Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ETNOSAINS PROSES PRODUKSI GARAM AMED SEBAGAI PENDUKUNG MATERI PEMBELAJARAN IPA SMP Rista Ayuni, Ni Luh Putu Oktiyana; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal IPA Terpadu Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v5i1.22949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi Garam Amed dan menganalisis kajian etnosains yang terdapat dalam proses produksi Garam Amed pada materi IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnosains. Sumber data dipilih secara purposive. Subjek dalam penelitian ini adalah Ketua MPIG Garam Amed Bali, Petani Garam Amed, dan Guru IPA SMPN 2 Amlapura. Data primer dan sekunder diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis sebelum lapangan, analisis model Miles & Hubarman, triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi Garam Amed terdiri atas delapan tahap utama. Kajian etnosains dalam proses produksi Garam Amed terdapat pada materi IPA SMP kelas 7 dan 8 khusunya pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup, Zat Aditif dan Adiktif, Sistem Pencernaan Manusia, Klasifikasi Materi dan Perubahannya, serta Suhu dan Perubahannya. Dengan dianalisisnya konsep-konsep IPA dalam proses produksi Garam Amed diharapkan siswa lebih mudah memahami konsep mengenai kompetensi dasar yang berkaitan dengan garam dan proses produksinya karena sumber belajar baru yang diterima siswa bersifat kontekstual yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
LITERASI SAINS AWAL CALON GURU PADA BIDANG IPA BERKONTEKS ISU-ISU SOSIOSAINTIFIK Selamet, Kompyang; Sarini, Putri; Suardana, I Nyoman
Jurnal IPA Terpadu Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v5i1.22702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi sains awal calon guru mata pelajaran IPA khususnya pada bidang IPA yang berkonteks isu-isu sosiosaintifik. Penelitian deskriptif ini melibatkan mahasiswa aktif Prodi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha yang merupakan para calon guru. Selanjutnya dilakukan sampling dengan teknik purposive sampling hingga diperoleh 83 orang mahasiswa calon guru. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan literasi sains awal calon guru IPA. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes pilihan ganda diperluas sebanyak 15 butir yang disusun mengacu pada test of scientific literacy skills. Data literasi sains awal calon guru IPA dianalisis secara deskriptif. Hasilnya adalah pada bidang IPA dengan konteks isu-isu sosiosaintifik, literasi sains awal calon guru terevaluasi dengan kualifikasi cukup. Secara individual sebanyak 6% calon guru menunjukkan kemampuan literasi sains pada kualifikasi sangat baik dan 23% baik. Sisanya calon guru menunjukkan kemampuan literasi sains dengan kualifikasi cukup (40%), kurang (26%) dan sangat kurang (6%).
E-Modul IPA dengan Model STEM-PjBL Berorientasi Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agung, I Dewa Gede; Suardana, I Nyoman; Rapi, Ni Ketut
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.42657

Abstract

Hasil survei PISA 2018 menyatakan bahwa skor sains siswa Indonesia menduduki peringkat ke-70 dari 78 negara. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-modul IPA dengan model STEM-PjBL berorientasi pendidikan karakter yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SMP kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Four-D Models) yang meliputi define, design, develop dan disseminate. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik pemberian angket validasi, angket kepraktisan, dan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Adapun rancangan penelitian untuk uji keefektifan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Data hasil penelitian di analisis dengan analisis validasi Gregory, N-gain score ternormalisasi dan analisis skor rata-rata. Hasil penelitian yaitu pertama, validitas materi e-modul dengan kualifikasi sangat baik. Kedua, validitas media e-modul dengan kualifikasi sangat valid. Ketiga, validitas bahasa e-modul dengan kualifikasi sangat valid. Keempat, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa e-modul sangat praktis dari praktisi guru dan (2) e-modul sangat praktis dari praktisi siswa. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa  terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul telah memperoleh penilaian yang valid dari segi materi, bahasa, dan media dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA ANTARA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING NI NYOMAN RUSMINIATI .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL, 2) perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL, 3) perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini menggunakan pretest-postest non equivalent control group design dengan populasi siswa kelas X yang berjumlah 144 yang terdistribusi dalam 4 kelas. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Dari 4 kelas yang sudah setara akan dirandom untuk menentukan 2 kelas sebagai sampel penelitian, yakni 1 kelas akan memeproleh pembelajaran Model PjBL dan 1 kelas lagi akan memperoleh pembelajaran Model DL. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep kimia dan tes keterampilan berfikir kritis. Data dianalisis dengan statistic deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan berfikir kritis siswa yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL (Fhitung= 8.991), 2) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung= 7.262 ), 3) terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung=16.603). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman konsep dan berfikir ktitis siswa dengan model PjBL relative lebih tinggi dibandingkan dengan model DLKata Kunci : Project based learning (PjBL), discovery learning(DL), pemahaman konsep kimia, keterampilan berpikir kritis This research aims at analyzing: (1) the difference in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (2) the difference in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (3) the difference in improvement of critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL. This study was conducted in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015. The research design is pretest-postest non equivalent control group design and the population is 144 tenth grade students which distributed into 4 classes by using simple random sampling technique, then 2 classes would be randomly selected as sample of this research; 1 class were treated by PjBL learning model and 1 other class were treated by DL learning model. Data were collected by chemical concept understanding and critical thinking skill tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: 1) there is significant differences in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 8.991), 2) there is significant differences in improvement of chemical concept understanding between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 7.262), 3) there is significant differences in improvement of critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 16.603). The result of this study shows that the improvement of concept understanding and critical thinking skill treated by using PjBL is higher than DL modelkeyword : project based learning (PjBL), discovery learning (DL), chemical concept understanding, critical thinking skill
Pengaruh Bimbingan Pada Model Pembelajaran Penemuan Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA NI PUTU MERRY YUNITHASARI .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh bimbingan pada model pembelajaran penemuan terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Seririt. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2016/2017. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan teknik tersebut, kelas XI MIA 2 dan kelas XI MIA 3 dipilih sebagai sampel penelitian yang masing-masing terdiri atas 32 siswa dan 33 siswa. Data hasil belajar di kumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Skor rata-rata postes hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan bebas dan model pembelajaran penemuan terbimbing berturut-turut adalah 74,48 dan 83,13. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa adanya bimbingan berpengaruh positif pada model pembelajaran penemuan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran penemuan bebas, pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar The study was aimed at determine the influence of guided on discovery learning model to students learning outcomes SMA Negeri 1 Seririt. The type of the study was quasi-experiment with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of the study was the all eleventh grade students of math and natural science in SMAN 1 Seririt on academic year of 2016/2017. Samples were selected by cluster random sampling technique. Samples of the study were the eleventh grade students of math and natural science of 2 and 3, consisting 32 students and 33 students, respectively. The data of learning outcomes collected by using learning outcomes test. The collected data were analyzed using descriptive and inferential methods. The average score post-test of student learning outcomes that were taught by the free discovery learning model and the guided discovery learning model were 74.48 and 83.13, respectively. Based on the research that has been done, the results obtained that the guided has a positive effect on the discovery learning model of increased students learning outcomeskeyword : Free discovery learning model, guided discovery learning model, learning outcomes.
KOMPARASI LITERASI SAINS ANTARA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DINTINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP I NYOMAN BAGIARTA .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.9 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparasi literasi sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) ditinjau dari motivasi berprestasi siswa SMP. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Banjarangkan semester 2 tahun pelajaran 2014/2015, dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dan faktorial 2x2 sebagai desain penelitiannya. Kelas yang digunakan sebagai sampel ditentukan dengan tehnik Cluster Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI (group investigation) yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang dikenakan pada kelompok kontrol. Motivasi berprestasi berperan sebagai moderator, yang dipilah menjadi dua tingkatan, yaitu motivasi berprestasi tinggi dan rendah. Sebagai variabel terikat adalah literasi sains siswa. Data motivasi berprestasi siswa dikumpulkan dengan kuisioner motivasi berprestasi dan data literasi sains siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes literasi sains. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis Varians (ANAVA) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap literasi sains, (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi tinggi, (4) terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi rendah. Berdasarkan temuan hasil penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran dan motivasi berprestasi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap literasi sains. Selanjutnya disarankan kepada guru IPA sebelum merancang model pembelajaran agar motivasi berprestasi tinggi menggunakan model pembelajaran tipe GI atau Inkuiri Terbimbing sedangkan siswa yang mempunyai motivasi berprestasi rendah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GIKata Kunci : Model Pembelajaran, Motivasi Berprestasi, dan Literasi Sains This study aims to determine the comparative advantages of scientific literacy among students that learned by cooperative learning model GI (Group Investigation) and Guided Inquiry learning model (Guided Inquiry) in terms of achievement motivation junior high school students. This experimental study was conducted in SMP Negeri 2 Banjarangkan second semester of the academic year 2014/2015, using The Posttest-Only Control Group Design and as a 2x2 factorial design study. Classes are used as the sample is determined by cluster sampling technique. The independent variable in this study is a cooperative learning model GI (Group Investigation) imposed in the experimental group and Guided Inquiry learning model imposed in the control group. Achievement motivation role as moderator, which divided into two levels: high and low achievement motivation. As the dependent variable is the science literacy of students. Data collected by student achievement motivation achievement motivation questionnaire and data collected by the scientific literacy of students using science literacy test. The data collected were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and two lanes. The results showed as follows: (1) there is a significant difference in scientific literacy among groups of students who take the GI cooperative learning model and a group of students who take the guided inquiry learning model, (2) there is an interaction between the model of learning and achievement motivation toward science literacy, ( 3) there is no significant difference in scientific literacy among the group of students who follow the GI cooperative learning model and the group of students who take the guided inquiry learning model student who has a high achievement motivation, (4) there is a significant difference in scientific literacy among the group of students who take GI cooperative learning model and a group of students who take the guided inquiry learning model student who has a low achievement motivation. Based on the research findings, it was concluded that the model of learning and achievement motivation have considerable influence on science literacy. Furthermore, it is suggested to science teacher before designing a learning model that uses high achievement motivation learning model GI type or Guided Inquiry whereas students with low achievement motivation using cooperative learning model type GIkeyword : Model of Learning, Achievement Motivation, and Science Literacy
PENGARUH PENGGUNAAN MATERI AJAR BERBASIS SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT TERHADAP PENGUASAAN MATERI DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF NI KETUT PRATI DAIWATA NINGSIH .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan penguasaan materi antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan materi ajar berbasis STM dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan sumber belajar lain, ditinjau dari keterampilan berpikir kreatifnya. Populasi berjumlah 60 orang siswa kelas X setara SMA dari dua sekolah pendidikan nonformal di Kabupaten Buleleng, dan semuanya digunakan sebagai sampel. Desain penelitian menggunakan Non-equivalent pretest-postest control group. Data dikumpulkan berupa hasil tes penguasaan materi. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur dan uji Tukey, dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan materi ajar berbasis STM memiliki penguasaan materi yang lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan sumber belajar lain, ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan materi ajar berbasis STM terhadap penguasaan materi ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif siswa pendidikan nonformal di Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : materi ajar STM, penguasaan materi, berpikir kreatif This research aim was to describe differences of student achievement between the groups of student learned by using STM -based teaching materials and and the group of students who learned by using other learning resources, vewed from students' creative thinking skills. Population of 60 students of grade X equivalent to senior high school from two school non-formal education in Buleleng district, and all of them are used as samples. Design of research by using non-equivalent pretest-posttest control group. Data were collected in the results of student achievement test that have been validated. Data were analyzed by using two-ways ANOVA and Tukey test, with a significance level of 5%. The research result revealed that there was a difference of student’s achievement in a better between the group of students who learned by using STM-based teaching materials and the group of students who learned to use other learning resources, in terms of creative thinking skills. Based on these findings, it was concluded that there was a significant effect of the use of the STM -based learning materials on student achievement vewed from students' creative thinking skills of non-formal education in Buleleng regency.keyword : STM learning materials, student achievement, creative thinking
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS GREEN CHEMISTRY UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER GENAP NI KADEK AYU KRISTIANDAYANTI .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku petunjuk praktikum kimia berbasis green chemistry yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA kelas XI semester genap. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Model pengembangan penelitian ini terdiri atas enam tahapan yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) desain produk awal; 3) validasi produk; 4) revisi produk; 5) uji coba produk; dan 6) revisi (produk akhir). Rancangan penelitian pre-experimental digunakan untuk menguji efektivitas, dengan desain penelitian One Shoot Case Study. Petunjuk praktikum kimia yang dikembangkan terdiri atas enam judul praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kevalidan (skor rata-rata 3,58) dengan kategori sangat valid. Produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan dilihat dari hasil observasi keterlaksanaan, respon guru dan juga didukung oleh skor rata-rata respon siswa (3,90) yang berada pada kategori sangat praktis. Selain itu, produk yang dikembangkan juga efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (71,88%) yang berada pada kategori efektif. Selain itu, hal tersebut juga didukung oleh hasil penilaian aspek keterampilan dan aspek sikap yang berada pada kategori baik. Dengan demikian, petunjuk praktikum yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : petunjuk praktikum, green chemistry, hasil belajar The aim of this study was to develop a chemistry practicum manual based on green chemistry principles which fulfilled the criteria of validity, practicality and effectivity to improve the Grade 11 High School Student’s achievement in the second semester. The type of this study was Research and Development (R&D). The model of this study consists of six steps, namely: 1) need analysis; 2) initial product design; 3) product validation; 4) product revision; 5) product trial; and 6) revision (final product). Pre-experimental design was used to test the effectivity by using one shoot case study design. The manual book which was developed consists of six titles of practicum. The results of the study showed that the developed product has fulfilled the validity requirements (average score 3.58) which categorized as high validity. The developed product has fulfilled the practicality requirements, this could be seen from the observation result, teacher’s response, and also supported by the average score of the students’ response (3.90) which means very practical. Besides, the developed product also effectively improved students’ achievement. This can be seen from the percentage of the students who passed the minimum criteria (71.88%) that was in effective category. Besides, it also supported by the assessment result of physicomotor and affective aspect that were in a good category. Therefore, the developed practicum manual is fulfilled the criteria of validity, practicality and effectivity to improve students’ achievement.keyword : practicum manual, green chemistry, students’ achievement
Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar IPA Siswa SMP KUSMIANTI .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar. Jenis penelitian ini adalah (quasi-experiment) dengan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini. Populasi penelitian ini menggunakan kelas VIII SMP Negeri Singaraja tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah populasi 422 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 72 orang. Uji hipotesis menggunakan tehnik MANOVA jalur dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan motivasi belajar dan prestasi belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan dengan model pembelajaran langsung (F = 57,106 p < 0,05), 2) terdapat perbedaan motivasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung (F = 65,364 p < 0,05), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung (F = 69,939 p < 0,05).Kata Kunci : Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, motivasi belajar, dan prestasi belajar. The objectives of this study were effect of problem based learning model toward motivation and achievement learning science junior high students. This study belongs to (quasi-experiment) with posttest design Only Non-Equivalent Control Group Design. The population of the study was the all students Singaraja junior high school eighth grade in the school year 2015/2016 which consisted of 422 students. The sample of tis study consisted of 72 students. The hypotesis was tested by using MANOVA by significant was 0,05. The result of the study showed as follows,1) there was a significant differences in achievement motivation and science between group of students studying with problem based learning model and direct instruction models (F = 57,106 p < 0,05), and (2) there was a significant difference in motivation between group of students who study the problem based learning model and direct instruction models (F = 65,364 p < 0,05), (3) there was a significant difference the achievement of learning science between group of students studying with problem based learning model and direct instruction models (F = 69,939 p < 0,05).keyword : Key words: Promblem based learning model, motivation, and achievement
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA NI NYOMAN WIDIYANINGSIH .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kecamatan Banjar yang berjumlah 159 siswa. Sampel penelitian berjumlah 130 siswa yang dibagi menjadi 2 kelas kelompok eksperimen dan 2 kelas kelompok kontrol yang diambil dengan teknik cluster sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kecerdasan emosional, pemecahan masalah, model self regulated learning This research was aimed describe the differences of problem-solving ability and emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model. This quasi-experimental research used a post-test only control group design. The 11th grade science students SMA Negeri at Banjar district which 159 students were used as the research population. The samples consisted of 130 students were divided into two classes for experiment group and two classes for control group taken by cluster sampling. Two main variables in this research were problem-solving ability and emotional intelligence. The data were analyzed by using descriptive statistics and a one-way MANOVA at the significant level of 5 %. The results of this research showed that: 1) there are significant differences problem-solving ability and emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model, 2) there is significant differences problem-solving ability intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model, 3) there is significant differences emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model.keyword : emotional intelligence, problem solving, self-regulated learning model,
Co-Authors ., Ade Sintia Wulandari ., Dewa Ayu Dewi Purnamayanti ., Iluh Via Vanellia Darma ., Kompyang Selamet, S.Pd., M.Pd. ., Ni Kadek Dewi Septiari ., Ni Komang Mawar ., Ni Luh Eka Sumiantari ., Ni Putu Sintya Dewi ., Ni Putu Wahyu Dewi Arningsih A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika Aa Kt. Wisnu A.k . AAIA Rai Sudiatmika A’yuningsih, Dewi Qurrota Ade Sintia Wulandari Agustina Dewi agustina dewi Amaliyah, Marisa Amilenita Islam Nuriza Febyanti Anak Agung Inten Paraniti Anil Yusuf Ariyani, Septi Arningsih, N. P. Wahyu Dewi Arningsih, N. P. Wahyu Dewi Ayu Ketut Artatik, I Gusti Bernabas Bio . Cornelia Wening Manggalagita Devi, N. L. Pande Latria Devi, N. L. Pande Latria Dewa Ayu Dewi Purnamayanti Dewi Qurrota A’yuningsih Dewi, I G A Gita Permata Dewi, Kadek Dian Mulya Dewi, Ni Putu Sintya Dharma, I Luh Via Vanellia Diah Artini Dian Ristiani Sabat Dian Ristiani Sabat, Dian Ristiani Dr. I Made Kirna,M.Si . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . DWI AGUSTINI . Elisa Magdalena Br Gultom Fitriani, Herdiyana Hajiriah, Titi Laily Hidayat, Rizqi I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI . I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI I DEWA GEDE AGUNG I Dewa Ketut Sastrawidana I G A Gita Permata Dewi I Gusti Ayu Agung Mas Purohita I Kadek Irvan Adistha Putra I Ketut Suma I Ketut Suma I Ketut Suma I Komang Wisnu Budi Wijaya I Luh Via Vanellia Dharma I Made Arya Putra Wibisana I Made Kirna I Made Kirna I Made Suwenten I Nyoman Bagiarata I NYOMAN BAGIARTA . I NYOMAN BAGIARTA ., I NYOMAN BAGIARTA I Wayan Karyasa I Wayan Redhana I Wayan Suastra I Wayan Subagia I.D.K. Sastrawidana I.N. Suardana Ida Ayu Komang Puspawati Ida Bagus Putu Mardana Iqlima Wulandari Irene Jarut . Kadek Dian Mulya Dewi Kamaluddin Ketut Suma Ketut Suma Khaeruman Komang Edi Suastrawan Komang Sriponi Kompyang Selamet Kompyang Selamet KUSMIANTI . Kusuma, Putu Nita Liani, Kadek Delita Luh Maharani Merta Luh Mentari . Luh Mitha Priyanka Luh Mitha Priyanka Made Suwenten Made Wiratini Marheni, Ni Putu Marisa Amaliyah Martha, I Wayan Mawar, Ni Komang Muhammad Wahyu Setiyadi N L. Eka Sumiantari N. L. Pande Latria Devi N. P. Anggi Putri Mijaya N. P. Wahyu Dewi Arningsih N.L.P.M . Widiyanti NI KADEK AYU KRISTIANDAYANTI . Ni Kadek Dewi Septiari NI KADEK SRI MULYANI . NI KADEK SRI MULYANI ., NI KADEK SRI MULYANI Ni Kadek Sri Widyantari Ni Kadek Sri Widyantari, Ni Kadek Sri NI KETUT PRATI DAIWATA NINGSIH . Ni Ketut Rapi Ni Komang Mawar NI LUH EKA NINGSIH . NI LUH EKA NINGSIH ., NI LUH EKA NINGSIH Ni Luh Made Ayunita Ni Luh Pande Latria Devi Ni Luh Putu Pradnya Paramita Dewi Ni Luh Yanti Onikarini Ni Made Susanti Ni Made Susanti Ni Made Wiratini NI NYOMAN RUSMINIATI . NI NYOMAN RUSMINIATI ., NI NYOMAN RUSMINIATI NI NYOMAN WIDIYANINGSIH . Ni Putu Dina Yanti Ni Putu Marheni NI PUTU MERRY YUNITHASARI . Ni Putu Radi Widayanti Ni Putu Sintya Dewi Nikmatur Rohmaya Nonci Melinda Uki Nyoman Retug Onikarini, Ni Luh Yanti Pratiwi, Putu Anandia priyanka, luh mitha PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D . Purnamayanti, Dewa Ayu Dewi Purnamayanti, Dewa Ayu Dewi Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas Putra, I Kadek Irvan Adistha Putra, I Made Tri Pramana Putri Sarini Putu Agus Putra Dwipayana Putu Agus Putra Dwipayana Putu Anandia Pratiwi Putu Prima Juniartina Putu Widiarini Rista Ayuni, Ni Luh Putu Oktiyana Rizqi Hidayat Sariati, Ni Kadek Selamet, Kompyang Septi Ariyani Septian Cahya Azhari Septiari, Ni Kadek Dewi Setiawan, I Putu Krisna Divayana siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitohang, Elsa Octavia Sriponi, Komang Sudiatmika, AAIA Rai Sukayasa, I Made Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade Sumiantari, N L. Eka Sumiantari, N L. Eka Sutoyo, Suyatno Suwenten, I Made Suwenten, Made Titi Laily Hajiriah Uki, Nonci Melinda Wahono Widodo Widayanti, Ni Putu Radi Wulandari, Ade Sintia Wulandari, Ade Sintia Yusuf, Anil