Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengeluaran Tahunan Berdasarkan Laporan Keuangan Pada PT. Industri Kereta Api (INKA) Maheswari Ivana Putri Cahyaningrum; Revania Anindhita Putri; Ravienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/risma.v6i1.3064

Abstract

This study aims to analyze the expenditure structure and annual expenditure changes trend at PT Industri Kereta Api (INKA), a manufacturing company in the railway sector. The research method employed is descriptive qualitative, utilizing a financial statement analysis approach based on secondary data from the company’s cash flow statements and supporting literature. The findings reveal that the company’s expenditure structure comprises direct costs, such as raw materials and labor, as well as indirect costs in the form of operational overhead. The analysis of cash flows from 2020 to 2024 indicates fluctuating expenditures, particularly a significant increase in investment activities in 2024. Additionally, operating cash flows exhibit instability, reflecting the dynamics of the company’s operational efficiency. Factors influencing expenditures include raw material prices, labor wages, government policies, and market demand. The implications suggest that while increased investment may support long-term production capacity development, suboptimal cost management could impact operational efficiency and company performance sustainability. Therefore, effective cost control strategies are essential to maintain financial stability and enhance the company’s competitiveness.
Tata Kelola dan Akuntabilitas Hubungan Keuangan Pusat-Daerah dalam Pengelolaan Dana Keistimewaan DIY Ailsa Daffa; Aulia Fitri Ramadani; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.221

Abstract

ABSTRAK Hubungan finansial antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi dasar utama dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia. Sebagai bukti nyata, pemerintah pusat memberikan Dana Keistimewaan kepada Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang regulasi nya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan serta akuntabilitas pengelolaan Dana Keistimewaan DIY dalam konteks hubungan keuangan pusat dan daerah, sekaligus mengukur kontribusinya terhadap pembangunan wilayah dan pelaksanaan kewenangan istimewa yang dimiliki DIY. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif dan analisis regulasi. Data penelitian bersumber dari bahan sekunder berupa peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan. Teknik analisis yang digunakan yaitu studi dokumentasi dan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Keistimewaan telah terintegrasi dalam sistem Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program ini meliputi bidang pengembangan budaya daerah, penataan ruang wilayah, pengelolaan tanah, penguatan kelembagaan, dan pengisian jabatan kepala daerah. Program tersebut memberi dampak positif bagi pelestarian warisan budaya lokal, penguatan aparatur organisasi, dan percepatan pembangunan wilayah DIY. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan berupa ketidakseimbangan pembagian pembangunan serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan program. ABSTRAct The financial relationship between the central government and local governments is the main basis for fiscal decentralisation in Indonesia. As a tangible example, the central government provides the Special Region of Yogyakarta (DIY) with Special Funds, the regulations of which are set out in Law Number 13 of 2012. This study aims to examine the management system and accountability of the Special Funds for DIY in the context of the financial relationship between the central government and the regional government, while also measuring its contribution to regional development and the implementation of the special powers held by DIY. The study employs a qualitative research method with a literature review approach, analysed using descriptive qualitative and regulatory analysis. The research data is sourced from secondary materials in the form of legislation, scientific journals, government reports, and policy documents. The analysis techniques used were document study and triangulation of data sources. The findings of the study show that the management of the Special Funds has been integrated into the system of the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) and the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD). The programme covers the development of regional culture, spatial planning, land management, institutional strengthening, and the appointment of regional heads. The programme has had a positive impact on the preservation of local cultural heritage, the strengthening of organisational apparatuses, and the acceleration of development in the DIY region. However, there are still some challenges in the form of imbalanced development and limited community involvement in programme monitoring.
Evaluasi Kinerja Anggaran Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta Farah Amelia Pradina; Cahya Kayla Azzahra Hartono; Eva Hany Fanida; Ravienda Anita Fitrie
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6180

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja anggaran belanja daerah di Provinsi DKI Jakarta dalam kerangka kebijakan efisiensi anggaran. Sebagai daerah dengan kapasitas fiskal yang besar, DKI Jakarta diharapkan mampu mengelola anggaran secara optimal untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja anggaran belanja daerah berdasarkan kriteria evaluasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen. Data diperoleh melalui laporan realisasi anggaran, dokumen kebijakan, serta literatur ilmiah yang relevan. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi berdasarkan kriteria evaluasi kebijakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja anggaran belanja daerah DKI Jakarta secara umum sudah cukup baik dari sisi administratif, yang ditunjukkan melalui tingginya tingkat realisasi anggaran. Namun, efektivitas belum sepenuhnya terlihat dari dampak program terhadap masyarakat. Kebijakan efisiensi anggaran mendorong perubahan prioritas belanja, tetapi belum mampu meningkatkan kualitas belanja secara signifikan. Selain itu, alokasi anggaran belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan perkotaan dan masih menunjukkan ketimpangan distribusi manffat. Responsivitas juga masih terbatas karena berbagai permasalahan seperti banjir, kemacetan, dan polusi udara masih terus terjadi. Kesimpulannya, meskipun kinerja anggaran sudah cukup baik secara administratif, masih diperlukan peningkatan dalam kualitas, pemerataan, dan responsivitas agar pengelolaan anggaran lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung dan Faktor yang Mempengaruhinya Lailatul Hikmiyah; Eva Hany Fanida; Melda Fadiyah Hidayat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7190

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah indikator penting yang digunakan untuk menilai tingkat kemandirian keuangan suatu daerah. Kota Bandung sebagai salah satu kota metropolitan memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendapatan daerah (PAD) Kota Bandung terdiri, menemukan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi PAD tersebut, serta membuat rencana strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara meninjau kembali literatur, yaitu dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah nasional yang terkait. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi serta sintesis literatur. Penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah menjadi sumber pendapatan terbesar bagi PAD, dengan andil sekitar 65%, kemudian diikuti oleh retribusi daerah dan pendapatan dari pengelolaan aset daerah. Faktor-faktor penting yang memengaruhi pendapatan asli daerah meliputi ketaatan wajib pajak, kemampuan sistem administrasi yang efektif, kualitas tenaga kerja, dan situasi ekonomi di wilayah itu. Selain itu, proses digitalisasi sistem pajak terbukti membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pendapatan asli daerah. Penelitian ini menyatakan bahwa meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Bandung membutuhkan strategi yang terpadu, termasuk menerapkan digitalisasi sistem, meningkatkan kualitas tenaga kerja, memaksimalkan penggunaan aset daerah, serta memperkuat pengawasan dan transparansi
Efektivitas Pengeluaran Pemerintah pada Sektor Pendidikan di Indonesia: Analisis Keberhasilan Pendidikan dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Masyarakat Putri Kirani Cahyaningrum; Eva Hany Fanida; Galih Wahyu Pradana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7438

Abstract

Pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan memiliki peran yang cukup penting dalam mendorong pembangunan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan yang berkualitas dapat memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas dan mendukung pembangunan sosial ekonomi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh anggaran yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pada sektor pendidikan terhadap keberhasilan pembangunan pendidikan serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder periode 2021-2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan topik penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel untuk melihat hubungan langsung dan tidak langsung antara anggaran yang telah dikeluarkan untuk sektor pendidikan, pembangunan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang kemudian diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan memiliki pengaruh yang cukup positif dan signifikan terhadap keberhasilan pembangunan pendidikan. Semakin besar anggaran pendidikan yang digunakan secara tepat, semakin besar pula peluang untuk memperluas akses belajar, meningkatkan kualitas guru, serta memperbaiki fasilitas dan infrastruktur pendidikan. Keberhasilan pembangunan pendidikan juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas dan pendapatan. Selain itu, pengeluaran pendidikan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan pendidikan sebagai variabel mediasi. Dengan demikian, efektivitas pengelolaan anggaran pendidikan yang transparan, akuntabel dan efisien menjadi faktor yang cukup penting dalam upaya meningkatkan pembangunan manusia dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia
Analisis Penilaian Kinerja Anggaran Berbasis Value for Money pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2024 Regita Cahya Ramadhania; Kheizha Arthaning Wibowo; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2024 menggunakan pendekatan Value for Money yang meliputi aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari dokumen resmi seperti laporan kinerja dan laporan realisasi anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek ekonomis, kinerja instansi tergolong baik karena realisasi anggaran lebih rendah dibandingkan anggaran yang ditetapkan, yang mencerminkan adanya penghematan. Namun, dari aspek efisiensi, kinerja belum optimal karena terdapat ketidakseimbangan antara realisasi anggaran sebesar 91,08% dengan capaian kinerja sebesar 78,08% sehingga menghasilkan nilai efisiensi sebesar 0,85%. Sementara itu, dari aspek efektivitas, kinerja termasuk dalam kategori tinggi meskipun belum mencapai target maksimal. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengelolaan keuangan telah dilakukan secara ekonomis, masih diperlukan peningkatan efisiensi serta optimalisasi pelaksanaan program agar kinerja organisasi dapat lebih maksimal.
EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN INISIATIF KOMPOS UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI SWK GAYUNGAN Neny Ayu Nourmanita; Meirinawati; Eva Hany Fanida; Trenda Aktiva Oktariyanda; Deby Febriyan Eprilianto; Adam Jamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6812

Abstract

Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan Surabaya merupakan kawasan strategis yang berkembang seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke Masjid Al Akbar Surabaya. Aktivitas ekonomi para pedagang di kawasan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, namun juga menimbulkan permasalahan lingkungan berupa peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik dari sisa makanan, buah, dan sayuran. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di SWK Gayungan belum optimal, ditandai dengan pencampuran sampah organik dan non-organik dalam satu tempat pembuangan. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, risiko penyakit, serta mengancam kesehatan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pedagang SWK Gayungan terkait pengelolaan sampah. Metode pengabdian dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai pemilahan sampah serta pengelolaan limbah organik menjadi kompos yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pedagang mengenai pentingnya pemilahan sampah dan penerapan konsep 3R dalam aktivitas usaha sehari-hari. Terjadi peningkatan jumlah pedagang yang paham terkait pengelolaan sampah dan pembuatan kompos yang sebelumnya sama sekali tidak paham menjadi paham dan pemahaman pedagang meningkat. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi pengelolaan sampah memiliki peran penting dalam mendukung lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di kawasan sentra wisata kuliner khususnya di SWK Gayungan Surabaya.
KETERGANTUNGAN FISKAL DAERAH TERHADAP DANA TRANSFER PEMERINTAH PUSAT DI KABUPATEN JEMBER Desi Nurlaily; Allexa Belva Sepdiana AW; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 7, No 1 (2026): REMITTANCE JUNI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol7no1.1273

Abstract

This study aims to analyze the level of fiscal dependence of the Jember Regency Government on central government transfer funds within the Regional Budget (APBD) for the 2020–2022 period. This study uses a quantitative descriptive approach utilizing secondary data obtained from the Directorate General of Fiscal Balance and official regional government documents. The analysis technique was conducted by measuring the fiscal dependence ratio, fiscal independence ratio, and degree of fiscal decentralization. The results indicate that Jember Regency's fiscal dependence is very high, as evidenced by the dominance of transfer funds in the regional revenue structure, with a ratio exceeding 70%. Conversely, the fiscal independence ratio is low, indicating that Regional Original Revenue (PAD) as the primary source of regional financing is not yet optimal. The degree of fiscal decentralization also shows suboptimal conditions, reflected in the low contribution of PAD to total regional revenue. These findings indicate that regional fiscal capacity to support the implementation of regional autonomy is still limited. Therefore, a strategy is needed to optimize PAD by increasing the effectiveness of regional tax and levy collection and by developing local economic potential to enhance regional fiscal independence.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan fiskal Pemerintah Kabupaten Jember terhadap dana transfer pemerintah pusat dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) periode 2020–2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta dokumen resmi pemerintah daerah. Teknik analisis dilakukan melalui pengukuran rasio ketergantungan fiskal, rasio kemandirian fiskal, dan derajat desentralisasi fiskal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan fiskal Kabupaten Jember tergolong sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh dominasi dana transfer dalam struktur pendapatan daerah dengan rasio di atas 70%. Sebaliknya, rasio kemandirian fiskal berada pada kategori rendah, yang mengindikasikan bahwa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal sebagai sumber utama pembiayaan daerah. Selain itu, derajat desentralisasi fiskal juga menunjukkan kondisi yang belum optimal, tercermin dari rendahnya kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimalisasi PAD melalui peningkatan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi daerah, serta pengembangan potensi ekonomi lokal guna meningkatkan kemandirian fiskal daerah
Analisis Efektivitas Penerapan Sistem E-Tax dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Malang Lilis Suryani Dwi Aningsih; Nailah Nur Anisah; Eva Hany Fanida; Melda Fadiyah Hidayat
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1378

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penerapan sistem E-Tax dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Malang sebagai dasar untuk meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem E-Tax dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih adanya permasalahan dalam pengelolaan pajak daerah, seperti rendahnya kepatuhan wajib pajak dan potensi kebocoran penerimaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem E-Tax cukup efektif dalam meningkatkan pengelolaan pajak daerah. Sistem ini mampu meningkatkan transparansi, akurasi pencatatan, serta meminimalisir potensi kecurangan. Selain itu, realisasi pajak daerah Kota Malang meningkat dari Rp547.446.866.621,47 pada tahun 2022 menjadi Rp610.369.015.650,81 pada tahun 2023, atau naik sebesar 11,50%. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam implementasinya, seperti keterbatasan pemahaman teknologi pada wajib pajak, kendala teknis sistem, serta belum optimalnya kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pelatihan, serta penguatan sistem pengawasan agar penerapan E-Tax dapat berjalan lebih optimal.
Analisis Belanja Daerah dalam Penanggulangan Banjir Rob: Studi Kasus Pengeluaran Pemerintah Kota Semarang Tahun 2022-2024 Adinda Eka Fadilah; Fabima Rohmatimminallohi Lintalahum; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1386

Abstract

Flooding caused by tidal inundation (rob flood) in Semarang City has become a chronic urban coastal problem driven by land subsidence, sea level rise, and increasing environmental pressure in coastal areas. This study aims to analyze the allocation, implementation, and effectiveness of local government spending in flood mitigation efforts during the 2022–2024 period. The research employed a qualitative descriptive approach using secondary data obtained from Budget Realization Reports (Laporan Realisasi Anggaran/LRA), Government Agency Performance Reports (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah/LKjIP), Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) documents, and other official government reports. The findings show that the budget realization rate of Semarang City remained consistently high, reaching 93.85 percent in 2022 and percent in 2023, while the Regional Disaster Management Agency (BPBD) achieved realization rates of up to 95.99 percent. These figures indicate strong administrative and procedural performance in regional financial management. However, high budget absorption has not automatically translated into substantial effectiveness in reducing tidal flood risk. Regional spending remains dominated by structural and short-term approaches, such as drainage improvement, pump operations, emergency response, and infrastructure maintenance, whereas long-term preventive investment and integrated risk management remain limited. In addition, the absence of a specific budget classification for tidal flood mitigation within the LRA complicates the identification and evaluation of related expenditures across sectors. Empirically, several coastal areas still experience periodic inundation, particularly in Genuk and North Semarang. This study concludes that regional spending on tidal flood mitigation in Semarang City during 2022–2024 was administratively effective but substantively not yet optimal in producing significant and sustainable risk reduction. Therefore, a more preventive, integrated, and long-term risk-based policy approach is required to improve the effectiveness of regional expenditure in coastal disaster mitigation.
Co-Authors Achmad Kamal Syah Lilah Adam Jamal Adhienda Syarafina Ghaisani Adhim Lathif Aliy Adinda Eka Fadilah Aditya Bagus Pratama Adji Firmansyah Ahmad Dwi Rifani Ailsa Daffa Aisyah Febbiyanti Akmal Bhagaskara Allexa Belva Sepdiana AW Amelia Putri Arini Amelya Putri Christanty Andina Rizki Nur Kharisa Anfara Aisyanda Dzikrina Angeline Fannesa Febriyana Anggita Cahyani Setyoningrum Anisa Annisa Rizma Ramadhani Anthony Sebastiane Chandra Arinda Qomarin Almuqita Attina Aulia Rahma Aulia Fitri Ramadani Aulia Khoirun Nisaa' Ayunda Putri Athamevia Azalea Zahwa Rishavaila Bunga Fryscilla Fedora Nadeak Cahya Kayla Azzahra Hartono Ceva Yuana Rivera Cheryll Nandissya Aulya Putri Chusnul Khotimah Cindhe Wati Kartika Dewi Clara Rossa Wibisono Daffa Eka Saputra Deby Febriyan Eprilianto Desi Nurlaily Dewi Rahmawati Diyah Ismi Meiylisa Dwindya Ililiyun Edlyn Salsabella salsabella Eka Nur Anggraini Ella Nur Aini Erika Rahma Novitasari Evanda Arsinta Rahma Ezra Stevanus Aloo Fabima Rohmatimminallohi Lintalahum Farah Amelia Pradina Faylla Apriliana Putri Felisha Rahma Antoni Fidela Salsabillah Fikri Akbar Syarifuddin FITROTUN NISWAH Fitrotun Niswah Galih Wahyu Pradana Gita Aulia Rohmah Hadrian Gustin Urdha Haliza Firdausy Nuzula Harmanto Harmanto Ilham Firdaus Pranoto Inaya Regita Cahyani Indah Prabawati Indah Prabawati Indira Ardina Yudiansyah Intan Dwi Noviana Ivena Callista Putri Jelita Nur Aziza Jiwa Gaby Sahira Anindya Jordan Marcello Al Farrel Kalyana Larasati Kevin Adisputra Kevin Raditya Kusuma Keysia Jessika Intansari Kheizha Arthaning Wibowo Kirani Felita June Lailatul Hikmiyah Lakxit Gustav Nur Aziz Lilis Suryani Dwi Aningsih Lulus Gadis Sulaksana Lutfia Lukinita Made Beryl Ramadian Dwipayana Maheswari Ivana Putri Cahyaningrum Maria Ainin Zulfah Marshanda Ika Amelia Putri Marvella Hardiana Abiwardani Mawar Datul Khalwa Meirinawati Meirinawati M Meirinawati Meirinawati Melda Fadiyah Hidayat Melda Hidayat Mila Rahmawati Mochamad Farros Pambudi Luhur Muchammad Nur Salim Muh Hylmi Adhitya Nindra Muhammad Alka Gustiyan Rojabi Muhammad Aufa Hafizh Nadhira Allysha Rahmania Nadira Putri Riyanci Nafa Fadhilatul Latifah Nafsah Alifatul Hasanah Naila Mutia Hafidzah Nailah Nur Anisah Najuwa Safira Aulia Putri Nasya Firdaushaumy Naufal Syaraful Wafa’ Naysabel Fahrindi Intaniaputri Nazwa Ansalna Rahmania Neny Ayu Nourmanita Nimas Bening Olivia Putri Damayanti Pamungkas Rahmat Fariid Tegar Putri Alit Jerryni Azzahra Putri Kirani Cahyaningrum Raehanun Nafaretta Fiyorentina Randita Ainun Guntari Ratu Mutiara Azzah Ratu Syifa Khairani Ravienda Anita Fitrie Rayhan Adi Wicaksono Regita Cahya Ramadhania Revania Anindhita Putri Revienda Anita Fitrie Revienda Anita Fitrie Revienda Anita Fitrie Rikha Janatul Ma'wa Rizky Maya Wulandari Satria Wahyu Helmyawan Shyalum Aulia Putri Suci Megawati Taniya Sahisnu Sufisyar Trenda Aktiva Oktariyanda Trenda Aktiva Oktariyanda Trenda Aktiva Oktariyanda Vika Armelya Putri Vike Agestian Frastami Virly Novwinda Hakim Wilda Zuliasari Yemima Chrisnanda Prasetyo Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono Zahran Yaka Resyawal