Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN PENGEMBANGAN APLIKASI SEBARAN PENDIDIKAN BERBASIS WEBGIS DI KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Tri Afiebbawa Exactanaya; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.036 KB)

Abstract

ABSTRAKInformasi pendidikan adalah sebuah jasa yang menginformasikan tentang pendidikan umum dan keagamaan. Tempat pendidikan selama ini dicari oleh orang dengan cara bertanya kepada beberapa orang yang pernah bersekolah atau masih bersekolah di lokasi tersebut. Bahkan tidak jarang pula ada informasi yang disajikan di internet. Namun, informasi tentang pendidikan ini biasanya hanya menyajikan data-data sekolah umum. Maka dari itu hal utama yang melatar belakangi pembuatan web ini adalah perlunya informasi pendidikan yang bertujuan untuk memudahkan seseorang untuk mencari informasi pendidikan keagamaan dan umum. Penelitian ini berupa aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) tentang tempat pendidikan berbasis web dengan wilayah penelitian di area kecamatan Demak. WebGIS digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih menarik serta mempresentasikan kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dibuat menggunakan struktur website HTML, bahasa pemrograman (javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuat database, serta menggunakan peta dasar dari Google Maps API. Hasil penelitian ini berupa aplikasi WebGIS informasi pendidikan di area kecamatan Demak yang menggunakan Google Map API sebagai penyedia peta gratis yang diintegrasikan ke dalam web. Data sekolah yang ditampilkan dalam web sejumlah 237 sekolah, yang terdiri dari sekolah umum dan keagamaan. Hasil uji usability efektvfitas aplikasi “cukup efektif”, kemudahan pengguna “cukup mudah”, dan kepuasan pengguna “Cukup puas”.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMBUATAN ENVIRONMENTAL SENSITIVITY INDEX (ESI) MAPS DI PESISIR KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Hartomo Haryo Kuncoro; Bandi Sasmito; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.398 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam kawasan pesisir dan pantai Kabupaten Demak dihuni oleh beragam ekosistem seperti terumbu karang, tumbuhan mangrove, ikan, burung pemakan ikan, udang, dan sebagainya. Karena keberagamannya, ekosistem ini dirasa cukup rentan terhadap gangguan dari luar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya perlindungan dan pelestarian kawasan pesisir dan pantai.Penelitian ini menggunakan metode berupa penggabungan teknologi penginderaan jauh dan SIG untuk pembuatan Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps. Penelitian dimulai dengan pembuatan Peta Tutupan Lahan Kawasan Pesisir Kabupaten Demak, kemudian pengidentifikasian ekosistem pesisir melalui citra satelit Ikonos, pengklasifikasian garis pantai dan habitat sumber daya hayati dan selanjutnya masuk ke tahap kartografi pembuatan Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps Kawasan Pesisir Kabupaten Demak.Hasil penelitian menunjukan jenis dan habitat flora dan fauna yang berhasil dipetakan dan diidentifikasi sebanyak 19 spesies yang tersebar sepanjang pesisir Kabupaten Demak. Klasifikasi kerentanan garis pantai yang sering muncul berada pada tingkat 10C (Swamps) dan terdapat 7 variasi tingkat kerentanan lainnya. Variasi klasifikasi yang terjadi akibat perbedaan struktur tanah yang menyusun garis pantai dan kawasan pesisir Kabupaten Demak. Produk peta yang dihasilkan adalah Peta Environmental Sensitivity Index (ESI) Kawasan Pesisir Kabupaten Demak dengan skala peta 1 : 25.000 dan berjumlah 6 (enam) lembar peta. Dalam uji usability yang dilakukan terhadap produk peta, menunjukkan 70% responden dapat memahami dan menerima informasi yang ditampilkan dalam peta. Sehingga dapat diasumsikan bahwa Peta Environmental Sensitivity Index (ESI) Kawasan Pesisir Kabupaten Demak ini dapat dipahami oleh pembaca maupun pengguna peta serta dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kawasan pesisir Kabupaten Demak.Kata Kunci : kawasan pesisir, ESI Maps, Kabupaten Demak, kerentanan garis pantai, uji usability  ABSTRACT In coastal areas and beaches Demak are populated by a variety of ecosystems such as coral reefs, mangroves, fish, fish-eating birds, shrimp, and so on. Because of its diversity, these ecosystems are considered susceptible to interference from outside. Therefore, it is necessary to protect and preserve the coastal areas and beaches.This study uses a method of integrating remote sensing and GIS technology for assembling the Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps. Study began with the creation of Land Cover Map Demak Coastal Area, then the identification of coastal ecosystems through IKONOS satellite imagery, classification of shoreline and biological resources and subsequently entered into the stage of manufacture cartography Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak.The results showed species and habitats of flora and fauna that successfully mapped and identified, there are as many as 19 species are scattered along the coast of Demak. Sensitive shoreline classification that often appear to be at the level of 10C (Swamps) and there are 7 other variations in the level of vulnerability. Classification variations are caused by differences in the structure of land that formed the shoreline and coastal area of Demak. The resulting product is a map: Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak, the scale of the map was 1:25,000 and amounted to 6 (six) map sheet. In usability tests conducted on the product map, showing 70% respondents can understand and accept the information displayed in the map. So it can be assumed that the Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak can be understood by the reader and user of the map, and can be used as a reference for the development of coastal areas of Demak.Keywords : coastal area, ESI Maps, Demak District, sensitive shoreline, usability test  *) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS DAN VISUALISASI KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA PURWOKERTO MENGGUNAKAN WEBGIS Naufal Humam Manshur; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.258 KB)

Abstract

ABSTRAKPurwokerto merupakan ibu kota dari Kabupaten Banyumas. Hal itu menjadikan Purwokerto sebagai pusat kegiatan utama di Kabupaten Banyumas sehingga tingkat pertumbuhan Kota Purwokerto lebih tinggi dibanding daerah di sekitarnya. Pembangunan perkotaan yang baik tetap harus memperhatikan aspek lingkungan, termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang Terbuka Hijau menurut Peraturan Meteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Keberadaan RTH memiliki manfaat yang sangat penting bagi sebuah lingkungan perkotaan, terutama RTH taman. Penelitian ini menggunakan metode digitasi on screen pada Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis luasan RTH di Kota Purwokerto. Hasil visualisasi RTH dalam penelitian ini dipetakan dari hasil digitasi on screen citra SPOT 7 tahun 2019 dan ditampilkan dalam bentuk webGIS. Hasil penelitian ini adalah Kota Purwokerto memiliki luas total RTH sebesar 2.134,887 ha atau setara dengan 52,24% dari luas total Kota Purwokerto. Luas RTH Privat Kota Purwokerto sebesar 1.966,178 ha atau senilai 48,11% dari luas total Kota Purwokerto dan luas RTH Publik Kota Purwokerto sebesar 168,710 ha atau sama dengan 4,13% dari luas total Kota Purwokerto. Keseuaian RTH Privat terhadap Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 telah memenuhi dari batas minimal yaitu 10%. Sedangkan, keseuaian RTH Publik tidak memenuhi dari batas minimal yaitu 20%. Kesesuaian RTH Kota Purwokerto telah memenuhi dari batas minimal yaitu 30%. Luas RTH Taman Kota Purwokerto sebesar 8,889 ha atau senilai dengan 0,22% dari luas Kota Purwokerto. Ketersediaan RTH Taman ada yang telah memenuhi dan ada yang tidak memenuhi dari batas minimal jumlah penduduk. Hasil keseluruhan uji usability webGIS mendapat nilai 4,14/5,00 yang mana masuk dalam kategori Sangat Baik. Kata Kunci: ArcGIS Online, Ruang Terbuka Hijau, SIG, WebGIS, Website ABSTRACTPurwokerto is the capital of Banyumas Regency. That makes Purwokerto the main center of activity in Banyumas Regency so that the growth rate of the City of Purwokerto is higher than the surrounding area. Good urban development must still pay attention to environmental aspects, including Green Open Space (GOS). Green Open Space according to the Regulation of the Public Works Number: 05/PRT/M/2008 is an elongated area / pathway and / or grouped, the use of which is more open, a place to grow plants, both those that grow naturally and are intentionally planted. The existence of green space has very important benefits for an urban environment, especially green space parks. This study uses the digitization on screen method in the Geographic Information System (GIS) to analyze the area of green space in the city of Purwokerto. The results of the green space visualization in this study were mapped from the results of digitizing on screen SPOT 7 image in 2019 and displayed in the form of webGIS. The results of this study are Purwokerto City has a total green space area of 2.134,887 ha or equivalent to 52,24% of the total area of Purwokerto City. The area of Private Green Open Space of Purwokerto City is 1.966,178 ha or equal to 48,11% of the total area of Purwokerto City and the area of Public Open Space of Purwokerto City is 168,710 ha or equal to 4,13% of the total area of Purwokerto City. Suitability of Private Green Open Space to the Minister of Public Works Regulation Number: 05/PRT/M/2008 has met the minimum limit of 10%. Meanwhile, the suitability of public green open space does not meet the minimum limit of 20%. The suitability of GOS Purwokerto City has met the minimum limit of 30%. The Green Open Space of Purwokerto City Park is 8,889 ha or equal to 0,22% of the Purwokerto City area. The availability of green open space in the park has met and some has not met the minimum population limit. The overall results of the webGIS usability test scored 4,14/5,00 which is included in the Very Good category.
PENINJAUAN SECARA KARTOGRAFIS DALAM PEMBUATAN PETA KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO Uman Kertanegara; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.995 KB)

Abstract

Fungsi dari peta pada saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini dibuktikan dengan adanya permintaan yang banyak dan meluas pada berbagai macam profesi untuk berbagai macam kebutuhan. Namun dalam perkembangannya, peta mengalami banyak kerancuan, ketidak-efisienan dan terjadi miss-communication terhadap pengguna peta, sehingga tujuan pembuatan peta tidak tercapai.            Kampus Universitas Diponegoro wilayah Tembalang pada saat ini ada beberapa objek bangunan yang masih dalam proses pembangunan. Dengan adanya bangunan-bangunan baru di kampus Undip, maka perlu dilakukan pembaharuan data-data yang berhubungan dengan letak bangunan, terutama pada pemetaan kampus. Pembuatan peta ini lebih difokuskan pada penggunaan variabel grafis yang ada dalam kaidah kartografis, demi kemudahan dalam pembacaan peta.Hasil peta kampus Undip dalam penelitian ini, bahwasannya penggunaan variabel grafis seperti simbol warna, simbol label, pola dan tekstur lebih banyak mendominasi aspek kartografis untuk simbologi objek-objek kampus dan hasil evaluasi kartografis pada hasil pemetaan ini, untuk kertas A3 dengan skala 1:6.000 didapat nilai persentase dari keefesienan peta kampus Undip pada penelitian ini secara keseluruhan sebesar 80% dengan efesiensi warna sebesar 75% maka peta memiliki kualitas yang memadai sebagai fungsi peta. Dari hasil pemetaan ini, diharapkan peta akan bertambah efektif, efisien dan akrab (user-friendly) untuk masyarakat luas pada pengkajian selanjutnya.Kata Kunci : Kartografi, Variabel Grafis, Peta Kampus Undip.
VISUALISASI 3D PETA KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN (KKOP) BANDARA NGURAH RAI BALI Elceria Susanti; Arief Laila Nugraha; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.573 KB)

Abstract

Abstrak Bandara Ngurah Rai adalah bandara yang berada di Bali tepatnya di Kabupaten Badung Kecamatan Kuta yang secara geografis terletak pada koordinat 8°44′53″LU 115°10′3″BT. Lokasi Bandara Ngurah Rai berada di tengah jalur antara Kuta Utara dan Kuta selatan di mana banyak obyek pariwisata sehingga menunjang pembangunan baik hotel, villa, BTS, menara maupun antena yang berpotensi menimbulkan gangguan pada aktivitas penerbangan (obstacle) yang berada di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) terutama kawasan sekitar bandara agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan pesawat udara (Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan).Metode yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah metode overlay identity dengan menggunakan software ArcGIS 10. Pembuatan peta menggunakan software ArcGIS 10 selesai, kemudian peta ditampilkan pada Google Earth namun sebelumnya dibuat versi 3D pada software Google SketchUp Pro 2014.Dari hasil pengolahan data menggunakan metode tersebut, maka didapat informasi mengenai wilayah yang termasuk ke dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Ngurah Rai dan zona ketinggian di setiap pembagian kawasan. Dengan demikian, dapat diketahui persebaran obstacle menurut wilayah dan zona ketinggian pada KKOP Bandara Ngurah Rai yaitu sebagian besar berada di Kecamatan Kuta Selatan (Desa Ungasan, Pecatu, Benoa dan Kutuh). Penelitian ini bermanfaat untuk membuat perencanaan pembangunan, pemantauan obstacle, dan pembaharuan dari peta sebelumnya. Kata Kunci : Bandara Ngurah Rai, KKOP, ketinggian, obstacle. Abstract Ngurah Rai airportis  located on Bali, Badung. Geographically, it is located in coordinate 8°44′53″ S 115°10′3″ E. Ngurah Rai airport is in between of North Kuta and South Kuta near with tourism places that will improving building development like hotel, villa, BTS, tower althought antenna that have potensials to make disturbance to flight activity (obstacle) in Safety of Flight Operations Area (KKOP) especially near airport area in order to have no disturbance the flight activity (Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan).The method that used in this final task research is overlay identity  method by using ArcGIS's software 10. Cartography utilizes ArcGIS's software 10 all through, then map is featured on Google Earth yet 3D versions are made with Google SketchUp Software Pro 2014.The result of data processing are information about region which most turns in at Safety of Flight Operations Area (KKOP) of  Ngurah Rai Airport and height zone at any given area division. Thus, can be known about obstacle’s spread is according to region and height zone on KKOP Ngurah Rai Airport which is dominated in Kuta Selatan (Desa Ungasan, Pecatu, Benoa dan Kutuh). This research utilitarian to make urban planning development, monitoring the obstacles, and update of previous map.  Key word: Ngurah Rai Airport, KKOP, elevation, obstacle.
ANALISIS ANCAMAN BENCANA EROSI PADA KAWASAN DAS BERINGIN KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Avianta Anggoro Santoso; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.245 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Aliran Sungai Beringin merupakan salah satu daerah aliran sungai terbesar di Kota Semarang dengan curah hujan tertinggi. Wilayah hulu adalah daerah yang berfungsi sebagai daerah konservasi, tangkapan  hujan, dan pengelolaan  lingkungan DAS. Tujuan pengelolaan DAS antara lain mengendalikan dan mencegah erosi tanah, mengoptimalkan air tanah, dan menjaga lingkungan hidup. Faktanya lahan konservasi  pada wilayah hulu telah banyak yang beralih fungsi. Hal itu akan memicu kejadian bencana salah satunya disebut erosi.Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada wilayah DAS Beringin pada tahun 2013 dan mengkaji parameter yang mempengaruhi besarnya tingkat erosi. Perhitungan erosi menggunakan metode RUSLE (Revised Soil Lost Equation) dan indeks topografi dihasilkan dengan menghitung faktor kemiringan dan panjang lereng. Tutupan  lahan terbaru dihasilkan dari digitasi on screen citra google earth  tahun  perekaman 2012. Perhitungan erosi dan pengolahan parameter erosi dilakukan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis.Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya erosi yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu : sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Dari hasil perhitungan dihasilkan tingkat bahaya erosi dengan tingkat sangat ringan sebesar 20,39 km2 (68%), ringan sebesar 3,83 km2 (13%), sedang sebesar 3,77 km2 (12%), berat sebesar 1,68 km2 (6%), sangat berat sebesar 0.19 km2 (0,6%).Kata kunci : Erosi, RUSLE, DAS Beringin, SIG ABSTRACTBeringin watershed is one of the largest watersheds in the Semarang City with the highest rainfall in Semarang City. The upstream area is an area that served as conservation area, rain catchment, and watershed environmental management. The purposes of watershed management is controling and preventing soil erosion, optimizing groundwater, and  protecting  the environment. The fact is land conservation in the upstream area has switched into others function. It will trigger one of catastrophic incident which is called erosion.The purpose of this study is  to determine the danger level of erosion in Beringin watershed area in 2013 and to  review the parameters that affect the level of erosion. Erosion calculation is using RUSLE (Revised Soil Lost Equation) method and  the topography index was  generated from  the slope value and slope length factors. Latest land  cover was generated from  on-screen digitized image from 2012 google earth image. The erosion level calculation and  the erosion parameter  are using  Geographic Information System technology.The results of this study is erosion potential maps that  is divided into five classes, namely: very mild, mild, moderate, severe, and highly severe. From the calculation result of erosion hazard  potential, as a very mild level at 20,39 km2 (68%), mild at 3,83 km2 (13%), moderate at 3,77 km2 (12%), severe at 1,68 km2 (6%), very severe at 1,9 km2 (0,6%).Keywords : Erosion , RUSLE, Beringin Watershed, GIS
PENENTUAN DAN PEMILIHAN LOKASI BANDARA DENGAN MENGGUNAKAN SIG DAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Rencana Bandara Di Kabupaten Kendal) Inessia Umi Putri; Arief Laila Nugraha; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.789 KB)

Abstract

Abstrak Lokasi bandara di Indonesia kerap mengalami permasalahan dalam perencanaan lokasi. Letak bandara yang berada di pusat kota sering menjadi penghambat laju pertumbuhan kota, seperti Bandara Ahmad Yani yang terletak di pusat Kota semarang. Akibatnya, kawasan pemukiman dan perkantoran yang berada di sekitar Bandara Ahmad Yani terganggu dengan suara bising yang berasal aktivitas penerbangan, belum lagi ancaman akan kecelakaan penerbangan yang kapan saja dapat terjadi. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan langkah yang tepat dalam menyajikan aspek spasial (keruangan). Dalam hal ini SIG mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk menganalisis dalam proses penentuan lokasi bandara yang sesuai dengan parameter yang telah ditentukan, yaitu tata guna lahan, kemiringan lahan, curah hujan, kepadatan penduduk, jarak dari jalan utam, jarak dari sungai utama, arah dan kecepatan angin.Dari analisis dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) menunjukkan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing-masing parameter sebesar 39.588 % untuk arah dan kecepatan angin, 24.1%  untuk kemiringan lereng, 17.196%. ntuk curah hujan, 8.67%  untuk tata guna lahan, masing-masing 4.097% untuk parameter jarak dari jalan utama dan jarak dari sungai utama, dan 2.23% untuk kepadatan penduduk. Dari hasil overlay peta hasil skoring dengan prasyarat lokasi bandara, didapatkan tiga alternatif daerah yang sesuai untuk menjadi lokasi bandara baru di Kabupaten Kendal, yaitu, Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu, Desa Wonosari Kecamatan Patebon, dan Desa Kalirejo Kecamatan Kangkung.Kata kunci: Lokasi Bandara; AHP; SIG Abstract Airports location often  have problems in site planning. The airport which is located in the city center become a resistor the rate growth of the city, such as Ahmad Yani Airport which is located in the center of Semarang City. As a result, residential areas and offices located around the Ahmad Yani Airport disturbed by noise of flight activity, and also the threat of aviation accidents can happen anytime. Geographic Information System (GIS) is a right step in presenting the spatial aspects (spatial). In this case the GIS has the benefit that can be used to analyze the process of determining the location of the airport in accordance with predetermined parameters, namely land use, slope, rainfall, population density, distance from  main roads, the distance from the main river, direction and speed wind. By the analysis using AHP method (Analytical Hierarchy Process) shows that the weighted score which affected each of parameter is 39 588% for direction and speed wind, , 24.1% terrain slope, , 17,196% rainfall, 8.67% for land use, respectively 4,097% for the parameter distance from the main road and the distance from the main river, and 2,23% to population density. According to overlay results scoring maps with precondition of airport location that have obtained three areas which is  suitable to be alternative location of a new airport in Kendal, namely Wonorejo village from Kaliwungu District, Wonosari village from Patebon District, village Kalirejo from Kangkung DistrictKeywords: Airport Location, AHP, GIS
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI STASIUN KERETA API JALUR SEMARANG - BANDUNG BERBASIS ANDROID Handoko Dwi Julian; Bambang Sudarsono; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.873 KB)

Abstract

Abstrak Kereta Api merupakan salah satu jenis moda transportasi massal yang efisien untuk jumlah penumpang yang tinggi. Pada era sekarang ini, peranan Transportasi Kereta Api sangatlah penting bagi masyarakat luas dan pengaplikasian Sistem Informasi Geografis semakin populer dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan analisis spasial. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran koordinat lapangan menggunakan Global Positioning System (GPS) sebagai data utama dan data atribut sebagai data pendukung serta Google Maps yang berguna untuk menampilkan jalur kereta api Semarang-Bandung. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi yang dibangun dengan bahasa pemrograman java menggunakan software Eclipse dan ADT ( Android Development Tool). Hasil akhir dari penelitian ini berupa Aplikasi Harina Train Online berbasis mobile GIS yang dioperasikan dengan sistem Android dan memiliki beberapa fitur utama seperti visualisasi jalur kereta api Semarang-Bandung, informasi setiap stasiun kereta yang dilewati, tarif tiket kereta api, jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api, serta informasi alternatif transportasi. Kata Kunci : Jalur Kereta Api, GPS, Mobile GIS, Aplikasi, Android. Abstract Train is one kind of efficient mass transportation for the high number of passengers. In this era, the role of transport is very important for the society and the Application of geographic information system utilized increasingly popular for various interest of spatial. In this research, the coordinates of the field were taken by Global Positioning System (GPS) as the main data and attribute data as supporting data and visualize railway on Google Maps. In this study who later became an application built with the Java programming language using the Eclipse software and ADT ( Android Development Tool). The end result of this research is Harina Train Online Application based mobile GIS that operate on the android system has several key features such as visualization of railroad Semarang-Bandung, any information that is passed the train station, train ticket fares, schedules train departure and arrival, as well as alternative transportation information. Keyword: Railway, GPS, Mobile GIS, Applications, Android.
PEMANFAATAN WEBGIS UNTUK PEMETAAN PERSEBARAN SPBU DI KOTA SEMARANG Shindy Mariska Zulkarnain; Bambang Sudarsono; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.842 KB)

Abstract

ABSTRACT Semarang is the fifth largest city after Jakarta, Medan, Surabaya, and Bandung, with a population of nearly two million people. With a dense population, then the distribution of fuel oil (BBM) in the city of Semarang is getting bigger. Therefore, PT. Pertamina as the official agent of the fuel oil supplier is also growing rapidly, thus causing a lot of Gas Station (SPBU) establishment, especially in Semarang.With the development of today’s technology, the maps can be created in digital form with the use of Geographic Information Systems (GIS). In order to be more efficient in its use, then the map is integrated into a web, so users can access them anywhere and anytime. This research was developed using an HTML website framework, the java programming language, PHP, and MySQL with phpMyAdmin features as base data, and GPS handheld as the determinant position coordinate.The final result of this research is GIS application in distribution of Gas Station (SPBU) in Semarang based website which can be accessed on the spbu-semarang.com situs. This website shows the location and the facilities at the Gas Station (SPBU) and served through the google Maps, so can make it easy to find the location of Gas Station (SPBU) in Semarang.  Keywords : GIS, SPBU, Semarang City  ABSTRAKKota Semarang merupakan Kota ke lima terbesar setelah Jakarta, Medan, Surabaya dan Bandung dengan jumlah penduduk mencapai 2 juta jiwa. Seiring dengan perkembangan kepadatan penduduk dan  jumlah kendaraan bermotor  juga  semakin meningkat,  maka pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Semarang semakin besar dan berkembang  pesat, oleh karena itu PT.Pertamina sebagai agent resmi penyalur BBM juga kian berkembang  pesat sehingga menyebabkan banyaknya pendirian SPBU di wilayah Kota Semarang.Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini peta dapat dibuat secara digital yakni dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG), untuk lebih dapat efisien lagi peta tersebut diintergrasikan kedalam sebuah web agar bisa diakses oleh pengguna di mana saja dan kapan saja.Penelitian ini dikembangkan menggunakan Kerangka website HTML, bahasa pemrograman java, PHP dan MySQL dengan fitur phpMyAdmin sebagai basis data, dan GPS handheld sebagai penentuan posisi koordinat.Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG Persebaran SPBU di Kota Semarang berbasis website yang dapat di akses pada situs spbu-semarang.com dengan menampilkan lokasi dan fasilitas yang ada di SPBU yang disajikan melalui Google Maps sehingga bisa dengan  mudah menemukan lokasi SPBU yang ada di Kota Semarang  Kata Kunci : SIG,SPBU,Kota Semarang      *) Penulis PenanggungJawab
PEMANFAATAN SIG UNTUK MENENTUKAN LOKASI POTENSIAL PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN (Studi Kasus Kabupaten Boyolali) Yoga Kencana Nugraha; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2725.654 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Boyolali yang berada pada jalur strategis Semarang - Surakarta menyebabkan terjadinya perkembangan kota yang dapat memicu konversi lahan non-mukim menjadi permukiman. Penggunaan lahan yang tidak terencana akan menimbulkan kerusakan lahan dan lingkungan. Dalam hal tersebut SIG (Sistem Informasi Geografis) mempunyai peran yang cukup strategis, karena SIG mampu menyajikan aspek spasial (keruangan). Dalam rangka perwujudan manfaat SIG tersebut, yang kemudian dapat digunakan untuk mengetahui tingkat potensi lahan di Kabupaten Boyolali untuk pengembangan kawasan perumahan dan permukiman. Penelitian ini mempertimbangkan tujuh parameter untuk menentukan lokasi potensial pengembangan perumahan dan permukiman, yaitu parameter kemiringan lereng, ketersedian air tanah dan pdam, kerawanan bencana, Aksesbilitas, jarak terhadap pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan umum, kemampuan tanah dan perubahan lahan.Dari analaisis dengan metode metode AHP (Analytic Hierarchy Process) menujukan bobot pengaruh untuk masing masing parameter sebesar 27,5 % untuk kerawanan bencana; 19,4 % kemiringan lereng; 17,0 % Perubahan Lahan; 15,0 % Aksesbilitas; 7,2 % Ketersediaan Air; 7,0 % daya dukung tanah; 6,9 % jarak terhadap pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan umum. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dengan skoring, tingkat potensi untuk perumahan dan permukiman di Kabupaten Boyolali dibagi menjadi 4 kelas, yaitu Kelas Sangat berpotensi dengan luas 1944,92 Ha, cukup berpotensi dengan luas 63127,89 Ha, kurang berpotensi dengan luas 21302,52 Ha dan tidak berpotensi dengan luas 5216,20 Ha.Untuk Kecamatan yang memiliki kawasan sangat berpotensi dan menjadi prioritas daerah pengembangan kawasan perumahan dan permukiman yang sesuai RTRW Kabupaten Boyolali tahun 2010-2030 paling luas berada di Kecamatan Andong dengan luas 1645,82 Ha, Kemudian Kecamatan Boyolali dengan luas 1259,23 Ha, dan Kecamatan Nogosari seluas 1578,40  Ha.Kata Kunci :Potensi LahanPerumahan, SIG, AHP ABSTRACTBoyolali district which is strategically located at Semarang - Surakarta intercity road led to the development of the city which can trigger the conversion of non-settlements area into settlements area. Unplanned land usage will cause damages to the land and environment. In this case, GIS (Geographic Information System) have a strategic role, because GIS is able to present the spatial aspect. In order to realize the benefits of GIS, which can then be used to determine the level of land potential in Boyolali for real estate and housing development. This study considers seven parameters to determine the potential sites for housing and settlement development, that are the slope parameter, groundwater and PDAM availability, disaster vulnerability, Accessibility, distance to the center of commerce and public service facilities, land capability and land transformations.From the analysis using AHP method (Analytic Hierarchy Process) addressed the weights influence for each parameter is 27.5% for disaster vulnerability; 19.4% for slope; 17.0% for  land transformation; 15.0% for accessibility; 7.2% for water availability; 7.0% for land capability; 6.9% for the distance to the center of commerce and public service facilities. While based on the calculation and analysis by scoring, the level of potential for housing and settlements in Boyolali divided into 4 classes: Highly potential class with an area of 1944.92 hectare, enough potential with an area of 63127.89 hectare, less potential with an area of 21302.52 hectare, and no potential with an area of 5216.20 hectare.For the Districts with highly potential area and become a priority area of real estate and settlement development that appropriate to Boyolali district RTRW years 2010-2030 were most widespreaded in the Andong sub-district with an area of 1645.82 hectare, then the Boyolali sub-district with an area of 1259.23 hectare, and the Nogosari sub-district with an area of 1578,40 hectare.Keywords : Land potential forReal estate, GIS, AHP
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz Hani’ah Hani’ah HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur