikasikan pada hampir semua jenis kulit, sehingga tidak menyebabkan hasil riasan menggumpal, terlihat halus dan membaur dengan baik. Sementara itu, eyeshadow base untuk ketajaman warna eyeshadow cukup bagus. Namun karena cenderung bertekstur lebih padat sehingga lebih lama meresap di kulit. Oleh sebab itu hasilnya kurang halus saat membaurkan warna eyeshadow dan riasan cepat pudar karena berminyak, serta tidak membaur dengan baik. Sebaiknya eyeshadow base digunakan pada jenis kulit yang normal supaya hasilnya lebih halus dan merata. Kata Kunci: eye cream, eyeshadow base, tata rias mata
PENGARUH PROPORSI MADU, KETAN HITAM (Oryza Sativa var. Glutinosa) DAN EKSTRAK JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia Swingle) TERHADAP SIFAT FISIK MASKER WAJAH TRADISIONAL Azizah, latiffany; kusstianti, nia; Pritasari, octaverina; Lutfiati, Dewi
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35844

Abstract

Masker merupakan salah satu cara perawatan yang dapat dilakukan secara berkala. Masker wajah memiliki banyak manfaat seperti membantu meregenerasi sel kulit, memperlancar peredaran darah dalam kulit, membantu memperlambat penuaan dini, mengencangkan kulit, mencerahkan, dan masih banyak lagi. Banyak jenis masker yang dapat dijumpai mulai dari masker kertas, masker gel, dan masker bubuk. Masker bubuk disebut juga masker tradisional yang dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan- bahan alami seperti beras ketan hitam, madu, dan jeruk nipis. Madu sendiri memiliki kaya akan manfaat untuk kecantkan dan kesehatan kulit, tak jarang madu digunakan sebagai beberapa campuran kosmetik guna mempertahankan keindahan kulit. Anti bacterial alami pada madu dipercaya dapat membantu meredakan peradangan pada jerawat dan menyamarkan noda hitam. Kandungan vitamin E dan serat tinggi yang terkandung dalam beras ketan hitam mampu membantu melembabkan kulit wajah dan mencegah kerutan pada kulit wajah. Sedangkan jeruk nipis mengandung asam yang dapat mengeringkan jerawat, mencerahkan, dan membantu regenerasi sel kulit pada wajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi sediaan masker madu, ketan hitam (Oryza Sativa var. Glutinosa) dan ekstrak jeruk nipis terhadap sifat fisik masker wajah tradisional meliputi warna, aroma, tekstur, daya lekat, dan masa simpan masker wajah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas yang digunakan yaitu ketan hitam dan ekstrak jeruk nipis, sedangkan variabel kontrol yang digunakan adalah madu. Metode dalam penelitian ini menggunakan Studi Literatur. Hasil akhir penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahan alami seperti madu, ketan hitam, dan jeruk nipis dapat digunakan sebagai masker guna perawatan kulit wajah yang dilakukan secara berkala.
MASKER PERAWATAN KULIT WAJAH BERBAHAN WORTEL (Daucus carota) Sari, Dyla; Wilujeng, Biyan; Lutfiati, Dewi; Dwiyanti, Sri
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35845

Abstract

Masker wajah merupakan sediaan kosmetika perawatan kulit wajah yang memiliki banyak manfaat positif untuk kulit sesuai dengan kebutuhan masing-masing kulit wajah.Penggunaan masker wajah bertujuan untuk mencegah keriput penuaan dini, membersihkan kotoran pada kulit wajah, dapat mengangkat sel-sel kulit mati, dan dapat mencerahkan warna kulit wajah.Wortel (Daucusucarota) memiliki banyak kandungan untuk kulit wajah salah satunya ?-karoten.?-karoten yang terdapat pada wortel (Daucusocarota) memiliki manfaat dapat mencerahkan kulit wajah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa wortel (Daucus9carota) dapat digunakan sebagai bahan masker perawatan kulit wajah.Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan penelusuran pustaka berupa jurnal-jurnal atau artikel yang dapat dipertanggungjawabkan baik nasional maupun internasional terkait bahan wortel (Daucuslcarota) untuk pembuatan masker perawatan kulit wajah.Analisis penelitian menerapkan prosedur penelitian studi pustaka.Hasil pustakayang diperoleh menyatakan bahwa wortel (Daucus carota) dapat digunakan sebagai bahanmasker wajah dengan berbagai macam pengelolaan wortel berupa bubuk dengan dilakukannya pengeringan dan diekstrak dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Bahan yang dapat digunakan berupa masker bubuk yaitu tepung beras, tepung ketan, dan madu sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan masker gel maupun clay yaitu kaolin, CMC-Na, dan PVA. Kata kunci: masker wajah, wortel (Daucus carota), ?-karoten
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA KOMPETENSI DASAR PELURUSAN RAMBUT YANG TELAH MENGALAMI PROSES KIMIA DI SMK NEGERI 3 KEDIRI ndari, Fitria; suhartiningsih, suhartiningsih; Lutfiati, Dewi; Megasari, Dindy
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35856

Abstract

Kompetensi dasar pelurusan rambut sangat penting untuk dikuasai siswa SMK jurusan Tata Kecantikan Rambut untuk memenuhi kebutuhan industri kecantikan akan tenaga kerja yang mampu melakukan pelurusan rambut sesuai perkembangan gaya rambut dan sesuai dengan trend saat ini. Penguasaan siswa terhadap kompetensi dasar pelurusan rambut dapat dilakukan melalui proses belajar. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) sangat tepat diterapkan pada kompetensi dasar pelurusan rambut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterlaksanaan sintaks model Pembelajaran Berdasarkan Masalah, mengetahui aktifitas siswa kelas XII Tata Kecantikan Rambut selama proses belajar, mengetahui hasil belajar siswa kelas XII baik kognitif maupun psikomotorik, mengetahui respon siswa kelas XII pada model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada Kompetensi Dasar Pelurusan Rambut. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan Pre Experimental Design, dengan rancangan penelitian yang gunakan adalah one grup pretest-postest design. Subyek penelitian yaitu 30 siswa kelas XII Tata Kecantikan Rambut SMKN 3 Kota Kediri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes kinerja, dan angket. Metode analisis data yang digunakan berupa rata-rata untuk keterlaksanaan pengelolaan pembelajaran, persentase untuk aktivitas siswa, uji t untuk hasil belajar siswa, dan persentase untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlaksanaan pengelolaan pembelajaran memperoleh rata-rata dengan nilai 3,85 dengan kategori baik sekali. Aktivitas siswa memperoleh persentase rata-rata 96,4% kategori baik sekali. Hail pada pre test kognitif menunjukkan rata-rata nilai 66.80 sedangkan hasil post test kognitif menunjukan rata-rata nilai 78.67 dari hasil pre test dan post test yang didapat menunjukkan peningkatan 11.87 dan untuk hasil pre test psikomotor menunjukkan rata-rata nilai 73.50 sedangkan hasil post test psikomotor menunjukkan rata-rata nilai 81.70 dari hasil nilai pretest dan post test yang didapat menunjukkan peningkatan 8.2. Uji T pada ranah kognitif mendapat skor 50.804 dan pada ranah psikomotor 32.673 dengan taraf signifikansi 0.000<0.5 Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan penguasaan kompetensi pelurusan rambut. Serta respon siswa diperoleh persentase rata-rata 97,75 % dengan kategori baik sekali dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berdasarkan masalah pada kompetensi dasar pelurusan rambut dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII Tata Kecantikan Rambut SMKN 3 Kediri. Kata Kunci: pelurusan rambut, metode pembelajaran, pembelajaran berdasarkan masalah
Co-Authors Afkarina, Risqa AGUSTIN RIDWAN, VITA Amalia Ruhana, Amalia Andriani, Tetania Maulidia ANGGITA SARI, PUTRI Anggraeni, Amelia Aninda, Catleya Azka Arita Puspitorini ARUM PUSPA SARI RYANICA, FITRI Ascaya, Made Milenia Candrawati Azizah, latiffany Bella, Yuniar Anisa Bidari, Citra Laksmi Biyan Yesi Wilujeng Cahyani7, Wahyu Dwi Cinthiya, Miranda Dewi, Lutfiah Kumala Diah Ayu Lestari Dindy Megasari Dindy Sinta Megasari Dindy Sinta Megasari Dini Apriani, Dini Diningrum, Siti Erlinda DWI AGUSTIN, NANA Dwi Kristiastuti Dwi Kristiastuti fardani, narisma Fatin, Anisah Fatin, Hanani Auliya Fauziah, Syaviera Alifia Fernanda, M.A. Hanny Ferry FLORIDA NADEK, YERSI Habsari, Lucky Auliya Handayani, Galuh Hapsari, Ardian Sesarina Hartanti Wulandari, Ririn Noor Hasan, Hazizah Martina Sari Inayati, Indah jayanti, Devita Karomatul H, Dewi Tusiani KARTIKAWATI, MELINDA Kumala, Aisah Dian Kumalasari, Nanda Kusstanti, nia Linda Hadityaningsih Lucia Tri Pangesthi Lucia Tri Pangesthi LUTFI CAHYANINGRUM, DHINANDA MANGINAR HUTAPEA, NATALIA Marniati Marniati, Marniati MARSHA ANDELLA, GRACELLYA Maspiyah Maspiyah Maspiyah Maulina, Dianisa Maure Gitta Miranti Syahrudin Mauren Gita Miranti Mayola, Cindy Arinda Megasari, Dindy Miniarti, Miniarti Muliana, Amma Munawaroh, Maulidatul Mustika, Pitaloka Nanda Mutimmatul Faidah Nafannisa, Salsabilla Rizky ndari, Fitria Nia Kussianti Nia Kusstianti Nia Kusstianti Nia Kusstianti Nieke Andina Wijaya Niensona, Celia Sheiron Novia Restu Windayani Novia Restu Windayani, Novia Restu Nugrahani Astuti NUR DIAHWATI, HILMA Nurromzanie, Dista Osy Nuryakin, Berlian Nuryana, Baiq Mulya Peppy Mayasari, Peppy Permatasari, Lindya Pratiwi, Ursila Indah Prillacaprienta, Ghesi Rindang Pritasari, Octaverina Pritasari, Octaverina Kecvara Puspita, Vivian Putri, Adillah Amirul putri, karina herawati Putri, Katharina Tassya Ariratna Putri, Ni Nengah Cindy Swandewi Qonita, Anggi Mara Qonitatila, Nadhila Mar’atul Qoyyimah, Millah Rachmah, Rika Nur Rachmahdieni, Rainy Ridha Rahayu Dewi Rahayu Dewi Rahayu, Mutiara Rahma, Alya Zahra Nur Maulida Rahmawati, Nurlaili RATNASARI, ULFI Restiana, Verna Robi’atul ‘Auliya, Lintang Ayu Safira, Karina Beauty Safitri, Binti Inna Saphira, Cynthia Shella Sari, Dyla Sari, Wilujeng Indah Shafiyyah, Salma Singarimbun, Kirey Permata Crysti Br Sri Dwiyanti Sri Usodoningtyas Suhartiningsih Suhartiningsih SUKMA INSANI, MAHAYU SULISTYAWATI NINGSIH, INDAH Sulistyowati, Silfia Widya ulya, nanda hilyatul Usodoningtyas, Sri Verina Mayang Sari Violita, Dinda Asteria Wijaya, Nieke Andina Wilujeng, Biyan Wilujeng, Biyan Yesi wilujeng, nieke andina WINDA PUTRI AYU LESTARI, MAY Yuliana, Qoriah Setia