Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN TEKNIS PENERAPAN GENERALISASI PETA RUPABUMI INDONESIA (RBI) DARI SKALA 1: 50.000 MENJADI SKALA 1:250.000 Nisrina Niwar Hisanah; Sawitri Subiyanto; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat. Ketersediaan basis data rupabumi dalam berbagai level skala merupakan amanat yang dituangkan dalam UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2013 menyebutkan peta dasar dengan segala karakteristik ketelitiannya menjadi dasar bagi pembuatan Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).Salah satu metode yang dapat digunakan dalam penyediaan basis data rupabumi adalah generalisasi. Generalisasi peta adalah proses penyederhanaan peta dengan tetap mempertahankan ciri atau karakteristik utama dari peta tersebut. Area yang dikaji adalah 24 Nomor Lembar Peta (NLP) skala 1: 50.000 atau setara 1 NLP skala 1: 250.000 yang merepresentasikan dua topografi yang berbeda yaitu pegunungan dan pantai.Metode generalisasi yang digunakan adalah seleksi, simplifikasi, dan penggabungan, kecuali kontur yang dibentuk ulang dari Digital Surface Model. Pengecilan dari skala 1: 50.000 menjadi skala 1: 250.000 pada proses generalisasi berpengaruh pada kenampakan titik, garis dan area yang berakibat pada perubahan jumlah panjang dan luasan. Basis data rupabumi skala 1: 50.000 menjadi 1: 100.000 menghasilkan jumlah objek sebesar 70,71% kemudian skala 1: 100.000 menjadi 1: 250.000 sebesar 63,25% untuk persamaan Radical Law. Petunjuk teknis generalisasi skala menengah sudah sesuai untuk penerapan pada skala kecil, kecuali pada unsur transportasi utilitas yang tidak memenuhi persen Radical Law dan unsur tutupan lahan pada skala 1: 250.000 yang tidak bisa memenuhi bentuk geometri dari karakteristik unsur tutupan lahan di lapangan.Kata Kunci : Basis data rupabumi, Generalisasi, Peta Rupabumi Indonesia, Radical Law ABSTRACTTopographic Map of Indonesia is a base map that gives information for land area. Availability database of topographic features in various levels of scale is the mandate set forth in Law No. 4 Year 2011 about Geospatial Information. Based on Government Regulation No. 8 of 2013, basic map with all characteristic throughness became basis creation of a map spatial plan area (RTRW). One method that can be used in topographical database is a generalization. Generalization map is a map simplification process while maintaining the main characteristics of these maps. The area studied is 24 Map Sheet Number (NLP) scale of 1: 50.000 or 1 equivalent of NLP scale of 1: 250.000 which represents two distinct topography are mountainous and coastal.The method that used are selection of generalization, simplification, and merger, except contours that reshaped from Digital Surface Model. Diminution of the scale from 1: 50.000 to 1: 250.000 in the process of generalization effect appearance of a point, line and that changes in the length and area. Database of topographical scale of 1: 50.000 to 1: 100.000 produce sum of the objects about 70,71%, then the scale of 1: 100.000 to 1: 250.000 about 63,25% for equality Radical Law. Technical guide of generalization medium scale is suitable for application on a small scale, except the element of transport utilities that do not meet percent Radical Law and elements of land cover at a scale of 1: 250.000 that can not meet the geometric shape of the characteristic elements of cover in the field.Keywords: Database topographical, Generalization, Topographic Map Indonesia, Radical Law  *) Penulis, Pananggung Jawab
DESAIN APLIKASI SISTEM INFORMASI PELANGGAN PDAM BERBASIS WebGIS (STUDI KASUS : KOTA DEMAK) Meiska Firstiara Maudi; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.262 KB)

Abstract

ABSTRAKDesain adalah suatu sistem yang berlaku untuk segala jenis perancangan dimana titik beratnya adalah melihat segala sesuatu persoalan tidak secara terpisah atau tersendiri, melainkan sebagai suatu kesatuan dimana satu masalah dengan lainnya saling terkait.Objek penelitian yaitu berupa aplikasi sistem informasi pelanggan PDAM Demak. Web-based GIS (WebGIS) adalah Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang terdistribusi dalam suatu jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografi secara visual pada World Wide Web. WebGIS dibandingkan dengan desktop GIS menawarkan beberapa keuntungan seperti efisiensi biaya, efisiensi beban kerja sumber daya manusia untuk instalasi, pemeliharaan dan dukungan teknis, pemangkasan kurva pembelajaran untuk pengguna akhir dan keunggulan dalam hal integrasi data spatial dan data non spatial.Hasil penelitian akan berupa sebuah desain aplikasi GIS yang berbasis web yang memberikan fasilitas untuk untuk pelanggan PDAM dan instansi dalam pengembangan sistem informasi. Kata Kunci : Desain, WebGIS, Web-based, spatial, non spatial ABSTRACT Design is a system which applicable to any kind of design where the emphasis to see everything unseperated, but as a unity is correlated one problem to each other.The object of research is customer information system application in Demak. Web-based GIS (WebGIS) is a Geographic Information System Applications (GIS) that is  distributed in a computer network to integrate and disseminate geographic information visually to the World Wide Web. WebGIS compared with desktop GIS offers several advantages such as cost efficiency, workload efficiency of human resources for the installation, maintenance and technical support, trimming the learning curve for end users and excellence in the integration of spatial data and non-spatial Data.The results of this research is an Applications of GIS which has the web to give some facilities to customers of PDAM and offices to develop of the information systems.Keywords: Design, WebGIS, Web-based, spatial, non-spatial
PEMODELAN KAWASAN RAWAN BENCANA ERUPSI GUNUNG API BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH (Studi Kasus Di Gunung Api Merapi) Arliandy Pratama; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.03 KB)

Abstract

ABSTRAKErupsi gunung api menghasilkan sejumlah bencana yaitu lava, jatuhnya piroklastik, aliran piroklastik, lonjakan piroklastik, ledakan lateral, longsoran puing-puing, tsunami vulkanik, lumpur, banjir dan gas. Dasar pemikiran pengkajian bencana gunung api dihubungkan ke ukuran, style/gaya, frekuensi erupsi dan kedekatan dengan gunung api, pengaruhnya terhadap masyarakat adalah kematian dan keracunan akibat gas.Diantara 127 Gunung Api aktif yang terletak di Indonesia mungkin Merapi termasuk yang paling terkenal. Banyak aspek yang membuat gunungapi ini menarik selain yang pertamatentu saja aktivitas vulkaniknya. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat peta kawasan rawan bencana erupsi gunung api untuk memberikan panduan yang memadai bagi daerah terkait bencana akibat erupsi gunung api. Manfaat dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko bencana gunung api terhadap keselamatan jiwa didaerah penelitian, Sebagai bagian dalam membantu kebijakan pemerintah dalam meminimalisir korban jiwa di daerah penelitian dan sebagai landasan dokumen rencana aksi daerah pengurangan risiko akibat bencana gunung api.Hasil dari penelitian ini yaitu berupa kawasan rawan bencana disekitar kawasan gunung api Merapi yang terlanda aliran lava terdiri dari 778 desa yang terbagi dalam 61 kecamatan dalam dua provinsi yakni Jawa Tengah dan D.I.Y. kawasan tersebut dibagi dalam tiga zona bahaya, yaitu tinggi dengan luas wilayah 671,828 Km², sedangdengan luas wilayah 764.017 Km²dan rendah dengan luas wilayah 1276,767 Km², berdasarkan luas wilayah maka jumlah akumulasi wilayah yang terdampak yaitu 11 wilayah kecamatan dengan status risiko tinggi, 18 wilayah kecamatan dengan status risiko sedang dan 32 wilayah kecamatan dengan status rendah.Kata Kunci : Gunung Merapi, Kawasan Rawan Bencana, Risiko dan Lava ABSTRACTThe volcanic eruption has produced disasters like the lava, pyroclastic fall, pyroclastic flows, pyroclastic surges, lateral blast, debris avalanche, volcanic tsunamis, mud, flooding and harmfull gases. The basic theory of volcano disaster assessment link to size, style / style, frequency of eruptions and proximity of volcanoes, can impact on the society region became a mortality and poisoning caused by gases. Among the 127 active volcano located in Indonesia, Merapi is among the most famous volcano. Many aspects that make this an interesting addition to the first course about volcanic activity observed. The purposed of this research is to created a map of areas prone the volcanic eruption to provide adequate guidelines for disaster-related areas as a result of volcanic eruption. This thesis is to determine the level of disaster risk to life safety volcano research area, as part of the government's policy to help minimize casualties in the area of research and as a foundation document risk reduction of action plan.The results of this study in the form of disaster-prone areas around the area that was devastated by the Merapi volcano lava flow consists of 778 villages that are divided into 61 sub-districts in the two provinces of Central Java and Yogyakarta. The region is divided into three prone zones, high-risk with an area of 671.828 km², moderate-risk is the area of 764 017 km² and low-risk with an area of 1276.767 km², based on the total accumulated area of the affected region is sub-district with 11 high-risk status, 18 districts have moderate risk status and 32 districts have low-risk status.Keywords : Merapi Volcano, Disaster-Proned Areas, Risky and Lava.
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMORPH DAN SIG (Studi Kasus : Kecamatan Semarang Barat) INNEKE ASTRID PITALOKA; Andri Suprayogi; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.311 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu kota yang sering terjadi longsor di beberapa kecamatan. Puluhan rumah ambruk dan rusak parah akibat terkena dampak tanah longsor. Salah satunya adalah kecamatan Semarang Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mencatat November 2016 sudah 38 kali bencana alam tanah longsor melanda di wilayah Semarang. Seiring dengan perkembangan teknologi untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor dapat menggunakan data Light  Detection  and  Ranging (LIDAR). Metode yang digunakan yaitu metode slope morphology (SMORPH) merupakan perhitungan sudut kemiringan lereng yang dibentuk antara bidang permukaan tanah dengan bidang normal. Perhitungan sudut kemiringan lereng pada penelitian ini digunakan dalam satuan persen. Metode yang digunakan dengan memberikan score dan bobot pada parameter penentuan adanya longsor. Penentuan score dan bobot mengacu pada katalog metodologi pembuatan peta geohazard.Dari pengamatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Light  Detection  and  Ranging (LIDAR) menggunakan metode pembobotan dan overlay beberapa parameter seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, curah hujan dan struktur geologi masing-masing memiliki skor dan bobot. Peta ancaman longsor dibagi menjadi 3 kelas dan wilayahnya rendah (1629,611 ha), sedang (346,684 ha) dan tinggi (13,751 ha). Kesesuaian daerah rawan longsor dilihat dari 2 jenis validasi dengan menggunakan data lapangan dan data kejadian longsor dan kerentanan berdasarkan matriks slope morphology (SMORPH). Kecocokan hasil sampel lapangan pada peta ancaman longsor adalah 97,05% dan tidak sesuai 2,95% sedangkan kesesuaian metode slope morphology (SMORPH) terhadap peta ancaman longsor dari sampling setiap kelurahan adalah 81,25% dan tidak sesuai 18,75%. Berdasarkan validasi yang dilakukan, maka hasil validasi lapangan terhadap peta ancaman lebih baik dibandingkan dengan validasi menggunakan metode SMORPH.
ANALISIS PENENTUAN LOKASI DAN RUTE TPA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN DEMAK Ahmad Daniyal; Arwan Putra Wijaya; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.296 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dialami hampir semua kota di Indonesia tidak terkecuali Kabupaten Demak. Pengelolaan Sampah yang belum maksimal menyebabkan menumpuknya volume sampah dan menimbulkan masalah-masalah baru. Kabupaten Demak sendiri memiliki dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu TPA candisari dan TPA kalikondang. Dimana TPA kalikondang sudah mendapat penolakan dari warga sekitar karena adanya dampak negatif yang dirasakan oleh warga baik dampak kesehatan maupun pencemaran lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan lokasi TPA yang baru dan sesuai dengan SNI 03-3241-1994 untuk menampung sampah yang dihasilkan warga demak.                Penentuan lokasi dan rute TPA ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana metode yang digunakan untuk penentuan lokasi TPA yaitu menggunakan metode bobot dan skoring serta overlay peta. Parameter-parameter yang digunakan berdasarkan SNI 03-3241-1994 yang diperoleh dari instansi terkait.sementara untuk penentuan rute TPA dari TPS memanfaatkanNetwork Analyts pada perangkat lunak ArcGIS.                Dari penelitian ini dihasilkan bahwa berdasarkan SNI 03-3241-1994 zona layak TPA terpilih berada di Desa Mangunjiwan Kecamatan Demak dengan luas 70 Ha dan total nilai 474. Sementara TPA kalikondang masuk dalam kategori tidak layak berdasarkan SNI 03-3241-1994 karena letaknya yang kurang dari 300 meter dari pemukiman. Rute yang diperoleh kondisi jalannya baik dan dapat dilalui oleh truk sampah.
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN (ZNEK) DAN PETA UTILITAS BERDASARKAN NILAI EKONOMI KEBERADAAN DAN NILAI PENGGUNAAN LANGSUNG KAWASAN MASJID AGUNG DEMAK DAN MAKAM KADILANGU DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Nastiti Asrining Hartri; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.026 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu daerah di Indonesia yang memiliki destinasi pariwisata yang terkenal dengan wisata religinya adalah Kabupaten Demak. Objek wisata religi di Kabupaten Demak diantaranya adalah Masjid Agung Demak dan Makam Kadilangu. Wisata religi tesebut sangat diminati wisatawan untuk berkunjung. Hampir setiap tahun terjadi kenaikan jumlah wisatawan pada kedua objek wisata tersebut. Dari tingkat antusiasme wisatawan yang semakin meningkat maka dapat dikatakan bahwa kedua obyek tersebut merupakan  obyek wisata yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pembuatan peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan untuk mengetahui manfaat nilai ekonomi kedua kawasan objek wisata tersebut.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Travel Cost Method (TCM) dan metode Contingent Valuation Method (CVM). Metode TCM digunakan untuk memperoleh nilai kegunaan langsung sedangkan metode CVM digunakan untuk mendapatkan nilai bukan kegunaan. Kemudian, pengambilan data primer dilakukan melalui survei lapangan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan menghitung nilai total ekonomi. Pada penelitian ini juga dilakukan uji statistik (uji validitas dan uji reliabilitas) dan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas).Hasil dari perhitungan nilai total ekonomi didapatkan nilai total kegunaan dan nilai total bukan kegunaan. Untuk kawasan Masjid Agung Demak, nilai total kegunaan yang didapatkan sebesar Rp 1.032.106.843.000,-, nilai total bukan kegunaan yang didapatkan sebesar Rp 52.746.711.060,-, dan nilai total ekonomi yang didapatkan adalah sebesar Rp 1.084.853.554.060,-. Sedangkan untuk kawasan Makam Kadilangu, nilai total kegunaan yang didapatkan sebesar Rp 1.347.433.284.000,-, nilai total bukan kegunaan yang didapatkan sebesar Rp 53.937.046.060,-, dan nilai total ekonomi yang didapatkan adalah sebesar Rp 1.401.370.330.060,-.
ANALISIS PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK MB-SYSTEM DAN CARIS HIPS AND SIPS BERDASARKAN STANDAR S-44 IHO 2008 Sendy Brammadi; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono; Imam Mudita
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.808 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengolahan data multibeam echosounder memiliki proses yang kompleks karena memerlukan beberapa koreksi untuk mendapatkan nilai kedalaman yang akurat, selain itu perangkat lunak yang digunakan untuk pemrosesan data multibeam memiliki harga lisensi yang mahal. MB-System sebagai perangkat lunak pengolah data multibeam berbasis open source dapat menjadi alternatif bagi yang mengalami kendala dalam memperoleh lisensi perangkat lunak berbayar seperti Caris HIPS and SIPS. Setiap perangkat lunak memiliki prosedur, kemampuan dan keterbatasan masing-masing, sehingga perlu dikaji perbandingan proses pengolahan data, visualisasi hasil setelah pemrosesan serta ketelitian yang dihasilkan dari pemrosesan menggunakan kedua perangkat lunak tersebut.Proses pengolahan data multibeam echosounder menggunakan perangkat lunak MB-System dan Caris HIPS and SIPS, hasil pengolahan menghasilkan titik kedalaman terkoreksi. Titik kedalaman selanjutnya divisualkan ke dalam model permukaan 2D menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan model 3D menggunakan perangkat lunak Surfer. Titik kedalaman hasil pengolahan dilakukan uji ketelitian berdasarkan standar IHO S-44 tahun 2008 orde 2 untuk mengetahui kualitas data multibeam dan uji statistik menggunakan uji-Z untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara kedua data hasil pengolahan.Dari pengolahan data multibeam menggunakan MB-System dan Caris HIPS and SIPS secara visual tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Ketelitian hasil pengolahan data multibeam menggunakan kedua perangkat lunak berada di dalam batas toleransi yang mengacu pada standar IHO S-44 tahun 2008 orde 2. Nilai kedalaman hasil pengolahan secara numerik memiliki perbedaan pada titik yang sama, namun secara statistik menggunakan uji-Z dengan tingkat kepercayaan 95% didapat nilai Z0 sebesar 0,099611 yang berarti nilai kedalaman hasil pengolahan tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga kedua model permukaan tersebut dianggap telah mewakili kondisi permukaan dasar laut yang sebenarnya. Kedua perangkat lunak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Caris HIPS and SIPS memiliki tampilan antarmuka yang profesional serta mudah digunakan, sedangkan MB-System memiliki fitur untuk menyajikan peta batimetri hasil pengolahan data multibeam serta kebebasan untuk menggunakan.
KAJIAN PENENTUAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN METODE UAV DI PANTAI TELENG RIA KABUPATEN PACITAN Nur Fajar Nafiah; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.503 KB)

Abstract

ABSTRAK                Garis pantai merupakan salah satu aspek teknis dalam penetapan dan penegasan batas pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Perkembangan teknologi dalam bidang geospasial dan pengindraan jarak jauh dapat memudahkan dalam pekerjaan geospasial seperti halnya dalam pembentukan garis pantai dengan menggunakan UAV proses pengukuran dan pengolahan garis pantai dapat dilakukan dengan cepat dan dengan hasil yang akurat. Dalam penetapan garis pantai dibutuhkan bidang referensi ketinggian muka air laut. Secara periodik permukaan air laut selalu berubah, karena itu perlu dipilih suatu tinggi muka air tertentu untuk menjelaskan posisi garis pantai dalam penelitian tugas akhir ini jenis garis pantai yang digunakan adalah garis pantai Mean Sea Level atau garis pantai muka air laut rata-rata. Mengacu pada UU. No 4 tahun 2011, pasal 13 point 2 dan 3.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dan analisis penentuan garis pantai menggunakan metode UAV di Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan. Metode pengolahan UAV menggunakan software Agisoft PhotoScan untuk mendapatkan Orthophoto dan Digital Terrain Model. Sedangkan untuk pengolahan pasang surut dilakukan menggunakan software SLP64 yang menggunakan bahasa pemrograman untuk mendapatkan konstanta harmonik dan prediksi pasang surut selama 18,6 tahun dan menggunakan data kedalaman Peta LPI untuk daerah topografi kedalaman laut .Hasil dari penelitian ini menunjukkan langkah-langkah dalam pembentukan peta topografi menggunakan software Agisoft PhotoScan untuk menghasilkan Orthophoto dan Digital Terrain Model yang telah dilakukan uji akurasi sesuai dengan PERKA BIG No 15 Tahun 2014  dengan hasil untuk ketelitian horizontal sebesar 0,022 meter dan ketelitian vertikal sebesar 1,064 meter. Serta hasil pengolahan prediksi pasang surut selama 18,6 tahun yang didapatkan nilai tinggi yang didapat adalah sebesar 2,680 meter untuk HAT, 0,160 meter untuk LAT dan 1,210 meter untuk nilai MSL. Sedangkan untuk nilai yang telah ditransformasikan terhadap MSL untuk nilai LAT, HAT dan MSL masing-masing sebesar -1,050 meter, 1,470 meter dan 0 meter.Kata Kunci:  Garis Pantai, UAV, Orthophoto, Digital Terrain Model, MSL. ABSTRACT                    Coastline is one technical aspect in the determination and demarcation of marine and coastal zone management. Technological developments in the field of geospatial and remote sensing can facilitate the work of geospatial. While in its application in the formation of the shoreline using UAVs process measurement and processing of the coastline can be done quickly and with accurate results. In determining the required shoreline reference plane height of sea level. Periodically the sea level is always changing, because it needs to have a certain water level to explain the position of the shoreline in this research have used type of shoreline is Mean Sea Level coastline or shoreline sea level on average. Referring to the UU. No. 4 of 2011, section 13 point 2 and 3.This research is performed to invent the result and analysis of coastline determination by the use of UAV method at Teleng Ria Beach, Pacitan Regency. UAV method utilizes Agisoft PhotoScan software to obtain Orthophoto and Digital Terrain Model. Meanwhile, the processing of riptide utilizes SLP64 software to obtain harmonic Constanta including the prediction of riptide for 18,6 years. As for depth data for the area topographic map LPI depths of the ocean.The results of this study show the steps in the formation of topographic maps using the software Agisoft PhotoScan to produce orthophoto and Digital Terrain Models that have been tested accuracy in accordance with Perka BIG No. 15 of 2014 with the results for accuracy horizontal of 0,022 meters, the accuracy of the vertical of 1,064 meters. The results of the processing of the tidal prediction for 18,6 years obtained high value obtained is equal to 2,680 meters for HAT, 0,160 meters for the LAT and 1,210 meters to the value of MSL. As for the value that has been transformed to MSL for the value LAT, HAT and MSL respectively -1.050 meters, 1,470 meters and 0 meters.Keywords:  Coastline, UAV, Orthophoto, Digital Terrain Model, MSL.
APLIKASI WEBGIS UNTUK INFORMASI PERSEBARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN KUDUS MENGGUNAKAN HERE MAP API Habib Azka Ramadhani; Moehammad Awaluddin; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejak dulu Kabupaten Kudus dikenal sebagai kota “santri”. Orang dari berbagai kota sekitar banyak yang menuntut ilmu di kota ini. Tidak hanya belajar di pondok saja, namun sekolah Madrasah Aliyah di Kudus juga sudah terkenal dalam pengajaran ilmu agama. Selain itu, Kudus juga mempunyai sekolah umum setingkat yang diminati masyarakat di sekitar kota ini. Oleh karena itu, diperlukan adanya sistem informasi persebaran sekolah tingkat menengah atas khususnya untuk SMA dan MA.Sistem informasi ini dibangun berupa aplikasi webGIS Sekolah Menengah Atas. WebGIS digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih menarik serta merepresentasikan kondisi sebenarnya. Lokasi sekolah ditampilkan dalam bentuk poligon area sekolah. Sebuah peta interaktif menampilkan lokasi sekolah yang dapat diubah oleh seorang admin dengan password tertentu, sehingga dapat disebut sebagai webGIS yang dinamis. Aplikasi ini dibuat menggunakan struktur website HTML, bahasa pemrograman (Javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuatan database, serta menggunakan peta dasar HERE Map.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi webGIS (smamakudus.com) yang berisi peta persebaran dan data informasi sekolah SMA dan MA di Kabupaten Kudus. Harapan dari aplikasi ini adalah dapat digunakan masyarakat untuk mengakses informasi data sekolah menengah atas menjadi lebih mudah, cepat, dan mudah digunakan. Kata Kunci : Kabupaten Kudus, SMA, Madrasah Aliyah, Aplikasi WebGIS, HERE Map  ABSTRACT Since a long time ago, Kudus is well-known as “santri” town. Many people from several nearby cities are studying in this city. Not only in Islamic boarding schools, but also in Kudus Madrasah Aliyah schools already well-known in the teaching of religious knowledge. Beside that, Kudus also has the same level of public school which favored by people around the city. With these conditions, it would require information system of distribution senior high school in Kudus especially for SMA and MA.Information system can be development by Senior High School WebGIS Application. The WebGIS is used to represent based on the actual conditions of school in an eye-catching view and presenting geographical information system. School location described as polygon. An interactive map displayed school location which can be changed by an administrator with a special password that can make this webGIS is dynamic. This application developed with HTML website structure, programming language (JavaScript and PHP), MySQL as the database and base map from HERE Map.Results from this study is a webGIS application (smamakudus.com) that contains map distribution and data information of SMA and MA in Kudus. The expectation of this application can be used for public to access senior high school data information to be more easier, quickly and user friendly. Keywords : Kudus Regency, Senior High School, Madrasah Aliyah, WebGIS Application, HERE Map.  *) Penulis, Penanggungjawab
DETEKSI ZONASI BANJIR PADA LAHAN SAWAH MENGGUNAKAN CITRA SATELIT TERRA MODIS DAN TRMM (Studi Kasus Kabupaten Demak Jawa Tengah) Latifah Rahmadany; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.382 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu tanaman pangan yang menjadi komoditas utama di Indonesia adalah padi.Namun dengan kondisi cuaca yang ekstrim seperti hujan lebat hingga menyebabkan banjir, maka sawah yang ditanami padi dapat tergenang sehingga mengalami penurunan produktivitas.Dalam rangka membantu pemerintah untuk menentukan kebijakan pengadaan pangan di Indonesia agar tidak terjadi kerentanan pangan yang tinggi, maka diperlukan informasi tentang perkiraan kegagalan panen atau produksi pangan akibat kejadian banjir pada lahan pertanian.Pemantauan banjir dapat dilakukan menggunakan penginderaan jauh. Data penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Terra Modis dan data TRMM Desember 2012 – Februari 2013 dan Desember 2013 – Februari 2014  periode 8 harian, Peta luas baku sawah dan Peta administrasi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten demak yang merupakan salah satu Kabupaten penyangga pangan di Jawa Tengah.Metode yang digunakan adalah metode overlay indeks faktor Enhance Vegetation Index (EVI) dengan curah hujan pada periode yang sama sehingga diperoleh tingkat rawan banjir yang diklasifikasi menjadi 5 kelas. Penentuan potensi banjir juga menggunakan beberapa asumsi yaitu: lahan sawah diasumsikan sebagai sawah tadah hujan sehingga tidak ada aliran air keluar dan masuk lahan sawah, lahan sawah berada di daerah datar (tidak terasering), curah hujan yang melebihi kebutuhan air tanaman akan berpotensi banjir, curah hujan diasumsikan memiliki pengaruh yang lebih besar dari pada indeks vegetasi. Hasil dari penelitian ini adalah daerah yang terdeteksi mengalami banjir periode 8 harian di Kabupaten Demak.Kata kunci: Terra Modis, TRMM, EVI, Curah hujan ABSTRACTOne of the crops which became a main commodity in Indonesia is rice. But in extreme weather such as rain that cause flooding, the rice field can be flooded to have decline in productivity.To facilitate the government to determine the food policy in Indonesia in order to avoid high food insecurity, it’s necessary to have some information about the estimate of crop or food production failures due to flood events on the agricultural land. Flood monitoring can be done using remote sensing. Remote sensing data used in this study is a Terra MODIS  and TRMM  in December 2012 - February 2013 and December 2013 - February 2014 in 8 daily period, standard extensive field map, and administration map. This research was conducted in Kabupaten Demak, which is one of the food buffer districts in Central Java. The method used is the index overlay factors method which combines Enhance Vegetation Index (EVI) with rainfall in the same period in order to obtain the level of flood-prone that is classified into 5 classes. Determination of the flood potential also uses several assumptions, namely: rice fields are assumed as wetland so that there is no water flow in and out of the fields; the fields are located in a flat area (no terracing);  the rainfall that in excess of crop water requirement will be potentially flooding; the rainfall is assumed to have a greater influence than the vegetation index. The resultsofthis studyaredetected of flooded areain 8 daily period in  Kabupaten Demak.Keywords:Terra MODIS, TRMM, EVI, rainfall
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adhelina Rinta Iswari Adi Nur Ikhsan Aditya Dharmawan Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Setiawan Ahmad Daniyal Ahmad Shofiyul Huda Alfien Rahmenda Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Anang Ikhwandito Andini Riski Oktaviani Andri Suprayogi Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Ar Rafi, Naufal Hisyam Arco Triady Ujung Arga Fondra Oksaping ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham Arliandy Pratama Arwan Putra Wijaya Avianta Anggoro Santoso Awwaluddin, Moehammad Ayu Sulistyaningtyas, Sekar Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bondan Arum Kusumahati Briandana Januar Aji Gunadi Brinton Patuan Sitorus Cahya Wisuda Hukama Chairunisa Afnidya Nanda Dede Handoko DEDI SETYAWAN Dewi Shinta Septifany Dhuha Ginanjar Bayuaji Dian Triandini Nurcahyo Diqja Yudho Nugroho Dyah Widyaningrum Elceria Susanti Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajri Ramadhan Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fida Wulan Istiaji Fina Faizana Frizani, Defanny Elsa Ghinaa Rahda Kurnila Habib Azka Ramadhani Hadi Winoto Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Hani'ah . Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hanifudin, Faiz HARDIAN ASTIANINGRUM Hartomo Haryo Kuncoro Hayuningsih, Dwi Mastuti Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Imam Mudita Inessia Umi Putri INNEKE ASTRID PITALOKA Irfan Tri Anggoro Izzudin Al Qossam Jalu Tejo Nugroho, Jalu Tejo Johan Wisma Anggoro Kemas Abdul Fatah Kevin Dio Maldini Khofifatul Azizah Kindy Ibrahim Hari L M Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany Lingga Hascarya Prabandaru Lolita, Diaz Amel LUKMAN MAULANA ABDILLAH LUTHFI RAHMANDHANI Maharani, Raden Roro Kingkin Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Mochammad Imron Awalludin Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Faiz Ilhami Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Bagus Salim Muhammad Hanif Abdurrahman Muhammad Sandhi Lazuardi Mustaqim, Alfiyan Nanda Dewi Arumsari Naryoko Naryoko Nastiti Asrining Hartri Naufal Humam Manshur Nella Wakhidatus Nella Wakhidatus Sholekhah Nisrina Niwar Hisanah NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Pardjono, P. Pradipta, Carlo Purba, Agantry Putri Auliya Qoaruddin Qomaruddin Rachmawati, Ekha Raditya Wahyu Utomo Rahmat Randy Valdika Ramadhan Susilo Utomo Resi Diansismita Resti Winda Ratriana Rida Hilyati Sauda Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rintyas Chandra Irawan Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Anarullah, Rizqie Rochim, Vianka - Rofi'i, Nur Izha Jannah Rosika Dyah Pratiwi Rr. Yossia Herlin A. Sabda Lestari Sabri, L.M Sabri, L.M. Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira sari, Cici Nurmalasa Sartika Sartika Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Septiningdiah, Dara Jati Setiaji, Krisna Shindy Mariska Zulkarnain Siti Haeriah Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tiara Toyyibatul Arofah Tistariawan, Adji Chandra Tri Adi Hermawan Tri Afiebbawa Exactanaya Tristianti, Nova Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Vinsensia Hutagaol Viona Yashinta Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto Wakhidatus, Nella Wibisana, Alyawan Satrio Wildan Ryan Irfana Wisnu Wahyu Wijonarko Wiwik Levitasari Yanies Meiyanti Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yolanda Margaretha Mulder Yose Rinaldy N Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur