Claim Missing Document
Check
Articles

ANODIZING LOGAM ALUMINIUM DENGAN VARIASI BEDA POTENSIAL Aa Kt. Wisnu A.k .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4448

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik permukaan logam aluminium melalui proses anodizing. Variabel bebas yang digunakan adalah besar beda potensial yang diberikan pada proses anodizing. Kualitas karakteristik permukaan logam aluminium ditentukan dengan analisis data yang berupa ketebalan dan lebar pori yang terbentuk selama proses anodizing yang diperoleh dari uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray. Pada penelitian ini digunakan logam aluminium dengan kemurnian 99% dengan ketebalan 3 mm berukuran 6 cm x 1,5 cm yang sudah dibersihkan menggunakan aquades, sabun, dan alkohol, selanjutnya direndam dalam larutan NaOH 1M selama 2 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses anodizing dengan variasi beda potensial yang diberikan yaitu 15 V, 20 V, dan 25 V. Tahap selanjutnya dilakukan uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray terhadap sampel sehingga didapatkan data Ketebalan dan lebar pori yang terbentuk selama proses anodizing pada permukaan logam aluminium serta data komposisi penyusun logam aluminium hasil anodizing. Hasil analisis data ketebalan dan lebar pori yang diperoleh dari uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray menunjukkan beda potensial 25 V memberikan hasil yang paling baik.Kata Kunci : aluminium, beda potensial, anodizing The Aim of this study was to determine the characterization of aluminium surfaces that have been anodized. Independent variable of this experiment is voltage variations in anodizing processes. Quality of the aluminium surfaces is determined by analyzing data of the aluminium oxide pores thickness and width that occurred from Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray instrument test. In this study is used an aluminium metals with 99% purity with thickness approximately 3 mm and 6 cm x 1,5 cm dimension and have been cleaned by aquadest, soap, and alcohol. After that, it degreased with NaOH 1 M solution in 2 minutes and then continuing with anodizing processes with voltage variation (15 V, 20 V, and 25 V). The next step is it tested by Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray instrument. In these processes, the data of aluminium oxide pores thickness and width is occurred. Data of the composition of aluminium after anodized is occurred from Energy Dispersive X-ray test. The results show that the best condition of aluminium surfaces is occurred at 25 V.keyword : aluminium, voltage, anodizing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA Diah Artini; Nyoman Suardana; Made Wiratini
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.21156

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan hidrokarbon terhadap hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini merupakan  eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Penebel tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimendan siswa kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Siswa di kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran kontekstual dan siswa di kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran discovery. Data hasil belajar kimia siswa dikumpulkan dengan cara testing menggunakan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif hasil belajar kimia siswa dideskripsikan berupa skor rata-rata pre-test dan post-test siswa. Analisis inferensial hasil belajar kimia siswa menggunakan analisis kovarian (Anakova) dengan taraf signifikansi 0.05 dan uji dilakukan dengan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar kimia siswa. Skor rata-rata hasil belajar siswa di kelas eksperimen (73.42) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (64.26).  Katakunci: model pembelajaran kontekstual, model pembelajaran discovery, hasil belajar kimiaABSTRACTThis reseach aim to describe the influence of the contextual learning model to chemistry student’s achievement. It is a quasi-experiment reseach with nonequivalent pre-test post-test control group design. The population was the eleventh-grade student’s of SMA Negeri 1 Penebelon academic year 2018/2019. The samples werethe students of XI MIPA 1 class as experimental class and the students of XI MIPA 2 class as control class that selected with cluster random sampling technique. The students in the experimental class learned through the contextual learning model and the ones in the control class learned through the discovery learning model. The data on the chemistry student’s achievement were collected through the test of the achievement test. The data were analyzed through descriptive and inferential analysis. Descriptive analysisof chemistry student’s achievement were described in the form of the mean score of student’s pre-test and post-test. Inferential analysis of chemistry student’s achievement were used covarian analysis (Anacova) with 0.05 significance level and it was performed by the assist of SPSS 16 for windows. The results showed that there were the significant effect of contextual learning model to the chemistry student’s achievement. The mean score of student’s achievement in experimental class (73.42) was higher than control class (64.26). Keywords: contextual learning model, discovery learning model, chemistry student’s achievement
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA SMA BERBASIS PERCOBAAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID Ni Putu Radi Widayanti; I Wayan Subagia; I Nyoman Suardana
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.21161

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kimia SMA berbasis percobaan awal dan strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid di SMA Negeri 1 Baturiti. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan nonrandomized control group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Baturiti tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3. Data yang dikumpulkan berupa data hasil belajar pada aspek kognitif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kimia koloid yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan antara strategi pembelajaran kimia SMA berbasis percobaan awal dan strategi pembelajaran ekspositori. Adanya perbedaan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan antara strategi pembelajaran kimia SMA berbasis percobaan awal pada materi koloid berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Baturiti. Kata Kunci: strategi pembelajaran, percobaan awal, hasil belajar, koloid AbstractThis study aimed to describe and explain the difference effect of starter experiment based learning strategy and expository learning strategy on colloidal topik toward students learning achievement in SMA Negeri 1 Baturiti. This study was quasi experiment, using nonrandomized kontrol group pretest-postest design. The population of this study was XI IPA students of SMA Negeri 1 Baturiti in academic year 2017/2018. The sample of this study was XI IPA 2 and XI IPA 3 class students. The data collected was in form of cognitive learning achievement. The method of collecting data was test method. The data obtained were analyzed by using descriptive and inferential statistics. The inferential statistics used was Anacova. The result of this study showed that there was a significant difference of learning achievement possessed by students who were taught by starter experiment based learning strategy compared to the students who were taught by expository learning strategy. The different learning achievement shows that starter experiment based learning strategy has a positve effect on the chemistry learning achievement in SMA Negeri 1 Baturiti. Keyword: starter experiment, learning strategy, chemistry learning achievement, colloid
PRAKTIKUM PEMISAHAN DAN PEMURNIAN KOMPONEN-KOMPONEN CAMPURAN BERBASIS BUDAYA BALI I Nyoman Suardana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali terhadap peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi, nonequivalent control group design. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kimia Dasar I pada salah satu institusi pendidikan di Bali tahun akademik 2011/2012, yang terdiri atas dua kelas paralel; satu kelas sebagai kelompok kontrol (43 orang) dan satu kelas sebagai kelompok eksperimen (30 orang). Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Tes diberikan kepada mahasiswa sebelum dan sesudah praktikum, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik inferensial, meliputi: (1) uji-t (independent sample t-test) untuk data yang berdistribusi normal pada kelompok kontrol dan eksperimen serta variansi kedua kelompok homogen; (2) uji-U Mann-Whitney untuk data yang berdistribusi tidak normal dan/atau variansi kedua kelompok tidak homogen. Analisis data dilakukan pada taraf signifikansi a = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali lebih efektif dari pada praktikum ekspositori dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Kategori peningkatan penguasaan konsep mahasiswa pada kelompok eksperiman tergolong sedang (rerata %N-gain sebesar 30,3) dan pada kelompok kontrol tergolong rendah (rerata %N-gain sebesar 14,9).
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DI KABUPATEN BULELENG I Nyoman Suardana; I Nyoman Selamat
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa SMA di Kabupaten Buleleng Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berasal dari tiga SMA masing-masing dengan peringkat tinggi, sedang, dan rendah pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian berjumlah 159 orang. Objek penelitian adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis berbasis konten termokimia. Data keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis secara deskriptif. Perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa pada tiga peringkat SMA dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi, sedang, dan rendah. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi adalah 59,0 (standar deviasi 6,2) dengan skor terendah 48,9 dan skor tertinggi 76,1. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada sekolah peringkat sedang adalah 43,1 (standar deviasi 11,4) dengan skor terendah 26,1 dan skor tertinggi 60,9. Sementara itu, rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat rendah 34,7 (standar deviasi 7,1) dengan skor terendah 22,8 dan skor tertinggi 50.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA DENGAN POLA INDUKTIF I Kadek Irvan Adistha Putra; I B N Sudria; I Nyoman Suardana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran pola induktif pada topik larutan penyangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) mengikuti prosedur Borg dan Gall sampai tahap validasi ahli dan praktisi dan uji keterbacaan. Data hasil penelitian meliputi analisis kebutuhan, deskripsi proses perencanaan dan pembuatan, deskripsi karakteristik perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif, data hasil validasi ahli dan praktisi, serta data hasil uji keterbacaan. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan diperlukannya perangkat pembelajaran pendekatan saintifik pola induktif. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa prototif perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif yang meliputi RPP, LKS dan teks materi pelajaran dan instrumen penilaian. Karakteristik perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif adalah sinergis dan konsisten menerapkan pendekatan saintifik pola induktif. Sebagian besar aspek pembelajaran dalam setiap perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapat penilaian dengan kategori baik dari ahli dan praktisi sebagai validator. Hasil uji keterbacaan juga menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap perangkat belajar (LKS, teks materi dan tes hasil belajar) berada dalam kategori baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif yang telah dikembangkan memiliki validitas yang memadai.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, pola induktif, larutan penyanggaAbstractThe research was aimed to develop and describe the characteristics of inductive learning tools on the topic of buffer solution. This research was research and development (R&D) following the research and development procedure developed by Borg and Gall until validation and readability testing. The data included need assessment, planning and making process description, validation data, readability test data and the description of the characteristics of inductive learning tools. The data were analyzed qualitatively. The need assessment showed the needs of scientific inductive learning tools (lesson plan, student worksheet, student reading text and assessment instrument). The product produced by this research and development were scientific inductive learning tools which included lesson plan, student worksheet, student reading text and assessment instrument. The characteristics of the inductive learning tools were synergistically and consistently applying scientific approach and inductive pattern. Most of the aspects of learning tools were gotten satisfied judgments by the validator on the validation. The result of readability testing showed that the level of students understanding on the inductive learning tools was on satisfied level. Therefore, the inductive learning tools on the topic of buffer solution that had been developed have good validity.Keywords : learning tools, scientific approach, inductive pattern, buffer solution
SIKLUS BELAJAR 7E BERORIENTASI BUDAYA LOKAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA I Nyoman Suardana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning pada Mata Pelajaran Kimia. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa SMAN 3 Singaraja kelas XI Semester Genap tahun ajaran 2014/2015, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI MIA 3 (23 siswa) sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal dan siswa kelas XI MIA 4 (20 siswa) sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model discopery learning. Data keterampilan proses sains siswa dikumpulkan dengan tes keterampilan proses sains. Data dianalisis secara deskriptif dan independent samples t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rerata keterampian proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal adalah 60,9 dengan skor tertinggi dan terendah secara berturut-turut adalah 73,3 dan 26,7. Skor rerata keterampian proses sains siswa dibelajarkan dengan model discopery learning adalah 40,2 dengan skor tertinggi dan terendah secara berturut-turur 56,7 dan 26,7. Terdapat perbedaan keterampilan proses sains secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning. Keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model discopery learning.Kata-kata kunci: siklus belajar 7E, budaya lokal, keterampilan proses sainsAbstrakThis research aimed to describe the differences of science process skills between students learned through 7E learning cycle model with local culture oriented and students learned through discovery learning model in chemistry subject. This research was experiment reseach with posttest only control group design. Population of this research was XI grade students of SMAN 3 Singaraja on Even Semester in Acamemic Year 2014/2015, but its sample was MIA-3 XI grade students (23 students) as experiment group learned through 7E learning cycle model with local culture oriented and MIA-4 XI grade students (20 students) as control group learned through discovery learning model. Data of science process skills were collected by science process skills test. Data were analyzed descriptively and by using independent samples t-test with 5% significance level. The results show that average score science process skills of students who learned through 7E learning cycle model with local culture oriented is 60,9 with highest and lowes scores are 73.3 and 26.7 respectively. Average score science process skills of students who learned through discovery learning model is 40.2 with highest and lowes scores are 56.7 and 26.7 respectively. There are differences of science process skills significantly between students learned through 7E learning cycle model with local culture oriented and students learned through discovery learning model. Science process skills of students who learned through 7E learning cycle model with local culture oriented is better than students learned through discovery learning model.Keywords: 7E learning cycle, local culture, science process skills
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Dewi Qurrota A’yuningsih; I Nyoman Suardana; I Made Suwenten
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 2 SMAN 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pengukuran motivasi belajar peserta didik didasarkan pada hasil angket motivasi belajar peserta didik dan didukung oleh hasil lembar observasi motivasi peserta didik. Sedangkan pengukuran hasil belajar peserta didik didasarkan pada tes hasil belajar yang dilaksanakan setiap akhir siklus untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 2 SMA Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 dengan persentase rata-rata motivasi belajar dari pra penelitian hingga siklus 2, yaitu 51,15%  menjadi 60,73% pada siklus 1 dan menjadi 76,5% pada siklus 2. Hasil tes belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari 32% pada siklus satu menjadi 84% pada siklus dua. Peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik didukung dengan data persentase keseluruhan hasil angket respon peserta didik terhadap model pembelajarn kooperatif tipe TGT, yaitu sebanyak 85,52%.  Penerapan model kooperatif tipe TGT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran bagi guru dalam proses pembelajaran.  Namun, model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam proses pembelajarannya karena adanya permainan. Maka dari itu, guru dituntut untuk bisa membagi waktu dalam penyampaian materi yang sesuai dengan indikator pencapain kompetensi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA DI KELAS X MIPA Ni Made Susanti; I Nyoman Suardana; Made Suwenten
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12812

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa melalui model pembelajaran guided inquiry. Penelitian dilakukan di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Singaraja semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017. Jumlah peserta didik sebanyak 28 terdiri atas 12 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Penelitian berlangsung selama dua siklus. Tiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan dan setiap pertemuan berlangsung 3 × 45 menit. Pada siklus I difokuskan pada materi struktur atom Bohr dan sistem periodik unsur. Pada siklus 2 difokuskan pada materi ikatan kimia. Data-data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh melalui hasil evaluasi tiap akhir siklus. Selain itu juga berupa data kualitatif yang diperoleh melalui hasil observasi. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas belajar kimia dan peningkatan hasil belajar kimia siswa. Hasil belajar dari kondisi awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan. Nilai rerata yang dicapai peserta didik pada kondisi awal sebesar 55,50 menjadi 68 pada siklus I dan meningkat menjadi 78,00 pada siklus II sehingga dari kondisi awal ke kondisi akhir peningkatan nilai rerata peserta didik sebesar 22,5%. Jumlah peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari kondisi awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada kondisi awal sebanyak 8 peserta didik atau sebesar 27,5% menjadi 16 peserta didik atau sebesar 57% pada siklus I dan meningkat menjadi 28 peserta didik atau sebesar 100% pada siklus II. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai KKM sebesar 72,5%.
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PADA TOPIK STRUKTUR ATOM I G A Gita Permata Dewi; I Nyoman Selamat; I Nyoman Suardana
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v2i2.16614

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil belajar kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan tipe NHT. Jenis penelitian ini termasuk penelitian semu (quasi exsperiment) dengan rancangan penelitian pre-test post-test nonequivlent control group design. Pupulasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sidemen yang berjumlah 178 siswa. Sampel ditentukan secara cluster random sampling dan diperoleh siswa kelas X3 sebagai kelas Eksperimen 1 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI, sedangkan siswa kelas X2 sebagai kelas Eksperimen 2 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda dan esai. Data hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan independent sample t-test, dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan tipe NHT, dari hasil penelitian didapatkan rata-rata skor hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI sebesar 75,54 dan tipe NHT sebesar 80,03.
Co-Authors ., Ade Sintia Wulandari ., Dewa Ayu Dewi Purnamayanti ., Iluh Via Vanellia Darma ., Kompyang Selamet, S.Pd., M.Pd. ., Ni Kadek Dewi Septiari ., Ni Komang Mawar ., Ni Luh Eka Sumiantari ., Ni Putu Sintya Dewi ., Ni Putu Wahyu Dewi Arningsih A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika Aa Kt. Wisnu A.k . AAIA Rai Sudiatmika A’yuningsih, Dewi Qurrota Ade Sintia Wulandari Agustina Dewi agustina dewi Amaliyah, Marisa Amilenita Islam Nuriza Febyanti Anak Agung Inten Paraniti Anil Yusuf Ariyani, Septi Arningsih, N. P. Wahyu Dewi Arningsih, N. P. Wahyu Dewi Ayu Ketut Artatik, I Gusti Bernabas Bio . Cornelia Wening Manggalagita Devi, N. L. Pande Latria Devi, N. L. Pande Latria Dewa Ayu Dewi Purnamayanti Dewi Qurrota A’yuningsih Dewi, I G A Gita Permata Dewi, Kadek Dian Mulya Dewi, Ni Putu Sintya Dharma, I Luh Via Vanellia Diah Artini Dian Ristiani Sabat Dian Ristiani Sabat, Dian Ristiani Dr. I Made Kirna,M.Si . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . DWI AGUSTINI . Elisa Magdalena Br Gultom Fitriani, Herdiyana Hajiriah, Titi Laily Hidayat, Rizqi I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI . I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI I DEWA GEDE AGUNG I Dewa Ketut Sastrawidana I G A Gita Permata Dewi I Gusti Ayu Agung Mas Purohita I Kadek Irvan Adistha Putra I Ketut Suma I Ketut Suma I Ketut Suma I Komang Wisnu Budi Wijaya I Luh Via Vanellia Dharma I Made Arya Putra Wibisana I Made Kirna I Made Kirna I Made Suwenten I Nyoman Bagiarata I NYOMAN BAGIARTA . I NYOMAN BAGIARTA ., I NYOMAN BAGIARTA I Wayan Karyasa I Wayan Redhana I Wayan Suastra I Wayan Subagia I.D.K. Sastrawidana I.N. Suardana Ida Ayu Komang Puspawati Ida Bagus Putu Mardana Iqlima Wulandari Irene Jarut . Kadek Dian Mulya Dewi Kamaluddin Ketut Suma Ketut Suma Khaeruman Komang Edi Suastrawan Komang Sriponi Kompyang Selamet Kompyang Selamet KUSMIANTI . Kusuma, Putu Nita Liani, Kadek Delita Luh Maharani Merta Luh Mentari . Luh Mitha Priyanka Luh Mitha Priyanka Made Suwenten Made Wiratini Marheni, Ni Putu Marisa Amaliyah Martha, I Wayan Mawar, Ni Komang Muhammad Wahyu Setiyadi N L. Eka Sumiantari N. L. Pande Latria Devi N. P. Anggi Putri Mijaya N. P. Wahyu Dewi Arningsih N.L.P.M . Widiyanti NI KADEK AYU KRISTIANDAYANTI . Ni Kadek Dewi Septiari NI KADEK SRI MULYANI . NI KADEK SRI MULYANI ., NI KADEK SRI MULYANI Ni Kadek Sri Widyantari Ni Kadek Sri Widyantari, Ni Kadek Sri NI KETUT PRATI DAIWATA NINGSIH . Ni Ketut Rapi Ni Komang Mawar NI LUH EKA NINGSIH . NI LUH EKA NINGSIH ., NI LUH EKA NINGSIH Ni Luh Made Ayunita Ni Luh Pande Latria Devi Ni Luh Putu Pradnya Paramita Dewi Ni Luh Yanti Onikarini Ni Made Susanti Ni Made Susanti Ni Made Wiratini NI NYOMAN RUSMINIATI . NI NYOMAN RUSMINIATI ., NI NYOMAN RUSMINIATI NI NYOMAN WIDIYANINGSIH . Ni Putu Dina Yanti Ni Putu Marheni NI PUTU MERRY YUNITHASARI . Ni Putu Radi Widayanti Ni Putu Sintya Dewi Nikmatur Rohmaya Nonci Melinda Uki Nyoman Retug Onikarini, Ni Luh Yanti Pratiwi, Putu Anandia priyanka, luh mitha PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D . Purnamayanti, Dewa Ayu Dewi Purnamayanti, Dewa Ayu Dewi Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas Putra, I Kadek Irvan Adistha Putra, I Made Tri Pramana Putri Sarini Putu Agus Putra Dwipayana Putu Agus Putra Dwipayana Putu Anandia Pratiwi Putu Prima Juniartina Putu Widiarini Rista Ayuni, Ni Luh Putu Oktiyana Rizqi Hidayat Sariati, Ni Kadek Selamet, Kompyang Septi Ariyani Septian Cahya Azhari Septiari, Ni Kadek Dewi Setiawan, I Putu Krisna Divayana siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitohang, Elsa Octavia Sriponi, Komang Sudiatmika, AAIA Rai Sukayasa, I Made Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade Sumiantari, N L. Eka Sumiantari, N L. Eka Sutoyo, Suyatno Suwenten, I Made Suwenten, Made Titi Laily Hajiriah Uki, Nonci Melinda Wahono Widodo Widayanti, Ni Putu Radi Wulandari, Ade Sintia Wulandari, Ade Sintia Yusuf, Anil