Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Metode Resitasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mapel Fiqih Siswa Kelas IV di MI Roudlotul Mubtadiin Sulfatun Naimah; M. Anang Sholikudin; Wiwin Fachrudin Yusuf; Achmat Mubarok; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.354

Abstract

The recitation method was intended to be used in this investigation to help grade IV students at MI Roudlotul Mubtadiin learn more about fiqh. Research was conducted utilizing a qualitative methodology known as Classroom Action (PTK), The data needed for this study was acquired via watching student and teacher activities and looking at test results for learning evaluations. According to the findings, class IV MI Roudlotul Mubtadiin students' learning outcomes in fiqh courses might be improved by using the recitation approach. Students' test results from three cycles, namely the pre-cycle, demonstrate this. which had results with an average of 65.66 and a completion rate of 63%; the cycle I results, which had results with an average of 76.22 and a completion rate of 77%; and the cycle II results, which had results with an average of 87.11 and a completion rate of 96%.
Implementasi Metode Pembelajaran Field Trip dalam Menanamkan Pendidikan Akhlakul Karimah Pada Siswa Raudhatul Atfal di ar-Rohmany Nur Imama Jamil; Muhammada; Ahmad Ma’ruf; M. Anang Sholikhudin; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.553

Abstract

Masalah yang terjadi dinegara kita saat ini sebenarnya tidak lepas dari persoalan perilaku akhlakul akrimah pada setiap siswa. Terlepas dari ajaran ilmu agama, jika pendidikan anak menyimpang dari akidah Islam dan tidak terkait dengan Allah, tidak diragukan lagi anak akan memperoleh nilai-nilai negatif. Bahkan, didorong oleh nafsu dan bisikan setan, dia akan mengikuti keinginannya. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan siswa dimasa depan, sebab pendidikan siswa merupakan filosofi bagi dasar kepribadian mereka. perlu untuk mengajarkan mereka untuk melakukan yang terbaik dan berharap bahwa mereka akan memiliki sifat terpuji di masa depan dan dapat menghindari perilaku tercela. Selain proses pembelajaran yang berlangsung di lembaga pendidikan yang mencakup semua proses perkembangan fisik. Mengajarkan sikap siswa dan memberikan bimbingan atau petunjuk dengan Kesabaran diperlukan untuk pembentukan sikap. keteladanan, pembiasaan, dan Implementasi pendidikan akhlakul karimah yang merupakan proses yang panjang dan berkesinambungan. Dan semestinya pendidikan akhlak termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan pendidikan sejak dini, khususnya Pendidikan akhlak agar mereka terbiasa berperilaku baik dan mengikuti perintah Allah yang sesuai ajaran al-Qur’an dan Hadist. Tanggung jawab berat yang haris dipikul oleh dunia pendidikan akhirnya memunculkan tuntutan bagi lembaga pendidikan untuk meweujudkan cita-cita untuk membekali peserta didik dengan pendidikan akhlak. Oleh karena itu tulisan ini memberikan wawasan tentang bagaimana cara menanamkan nilai-nilai pendidikan akhlakul karimah melalui pembelajaran metode field trip di ar-Rohmany
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN KITAB AKHLAK LIL BANIN DI MTS MIFTAHUL ULUM PUNTIR PURWOSARI Nurjannah, Siti Aisyah; Muhammada, Muhammada; Ma'ruf, Ahmad; Sholikhudin, M. Anang; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 32 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/tasyri.v32i01.857

Abstract

Penelitian ini mempunyai latar belakang kepada kita untuk mendidik karakter sejak dini dan bersandar pada dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an dan sunnah Nabi, karena pada zaman sekarang banyak peserta didik atau santri yang melanggar aturan yang berkenaan dengan akhlak, padahal seseorang akan dikatakan memiliki iman yang benar dan sesuai syariat Islam jika ia memiliki karakter atau akhlak yang baik.oleh karena itu di MTs Miftahul Ulum Puntir Menuntut siswa agar mempunya akhlak yang baik sesuai dengan motto adapun Fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat saat ini banyak kita jumpai akhlak para generasi muda mengalami dekadensi. Banyak faktor yang melatarbelakangi fenomena ini. Salah satu faktor terpenting adalah arus globalisasi yang tak terkendali. Sebagian besar generasi muda saat ini menghindari mencintai dan mempraktekkan budaya negara yang lebih ketimuran. Mereka lebih didewasakan dan secara lahiriah mengikuti budaya barat. Upaya untuk menerapkan moralitas antargenerasi dalam semangat Islam dapat dilakukan dengan berbagai cara. karena pembentukan karakter di masa kecil mempengaruhi karakter seseorang di masa dewasa yang akan datang
Implementasi Pembiasaan Sholat Dhuhur Berjamaah Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Fauziyah, Lana; Muhammada; Ma'ruf, Ahmad; Solikhudin, Anang; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 01 (2024): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v6i01.602

Abstract

Sebuah pembiasaan yang baik sangatlah perlu dilakukan dalam membangun karakter religious. Pembiasaan yang baik dapat dilakukan melalui kegiatan program tambahan yang ada di sekolah. Pembiasaan program yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bekal siswa pada masa berikutnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan shalat dhuhur berjamaah di SMK Darut Taqwa Purwosari. (2) untuk mendeskripsikan karakter religius yang terbentuk melalui program shalat dhuhur berjamaah. (3) untuk mengetahui hambatan dan solusi yang dilakukan madarasah dalam membiasakan program shalat dhuhur berjamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan study kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pembiasaan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa ini agar siswa ketika pulang sekolah tidak kepiran lagi dengan shalat dhuhur berjamaah karena sudah dikerjakjan di sekolah, dan membiasakan siswa agar shalat berjamaah. (2) semenjak adanya shalat dhuhur berjamaah siswa dapat menumbuhkan karaker yaitu karakter religius yang mana bisa mengerti pada saat bergantian berwudhu, baris dengan rapi ketika shalat, tidak bergurai sendiri. (3) mengenai hambatan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa yaitu: (a) terlambat datang karena masih ada yang ke toko nggk langsung ke masjid diberi hukuman push up (b) menertibkan siswa perempuan yang sedang datang bulan atau haid suruh menulis surat-surat pendek (c) faktor longkungan rumah, wali kelas kerjasama dengan orang tua agar dirumah tetap terbiasa dengan shalat dhuhur berjamaah.
The Implementation of Learning Strategies to Improve Students’ Learning Outcomes at MI Bustanul Ulum Sumbersuk Puspita, Mega; Sholikhudin, Muhammad Anang
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i2.26979

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing varied and structured learning strategies in improving student learning outcomes at MI Bustanul Ulum Sumbersuko. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results showed that the implementation of active learning methods, group discussions, and the use of visual media significantly increased students' active participation, learning motivation, and understanding of the material. In addition, the analysis of student needs allows for the adjustment of materials according to their abilities and background of understanding, which has a positive impact on increasing evaluation scores and critical thinking skills. This study provides recommendations for the development of sustainable learning strategies to improve the quality of education in madrasah.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN INKLUSIF NURCHOLISH MADJID TERHADAP KEBERAGAMAAN AGAMA DI INDONESIA M. Anang Sholikhudin; Lailatul Lutfiyah; M. Afifuddin
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/k7rjhn69

Abstract

Nurcholish Madjid’s inclusive thought plays a crucial role in shaping a modern religious life that is open, tolerant, and appreciative of diversity. Through his ideas on substantial and contextual Islam, Madjid emphasizes that true faith should not be confined to exclusive symbols but manifested in universal human values. This study aims to analyze the relevance of Nurcholish Madjid’s inclusive ideas to modern religious life, particularly in strengthening interfaith tolerance and developing a moderate Islamic education. This research employs a library research method with a descriptive-analytical approach to Madjid’s works and ideas. The findings indicate that Madjid’s inclusive values—such as freedom of thought, respect for diversity, and humanistic principles—remain highly relevant in building a peaceful and harmonious religious society in the modern era.
RELEVANSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN Anang Sholikhudin, M.; Ermawati, Lilis; Hanum, Siti; Maimuna, Hanik
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the importance of Ki Hajar Dewantara's (KHD) educational philosophy for the development of modern Islamic education. KHD, known as the father of Indonesian national education, introduced comprehensive and humanist concepts such as the Among System, the Three Centers of Education, the Three Principles of Education, and the Five Principles of Dharma. These ideas emphasize human dignity, freedom, character formation, and cultural roots. This study uses a qualitative literature approach by analyzing primary and secondary documents related to KHD's thinking and modern Islamic education. The results indicate conceptual similarities between KHD's ideas and Islamic educational principles, particularly in the aspects of moral development, multicultural values, and human liberation. KHD's philosophy is relevant for strengthening contemporary Islamic education by encouraging humanistic learning, cultural identity, and character formation in accordance with Islamic values. This research contributes to theoretical efforts in integrating national pedagogical philosophy with the development of contemporary Islamic education.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PAI DI SMK AR ROUDHOH BEJI PASURUAN Pengelola, Pengelola; Filkhoiriya, Afifah; Hadi, M Nur; M Jamhuri, M Jamhuri; Sholikhudin, M Anang
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 32 No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/ecr9zg78

Abstract

Pendidikan adalah usaha untuk mewujudkan aktivitas pembelajaran yang dilakukan agar peserta didik dapat secara aktif belajar dan mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih baik dari segi kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, dsb. Sementara itu dengan arah serupa namun dalam kacamata yang berbeda, Kurniawan (2017, hlm. 26), berpendapat bahwa pengertian pendidikan adalah mengalihkan (menurunkan) berbagai nilai, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan kepada generasi yang lebih muda sebagai usaha generasi tua dalam menyiapkan fungsi hidup generasi selanjutnya, baik jasmani maupun rohani.Namun tidak hanya generasi muda saja yang sebetulnya belajar. Generasi yang lebih tua juga secara tidak langsung belajar mendidik dalam prosesnya. Selain itu pendidikan adalah hal yang dapat dilakukan sepanjang hayat dan tidak melihat usia. Seperti yang diutarakan Budiyanto dalam Kurniawan (2017, hlm. 27) bahwa pendidikan adalah mempersiapkan dan menumbuhkan anak didik atau individu manusia yang proses berlangsung secara terus-menerus sejak ia lahir sampai ia meninggal dunia.
Pemikiran Modern dalam Islam (Islam Integratif, Interkonektif) Menurut Pemikiran Amin Abdullah M. Anang Sholikhudin; Nabilah Maulidah Aliyyah; M. Khusni Mubarok
Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/akhlak.v3i1.1640

Abstract

This study examines the modern Islamic thought developed by Amin Abdullah, particularly through the concept of integrative and interconnective Islam. The main issue discussed is the fragmentation between religious sciences (naqliyah) and modern sciences (‘aqliyah) in the contemporary Islamic knowledge corpus. The purpose of this research is to analyze Amin Abdullah’s efforts in reconstructing the epistemology of Islamic knowledge through the integration of these two domains of knowledge. This research uses a qualitative-descriptive approach with a literature study method, analyzing Amin Abdullah's key works and relevant academic discourses. The results show that the integrative-interconnective paradigm offered by Amin Abdullah provides a holistic framework for understanding Islam in the modern era. This approach encourages a dialogical relationship between religion, science, and social reality, ensuring that Islamic thought remains relevant and dynamic amidst global changes. The study concludes that Amin Abdullah's perspective makes a significant contribution to the renewal of Islamic scholarship by bridging tradition and modernity. Thus, this integrative-interconnective perspective is expected to enrich the development of Islamic thought in a more inclusive and open manner.
Developing Students’ Character through Tauhid-Based Learning: An Analytical Study of the Implementation of Kitab As-Sa’adah Riky Aldino Alif; Saifulah Saifulah; Ahmad Marzuki; M. Anang Sholikhudin
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i3.2290

Abstract

This study aims to examine how students’ character is formed through tauhid learning using Kitab As-Sa’adah. Employing a qualitative approach with a field research design, the study collected data through observations, interviews, and documentation involving teachers, school leaders, and students to gain an in-depth understanding of the learning process and value internalization. The findings indicate that tauhid learning is implemented systematically through structured stages and supported by diverse teaching methods, including lectures, discussions, and habituation practices. Internalization of tauhid values occurs through religious activities, teacher role modeling, and integration into daily behavior, fostering students’ religious, disciplined, and responsible character. Key supporting factors include a consistent religious program, an immersive learning environment, and active teacher involvement, whereas challenges arise from students’ difficulty with classical terminology, varied learning abilities, and external influences such as social and media exposure. The study highlights that tauhid-based instruction using Kitab As-Sa’adah effectively enhances both students’ understanding of faith and the holistic development of their character.